NovelToon NovelToon
Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Luka Hatiku, Aku Kembalikan Padamu

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Teman lama bertemu kembali / Orang Disabilitas / Romansa pedesaan / Tamat
Popularitas:65.3k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Mumpung si tuli itu tidur, kamu harus mengambil barang berharganya." Ucap seorang wanita tua dengan dandanan menor yang sedikit menggelikan.

"Benar itu Mas, sebelum kamu beraksi pastikan alat pendengarnya sudah kamu buang." Ucap seorang gadis muda yang tidak kalah menor dari wanita yang ternyata Ibunya.

"Baiklah, kalian jaga pintu depan."

Suara dari dua wanita dan satu pria terdengar lantang untuk ukuran orang yang sedang merencanakan rencana jahat di rumah targetnya. Tapi siapa yang peduli, pikir mereka karena pemilik rumah adalah seorang wanita bodoh yang cacat.

Jika bukan karena harta kekayaannya, tidak mungkin mereka mau merendah menerima wanita tuli sebagai keluarganya.

Candira Anandini nama wanita yang sedang dibicarakan berdiri dengan tubuh bergemetar di balik tembok dapur.

Tidak menyangka jika suami dan keluarganya hanya menginginkan harta kekayaannya.

"Baiklah jika itu mau kalian, aku ikuti alur yang kalian mainkan. Kita lihat siapa pemenangnya."

UPDATE SETIAP HARI!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran Ibu Arumi

Karena tidak bisa memberikan bukti, sekalipun Dara mengaku nikah siri. Warga butuh setidaknya bukti visual, sekedar foto atau mungkin video. Atau sebutkan saja nikah kapan, di mana, dan siapa penghulunya. Semua harus jelas supaya warga percaya dan tidak terus mencecar. Tapi Dara hanya koar-koar tanpa satu pun bukti nyata.

Dua lawan banyak, akhirnya Agung dan Dara kalah dengan telak. Mereka digiring ke Kantor Polisi. Agung hanya diam, pikirannya rumit. Menganggap semua yang terjadi seperti serba kebetulan yang sangat merugikannya.

"Jika Dira tahu, mati aku. Perjanjian itu bisa saja dibatalkan, dan impianku menjadi CEO hancur. Apa semua ini perbuatan Dira?"

Pada akhirnya Agung bisa berfikir, kilas balik sejak Dara muncul. Berbagai keanehan terjadi pada Dira. Yang biasanya suka merayunya, memperhatikan semua kebutuhannya, mulai menjaga jarak. Bahkan tiba-tiba mengaudit keuangan. Memecat Arimbi dan menurunkan jabatannya. Menjual mobil, dan mengambil kembali semua aset yang pernah diberikan. Agung sadar, dia telah ketahuan.

Sebelum benar-benar dibawa ke Kantor Polisi, Agung mencoba menghubungi Dira untuk minta bantuan sekaligus penjelasan apakah semua yang terjadi ada hubungannya dengan Istrinya itu. Tapi sayangnya, nomer Dira sibuk. Tidak bisa dihubungi atau diblokir?

"Ibu... Aku harus telepon Ibu. Supaya Ibu datangi Dira di Kantor untuk membebaskanku." Gumam Agung.

"Sebentar, saya hubungi Ibu dulu." Pinta Agung meminta ijin warga.

"Tidak perlu, kamu bisa hubungi nanti saat sudah sampai Kantor Polisi." Jawab tegas Pak RT.

Akhirnya mau tidak mau Agung dan Dara tetap dibawa Ke Kantor Polisi dengan mobil milik Pak RT dengan pengawalan warga.

"Mas... Aku tidak mau dipenjara."

"Makanya kalau tidak mau masuk bui jangan menggatal sampai bunting. Mending kalau dengan pria single, yang kamu rayu justru pria beristri." Ucap Warga membungkam Dara.

Beberapa saat kemudian, mereka sampai Kantor Polisi dan Agung langsung dilaporkan Warga sebagai pelaku zina. Sedangkan Dara masih dengan tidak ada malunya mengaku sudah dinikahi.

"Ibu... Tolong aku, hubungi Dira atau datang saja ke Kantornya. Bilang jika aku sekarang dibawa ke Kantor Polisi karena dituduh berselingkuh dengan Dara di rumahnya. Ibu buat alasan apa aja, yang penting Dira tidak membatalkan perjanjiannya untuk mengangkatku sebagai CEO. Cepat ya Bu." Pinta Agung setelah berhasil menghubungi Ibu Arumi.

Karena suasana masih belum tenang, Warga dan Pak RT tidak pergi sampai Dira datang dan mungkin akan memperjelas status Agung.

Benar saja, Dira datang setelah Ibu Arumi memohon pada memantunya untuk membantu membebaskan Agung dan Dara dari tuduhan palsu Warga. Dira pun membawa serta pengacaranya, karena ini adalah momen penting.

"Ada apa rame-rame di sini, dan kenapa saya harus diikut sertakan dengan masalah kalian." Ucap Dira dengan wajah datar.

"Loh Pak RT yang ada di Perumahan saya beli rumah? Ini ada apa Pak, kenapa ada Warga juga yang datang?" Lanjut Dira bertanya seolah dia terkejut, padahal dalam hati tertawa.

"Iya, ini kami memergoki Suami Mbak Dira sedang berbuat mesum dengan Neng Dara penghuni baru rumah yang Mbak Dira beli." Jawab seorang warga yang dibayar Dira tanpa basa basi busuk.

"Apa benar yang Bapak ini katakan Mas Agung?" Suara dingin Dira dan wajah datarnya membuat Agung dan Ibu Arumi ketakutan.

"Jadi benar kecurigaanku selama ini, jika Dara dan kamu berhubungan? Bayi itu juga milikmu, Mas?" Tanya Dira dengan suara rendah.

"Dan... Ibu membohongiku, Dara bukan keponakan dari Desa tapi selingkuhan atau calon menantu baru Ibu? Kalau begitu jangan salahkan aku, jika aku mengembalikan semua luka yang telah kalian berikan padaku."

Dira bersuara dingin sambil matanya menyapu bersih Dara dari atas hingga bawah seolah ingin menelanjangi.

"Diam? Baiklah diamnya kalian sudah menjawab semua masalah yang terjadi. Pak Wiranto saya ingin kasus ini naik ke meja hijau. Pasal perselingkuhan dan juga perzinaan, jangan lepaskan keduanya dengan mudah. Dan sampai bertemu di Pengadilan."

Ucapan terakhir Dira membuat sekujur tubuh Agung mendadak kehilangan tulangnya. Lemas dan seperti tak bertenaga.

"Dira... Maafkan aku Sayang, aku akui aku khilaf itu karena Dara terus menggodaku." Ucap Agung.

"Kok jadi aku yang disalahkan, kamu juga yang telah merayuku. Menawariku menjadi Nyonya Besar pemilik perusahaan jika bersedia mengandung anakmu. Jangan cuci tangan sendiri kamu, lagian siapa yang setiap hari datang menjemput dari tempat kerjaku? Lalu kita melakukannya di kostanku. Hingga akhirnya aku berhasil hamil, kamu menawariku hidup bergelimangan harta. Tapi apa... apa Mas Agung, semua uang kamu ambil kembali, bahkan aku harus tinggal di rumah sempit" Ucap Dara marah.

"Terserah kalian semua mau bicara apa, membela diri pun tak masalah bagiku. Karena tidak penting. Yang jelas, kita akan bertemu di Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri supaya urusan kita selesai. Dan untuk sementara tidurlah di sini, lumayan gratis." Ucap Dira kemudian beranjak pergi setelah memberikan surat kuasa untuk Pak Wiranto.

Dira juga sudah meminta Pak RT dan para Warga pulang. Selain itu, Dira menyelipkan amplop tebal kepada Pak RT supaya dibagi rata kepada mereka semua.

"Terima kasih sudah membantu saya, sehingga saya jadi punya tambahan bukti untuk perceraian saya nanti. Dan tolong Pak RT dan beberapa Warga turut menjadi saksi."

Setelah semua orang pergi, Ibu Arumi memberanikan diri mendekati Dira. Beruntung wanita tua itu tidak melihat saat Dira memberikan uang.

"Dira, Ibu tahu Agung salah. Ibu juga salah sudah membohongimu, tapi berikan kesempatan kedua untuk kami terutama Agung memperbaiki keadaan. Biarkan Dara saja yang dipenjara, bebaskan Agung." Mohon Ibu Arumi.

"Semudah itu? Apa Ibu ini wanita? Sebagai sesama perempuan apakah sedikit saja tidak ada empati. Memikirkan perasaanku saat kalian curangi. Dan mirisnya kalian menggunakam uangku untuk menghidupi gundik murahan itu. Cukup Bu, aku tidak mau. Biar hukum yang menentukan semuanya. Apalagi bukti nyata ada, perut buncit Dara tidak bisa disembunyikan."

"Sampai waktu menunggu jadwal persidangan, aku persilahkan Ibu untuk tetap tinggal di rumahku." Ucap Dira.

"Tapi... Selanjutnya Ibu bisa tinggal di rumah yang ditinggali Dara. Karena rumah itu aku beli atas nama Agung dan seluruh angsuran harus kalian bayar sendiri. Kalian sudah menyia-nyiakan kebaikanku, maka sekarang terimalah karma kalian."

"Kamu jangan keterlaluan Dira, Ibu tidak mau, Ibu tidak terima. Kamu jangan semena-mena, Agung tidak mungkin selingkuh jika kamu bisa jadi Istri yang benar, kamu hanya punya harta tapi kamu tidak bisa punya anak. Kamu MANDUL, dan seorang suami berhak memikirkan kebahagiaannya untuk bisa mempunyai keturunan dari wanita lain."

1
Himna Mohamad
👍👍👍👍👍
Arin
/Heart/
Putrii Marfuah
menjauh Dari yang selalu membuat Luka, bukan kalah tapi agar tetap waras
Lienaa Likethisyow
semoga bahagia selalu ya kalian👍👍dan tetap semangat..makasih thor atas ceritanya🙏🙏
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
akhir yang bahagia walaupun tidak semulus jalan tol
Ita rahmawati
maksudnya selesai ini beneran tamat kah 🤔
padahal sedang suka sukanya baca kisah si mbim 😂
Ita rahmawati
pilihan yg udh bener minim,,jgn terus lari to coba bertahanlah mungkin kamu akan menemukan kebahagiaan 🤗
mbim panggilan yg manis menurutku 😂
Ita rahmawati
ayo tuan muda berjuanglah temukan arimbi
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
semoga arimbi berjodoh sama tuan muda ya thor
Ita rahmawati
Arimbi 😔
Pawon Ana
yang terpenting adalah menerima diri sendiri tanpa kata" seharusnya atau tapi atau seandainya"
biarkan semua berjalan sebagai bagian dari alur yang memang harus dijalani
jangan menghindar atu menjauh, rasakan setiap rasa yang datang, marah kecewa kesal sakit hati sebagian bagian dari alur
sulit memang tapi justru itu membuat kita nyaman karena kita jujur .✌️💪
Pawon Ana
tidak ada seseorangpun yang bisa hidup sendirian,kita hanya mengira kita merasa aman jika sendiri tapi kita terkadang lupa kita butuh seseorang untuk tempat pulang,
Lienaa Likethisyow
mantap...👍👍👍👍..lanjut thor ...💪💪💪
Pawon Ana
aku juga tahu bagaimana rasanya dianggap tidak pernah cukup,terkadang memilih diam bukan karena mereka benar hanya saja terlalu lelah untuk berjalan memenuhi ekspektasi mereka
Pawon Ana
aku juga tahu bagaimana rasanya hidup dibawah tatapan orang lain dinilai disimpulkan tanpa pernah dipahami,dan dituntut menjadi sesuatu tanpa pernah ditanya.✌️ sangat tidak nyaman💪
✦͙͙͙*͙❥⃝🅚𝖎𝖐𝖎💋ᶫᵒᵛᵉᵧₒᵤ♫·♪·♬
Setiap manusia memiliki perjalanan yang panjang dalam hidupnya. Ada awal, ada proses, dan pada akhirnya selalu ada yang disebut pulang. Kata “pulang” bukan hanya sekadar kembali ke rumah secara fisik, tetapi juga memiliki makna yang jauh lebih dalam. Ia dapat dimaknai sebagai perjalanan spiritual, emosional, maupun sosial. Pulang selalu identik dengan kerinduan, kenyamanan, serta pengingat bahwa ada tempat yang menerima kita dengan apa adanya.
Dalam budaya Indonesia, konsep pulang seringkali dikaitkan dengan kampung halaman, keluarga, dan akar identitas. Pulang bukan sekadar aktivitas berpindah tempat, tetapi juga mengandung makna filosofis yang dalam. Pulang bisa berarti kembali pada nilai, kembali pada Tuhan, kembali pada diri sendiri, atau bahkan kembali pada tujuan hidup yang sejati.
Pulang memiliki makna universal, tetapi setiap individu menginterpretasikannya dengan cara yang berbeda. Ada yang memaknai pulang sebagai sebuah perasaan lega setelah perjalanan panjang, ada yang melihatnya sebagai jalan kembali ke akar budaya, dan ada pula yang menganggapnya sebagai pertemuan kembali dengan diri yang hilang. Makna pulang selalu melekat dengan rasa aman, damai, dan penerimaan...😊👍💪
Pawon Ana
bagus ceritanya, narasinya tertata, bahasanya halus, ini lebih ke konflik psikologis ya ....
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
Lienaa Likethisyow
sesak rasanya/Sob//Sob/
Pawon Ana
terkadang juga kita memilih diam karena sadar tidak mungkin menjelaskan pada semua orang untuk bisa memahami,diam atau bicara itu sebuah pilihan.
Putrii Marfuah
maaf y Thor, gak niat numpuk, tapi lagi repot ama pesanan. JD gak bisa full . pas senggang ,playing bisa 1 bab
Erchapram: Alhamdulilah rejeki memang gak kemana
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!