Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Sang kakak
Setelah mencari mereka akhirnya menemukan ruangan keisha, pak desa bisa melihat jika Aku lagi kini tengah berbaring di lantai beralaskan kain sarung untuknya. Dia terlihat sangat lelah
"Jangan bangunkan kakakmu nak, biarkan dia tidur, mereka seperti nya sangat kelelahan". Ucap pak desa pada kedua ank itu sebelum menghampiri Kayla dan keisha yang tertidur.
"Iya pak, kami mengerti, kami hanya akan duduk disamping kakak saja, kami tidak akan membangunkannya". kanaya menatap sendu sang kakak yang tengah tertidur itu.
"Ini barang-barang kalian nak, bapak dan ibu pergi dulu, kami akan jemput kalian nanti sore sebelum pulang ke kampung, karena kami akan mengurus beberapa keperluan, ambillah ini untuk makan dan berikan selimut serta karpet ini pada kakakmu sebagai alasnya nanti".
"Iya pak, buk desa terima kasih atas bantuannya, kami akan membalasnya suatu hari nanti ketika kami dewasa". Ucap keenan dan kanaya dengan kompak.
"Iya nak, kami pergi dulu, kalian istirahat lah bersama kakak kalian, kalian juga perlu istirahat".
"Iya pak, bu". Kanaya dan Keenan bergantian mencium tangan mereka dan tersenyum
Keluarga pak desa mengelus kepala keduanya bergantian kemudian pergi meninggalkan keduanya, tadinya mereka ingin berbincang dengan Kayla tapi melihat Kayla dan keisha tertidur pulas mereka mengurungkan niatnya, mereka juga perlu istirahat jadi mereka akan singgah ke mesjid untuk istirahat.
Keenan dan Kanaya duduk disamping sang kakak dan menyimpan barang yang dibawakan oleh pak desa dan keluarga untuk mereka, tak lupa juga dia membawa pemberian para guru dan akan diberikan nanti pada sang kakak.
Tak terasa waktu berjalan cepat, kini masuk waktu pagi, Kayla yang tertidur pulas dan tidak menyadari kehadiran kedua adiknya itu, sedangkan sang adik keisha sudah bangun dan tengah sarapan dengan sang kakak kedua dan ketiganya.
"Loh nak, kalian siapa?? tanya ibu-ibu itu karena penasaran.
"kami adik-adik kak Kayla bu, kami baru datang karena baru ada yang membawa kami kesini dan akan pulang pulang sebentar sore, karena yang mengantarkan kami juga akn pulang sore ke kampung". Ucap Kanaya dengan ramah.
"Ya ampun, kalian semua masih kecil-kecil seperti ini?? kalian hebat dan kuat sekali". Ibu itu menatap sendu sekaligus kagum kepada keduanya.
mereka masih kecil tapi sangat pengertian dan bijaksana belum lagi mereka juga sangat sopan kepada orang yang lebih tua. Mereka kagum akan didikan orangtua mereka sebelumnya sehingga mereka bisa seperti ini
"Jadi kalian semua sekolah nak?? Tanyanya lagi.
"Baru kak Kayla dan saya bu, kalau adik saya keenan belum sekolah karena dia masih 4 tahun, di kampung kami belum ada sekolah TK untuk anak seusia keenan jadi menunggu SD baru sekolah, kami hanya mengajari dia dirumah saja". Kanaya menjawab dengan senyuman dan sopan sambil terus menyuap sang adik.
Semua yang ada disana menganggukkan kepalanya tanda mengerti penjelasan Kanaya.
"Maaf nak, bolehkah ibu tahu bagaimana cara kalian bertahan hidup, bukankah katanya kalian dari keluarga biasa, apa kalian punya warisan??
"Sebenarnya ibu dan ayah kami punya beberapa petak tanah hanya saja, tante kami menjualnya dengan serakah, yang tersisa hanya rumah yang kami tempati, untuk bertahan hidup, kami bekerja di kantin sekolah kami saat istirahat dan membantu ibu kantin jualan makan siang di rumah makan miliknya sampai sore, baru kami pulang, kami beruntung karena beliau sangat baik pada kami, aku dan kakak ku mendapatkan upah 50-60 ribu perhari dan kami juga dapat makan untuk malam karena saat pulang sekolah kami membawa bekal karena kami pasti akan sibuk membantu memasak jadi kami makan bekal kami sebelum kami kerja di warung makan".
"Terus adik kalian bagaimana nak?? Tanya mereka penasaran
"Kami tentu membawanya, ibu kantin tidak melarang kami, beliau tahu jika tak ada yang menjaga mereka, adikku keenan juga anak baik dan bisa menjaga adik bungsu kami".
"Nanti kalau aku besar, aku akan jaga dan urus kakak dan adikku, aku yang akan kerja, kakak semua harus sekolah yang tinggi supaya hebat". Ucap keenan dengan polos
Mata mereka semua berkaca-kaca, mereka tidak menyangka jika mereka begitu saling menyayangi ditengah keterbatasan yang mereka miliki. Anak- anak mereka belum tentu bisa seperti keempat anak yatim itu.
"Kalian yang sabar yah nak, kalian harus berusaha keras agar menjadi sukses dimasa depan agar kelak kalian bisa saling membantu bersaudara".
"Iya bu, terima kasih atas motivasinya, kami akan berusaha sekuat tenaga kami, kami akan berjuang walau pun banyak badai yang akan menghalangi jalan kami nanti, kami yakin jika kami berusaha dan punya tekad yang kuat kami akan menjadi hebat dan sukses, apalagi kakak mempunyai cita-cita menjadi seorang pengacara dan aku ingin menjadi seorang dokter, kami ingin membantu orang yang susah agar bisa mendapatkan keadilan dan juga kesehatan".
"Keenan ingin jadi tentara". Sahut Keenan dengan cepat.
Mereka semua tertawa mendengar celotehan Keenan yang apa adanya itu, mereka masih kecil dan sudah memiliki cita-cita yang mulia.
"Amin nak, apapun cita-cita kalian, kalian harus berjuang".
"Iya bu, pak". Ucapnya dengan sopan.
Sedangkan Kayla yang mendengar samar-samar suara kedua adiknya pun akhirnya membuka mata, dia mengerjakan matanya beberapa kali untuk mengumpulkan nyawanya.
"Kanaya, Keenan, kok kalian ada disini?? Tanyanya sambil mengucek matanya berharap itu bukan halusinasi.
"Iya kakak, kami kesini tadi bareng bapak desa dan keluarga, kami khawatir mendengar berita kebakaran rumah sakit". Ucap Kanaya dan keenan turun dari brangkar adiknya untuk duduk bersama sang kakak agar sopan.
"Kami tidak apa-apa dek, terus bagaimana keadaan kalian selama kakak tinggal?? ". Kayla mengambil Keenan untuk duduk di pangkuannya dan mencium kepala Keenan dan mengelus kepala Kanaya.
"Kami baik kak, ya walau ada yang selalu membully kami di sekolah, itu loh kak, anak kepala sekolah kita, mentang-mentang tidak ada kak Kayla mereka seenaknya sama kami". Aduhnya dengan wajah cemberut menggemaskan.
"Mereka memegang seperti itu dek, tidak usah ambil pusing mereka, kecuali mereka bertindak yang keterlaluan kamu segera laporkan kepada kepala sekolah, dan pak desa biar mereka ditegur dengan tegas".
"Siap kakak". Kanaya memberikan gestur hormat kepada snag kakak sehingga membuat Kayla mencium wajah adiknya dengan gemas.
"Kakak, ih geli ini muka aku". Kanaya kembali cemberut.
"Iya adeku sayang, tidak lagi, habis kamu lucu banget, oh iya kamu masih kerja sama ibu Hasni??".
"Masih kakak, kan harus memang kerjanya tiap hari".
"Jangan capek-capek yah dek, kakak nda mau kamu sakit, apalagi kakak tidak ada dirumah menjaga kamu".
"Aku dan keenan baik-baik saja kak, kakak fokus saja mengurus dek keisha disini".
"Iya dek, tapi tetap saja kakak khawatir sama kalian, apalagi aku dengar tante mengajukan banding ke pengadilan, kakak takut dia keluar tapi kita tak ada dirumah".