NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:760
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Warga Desa

Rina meradang melihat perlawanan Kayla, dia tidak menyangka anak kecil itu kini berani melawannya.

"Tak usah ikut campur bu desa, aku haru mengurus dan memberikan pelajaran pada ponakan tidak tahu diuntung dan tidak tahu diri ini". Ucapnya dengan kesal.

Kayla menatap tajam sang tante, menyembunyikan adiknya di belakangnya agar bisa berlindung.

"Masuk kedalam rumah dek, ajak keenan masuk dan kunci pintunya, biar kakak disini bersama ibu desa". Perintahnya kepada sang adik.

Kanaya menurut dan segera membawa keenan masuk kedalam rumah sebelum sang tante mendapatkan nya.

"Kemari kau kanaya, kau harus mendapatkan pelajaran karena kurang ajar pada tante". Teriak Rina dengan suara menggelegar.

Beberapa orang yang lewat pun akhirnya singgah karena mendengar keributan dirumah itu.

"Aku tidak akan membiarkan tante melukai adikku seujung rambut pun, ingat tante, kalau tante bertindak, aku juga akan mengambil hak ku sebagai warga negara untuk dilindungi, akan ku adukan tante pada komnas perlindungan anak dan akan ku viralkan tante sampai tante tidak punya muka untuk keluar dari rumah". Kayla menatap tajam sang tante dengan penuh emosi.

Kanaya tidak memperdulikan teriakan sang tante, dia lebih mendengarkan apa yang sang kakak katakan padanya tadi. Melihat itu membuat Rina semakin meradang, dia menghampiri Kanaya tapi langkanya terjatuh karena Kayla mencegah kakinya dan akhirnya terjatuh.

"Dengar tante, aku sudah bilang jangan sakit adik-adikku, tante tuli yah". Hardik Kayla dengan kasar.

Hilang sudah rasa hormat yang berusaha dia tanam selama ini, dia kehilangan ibunya karena sakit akibat setres atas ulah tantenya, adiknya juga baru meninggal, dan sekarang tantenya datang lagi ingin membuat adiknya celaka, dia tidak akan membiarkan itu terjadi, sudah cukup.

"Dasar anak kurang ajar, apa maksudmu membuatku terjatuh ha". Teriak Rina dengan penuh amarah,

Dia melayangkan tangannya ingin menampar Kayla tapi tangan itu cepat ditepis oleh Kayla, perawakan Kayla memang tidak seperti anak seusianya, dia tinggi melebihi anak seusianya begitu juga keenan sang adik. Hanya Kanaya tinggi badannya yang standar dengan anak lain.

"Jangan pernah memukul ku tante, selama ini aku diam tante memperlakukan ibuku dengan tidak baik karena beliau menyayangi tante, dia mengajariku untuk menghormati tante, tapi menjelang kematiannya dia mengatakan aku bisa melakukan apapun untuk melindungi dan menjaga adikku, jadi aku tidak akan tinggal diam jika tante melakukannya". Teriak Kayla dengan penuh emosi.

Bu Rasmi yang melihat Kayla seberani itu menjadi Shock, dia tidak menyangka, anak yang lemah lembut dan sangat menghormati orang tua itu berubah menjadi melawan dan kasar seperti itu.

"Sialan, kau harus mati, kau akan menyusul ibumu ke neraka . Hardiknya dengan keras,

Dia menyerang Kayla tapi langsung dilindungi oleh ibu desa dan beberapa warga yang melihat pertengkaran itu, saat akan melayangkan tangannya, tangan itu ditanggap oleh orang dibelakangnya.

"Sialan, siapa yang berani padaku". Rina memberontak dan menoleh ke belakang.

Dia bisa melihat kepala desa yang menatapnya dengan penuh amarah, wajahnya sangat merah.

"Ayo arak Rina ke balai desa dan ibu-ibu tolong kumpulkan seluruh warga karena kita akan buat sidang untuk mengusir Rina dari kampung kita ini". Ucap kepala desa dengan dingin.

"Baik pak". Seru warga yang melihat pertengkaran itu.

"Di Usir". Gagap Rina.

Dia susah payah menelan Salivanya, dia tidak menyangka jika dia akan terusir dengan cara seperti ini.

"Ayo". Tarik kepala desa dengan kasar.

Para warga mengikuti kepala desa yang tengah menarik Rina dengan kasar, mereka betul-betul melihat amarah yang berkobar dimata kepala desa mereka.

Rina memberontak tak ingin dibawah, tapi kepala desa tak peduli, dia harus menyelesaikan masalah ini agar tidak terus berlarut. Dia sudah sering memberikan Rina kesempatan tapi selalu berakhir seperti ini.

"Hu.. dasar perempuan gila, perempuan gila harta, tidak punya malu, beraninya sama anak kecil". Umpat para warga dengan penuh emosi.

"Kalian tidak bisa melakukan ini padaku, aku tidak terima". Teriak Rina memberontak untuk dilepaskan tapi tenaganya kalah dengan pak desa yang sehat bugar dan berotot.

"Jangan banyak omong kamu manusia biadab, selama ini kau yang membuat anak-anak itu dan ibunya kehilangan segalanya, sekarang kau mengincar rumahnya dan mau berbuat zolim padanya, kau tak pantas ada di desa kami, pergi kamu, lagian kau bukan asli penduduk sini, kau hanya adik ayah Kayla dari provinsi lain, pergi kau". Usir para warga beramai-ramai mengarak Rina kekantor desa mereka.

Rina kini ketakutan, dia tidak bisa berbuat apa-apa, habis sudah jika dia jadi diusir dari desa ini. Sesampainya di kantor desa, seluruh warga sudah berkumpul dan membuat petisi untuk mengusir Rina.

"Usir dia dari sini, dia tak pantas disini, selama ini dia sudah mengotori kampung kita". Teriak salah satu warga.

Dia adalah korban dari Rina yang mengambil suaminya dan bercerai dan membuat anaknya kehilangan ayahnya. Dia sangat membenci Rina.

"Itu benar, dia suka merampas dan menghancurkan rumah tangga orang, dia perempuan jalang yang hanya tau merusak hubungan orang" . Timpal mereka lagi.

Ruangan balai desa sangat ramai, mereka semua datang menghakimi Rina karena kesal akan perbuatannya selama ini, tidak hanya merusak hubungan orang tapi dia menguras harta lelaki itu hingga membuatnya depresi.

"Kau akan diusir dari sini bahkan dari beberapa desa disini, kami tidak akan membiarkan kau bertingkah disini". Ucap Pak desa memandang Rina tajam

"Kalian tidak bisa melakukan ini padaku, aku punya tanah yang lumayan disini, jadi kalian tidak bisa seenaknya padaku seperti ini". Sombong Rina menatap mereka dengan tatapan meremehkan.

"Kami tidak perduli, kau harus pergi dari sini apapun dan bagaimanapun caranya". Seru seluruh warga.

Suasana di balai desa terasa sangat panas, mereka kini sangat geram karena Rina masih menyombongkan diri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!