Indira Necelia Mahatma seorang gadis yang baik, periang dan pemberani yang bisa meluluhkan hati Andris sang ketua dan pendiri gangster Hellboy. Gangster Hellboy yang suka bertarung dan balap dengan geng lainnya termasuk dengan Logitacht yang notebenya dalah musuh terbesarnya.
Andris Matteo ketua gangster Hellboy yang disegani dan ditakuti. Dia adalah lelaki tampan yang digilai para siswi disekolah. Andris yang susah didekati dan susah meluluhkan hatinya kini menjadi kekasih Indira yang lembut terhadapnya saja.
Apa yang terjadi dalam cerita cinta mereka nantinya?
Ketika rahasia yang menyakitkan akan terungkap berlahan dan akan mengores sedikit demi sedikit hati keduanya. Tetapkah mereka akan bersama atau malah memutuskan cerita cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RuangTilyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tikus Got
Saat ini Andris sedang berada di markas bersama keempat sahabatnya dan beberapa anggota Hellboy yang bolos sekolah.
Anggota yang lain sibuk dengan kegiatan masing-masing seperti ada yang nonton, ada yang mabar da nada juga yang tidur diruang yang cukup besar dilengkapi dengan berbagai kebutuhan rumah.
Andris sendiri sedang didalam ruang pribadinya denangan rokok yang menemaninya. Pikirnya lagi dipenuhi dengan berbagai macam hal yang membuat dirinya dari tadi terdiam. Siapa yang melihat raut wajah Andris saat ini pasti tidak berani untuk mengajak bercanda ataupun bertanya padanya.
Andris sudah berdiam diri didalam dari pagi sampai sianga pun belum ada tanda-tanda ia akan keluar. Ardi yang melihat jam sudah berputar keangka satu siang memberanikan diri masuk keruang pribadi Andris.
“Kenapa bro?” Ardi melihat Andris yang berbaring disofa sambil mengisap rokok. Bungkus rokok yang sudah abis beberapa membuat Ardi tertegun.
Andris mengepulkan asap rokok menatap Ardi yang sedari tadi diam dipintu lalu membenarkan dirinya menjadi duduk dengan kaki diata meja. Melihat perubahan diri sahabatnya, Ardi langsung berjalan kearah sahabatnya dan duduk disebelahnya.
“Ada masalah?” Tanya Ardi sambil menghidupkan rokok.
“No problem.”
“Is okay kalau tidak mau cerita tapi masih ingatkan perkataanku samamu. Ada masalah jangan dipendam sendiri, cerita sama sahabatmu.” Ingat Ardi lagi yangs selalu siap mendengar.
“Tentu.”
“Nanti malam jadi sirquit kan? Itu anak-anak siap mendukung.”
“Siapa lawan?”
“Biasalah yang tidak pernah menerima kekalahan sikamvret Fuazi. Makanya anak logitach kemarin main serang anggota kita karena mau mancing kau keluar. Sebelum tanding maunya kau babak belur dulu biar di sirquit daya tahan tubuh nggak kuat.” Ardi menggelengkan kepalanya heran dengan pikiran ketua logitach.
Andris hanya menganggukan kepala yang sudah mengerti maksud penyerangan secara mendadak kemarin. Andris tidak mau terhanyut dalam emosi dengan ulah musuh yang selalu tidak pernah terima kekalahannya.
Bayu, Joy dan Endri masih belum berani masuk kedalam ruang pribadi Andris tadi. Mereka membiarkan Ardi sebagai mangsa kalau nanti Andris gamuk ternyata pikiran mereka salah. Sudah hampir sejaman Ardi di dalam ruang pribadi tidak ada suara keras atau banting membanting barang hanya ada keheningan saja.
Lama menunggu Bayu dapat chat dari Ardi untuk memesan makanan dan membawa keruang pribadi. Dapat pesan Bayu langsung memesan dan tidak lupa bertanya pesanan apa buat anggota Hellboy yang lain.
“Bos makan dulu, ini kami pesan makanan tadi.” Bayu berjalan menghampiri kedua sahabatnya yang diikuti Joy dan Endri dari belakang.
“Iya bos makan dulu, biar ada tenang buat balap nanti malam.” Sambung Endri yang masih dibelakang Bayu.
“Kalian dua ngapain main selip-selipan dibelakang Bayu?” Tanya Ardi yang melihat dua bocah itu.
Andris menoleh melihat tingkah laku sahabat-sahabatnya apalagi kedua bocah yang sering dipanggil tikus got itu. Andris menggelengkan kepalanya dan mengambil makanan di atas meja.
“Berdiri disitu atau keluar.” Kata Andris ketus.
Mendengar jawaban Andris yang ketus ketiga sahabat Andris langsung membalikkan badan dan buru-buru keluar tanpa membawa makanan mereka bertiga. Melihat itu Ardi tertawa terbahak-bahak sampai terdengar ketiga orang itu sebelum menutup pintu.
“Ardi keserupan iya?” Tanya Joy polos yang masih berdiri diambang pintu.
“Mungkin.” Serentak Endri dan Bayu.
“Aku dengar, kalian ngapain buru-buru keluar, sesak berak iya? Itu disebelah ada kamar mandi.” Tunju Ardi kearah kamar mandi yang ada di dala ruang pribadi.
“Sesak berak kepala kau, yang ada kami sesak nafas lihat bos.” Ujar Joy dengan polosnya.
Mendengar sesak nafas karena dirinya, Andris langsung memberhentikan acara makanan dan menoleh kearah tiga orang yang ada di ambang pintu. Bayu melihat tatapan nanar Andris langsung menjambak rambut Joy dan Endri langsung menutup mulut Joy.
“Monyet kalian main siksa saja, sakit nyet!” Teriak Joy setelah menerima siksaan kedua sahabatnya.
“Mulut kau diam dan mata kau lihat kearah depan. Itu mata Andris mau makan kau hidup-hidup.” Bisik Bayu kasar ditelinga kanan Joy.
Joy langsung melihat menatap lurus dann mendapat mata elang Andris yang siap menerkam. “Siap-siap mulut kau disobek-sobek.” Bisik Endri ditelinga kiri Joy.
“Maaf bos, kami kelu..”
“Eh tiga bocah teletabis sini duduk, kalian nggak ngerti maksud perkataan Andris tadi. Dia menyuruh kalian duduk dan makan bersama bukan mengusir kalian.” Ardi cengegasan melihat wajah ketiga bocah teletabis didepan.
Andris hanya mengangguk dan melanjutkan makanannya yang tertunda tadi. Melihat Andris melannjutkan makannya ketiga bocah itu langsung menutup pintu dan duduk dihadapan Andris dan Ardi.
“Benar bos kau nggak usir kita?” Tanya Joy yang sudah mengambil makanannya.
“Lebih baik kau makan bocah daripada ditatap mata elang Andris lagi.” Peringat Ardi yang memasukan nasi kemulutnya.
Semua hening saat makan tidak berani membuka suara lagi dengan suasana mencekik karena omongan Joy yang membuat suasana Andris semakin seram.
Andris selesai makan dan berdiri melihat keempat sahabatnya kali ini makan dengan hening bukan seperti biasa yang bising.
“Kalian tiga, kalau bersama seperti ini jangan pernah panggil bos disini aku berperan sebagai sahabat bukan bos dan bawahan!” Perintah Andris yang langsung pergi meningalkan sahabatnya.
“Sudah berapa kali ku ingatkan sama kalian tetap saja panggil Andris bos. Dasar bocah teletabis.” Ucap Bayu yang memulai pembicaran.
“Entah ini sitikus satu, suka kali panggil Andris bos. Cita-citanya mau jadi saptam mungkin.” Endri menyingung lengan Joy yang membuat makan jatuh kebawah sebelum masuk kemulut.
“He nyet makanan ku jatuh, harus tanggungjawab. Dan aku bukan bercita-cita jadi saptam tapi aku mau bercita-cita jadi satpol pp biar bisa nangkap kau yang lagi jualan dipikir jalan” Joy mengambil nasi Endri.
“Nasiku tikus!” Teriak Endri.
“Diam kau tukang serba seribu.” Balas Joy yang langsung pindah duduk.
“Tukang apa kau bilang? Bilang sekali lagi biar kulempar kau dengan sisa sayur ini.” Endri mengambil sayur yang tidak ia makan.
“Tukang serba seribu yang suka bilang begini serba seribu lengkap ada apa saja, ada bando, ad…”
Ucapan Joy terhenti karena ulah Endri melempar sisa sayur dan masuk kemulut Joy membuatnya tersedak. Endri tertawa terbahak-bahak melihat Joy tersedak sampai kedua matanya merah. Bayu dan Ardi yang selesai makan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua tikus got selalu tidak pernah akur.
Andris yang selesai dari kamar mandi melihat ruangnya berserak ada sisa makanan. “Kerja kalian makan atau ngotori ruanganku!” Bentak Andris yang tidak suka dengan kotor.
Ardi dan Bayu langsung menjauh dari kedua tikus got sedangkan kedua tikus got yang tadi masih merasa was-was kini menjadi takut.
Bagi pembaca yang baik hati tolong beri dukungan buat author ☺️☺️ dengan cara :
saran/komen yang mendukung
Like
Vote
Favorit
Vote
Bintang Lima/rate lima
*Kalau ada rejeki boleh kasih tip seberapapun buat authornya*☺️
Terimakasih, Salam hangat dari The Gengster Boy❣️❣️**
next kk semngt💪💪
Next kk,,,semangat kk buat nulisnya