NovelToon NovelToon
System Pengasuh: Bangun Shelter & Lindungi Yuki

System Pengasuh: Bangun Shelter & Lindungi Yuki

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Zombie / Time Travel / Sistem / Penyelamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: F R E E Z E

Di tengah dunia yang terbelah antara realita modern dan kiamat zombie, Shinn Minkyu—seorang cowok berwajah androgini dengan pesona misterius—mendadak mendapatkan sebuah sistem unik: Sistem Pengasuh.

Dengan kemampuan untuk berpindah antar dunia, Shinn berniat menjalani hidup damai... sampai seorang gadis kecil lusuh muncul sambil dikejar zombie. Namanya Yuki. Imut, polos, dan penuh misteri.

Tanpa ragu, Shinn memutuskan untuk merawat Yuki layaknya anaknya sendiri—memotong rambutnya, membuatkannya rumah, dan melindunginya dari bahaya. Bersama sistem yang bisa membangun shelter super canggih dan menghasilkan uang dari membunuh zombie, keduanya memulai petualangan bertahan hidup yang tak biasa.

Penuh aksi, tawa, keimutan maksimal, dan romansa menyentuh saat masa lalu Yuki perlahan terungkap...

Apakah Shinn siap menjadi ayah dadakan di tengah kiamat? Atau justru… dunia ini membutuhkan keimutan Yuki untuk diselamatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F R E E Z E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Pelukan yang Kutunggu

“Yuki…?”

Langkah kaki seorang wanita berhenti tepat di depan pintu shelter. Suaranya gemetar, matanya membelalak, tubuhnya lunglai seperti menahan gejolak yang luar biasa. Di tangannya ada sebilah pisau, tapi sekarang ia jatuhkan ke lantai, bersamaan dengan desahan napas berat.

Aku langsung berdiri dari sofa. Yuki yang tadinya duduk di pangkuanku, langsung lompat berdiri. Mata bulatnya membesar, bibirnya bergetar.

“...Mama?” bisik Yuki pelan.

Wanita itu meneteskan air mata. “Yuki… anakku…”

Dalam sekejap, Yuki melesat ke pelukan wanita itu. Suara tangisan mereka bersatu, seakan menyatu dalam ruang dan waktu yang sempat memisahkan.

“Mamaaa!!” Yuki memeluk ibunya erat. Tangannya kecilnya menempel di punggung wanita itu, menangis tanpa henti. “Aku kangen banget... aku takut Mama udah gak ada...”

“Maaf, maaf banget ya, Yuki...” suara ibunya serak tapi hangat. Ia membelai rambut Yuki dengan gemetar. “Mama nyari kamu ke mana-mana… Mama gak bisa tidur, gak bisa makan… cuma mikirin kamu…”

Aku berdiri di samping mereka, gak mau ganggu momen ini. Mataku panas. Jujur aja, ngeliat mereka gitu... dada aku ikut sesak.

“Shinn…” Elia — ibunya Yuki — akhirnya menatap ke arahku. “Kamu… kamu yang lindungi Yuki selama ini?”

Aku angguk pelan. “Aku cuma… nemuin dia di dunia itu. Aku gak bisa tinggal diam liat anak kecil ketakutan begitu. Jadi aku bawa dia… ngerawat dia… sampe sekarang.”

Elia memeluk Yuki lebih erat. “Terima kasih. Bener-bener… terima kasih.”

Yuki masih belum bisa lepas dari pelukan. Tangisnya mulai reda, tapi tubuhnya masih gemetar. “Mama… dia baik banget, Mama… Dia kayak Papa yang aku inget di mimpi...”

Aku tersenyum miris. “Aku bukan siapa-siapa. Tapi sejak pertama liat Yuki... rasanya kayak punya tanggung jawab. Gak tau kenapa.”

Elia berdiri pelan, matanya masih sembab. “Kamu… tinggal sendiri juga, ya?”

Aku angguk. “Orang tua udah gak ada dari lama. Jadi pas nemuin Yuki… kayak ada sesuatu yang penuh di hati ini.”

Yuki tiba-tiba noleh ke arahku. “Shinn itu penyelamat, Mama! Dia punya sistem ajaib! Bisa pindah-pindah dunia, bisa bikin alat canggih, bisa masak nasi goreng enak banget!”

Aku ketawa kecil. Elia juga ikut senyum. Tangannya mengusap pipi Yuki yang masih merah.

“Kalau boleh… aku numpang tinggal di sini dulu,” kata Elia pelan. “Aku udah capek lari, sembunyi, dan sendirian. Aku cuma pengen jaga Yuki…”

“Tentu,” jawabku cepat. “Shelter ini punya cukup tempat. Kamu bisa istirahat kapan aja.”

Yuki langsung narik tangan ibunya. “Ayo Mama, aku tunjukkan kamarku! Ada boneka yang Shinn beliin, terus ada tempat tidur empuk, dan… dan…”

Mereka jalan bareng ke dalam, sementara aku duduk lagi di sofa, mengelus dada.

_________

Malam itu, suasana shelter jadi berbeda. Lebih hangat. Lebih lengkap.

Elia duduk di meja makan, menyeduh teh hangat yang aku siapkan. Yuki udah tidur di kamarnya, habis ngobrol dan main bareng ibunya sampai ketiduran.

“Yuki cerita banyak tentang kamu, Shinn,” ujar Elia pelan. “Dia bilang kamu yang potong rambutnya, masak tiap hari, ngelindungin dari zombie, bahkan ngajarin dia nulis nama sendiri.”

Aku garuk belakang kepala. “Yuki anak yang kuat. Dia yang bikin aku terus semangat ngebangun shelter ini.”

Elia menatapku. “Kamu punya mimpi?”

Aku diem sebentar. “Dulu enggak. Tapi sekarang… aku pengen bikin tempat paling aman buat orang-orang. Dimulai dari Yuki. Aku pengen kasih dia masa kecil yang layak, walau dunia kayak gini…”

Elia senyum hangat. “Kamu orang baik, Shinn.”

“Dan kamu ibu yang luar biasa, Elia.”

Kami bertukar pandang. Hening. Tapi bukan hening yang canggung. Hening yang… nyaman.

_________

Beberapa hari berlalu. Elia mulai terbiasa dengan kehidupan di shelter. Dia ternyata jago masak juga, bahkan bisa lebih rapi dari aku. Yuki sekarang makin ceria. Dia punya dua orang dewasa yang nyayangin dia sepenuh hati.

Tapi masalah gak pernah benar-benar hilang.

Pagi itu, sistem mengirim notifikasi:

> [Perhatian: Kelompok Zombie Mutasi terdeteksi 2 km dari lokasi.]

> [Kemungkinan serangan: 72%. Persiapkan pertahanan!]

Aku langsung berdiri dari meja kerja. “Elia! Yuki! Kita harus bersiap!”

Elia keluar dari dapur. “Apa yang terjadi?”

“Zombie mutasi. Gak jauh dari sini. Kita harus aktifkan mode pertahanan.”

“Yuki?” tanya Elia cepat.

“Tenang, dia lagi main di kamar. Aku bakal pastiin dia aman.”

Aku buka panel sistem. Mode pelindung otomatis diaktifkan. Drone penjaga mulai menyebar di sekitar perimeter.

Elia memandangku kagum. “Semua ini kamu bangun sendiri?”

Aku angguk. “Dengan bantuan sistem. Tapi setiap alat yang ku pasang, ku pikirin buat jaga kalian.”

Elia menatapku dalam. “Aku gak pernah percaya orang baru, Shinn. Tapi sekarang… aku percaya penuh sama kamu.”

Aku senyum. “Aku juga janji. Selama aku hidup… gak akan kubiarkan satu makhluk pun menyentuh Yuki… atau kamu.”

_________

Serangan malam itu datang cepat. Tapi kita udah siap. Laser turret nyala, zombie-zombie mutasi terbakar sebelum sempat nyentuh pagar listrik. Aku sempat turun ke lapangan, pakai exo-armor buatan sistem.

Elia di dalam, jagain Yuki.

Dan saat semua selesai… aku balik dalam keadaan luka ringan, tapi puas. Shelter tetap berdiri. Keluargaku tetap aman.

Elia membalut luka di pundakku. Tangannya hangat, lembut.

“Terima kasih,” katanya pelan.

Aku cuma bisa menatapnya. Jarak kami begitu dekat. Jantungku berdebar.

Tapi aku tahan. Karena yang paling penting sekarang… bukan perasaanku.

Tapi keamanan mereka.

_________

Malam itu, aku keluar sebentar ke balkon, liat bintang.

Langit masih indah, walau dunia kacau. Dan di belakangku, ada dua orang yang berarti segalanya.

Yuki.

Dan Elia.

Keluargaku.

1
Selly AWP
like,subscribe,follow,iklan untukmu thor. semangat terus ya
Selly AWP
mama si cowok tampan 🤣
Selly AWP
Halo Thor aku sudah mampir ya. like and ads untukmu
Bintang Ray234🌸🌸
Hai kak, aku mampir dan ayo mmpir balik ke cs cinta yang diawali dengan permen + jnlp like&komen terima kasih🙏
F R E E Z E: okey... siap 🙏🏻
total 1 replies
Pakde
lanjut dong
Pakde
up dong
F R E E Z E: gass...🔥
total 1 replies
natanatasasa
kocak bener ya ampunn🤣🤣

mampir kak
F R E E Z E: okey/Good/
total 1 replies
Pakde
lanjut
F R E E Z E: siap...🤗
total 1 replies
🐌KANG MAGERAN🐌
mampir kak, semangat dr 'Ajari aku hijrah' 😊
Little Fox🦊_wdyrskwt
sudah semua iya jangan lupa mampir juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!