NovelToon NovelToon
KISAH MEREKA YANG LUAR BIASA

KISAH MEREKA YANG LUAR BIASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sci-Fi / Light Novel
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn_Frankenstein

Apa itu kekuatan ? Apa itu bakat ? Dan apa itu keistimewaan ? Jika kamu memiliki kekuatan besar atau bakat dalam dirimu, apa yang akan kamu lakukan ? Menggunakannya untuk kebaikan, atau sebaliknya ?

"Memiliki kekuatan besar maka datanglah tanggung jawab yang besar." kurang lebih seperti itu kata-kata dari Ben Parker, meskipun hanya karakter fiksi, tapi kata-katanya sangat tidak biasa. Dan sekarang, cerita ini akan menceritakan kisah orang-orang yang luar biasa.

Note : update 2 hari sekali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn_Frankenstein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25 : The Hunter, Chapter 02.

.

Korea Selatan, Kota A, Tahun 2045.

Entah sudah berapa kali para artis naik panggung secara bergantian, dan sekarang salah satu penyanyi pun mulai naik panggung. Baru juga musik intro terdengar, para penonton langsung berteriak histeris seperti orang kesurupan. Entah itu penonton laki-laki dan perempuan, mereka sangat heboh, terlebih lagi melihat penyanyi ini, mereka semua benar-benar heboh tak karuan. Alasan mereka bisa seheboh ini karena penyanyi ini adalah seorang wanita yang cantik.

Tak hanya cantik, tapi dia juga memiliki suara yang indah, dan bisa dikatakan dia adalah penyanyi profesional. Sudah hampir 5 tahun setelah dia debut, meski sudah 5 tahun terlewati, itu tak membuatnya tak berhenti bersinar, karena setiap dari penampilan serta lagu-lagu yang ia nyanyikan, selalu berhasil membuat semua penggemar K-pop menyukainya. Ditambah lagi ketika dia menari bersama dancer-dancernya, benar-benar membuat tempat ini dipenuhi teriakan penonton.

Dia bernama Yoon Han-Nae, orang-orang biasanya memanggilnya Hana. Di dalam meriahnya show ini, terlihat seorang pemuda yang terlihat tenang di kursi penontonnya. Di tengah-tengah orang yang sedang heboh tak karuan, dia hanya diam tenang dan terlihat biasa-biasa saja, tapi dalam hatinya ia senang, karena Hana yang merupakan penyanyi favoritnya kini tengah tampil. Pemuda ini tak bisa mengutarakan isi hatinya jika dirinya penggemar Hana, karena ia tak ingin dianggap fans fanatik, meski ia memang dasarnya tak segila itu, jadi ia memilih diam saja.

Pemuda yang menjadi penggemar secara diam-diam ini bernama Kim Jun-Lee, atau biasa di panggil Jun, dia berusia 20 tahun, dia. Jun adalah seorang mahasiswa sekaligus karyawan kerja paruh waktu. Dia datang ke tempat ini karena ia ingin sekali melihat Hana, dan ini adalah pertama kalinya ia menonton penyanyi itu secara langsung dari kursi penonton. Hana adalah penyanyi favoritnya, Jun sudah jadi penggemarnya sejak masih duduk di kursi SMA.

.....

Hari telah malam, pertunjukan para artis K-pop telah usai beberapa jam yang lalu, dan para penonton telah bubar dan kembali pulang ke rumah mereka meski ada yang lebih memilih keluyuran entah kemana. Dan sekarang, Jun tengah duduk santai di salah satu kursi penumpang di dalam bus. Tujuannya saat ini adalah kembali pulang ke apartemen kecilnya.

Selagi bus berjalan, Jun tengah menatap layar ponselnya, waktu jam sudah menunjukkan hampir mendekati tengah malam. Lalu ia memasang earphone miliknya ke kedua telinganya, tentu saja ia akan memutar lagu-lagunya Hana secara pribadi. Situasinya saat ini menurutnya cukup tepat, selagi bus masih dalam perjalanan tak ada salahnya menunggu sambil mendengar musik.

Jun adalah seorang pemuda yang sedang merantau untuk kuliah. Ia sudah tinggal di kota A mungkin sudah hampir 5 minggu, dan juga sebelumnya ia baru selesai wamil beberapa bulan yang lalu. Benar, setelah lulus sekolah, Jun memutuskan ikut wamil karena umurnya juga sudah memasuki syarat. Ia lebih awal wamil karena ia tak ingin menunda-nunda. Ia datang ke kota ini bukan untuk menonton penyanyi favoritnya, tapi sedari kecil ia punya impian untuk bisa berkuliah di Kota ini.

Awalnya kedua orang tuanya cukup melarangnya, tapi setelah berhasil membujuk mereka atas bantuan seseorang, akhirnya ia diperbolehkan untuk kuliah di luar kota, tapi dengan syarat ia harus sambil kerja nantinya, agar bisa mandiri untuk bisa bertahan hidup. Sebenarnya itu bukan syarat dari kedua orang tuanya, tapi syarat itu diberikan oleh seseorang yang paling Jun waspadai.

Setelah hampir lima belas menit mendengar lagu-lagu dari penyanyi kesukaannya, Bus yang ia naiki telah berhenti di tempat tujuannya. Jun pun segera bangkit dari duduknya dan keluar dari bus. Setelah turun, ia berjalan kaki, beberapa saat kemudian, ia masuk ke dalam minimarket 24 jam, karena ada bahan makanan yang ingin ia beli. Minimarket ini bukanlah tempat kerjanya, karena minimarket yang menerima dirinya bekerja sambilan jaraknya sedikit lebih jauh dari tempat ini.

Tak ada sampai 5 menit lebih, bahan yang cari telah ia dapatkan, setelah membayarnya, ia pun seger keluar dan kedua langkah kakinya berjalan dengan cepat, karena ia ingin cepat-cepat sampai di tempat tinggalnya. Hari memang sudah malam, Jun benar-benar ingin segera pulang, mengingat besok adalah jadwal kuliahnya kelas pagi. Mau tak mau ia tak ingin dirinya telat karena hal ini.

Setelah beberapa lama ia berjalan kaki sendirian sambil membawa kantong kresek yang lumayan besar, ia pun berbelok dan masuk ke dalam jalan gang yang cukup lebar, dengan santainya ia berjalan kaki. Beberapa saat kemudian, Jun pun telah sampai di sebuah bangunan berlantai tiga. Apartemen kecil miliknya berada di lantai dua, setelah masuk, segera memasak air untuk mandi.

Setelah mandi, ia segera memasak mie instan untuk perutnya yang sudah lapar, begitu sudah matang, ia segera memakannya dengan hati-hati karena sudah panas. Dengan lahap Jun memakannya, meski sederhana, yang terpenting perut kenyang. Karena sudah kenyang dan minum, beberapa menit kemudian setelah duduk, ia pun pergi tidur.

.....

Keesokan harinya, hari telah pagi, seperti biasa warga Korea Selatan menjalani rutinitas mereka di setiap harinya. Dan sekarang, Jun baru saja turun dari bus, kini dia mulai masuk ke dalam kampusnya, saat ini ia memiliki jam kelas pagi sampai siang, setelahnya, ia takkan langsung pulang, karena ia harus masuk jam kerja paruh waktu. Setelah masuk kelas, ia membuka bukunya sambil menunggu dosen masuk.

"Apa kau lihat konser tadi malam."

"Tentu, hanya saja aku melihat di Tv."

"Aku juga, sayang sekali, bisa-bisanya aku kehabisan tiket untuk menonton."

"Bukankah ada konser lagi setelah beberapa hari lagi ?"

"Benar, kita harus cepat-cepat beli tiket begitu di buka."

"Tentu saja...!!"

Itulah percakapan tidak penting dari beberapa mahasiswa dan mahasiswi selagi di kelas, mereka membicarakan konser tadi malam. Sedangkan Jun yang sedang membaca buku di genggamannya, hanya menghela nafasnya, lalu ia mencoba kembali fokus.

"Apa kalian melihat pertunjukan Hana ? dia benar-benar hebat."

"Suaranya bagus, sedari dulu tetap bagus."

"Benar sekali."

"Aku bahkan sampai terpesona melihatnya."

"Bukankan sebentar lagi dia akan mengeluarkan single terbarunya ?"

"Benarkah ? Aku jadi tidak sabar untuk menunggunya."

Entah bagaimana Jun jadi tak bisa fokus membaca bukunya karena mendengar obrolan mereka. Padahal yang mereka bicarakan sangat tidak penting sama sekali meski yang mereka bicarakan adalah Hana. Menurut Jun, selagi di kelas dan dosen belum datang, lebih baik belajar sendiri. Tapi jika memang benar penyanyi itu akan merilis single barunya, di dalam hati terdalamnya, ada rasa senang.

Tiba waktunya seorang dosen laki-laki pun masuk ke dalam kelas, seketika semua mahasiswa dan mahasiswi yang sedang bergosip pun bubar dan duduk kembali ke bangku mereka masing-masing, Jun pun segera menutup buku dan melihat ke depan kelas, kelas pagi hari ini pun dimulai. Meski Jun masih dibilang baru sebagai status mahasiswa, dia adalah pemuda yang rajin belajar.

.....

Beberapa hari kemudian, hari-hari Jun berjalan cukup lancar, entah itu di kelas kuliah maupun di tempat kerja sambilannya. Dan sekarang, hari sudah malam, dan saat ini Jun berada di salah satu minimarket 24 jam langganannya untuk makanan mie instan. Dia bisa saja memasak sendiri, tapi ia sedang malas, jadi ia memilih makan di tempat.

"Eh, siapa ya ?" tanyanya dalam hati karena melihat seseorang yang duduk tak jauh dari sebelahnya, dan ia merasa familiar.

.

.

.

.

.

.

Bersambung.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!