Beverly seorang gadis terpelajar yang terpaksa harus menerima sebuah perjodohan yang di adakan oleh orang tua angkatnya .Tapi laki laki yang menikahinya itu malah mempersunting wanita lain setelah beberapa bulan pernikahanannya. Entah nasib apa yang dia alami saat itu?? Niat baiknya membalas budi kedua orang tuanya justru malah menghancurkan masa depannya sendiri.
Dia mengajukan kesepakatan bercerai saat satu tahun pernikahannya.
Bagaimana kelanjutan nasib Beverly selanjutnya???
Akankah dia menemukan seseorang yang bisa menerima status jandanya saat itu??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ina Warsiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Bilang Kamu Menyukainya???
Hari in Beverly terbangun lebih pagi dari hari sebelumnya.
Dia sengaja menyalakan alarmnya lebih pagi lagi agar tidak terlambat lagi saat akan berangkat ke kantor.
Pagi ini cuaca begitu cerah, matahari nampak bersinar terang. Kicauan burung nampak berlalu Lalang di lokasi itu.
**
Di kantor DR Group Sbastian kini sedang berada di ruangan Kenzie.
Nampak Kenzie yang sedang menyenderkan tubuhnya di kursi miliknya.
Sedangkan Sbastian tengah duduk di sofa ruangan tersebut.
“jadi skekertarismu itu benar benar tidak Kembali”tanya Sbastian pada Kenzie.
“hem….aku memintanya mengurusi beberapa pekerjaan yang ada di sana.”jawab Kenzie dengan sorot mata menghadap kearah laptop yang ada di hadapannya.
“lalu bagaimana kamu akan menghandel pekerjaanmu jika tanpa seorang sekertaris disisimu??”tanya Sbastian.
“entahlah….kalau bisa kirimkan salah satu karyawan baru yang berada di divisi perencanan untuk menjadi sekertarisku.”Kata Kenzie.
“kenpa harus karyawan baru, bukannya karyawan lama lebih mengerti dan kompeten dari pada karyawan baru yang baru mengetahui beberapa seluk beluk perusahaan saja”kata Sbastian.
“ setidaknya kalau hanya karyawan baru yang aku ambil, divisi perencanaanmu tidak akan terlalu kehilangan satu pekerjanya…pokonya aku hanya mau karyawan baru, tidak yang lain.”kata Kenzie yang mulai menghentikan aktifitasnya dengan laptopnya.
“apaa??”
“apa aku tidak salah dengar kalau kamu menginginkan karyawan baru dari divisi perencanaan kami sebagai sekertaris penggantimu???”tanya Sbasian lagi memastikan.
“siapa karyawan baru yang dia maksud itu”gumam Sbastian
“bukannya kamu sangat menuntut sebuah kesempurnaan pada setiap pekerjaanmu, bagaimana bisa kamu meminta karyawan baru untuk melakukan pekerjaan sekertaris untukmu??”tanya Sbastian lagi yang merasa sedikit aneh dengan permintaan Kenzie itu.
Entah kenapa keinginan Kenzie saat ini tidak seperti Kenzie yang biasanya.
“hanya untuk sementara”kata Kenzie.
“sementar katamu?”
“hemmm!!”
“siapa karyawan baru yang kamu maksud?”tanya Sbastian mulai bertanya kepada Kenzie
Sesaat terlintas nama Beverly di fikirannya.
“apa yang dia maksud itu adalah Beverly”gumam Sbastian.
“kalau memang dia…ummm…. sebenarnya ada apa ini???jangan bilang dia….”gumam Sbastian lagi dengan segala pertanyaan dan kecurigaannya.
“jangan bilang…”kata Sbastian menunjuk ke arah Kenzie.
“jangan bilang Beverly…”kata Sbastian lagi.
“hemmm…dia terlihat bisa di andalkan”kata Kenzie.
“hahahahahah…..” mendengar benar nama Beverly yang Kenzie inginkan membuat Sbastian dengan segala asumsinya pun tertawa terbahak bahak.
“jangan bilang kamu menyukainya….hahahhaah”kata Sbastian lagi dengan gelak tawanya yang menggelegar.Dia sampai memegang perutnya karena sedikit keram akibat tertawa.
“apa maksud kamu???diam kamu!!!”bentak Kenzie tatkala melihat gelak tawa di bibir Sbastian apalagi saat dia mendengar Sbastian menuduhnya menyukai Beverly.Kenzie Nampak kesal akibat Sbastian ynag terkesan sedang mengoloknya.
Sbastian mencoba menahan gelak tawanya namun tetap tidak bisa untuk menahannya.
“hahhhhahahaha”
“diam kamu….atau ku bunuh kamu” kata Kenzie lagi sambil mengangkat
asbak kaca di tangannya dan bersiap melemparkannya ke arah Sbastian yang tidak henti hentinya menertawakannya.
"apa salahnya orang tertawa??"kata Sbastian masih berusaha menahan gelak tawanya.
"pffftt..ahahahahaha"namun dia masih saja ingin menertawakan temannya itu.
Melihat Sbastian yang terus menertawakan membuat Kenzie semakin kesal terhadapnya, dia kembali mengambil asbak yang tadinya sudah dia letakkan itu dan berniat melemparkan ke arah Sbastian."
"tu...tunggu...tunggu....baik aku akan diam...sekarang turunkan asabak itu dari tanganmu....atau aku akan melaporkanmu atas tuduhan percobaan pembunuhan jika kamu melemparnya" kata Sbastian yang mulai mengambil bantal sofa untuk menutupi sedikit wajahnya.
"heehh"Kenzie menyunggingkan senyum sinisnya.
"kau pikir aku akan takut jika kamu melaporkanku seperti itu"kata Kenzie.
"benar juga ya....monster ini...siapapun tidak ada yang dia takuti" gumam Sbastian.
"heheheh...iya iya...maafkan aku maaf pak direktur...sekarang turunkan benda itu dan mari kita bicarakan baik baik"kata Sbastian memohon.
Kenzie pun akhirnya meletakkan kembali asbak itu di atas meja kantornya. Dia sebenarnya juga tidak berniat serius melempar ke arah Sbastian, hanya saja dia merasa kesal melihat Sbastian yang menertawakannya itu.
"aku hanya penasaran dengan gadis itu"kata Kenzie.
"apa kamu sudah gila??aku tidak setuju jika kamu berniat mempermainkannya...dia itu terlalu polos"kata Sbastian.
"sudahlah kamu tidak perlu ikut campur sejauh itu...kamu tinggal pikirkan cara bagaimana dia bisa menjadi sekertarisku tanpa menimbulkan kecurigaannya dan kecurigaan semua orang...sisanya biar aku yang urus"kata Kenzie pada Sbastian.
"astaga... orang ini.. benar benar pantas di juluki **** boy"gumam Sbastian.
"aku tidak peduli jika kamu mau mempermainkan wanita wanitamu yang lain...tapi untuk Beverly aku tidak setuju"tolak Sbastian.
"apa kamu berencana menentang peeintahku pak kepala Sbastian"kata Kenzie.
"ahh..bukan seperti itu...aku hanya tidak setuju jika kamu menjadikan beverly sebagai obyek mainanmu"kata Sbastian.
"kamu tidak perlu mencampuri urusan pribadiku, kamu hanya perlu mengatur dia agar menjadi sekertarisku"kata Sbastian sambil sesekali menghisap rokok yang sudah dia nyalakan itu.
"aku tidak mau ada kata penolakan.... bagaimanapun caranya kamu harus membuatnya menjadi sekertarisku"kata Kenzie nampak memaksakan keinginannya.
semangat
ku memilihmu karena adikku