System Pengasuh: Bangun Shelter & Lindungi Yuki
Hujan malam itu terasa aneh. Biasanya menenangkan, tapi entah kenapa... terasa sepi. Bukan hanya karena suara rintiknya yang terdengar seperti bisikan, tapi juga karena ada sesuatu yang membuat tengkukku merinding sejak aku membuka jendela kamar.
Namaku Shinn Minkyu.
Usiaku 19 tahun. Seorang mahasiswa desain di universitas pinggiran Seoul yang biasa-biasa saja. Tidak pintar-pintar amat, tidak miskin juga, tapi juga bukan orang yang disukai banyak orang.
Mungkin karena penampilanku.
Wajahku... yah, bisa dibilang “terlalu cantik” untuk ukuran cowok. Rambutku panjang, lurus, dan sering dikira perempuan dari belakang. Bahkan dosen pernah memanggilku "miss" pas hari pertama kuliah. Malu? Sudah lewat. Aku sudah terbiasa dengan komentar kayak: "Cowok kok dandan begini sih?" atau "Eh, kamu pake lip gloss ya?"
Padahal aku nggak pakai apa-apa. Ini wajah asli, bro.
Tapi malam itu, aku merasa... aneh. Seperti ada sesuatu yang tidak seharusnya berada di kamarku.
Langit yang kulihat dari jendela—biasanya gelap dan lembap—kali ini dihiasi retakan cahaya ungu. Seperti kaca yang pecah secara perlahan di atas langit. Retakan itu mengembang, berdenyut, lalu mulai menghisap awan di sekitarnya.
Jantungku berdetak makin cepat. Bukannya panik, aku justru merasa... tertarik.
“Eh, ini efek rumah kaca yang baru, ya?” gumamku sarkastik.
Tiba-tiba, seluruh listrik di kamarku mati. Layarku redup. Lampu neon menggantung terakhir kalinya, lalu—zzt!—padam.
Kemudian, terdengar suara asing langsung di dalam kepalaku.
[Sistem Diaktifkan]
Sinkronisasi Otak → 7%
Deteksi Keberadaan → Valid
Genetik Cocok: Void walker Tipe ( K )
Aku membeku. “Void... walker?”
Suaranya tidak seperti AI Google atau Siri yang manis. Suara ini dingin. Rasanya seperti komputer tua yang mengendalikan makhluk hidup dari balik dimensi.
[Selamat datang, Shinn Minkyu.]
[Kamu terpilih sebagai kandidat Void walker eksklusif untuk dimensi paralel. Persiapan transmigrasi akan dimulai.]
“Apa aku lagi direkrut jadi karakter isekai sekarang?” tanyaku spontan.
Tidak ada jawaban. Tapi detik berikutnya, tubuhku ditarik ke udara. Lantai kamarku menghilang. Aku melayang, lalu masuk ke dalam retakan langit itu, seperti tersedot ke vacuum cleaner kosmik.
DUNIA LAIN
Lokasi: Dimensi Paralel 17-Z [Zona Terbengkalai]
Kondisi: Apokaliptik – Survival Aktif
GUBRAK!!
Aku jatuh dari langit. Serius. Jatuh beneran. Badanku menghantam tumpukan mobil rongsokan, dengan pose tidak elegan. Sumpah, aku yakin sekarang pahaku keseleo.
“AAAAAAAA!!” aku teriak sambil menggeliat. “SAKIT!! ADA YANG SALAH INI, KAN?!!”
Dunia di sekitarku sunyi. Tapi bukan sunyi damai kayak di kampus hari minggu. Ini sunyi yang menyeramkan. Sunyi kayak... tempat di mana zombie bisa keluar dari balik semak-semak kapan saja.
Mataku menjelajah.
Langit berwarna merah darah. Udara panas, lembap, dan berbau seperti daging busuk yang ditinggalkan di matahari. Bangunan di sekitarku hancur. Jalanan retak. Mobil-mobil terbakar. Coretan-coretan aneh menghiasi dinding seperti peringatan dari makhluk lain.
Dan...
GRAAAAHH!!
ZOMBIE!!
Seekor makhluk—eh, bukan satu. Tiga! Tiga makhluk busuk dengan mata kosong dan daging mengelupas merangkak ke arahku. Bau busuk menyeruak. Tanganku langsung meraih besi karatan dari puing di sebelahku.
“Aku baru bangun di dunia ini, belum mandi, dan sudah disambut zombie?? Dunia macam apa ini?!”
Aku mengayun besi itu, untungnya mengenai kepala si zombie pertama. BUGH! Otaknya muncrat seperti jelly basi.
Satu tumbang. Dua lagi masih mengerang.
[Skill Awal: Adaptasi Void walker Lvl.1 Aktif]
Kekuatan Fisik x1.5 | Refleks Bertambah | Sensor Bahaya Aktif
Tiba-tiba tubuhku ringan. Langkahku cepat. Kayak aku jadi atlet olimpiade versi zombie - smasher.
Aku menghindar, menendang satu zombie hingga terpelanting. Besi di tanganku menghajar yang terakhir. Semua hening dalam sekejap.
Aku berdiri di tengah darah dan daging zombie, napas memburu. “Oke… kayaknya ini bukan mimpi.”
Saat aku hendak melangkah lagi…
“Uwaaah!!”
Suara kecil. Bukan zombie.
Aku menoleh, dan kulihat seorang anak perempuan kecil berlari tertatih dari balik bangunan runtuh. Usianya mungkin sekitar lima atau enam tahun, mengenakan dress compang-camping dan sepatu satu doang. Wajahnya tertutup rambut kusut dan kotoran, tapi dari matanya—aku tahu dia masih hidup.
Tapi di belakangnya...
Zombie. Empat ekor. Mengerang dan mengincarnya.
“HEY! KE SINI!!” teriakku sambil berlari.
Dia ragu, tapi akhirnya menuruti. Tubuh kecilnya tersandung batu, nyaris jatuh—tapi aku sempat menangkapnya.
Dengan anak itu di belakangku, aku menghadapi empat zombie sekaligus. DOR! DOR! Entah bagaimana, aku menemukan pistol tua di tanah dan menembak satu zombie. Sisanya ku lempar dengan gaya nekat—dan entah kenapa berhasil.
Setelah semuanya tenang, aku menoleh ke anak kecil itu.
Dia menggenggam ujung bajuku.
“…Mama?”
“…APA?!”
[Misi Awal Dimulai: Lindungi Anak Misterius]
Tugas: Menyelamatkan – Merawat – Mencari Identitas
Bonus: Shelter Blueprint Lvl.1 | Uang Sistem | Status “Papa” Tak Resmi (?)
“GAK GAK GAK! AKU BUKAN MAMA! AKU COWOK, TAU?!”
Anak itu menatapku. Lalu dengan polosnya menunjuk wajahku.
“Tapi rambutmu cantik. Wajahmu juga kayak boneka Mama.”
“INI MUKA ASLI!! NGGAK PAKAI FILTER!!”
Aku hampir pingsan karena frustrasi. Tapi anak itu hanya tersenyum kecil, lalu bergumam lirih, “Mama cowok lucu...”
Aku pun pasrah. Mungkin... ini takdirku.
Di tengah dunia kiamat, di mana zombie berkeliaran, sistem misterius membimbingku, dan kenyataan sudah tidak masuk akal lagi—aku memeluk seorang anak kecil lusuh yang bahkan tidak tahu namanya sendiri.
Mungkin... aku yang harus menjadi rumah pertamanya di dunia gila ini.
Dan entah kenapa...
Aku merasa nyaman.
[Void walker Protokol Diaktifkan: Shelter Craft Unlocked]
Selamat, Shinn Minkyu. Dunia ini adalah rumah barumu.
Dan semuanya… baru saja dimulai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Bintang Ray234🌸🌸
Hai kak, aku mampir dan ayo mmpir balik ke cs cinta yang diawali dengan permen + jnlp like&komen terima kasih🙏
2025-04-01
1
Selly AWP
Halo Thor aku sudah mampir ya. like and ads untukmu
2025-04-02
1