sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, kesedihan demi kesedihan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kansszy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 25
Lin Weishen tidak pernah percaya pada kekalahan.
Bagi Kepala Keluarga Lin, mundur dari Lembah Shiro bukan tanda kalah—melainkan menyusun ulang papan permainan. Ia tahu Kenzy unggul dalam membaca langkah, maka balasan terakhirnya tidak ditujukan pada Kenzy… melainkan pada akar keberadaannya.
Keluarga Tong.
Lin menyadari satu kelemahan Kenzy yang tak pernah bisa dihilangkan: perlindungan. Selama Kenzy menjaga keluarganya, ia akan selalu bereaksi. Dan Lin memutuskan untuk menyerang dengan cara paling sunyi—memutus kepercayaan, bukan nyawa.
Ia mengirim utusan bayangan ke sisa-sisa Scarlet, bukan sebagai sekutu, melainkan sebagai pengorbanan. Informasi palsu dilepas: seolah-olah Kenzy diam-diam bekerja sama dengan Lin untuk menyingkirkan Scarlet sepenuhnya. Bukti-bukti palsu disusun rapi—pesan terenkripsi, jalur pertemuan fiktif, bahkan saksi bayaran.
Tujuannya satu:
membuat dunia ninja memburu Kenzy tanpa Lin perlu turun tangan.
Dalam waktu singkat, isu itu menyebar. Klan-klan netral mulai menjauh dari Tong. Jalur bantuan ditutup. Beberapa bahkan bersiap menyerang jika Kenzy muncul. Lin tersenyum dingin. Jika Kenzy bergerak, ia akan terlihat. Jika ia diam, Tong akan tercekik perlahan.
Namun Lin lupa satu hal.
Kenzy tidak hanya belajar dari musuh—ia belajar dari kesalahan masa lalu.
Kenzy sudah mencium bau permainan ini sejak laporan pertama terdengar terlalu rapi. Maka ia melakukan hal yang tak Lin perkirakan: ia mengorbankan namanya sendiri. Kenzy muncul ke publik, tidak untuk membela diri, tetapi untuk menyerahkan bukti mentah—bukan klarifikasi, melainkan pertanyaan.
Ia membuka arsip lama Scarlet.
Ia membuka catatan manipulasi Lin yang belum pernah dipublikasikan.
Dan ia membiarkan klan-klan lain menyimpulkan sendiri.
Kecurigaan berbalik arah.
Jika Kenzy benar bekerja sama dengan Lin, mengapa bukti-bukti ini dibiarkan terbuka? Mengapa justru Lin yang selalu diuntungkan oleh konflik-konflik terakhir?
Tekanan mengarah pada Keluarga Lin.
Lin Weishen menyadari terlambat bahwa balasan terakhirnya telah dibaca. Ia mencoba langkah pamungkas: menghilang. Seluruh jaringan Lin diperintahkan untuk memutus kontak, membakar jalur, dan menyelamatkan inti keluarga.
Namun Kenzy tidak mengejar.
Ia tahu, mengejar Lin hanya akan melanggengkan permainan. Maka Kenzy memilih penutup yang lebih kejam: ia menghentikan cerita Lin. Tanpa konflik, tanpa musuh, tanpa kendali, Lin tidak punya apa-apa. Keluarganya bertahan, tetapi pengaruh mereka mati.
Bertahun-tahun kemudian, Lin Weishen hidup sebagai bayangan dari dirinya sendiri—masih hidup, masih berpikir, tetapi tidak lagi ditakuti.
Dan Kenzy?
Ia memastikan Keluarga Tong akhirnya menetap, bukan sebagai klan besar, melainkan sebagai keluarga yang aman. Balasan terakhir Lin gagal bukan karena Kenzy lebih kuat, melainkan karena Kenzy berhenti bermain dendam.
Oleh karena itu, keluarga Tong telah mendapatkan kekayaannya kembali. Dengan hancurnya klan Scarlet dan keluarga Lin, itu dapat membuat keluarga Tong menjadi keluarga yang sangat di takuti di benua Asia. Tidak ada satu keluarga yang sangat ingin membuat masalah dengan keluarga Tong. Di era kejayaan keluarga Tong lah, Kenzy sebagai jawabannya. Dia tak kenal lelah dalam waktu panjang. Selalu dia kaitkan hidupnya untuk keluarga Tong. selalu menjadi prinsip utama nya yang paling penting adalah bagaimana caranya agar dia bisa mempertahankan era kejayaan dan kemakmuran keluarga Tong untuk generasi muda yang akan datang kedepannya. Bagi Kenzy, ini dulu sudah cukup
Di dunia ninja, itulah akhir paling mutlak.