Anya seorang perempuan kaya yang harus meninggalkan semuanya yang dia miliki karena sakit hati yang dia punya kepada Adi. Dia memilih menghilang dari kehidupan masa lalunya dan memulai segala sesuatunya dari nol. Akankah dia bertemu dengan kekasih baru dan mempunyai kehidupan yang lebih baik?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia Arinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku punya nama
"Anya, kok punyamu keterangannya visitor", kata Cindy melihat ada yang aneh pada keterangan data karyawan milik Anya.
"Benarkah?". Anya lalu mencoba lagi dan ternyata benar. " Cindy kamu punya HP? Tolong fotokan ini sebagai bukti. Besok aku urus".
"Nisa, kau mau bermain-main denganku? Kamu salah pilih lawan", gumam Anya dalam hati.
"Ya sudah kita ke bawah yuk", ajak Anya. " Kamu pulang naik apa Cin?".
"Naik motor aku. Oh ya rumahmu dimana?", mereka memasuki lift.
"Aku ngekos Cin, aku bukan asli sini. Kosku di pertigaan sebelum jalan pemuda", kata Anya.
" Wah deket ya, rumahku setelah jalan Pemuda. Daerah belakang pecinan", Cindy menjelaskan. "Oh ya boleh minta nomer HP mu? Biar besok aku jemput kamu".
"Aku gak punya HP Cin, aku kecopetan saat perjalanan kesini", Anya menjelaskan.
"Maaf Nya aku gak tau", Cindy tampak menyesal. " Aku gak bisa nebengin kamu hari ini, aku cuma bawa helm satu"
"Gapapa santai aja. Ya udah aku pulang dulu ya, mau nunggu angkutan umum", Anya melambai meninggalkan Cindy. Saat sampai di pinggir jalan, Anya melihat angkutan umum yang akan dia naiki. Namun saat hendak menyeberang jalan angkutan umum tersebut sudah berjalan.
"Ya kok jalan sih, nunggu lama lagi ni", Anya menggerutu kesal. Anya menunggu suasana jalan sepi untuk menyeberang. Tiba-tiba sebuah motor berhenti di depannya.
"Manajer kok naik angkutan umum. Malu sama bawahan dong", Nisa membuka helm kemudian tertawa.
"Lho kenapa emang kalau naik angkutan umum? Emang hina ya naik angkutan umum? Lagipula dengan naik angkutan umum aku memberikan rejeki buat sopirnya", Anya tersenyum sinis.
Tiba tiba ada mobil mewah berhenti di depan mereka. Seorang pria tampan keluar dari mobil dan menghampiri mereka.
"Tu tuan", Nisa gugup melihat pria yang disukainya.
"Mau pulang Nya?", tanyanya ketika sampai di mana Anya berdiri.
"Apa urusanmu pria tengil?", Anya melengos. Pria tampan tersebut langsung menarik Anya masuk ke dalam mobilnya. Anya tidak kuasa menolak karena tenaganya kurang dibanding pria tersebut. Nisa yang melihat hal tersebut langsung menjalankan sepeda motornya. Rasa tidak sukanya pada Anya semakin bertambah, apalagi pria tadi sama sekali tidak menganggap kehadirannya disana.
Anya memakai seatbelt dan mobilpun segera berjalan.
"Dasar pria tengil, kamu kenapa sih hobi sekali memaksa", Anya cemberut.
"Kalau cemberut gitu kamu makin cantik lho Nya", pria tersebut tertawa.
"Apaan sih. Kamu gak punya kerjaan lain apa selain gangguin aku? Dasar pria tengil nyebelin", Anya masih saja cemberut.
"Aku punya nama, kenapa memanggilku seperti itu?", pria tersebut heran.
"Karena kamu memang tengil", Anya menjulurkan lidahnya mengejek pria tersebut. Pria tampan itu membalas dengan mencubit pipi Anya yang menurutnya menggemaskan itu.
"Sakit tahu", Anya memegang pipinya. Tapi hatinya merasa hangat, ada sesuatu yang membuat hatinya berdebar.
"Kamu gemesin tahu Nya", jawabnya terkekeh. Mobilpun berhenti di depan warung tenda.
"Ayo traktir aku makan, aku lapar", pria tersebut hendak membuka mobil.
"Ogah, uangku kalau buat traktir kamu terus aku pertengahan bulan udah jadi gembel", Anya kembali menggerutu.
"Turun ayo, aku yang traktir", pria tersebut. Anya pun ikut turun masuk ke warung tenda tersebut. Ternyata warung makan yang menjual berbagai macam makanan rumahan.
"Mau makan apa?", pria tersebut melihat makanan di depannya.
"Terserah kamu aja", Anya melihat sekitar mencari tempat duduk. Akhirnya Anya menemukannya. Di tempat paling ujung dengan dua kursi yang saling berhadapan. Pria tampan yang sudah memesan makanan pun menyusul Anya duduk.
Tak berapa lama makanan pun datang. Anya yang pertama kali melihat pun heran.
"Kenapa gak suka?", tanya pria tersebut melihat ekspresi Anya.
"Bukan tidak suka, cuma belum pernah makan aja", Anya tersenyum.
"Ya sudah coba dulu aja", pria tersebut mulai makan. Anya pun mulai makan makanan di depannya.
"Ini enak banget. Tapi baunya gak enak", Anya tersenyum saat memakan tumis kangkung dengan sambel pete.
"Enak kan? Aku gak salah pilih tempat makan", pria tersebut sambil mengunyah makanan.
Anya hanya mengangguk dan masih dengan lahapnya memakan makanannya. Tak berapa lama mereka pun menghabiskan makanannya.
"Mulutku jadi bau. Tapi makanannya enak", gerutu Anya sambil menghembuskan nafasnya.
"Haha cantik cantik bau pete", pria tampan tersebut tertawa.
"Ini gara gara kamu. Dasar pria tengil. Tapi makasih lho makanannya enak", kata Anya nyengir.
"Panggil aku Mario. Aku punya nama, jangan panggil aku pria tengil", protes pria tersebut.
"Haha Mario. Terlalu bagus buat kamu pria tengil", mereka pun tertawa bersama.
Akhirnya merekapun pulang. Mario mengantarkan Anya sampai depan kosannya. Anya melepaskan seatbelt dan hendak turun.
"Nya, minta nomor HP mu dong", Mario berkata menahan langkah Anya turun.
"Aku gak punya HP. Ponselku kecopetan saat perjalanan kesini", jelas Anya.
"Pantas aku tidak pernah melihatmu bermain ponsel. Ya sudah aku pulang dulu", kata Mario lalu melajukan mobilnya dan Anya pun masuk ke kosan.
______________
jangan lupa vote, like dan share nya teman teman. jadikan juga sebagai salah satu novel favorit semua pembaca.
terimakasih semuanya.
follow IG : @widiaarinta
sukses
semangat
keren dan mantap