NovelToon NovelToon
Cygnus

Cygnus

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri / Romansa-Percintaan bebas / Sci-Fi
Popularitas:205k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ariya

Hai, nama ku Kyra. Aku sekarang ini bekerja di sebuah perusahaan yang berkecimpung dalam bidang teknologi. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang Astronot. Sejak kecil aku suka dengan cerita mitologi Yunani.
Kali ini aku diberi kesempatan untuk membuktikan kualitas kinerjaku dengan cara diberi tugas menyelesaikan permasalahan di kantor cabang yang ada di Kanada. Aku menerima tawaran ini bukan sekedar membuktikan kualitas ku tapi berlibur.

Tak seperti ekspektasi ku, tak hanya bekerja dan berlibur tapi banyak sekali hal yang terjadi selama aku di Kanada....

Bahkan aku juga mendapat teror selama 5 tahun terakhir di liburanku ini. Siapakah pelaku teror yang tak lelah mengejarku bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun🙀

Aku butuh kalian untuk selalu mendukungku, memberi support dan semangat lewat jejak kalian 🥰

~ Happy reading ^_^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Sudah Berjanji

Semua orang menatap ke arah kami. Gadis itu masih terduduk di atas lantai. Aku menatap ke arah gadis itu. Kian terlihat sedih atas kejadian ini dan juga baju yang baru saja dibelikannya sudah kotor.

Aku berjongkok meraih tangan gadis itu.

"Anda tidak apa-apa?" tanyaku.

Gadis itu masih menunduk.

Kenapa ini? Ku kira dia akan berakting menyalahkan ku tapi kok nggak berani menatap atau melakukan gerakan kecil yang dapat menimbulkan salah paham.

"Apa Anda terluka?" tanyaku.

Dia tiba-tiba berdiri dan terhuyung. Dapat ku lihat kalau dia sebenarnya baik-baik saja.

Gadis itu melemaskan kakinya dan -bruk- dia jatuh di pelukan Kian. Bukan, tepatnya dia menjatuhkan dirinya dan memeluk Kian.

Sekarang aku mengerti. Dia tidak menargetkanku tapi dia ingin modus pada Kian.

Kian menatap gadis itu dengan kaget. Tubuhnya kaku tak bergerak sama sekali seperti terkena kutukan es. Semua orang yang ada di aula pesta mulai berbisik satu sama lain.

Aku berdiri dan menghadap pada Kian. Tak tahan aku melihat Kian yang kaku tak berkutik. Aku memegang pundak gadis itu.

"Nona tidak apa-apa? Jika Nona sakit saya dapat mengantar Nona ke ruang istirahat."

Sayang sekali aku tidak dihiraukan olehnya. Dia memegang kerah jas Kian dengan erat.

"Nona mari saya antar beristirahat," ucapku sekali lagi.

Sekali lagi aku diacuhkan olehnya. Tak sampai disitu dia bahkan menjatuhkan dirinya. Mungkin dia berharap akan ditangkap oleh Kian tapi sayang sekali semua itu tidak terjadi. Dia jatuh begitu saja ke lantai. Bodoh sekali. Apa dia gila sampai pingsan?

Semua orang yang melihat mulai berbisik kembali. Kian kaget tapi dia tidak melakukan apa-apa. Entah aku harus memberinya apresiasi atau sentilan di jidatnya.

"Dia pingsan?" ucap salah satu tamu.

"Kenapa tidak ada yang menolongnya?" timpal tamu lain.

"Apa mereka tidak punya rasa kasihan?" timpal yang lain.

Aku menatap gadis itu. Aku berjongkok kembali dan mencapitkan jariku pada lengannya.

"Akhh.." pekik gadis itu.

Semua yang ada di ruangan itu berbisik kembali.

"Sudah sadar?" Aku menatap iba padanya. Sungguh payah, aktingnya hanya sampai sini saja.

"Kenapa Anda melakukan ini pada Saya?" teriak gadis itu.

Aku menatap gadis itu tajam, "agar Anda sadar."

"Bukankah seharusnya Anda menolong Saya ketika Saya terjatuh?"

"Begitu? Saya tidak tau kalau Anda jatuh. Maafkan Saya."

"Anda keterlaluan sekali. Apa Anda tidak diajari tata krama?!" teriak gadis itu.

"Anda sangat kejam. Anda bahkan tidak memiliki rasa kemanusiaan!" Gadis itu masih saja berteriak.

Semua orang terdiam. Aku yakin semua orang yang ada di ruangan ini memiliki mata dan dapat berpikir secara rasional.

"Nona, Saya sudah meminta maaf. Apakah ada orang pingsan yang dicubit dapat berteriak? Bukankah seharusnya Anda yang meminta maaf pada saya terlebih dahulu?" ucapku tajam.

"Anda menumpahkan wine di baju kesayangan saya. Ini baju yang diberikan kakak saya setelah sekian lama tidak bertemu," ucapku sedih.

"Saya sangat menyukai baju ini."

Semua orang saling memandang dan berbisik.

"Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau dia sengaja melakukan hal itu," bisik A.

"Benar. Dia bahkan pura-pura pingsan," bisik B.

"Tidak tau malu. Dia bahkan tidak meminta maaf," bisik C.

"Tadi Anda sengaja mundur saat saya lewat jadi menyenggol gelas yang saya bawa," teriak gadis itu berbohong.

"Anda menyalahkan saya karena tadi saya merasa pusing? Tiba-tiba kepala saya pusing jadi tanpa sadar saya melangkah mundur. Saya minta maaf karena kondisi tubuh saya yang kurang fit," ucapku dengan ekspresi bersalah. Sebenarnya aku tidak pusing sama sekali tapi aku juga tidak mundur satu langkahpun.

"Anda berkata saya menyenggol gelas Anda. Jika benar saya menyenggol sesuai posisi dan arah datang Anda seharusnya percikan wine yang menempel pada baju saya hanya sedikit, sisanya akan tumpah ke lantai. Tapi bagaimana bisa tumpahan wine di bajuku lebih banyak dari pada yang di lantai," ujarku pura-pura polos.

Semua orang berbisik mengenai gadis itu. Wajahnya merah padam. Aku mendekat padanya, "akting Anda butuh dilatih kembali," bisikku.

Gadis itu menggerakkan giginya. Wajahnya semakin merah, malu dan marah.

Kian menatapku kaget, senang, malu ditambah dengan telinganya memerah.

Kenapa dia menatapku seperti itu?

"Kakak, aku sedih baju yang kamu berikan sudah kotor. Bagaimana ini?"

Aku menatap Kian sedih.

"Tidak apa. Kamu ganti baju ya. Aku antar kamu ke sana," ucap Kian lembut.

Aku mengangguk. Kian merangkul dan mengusap pundakku. Kami berjalan meninggalkan gadis yang tidak tau malu itu. Semua orang yang mulanya berkumpul dan berbisik memilih melanjutkan perjamuan, mengabaikan gadis pembuat masalah.

***

Acara pesta selesai sesuai yang dijadwalkan. Semua orang yang datang kembali ke rumah dengan senyum di wajah mereka, melupakan kekacauan kecil yang sempat terjadi.

"Kamu tidur di sini ya, Ky," pinta ibu Kian.

"Ta..ta..tap," aku gelapan.

"Iya, kamu tidur di sini saja. Kita sudah lama tidak kumpul bersama," ucap ayah Kian.

"Maaf, sebenarnya saya juga ingin tapi tidak bisa malam ini. Mungkin lain kali. Teman saya sudah menunggu saya, kami sudah ada janji," tolakku merasa tidak enak.

"Hm.. Baiklah. Biar Kian mengantarmu pulang," ucap ibu Kian kecewa.

"Iya tan. Kyra pamit ya tan, om."

"Iya. Sering-sering main ke sini ya."

"Iya. Kyra bakal ke sini kalau tidak banyak kerjaan."

"Hati-hati di jalan," ibu Kian memelukku.

Aku melangkah pulang bersama Kian. Pukul 11 malam aku sampai di apartemen. Kian mengantarku sampai depan pintu apartemenku.

***

Aku merasa sangat lelah. Hari ini benar-benar penuh kejutan. Dari gosip mengenai Devi yang ternyata mengidap megalomania sampai gadis yang berakting payah.

Aku membuka pintu apartemen dan melangkah masuk. Gelap gulita. Apa Auris sudah tidur? Felix tidak jadi menungguku? Kenapa lampunya tidak dinyalakan?

Aku berjalan pelan-pelan dan tiba-tiba lampu menyala. Aku mendapat tatapan tajam dari Felix. Ternyata dia menungguku dalam kegelapan. -_-

"Dari mana?" tanya Felix mengintimidasi.

"Bukankah kamu sudah tau kalau aku ada acara," jawabku polos.

"Sampai jam segini?"

"Ini belum tengah malam. Jam 12 saja belum berdentang. Jika aku Cinderella bukannya aku sudah pulang lebih awal," jawabku beralasan seperti anak kecil.

"Benar. Kamu Cinderella dan aku pangerannya."

Aku menatap Felix, mata kami saling bertemu.

"Kamu sudah makan?" tanyaku mengalihkan topik.

"Aku marah. Aku tidak mau makan," jawab Felix.

"Begitu? Ya sudah, aku tidak perlu repot-repot memasak untukmu," jawabku santai.

"Kamu mau memasak untukku?"

"Awalnya seperti itu tapi kamu bilang kalau kamu tidak mau, ya sudah."

"Aku makan. Aku akan makan."

"Hm.. Bagus. Kamu pesan delivery saja aku lelah," jawabku mempermainkannya.

"Apa? Tidak! Kamu harus memasak untukku atau aku akan tidur bersamamu," ucap Felix tegas.

"He? Kau gila? Baiklah aku akan memasak untukmu."

"Aku membersihkan diriku dulu setelah itu aku akan membuatkan makanan untukmu."

"Janji?"

"Iya!"

"Baiklah, kamu sudah berjanji," ucap Felix.

"Iya iya."

1
Leya channel
udah mampir ya thor..
klo diliat sekilas, pemilihan kata2nya cukup baik. semoga didalamnya banyak ilmu baru yg bermanfaat.. 😘
❖ƬʜᴇLeͥadͣeͫrᴳᵒᵈ
Hallo
✈전Arynn: aamiin tysm 😍🥰🥰
total 5 replies
ANAA K
Semangat yah thor🙏🏿 jangan lupa mampir yah😉🙏🏿
ANAA K
Semangat selalu yah thor
ANAA K
Semangat upnya thor.. aku mendukungmu. Jangan lupa mampir kembali yah thor.👍🏾
ANAA K
Mantap thor. Membuatku penasaran
ANAA K
Waah keren thor
ANAA K
Semangat thor
R_armylove ❤❤❤❤
like ❤❤❤❤
R_armylove ❤❤❤❤
selalu mampir kesini
R_armylove ❤❤❤❤
jejak
R_armylove ❤❤❤❤
3 like mendarat.. plus rate bintang 5
R_armylove ❤❤❤❤
aku mampir lagi
Lidia Tikla
belum up up ya??
R_armylove ❤❤❤❤
aku mampir lagi ❤️
R_armylove ❤❤❤❤
balik lagi aku ka...
mampir bawa 3 like ya ❤️❤️❤️❤️
Nissa sakhi.
semangat kak.
Aerik_chan
Lanjut kak...ceritanya seru...

Boleh intip "Pengantin Pengganti"
R_armylove ❤❤❤❤
semangat selalu
R_armylove ❤❤❤❤
Hay...kau balik lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!