NovelToon NovelToon
TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

TUKAR JODOH (SUAMIKU KAYA)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_va

Nara menjalin hubungan asmara dengan Dewa sejak duduk di bangku SMA. Lima tahun kemudian Nara dilamar sang kekasih. Tetapi, di hari pernikahan, Nara menikah dengan orang lain yaitu Rama.

Rama adalah tunangan sepupunya yang bernama Gita.

Hidup memang sebercanda itu. Dewa dan Gita diam-diam menjalin hubungan di belakang Nara. Hubungan itu hingga membuahkan kehidupan di rahim Gita.

Demi ayahnya, Nara menerima Rama. Menjadi istri dari lelaki yang tidak punya pekerjaan tetap.



Simak cerita selengkapnya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_va, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

"Kok pucat, Bu Yuni?" Pak RT menatap serius Yuni yang menyandarkan tubuhnya di tembok rumah tetangga.

"Oh, nggak apa-apa. Tadi lari... nggak terbiasa lari aja," sahut Yuni, menarik napas dan mengembuskan pelan-pelan. Tetap saja terasa sesak.

Pak RT tetap khawatir dan ingin mengantar Yuni sampai ke rumah.

"Nggak perlu, Pak." Yuni mengibas-ngibaskan tangan kanannya sebagai tanda menolak.

"Beneran perempuan itu mertuanya Nara?"

"Memang mertuanya Nara. Saya dengar sendiri waktu mas Rama manggil mama dan manggil Nara menantuku yang cantik...." ungkap Pak RT.

Tanpa sadar, Yuni tersenyum sinis. Lebih cantik Gita dengan body berisi.

"Mari, Bu." Pak RT melanjutkan langkahnya, meninggalkan Yuni yang masih tidak percaya.

Yuni menegakkan tubuh, dagunya agak terangkat. Lalu berjalan biasa, tidak lari seperti tadi. Yuni melirik sedan hitam itu, juga melirik ke dalam rumah Nara yang pintunya terbuka lebar.

"Paling kaya biasa." Yuni mencoba menghibur diri sendiri bibirnya mencebik.

Yuni terkejut saat membuka pintu rumah karena Gita mendadak muncul. Wajahnya itu tertutup masker bengkoang putih.

"Git, waktu pacaran sama Rama kamu nggak tahu dia orang kaya?" tanya Yuni.

"Kaya pada umumnya karena bisa punya minimarket yang pada akhirnya bangkrut," sahut Gita, karena masker masih basah dia bisa menjawab lancar.

"Terus kere, jadi tukang ojek tukang bangunan nyanyi di kafe."

Yuni duduk di kursi, berusaha menghibur diri sendiri. Kalau orang kaya, kenapa harus kerja keras jadi ojek?

"Mungkin Rama anak yang dibuang. Bisa jadi, kan?" Gita membuka tirai jendela, melihat merek mobil sedan. Gita juga menghibur diri sendiri. Sekar hanya perempuan biasa, dari keluarga kaya biasa.

Akan tetapi, penampilan Sekar beda dengan Harmi. Sekar terlihat elegan, wajahnya mulus minim kerut, yang menunjukkan melakukan perawatan mahal.

"Sudahlah, Ma. Nggak perlu pusing-pusing memikirkan mertuanya Nara," ucap Gita, duduk di sofa panjang.

"Tapi cantik sekali, auranya itu loh kayak bangsawan Eropa yang sering mama lihat di tivi." Yuni memijat pangkal hidung.

"Beneran kamu nggak ngeh kalau Rama anak orang kaya?"

Gita menggeleng. Lalu teringat baju merek terkenal waktu mampir ke kontrakan Rama. Gita juga teringat bagaimana Rama memilih dan menata furniture rumah.

"Percuma anak orang kaya, nggak mau aku tinggal dikontrakkan sempit. Jangan-jangan dia didepak keluar oleh keluarganya......"

"Didepak bagaimana, nyatanya ibunya datang dan peluk gitu." Yuni beranjak dari kursi.

"Mama mau cari tahu, siapa sebenarnya orang tuanya Rama."

"Caranya?"

"Nguping. Punya telinga digunakan sebaik-baiknya," ujar Yuni.

Yuni keluar lewat pintu belakang rumah, ada celah tidak berpagar di paling ujung. Cukup untuk menyelinap ke halaman belakang rumah Rahmat.

Kedua kaki Yuni berjingkat-jingkat pelan, khawatir terdengar. Dia berhenti di dekat jendela samping rumah. Mendengar suara tawa dan obrolan.

Di dalam rumah, Nara menerima kado dari Restu. Jam tangan dengan strap berbahan kulit warna cokelat tua.

"Terima kasih, Ma. Sampaikan salamku untuk Pak Restu," ucap Nara.

"Panggil papa saja, Nara," tukas Sekar tersenyum ramah. Sekar beralih memandang Risna yang dari tadi terlihat gugup.

"Bu Risna, santai saja ya."

"Ibuk nggak bisa santai, Tante. Karena Tante Sekar cantik dan elegan," sahut Yuda yang sedari tadi memeluk jersey dari klub bola Chelsea pemberian Sekar.

Sebelum datang, Sekar menghubungi Rama bertanya mengenai kesukaan Yuda. Untuk Risna, Sekar membelikan tunik. Sedangkan Rahmat, mendapatkan jaket dan kemeja batik dari Sekar. Kemeja batik yang satunya diberikan pada Pak RT, yang nama panggilannya unik.

"Karena kami merasa sangat berbeda, Bu Sekar," papar Risna.

"Kami keluarga sederhana sedangkan Mas Rama punya bis banyak. Bis sungguhan, bukan bis Tayo atau bis Bertie di Thomas and Friends."

Sekar tergelak mendengarnya. Punya besan yang bersikap apa adanya. Beda dengan Karina. Mendadak Sekar teringat dengan besan satunya lagi.

"Ibuk tahu tokoh di kartun?" Nara agak terheran-heran.

"Ibuk kadang lihat kartun daripada sinetron," jawab Risna.

"Kita sama, Bu Risna. Tolong janga merasa berbeda. Terima kasih telah mempercayai Rama untuk menjaga Nara," kata Sekar.

"Dari awal, bapaknya yang milih, katanya Rama lelaki yang baik dan bertanggung jawab," tukas Risna.

"Waktu itu kami nggak tahu siapa sebenarnya Rama, hanya bilang orang tuanya di Sumatra. Ternyata putra pemilik PO bus."

Sekar mendorong bahu Rama."Sumatera bagian mana, Rama?"

"Tengah, Ma." Rama garuk-garuk kepala.

"Canda...."

Jia yang duduk di dekat jendela, melihat baju warna ungu muda. Perempuan itu lantas berdiri, berjalan ke arah jendela samping rumah. Jia melihat Yuni yang sedang merapat di tembok.

"Siapa kamu?" Jia mengetuk jendela sekali.

"Ada apa, Mbak?" tanya Nara ikutan berdiri.

Yuni yang kepergok, berusaha tenang. Ingin lari, mendadak kedua kakinya bagai tertanam di dalam tanah.

Nara tersenyum simpul.

"Itu bude Yuni, rumahnya di sebelah. Ada apa, Bude?"

"Jalan-jalan," sahut Yuni melengos. Bergegas pergi dari halaman samping rumah Rahman.

Risna geleng-geleng kepala. Malu dengan tingkah laku Yuni.

Sekar menghela napas. Sedikit banyak tahu tentang Yuni, karena Frans yang memberikan informasi mengenai Rama yang menjadi pengantin pengganti.

Risna kemudian mengajak Sekar makan malam tapi belum waktunya makan malam. Risna gugup lagi, mudah-mudahan masakannya cocok di lidah Sekar.

"Rasanya enak sekali. Pas banget. Bumbu rempahnya tidak berlebihan," puji Sekar.

"Terima kasih, Bu Sekar." Risna tersenyum simpul.

Sambil menikmati makanan, Sekar yang duduk di sebelah Rama membicarakan Viola, sepupu Rama yang pernah bekerja di perusahaan milik keluarga. Tetapi mengundurkan diri, sekarang bekerja di perusahaan mode.

"Dia masih sombong, katanya ingin menunjukkan bisa berhasil tanpa bekerja di perusahaan keluarga," ucap Sekar.

"Biarkan saja...." sahut Rama yang melahap tempe goreng. Matanya memperhatikan Nara yang lewat. Dilihatnya sampai sang istri masuk ke kamar mandi yang berada di luar rumah.

Sekar menjentikkan jarinya di depan wajah Rama.

"Ma...." Rama menyingkirkan tangan Sekar.

"Baru kali ini melihat kamu lihat perempuan penuh cinta gitu," komentar Sekar.

"Mama senang sekali."

"Aku mencintai Nara. Dia mau tinggal bersamaku di rumah kontrakan, dia menerimaku sebagai Rama yang bekerja apa saja," kata Rama.

Sekar membuang napas kasar.

"Mengenai jam tangan, kamu memang meminjam jam tangan Radit?"

"Iya, Ma. Tapi aku nggak menyuruh dia mengambil ke kamar. Sayang sekali waktu itu aku mabuk," ucap Rama.

"Mama akan membereskan kekacauan yang disebabkan Bia." Sekar menepuk pundak Rama.

Rama mengangguk. Melihat ke arah istrinya yang keluar dari kamar mandi.

"Tapi, Ma... aku menyukai kehidupanku saat ini."

"Mama hanya ingin membersihkan namamu, selanjutnya terserah kamu mau hidup yang bagaimana," tegas Sekar.

Nara tersenyum malu saat menyadari Rama terus menerus memandangi.

"Mama mau ke rumah sebelah." Sekar beranjak dari kursi.

"Waduh, nanti terkena racun, Tante," celetuk Yuda.

"Nggak apa-apa. Kasihan tadi ngintip." Sekar tergelak.

Celana yang dikenakan Yuni tersangkut kawat bangunan pagar. Hingga robek cukup besar. Padahal celana itu seharga empat ratus ribu yang dibelinya di mall.

"Gimana, Ma? Ada informasi?" tanya Gita yang wajahnya masih maskeran. Gerak bibirnya agak kaku.

Yuni tidak segera menjawab, mengambil gelas yang diisi air es. Lalu di teguknya sampai habis. Rasanya ada yang panas tetapi bukan api yang membakar.

Dengan jelas mendengar kalau keluarga Rama mempunyai perusahaan otobus. Apa yang dikatakan Yuda waktu itu bukan halu.

"Mama?"

"Rama memang kaya raya. Orang tuanya yang kaya raya." Yuni meletakkan gelas di meja dengan kasar.

"Bukan Rama yang kaya."

Yuni berusaha menghibur diri sendiri lagi. Mengatakan lebih baik Dewa yang bisa bekerja tanpa bantuan orang tua.

Gita yang mendengarnya, merasa ada sesal di dada. Walaupun kata Yuni yang kaya orang tuanya, Rama akan menjadi pewaris.

"Sial ...."

"Kenapa?? Nggak perlu nyesel, Gita," ucap Yuni.

Yuni dan Gita kemudian duduk di ruang keluarga. Yuni beberapa kali menarik napas dalam-dalam. Menghitung harga satu bus, jika punya dua puluh bus......

Suara bel pintu membuyarkan lamunan Yuni.

"Ma, makanya punya pembantu," omel Gita saat disuruh membuka pintu. Malas-malasan berjalan ke arah pintu. Masker wajah itu makin retak karena melihat Sekar saat pintu terbuka lebar.

"A... ada apa ya?"

"Ingin kenalan dengan keluarganya Nara. Saya Sekar Atmaja, ibu mertuanya Nara," kata Sekar.

Gita malah fokus pada gelang yang di pergelangan tangan kanan Sekar. Gelang mahal itu.

"Kamu Gita, kan?" tebak Sekar.

"Eh, iya." Gita tergagap.

"Halo, Bu Yuni." Sekar tersenyum pada Yuni yang berdiri mematung.

"Kita belum kenal. Tetapi Rama sudah memberitahu namamu."

Yuni berdehem. Mau tidak mau meneruskan langkah. Mau tidak mau menyalami telapak tangan Sekar. Wih, halus sekali, apa tidak pernah cuci piring ya?

*

*

*

*

*

Besok izin telat Up yaa 🙏

Selamat malam. Selamat tidur. Jangan lupa bangun sahur dan tetap semangat jalani puasa 🤗🥰

1
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
sepanjang jalan kenangan kak😂
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜: Nah itu masalah nya😭😭😭😭🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
꧁ռǟռǟ꧂
panggilan pak rete Kayak nama korea "suho eh suha" 😄😄😄
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Pingsan dong Bu😂😂😂

Org yg berpacaran kalau sudah menikah n tinggal brng akan ketahuan sifat nya
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Hmmmmm kecelakaan Radit di sengaja,

Nindy juga bukan anak radit kah 🤨🤨

Siapa dibelakang Bianca, yg pasti org penting yg bisa melindungi nya 👀
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Iri bilang bos 😂

Selalu menilai diri perfect, pdhal etikamu 0 NOL, , , , pamer sana sini ciihh, , , ,

Org macam spt mu harus di panasi sama kemesraan Nara & Rama
Tri Wahyuni: si gita minta di tampol 😭🤭
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
mulai kebongkar nih siapa Bianca...
༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜
Yg banyak atuh kak,
nanggung kelanjutan nya 😬😬
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
𝐈𝐬𝐭𝐲
Bu Risna Shok ternyata memiliki menantu orang kaya😂😂
Tri Wahyuni: shik shak shock 🤭🤣
total 1 replies
꧁ռǟռǟ꧂
suka sama ceritanya tentang kehidupan sehari hari,, baca sambil bayangin, Kalo gk masuk di bayangan brati ceritanya kurang masuk di Hati......
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor...
𝐈𝐬𝐭𝐲
syirik bgt sih nih orang.. 😂😂
Tri Wahyuni: minta di tampol kayanya 😭🤣🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Nara maklumi saja suami mu ya dia kan polos...😂😂
Tri Wahyuni: pura² polos 🤣🤣
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor..
Tri Wahyuni: baik. di tunggu updatenya kak 😍
total 1 replies
Poni Jem
sampai saat ini belum ada typo. masih baik untuk dibaca. semangat trs 👌
Tri Wahyuni
bagus 🥰
Tri Ayu
semangat berkarya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!