NovelToon NovelToon
BOS MAFIA MUDA

BOS MAFIA MUDA

Status: tamat
Genre:Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gibela26 Siyoon93

Felisberta Divya Deolinda gadis pemalas dan putri kesayangan keluarganya, Naumi sebagai seorang sahabat selalu membantu dia dalam pelajaran. Sampai suatu hari terjadi kecelakan dan membuat Feli koma, saat terbangun dia terkejut mendapatkan dirinya ada di dalam novel yang selalu dibacanya berjudul ‘Bos Mafia Muda’. Pemeran utama wanita di novel itu bernama Shanaya, dalam cerita Shanaya berakhir menyedihkan. Feli menjadi Shanaya dan menjadi istri dari Bos Mafia Muda itu yang bernama Shankara Pramudya Anggara. Di usia yang masih muda Shankara bisa menaklukkan semua Mafia yang ada di Negaranya, sosok laki-laki itu ditakuti semua orang tidak ada siapa pun yang berani menentang maupun melawannya karena itu Shankara Pramudya Anggara dikenal sebagai Bos dari semua Mafia yang ada di Negaranya atau di sebut Bos Mafia Muda. Alur ceritanya berubah seiring waktu setelah Feli menjalankan kehidupannya bersama Shankara.

@KaryaSB026

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gibela26 Siyoon93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

“Apa yang dia makan ?”

“Setelah bangun Annya hanya minum air putih,” Nina membawa gelas yang di pakai Feli sebelumnya.

Dokter mengambil gelas itu untuk di cek “Tidak ada racun di air ini maupun di gelasnya.”

“Aneh kalau Annya kena racun tanpa minum dan makan dari mana asal racun itu ?”

“Sekarang bagaimana keadaan dia ?”

“Denyut nadinya lemah, suhu tubuhnya mulai menurun, saya khawatir pasien bakal …”

Menarik kerah dokter “Dia pasti selamat, jika istriku mati kalian semua akan aku kubur bersamanya.”

“PANGGIL DOKTER TERBAIK DI NEGERI INI !!!”

Dika dan Raymond segera menelpon semua dokter ahli di Negara Mafia. Dalam waktu kurang lebih 10 menit akhirnya para dokter tiba dan langsung memeriksa serta mencari penawar racunnya.

Para dokter saling melirik lalu bertanya ke dokter awal yang memeriksa Feli.

“Apa yang harus kita lakukan ? hanya orang yang memberi racun yang memiliki penawarnya.”

“Aku sudah memberitahu mereka tapi Bos Shan …” menelan ludahnya.

“Kenapa kalian diam ?”

Semua dokter berlutut “Kami tidak memiliki penawarnya.”

“DASAR GAK BECUS !!” menarik pelatuk pistol.

“(Glek) mati kita.”

“Shan tenang !”

“CEPAT CARI PENAWARNYA !!”

“Maafkan kami …” bersujud.

“Penawarnya hanya di miliki orang yang memberikan racun.”

“Siapa yang terakhir menemui dia ?”

“Terakhir Annya bersama kita lalu kejadian di rumah kayu dan …” Nina berusaha mengingat.

“Jangan-jangan para pembunuh tadi ada hubungannya.”

“Tidak …”

“Tuan Khara.”

“Perkenalkan Ahli Racun Chan dari pulau Barak.”

“Saya mohon ijin memeriksa Nyonya Shanaya.”

“Lakukan …”

Memeriksa denyut nadi, lalu mengeluarkan jarum dan menusuk nya ke bagian kepala Feli. Semua orang menunggu hasil pemeriksaan dari Chan, raut wajah Chan begitu serius saat mengecek Feli.

Mata Chan tertuju ke gantungan kucing “Sumber masalahnya ada disini, orang itu sengaja menyimpan bubuk racun pelumpuh di gantungan kunci ini dengan tujuan menyembunyikan sumber racun. Racun tidak akan langsung menyerang sebelum bagian kulit menyentuh dan terhirup tapi …”

“Tapi apa ????”

“Ada campuran lain di dalam bubuk racun ini yang bukan hanya melumpuhkan tapi membunuh secara perlahan.”

“Apa ada jalan keluarnya ? cepat katakan !!!”

“Jika kita tidak mendapatkan penawar racunnya dalam 24 jam kita tidak akan bisa menyelamatkannya. Orang yang memberikan racun bukan orang biasa dia meracik obat pelumpuh biasa menjadi mematikan.”

“SIALLLLL …” melempar gelas sampai pecah.

“Gantungan kucing itu pemberian teman di kampungnya Annya dan orang lain yang memandangnya ….”

Shankara mulai ingat “Apa ada cara lain ?”

“Tidak ada hanya itu satu-satunya cara.”

“Kalau terjadi sesuatu dengan istriku seluruh keluarganya akan aku bantai,” pergi penuh emosi.

***

Gubrak Shankara mendobrak gerbang “HERA KELUAR KOU !!”

Anak buah Hera berdatangan menyerbu Shankara dan yang lainnya, untuk beberapa saat mereka bertarung sampai Hera keluar menemui Shankara.

“Datang dan membuat keributan,” berjalan menuruni anak tangga.

“Loe …” anak buahnya menghalangi Shankara.

Menodongkan pistol “Berikan penawarnya !”

“Aku tidak mengerti maksudmu.”

“Jangan pura-pura bodoh,” menarik pelatuk.

Anak buahnya Hera menodongkan senapan “Tidak kalian jangan menyakiti kekasih masa kecilku.”

Memberikan kursi untuk Hera duduk “Ah dia hanya gadis desa.”

“Kurang ajar.”

“Serahkan penawarnya sekarang atau ??” Dika maju.

“Atau apa ? mau membunuhku ?”

“BERANINYA KALIAN,” Haselin datang.

“SERANG MEREKA !!!” tambah Haselin memerintahkan anak buahnya.

“Haselin bekerja untuk Hera ? Hera mana mungkin dia memiliki kekuatan melawan Bos ?”

“Gue harus mencari tahu lebih banyak lagi tentang Hera,” batin Dika.

“Demi gadis desa kalian datang mengantarkan nyawa sendiri he’h …”

“Katakan dimana penawarnya !!”

“Jika aku katakan tidak bagaimana ?”

“Bodoh dia lebih licik sekarang,” batin Raymond tetap waspada.

“Nampaknya Shan sangat peduli dengan gadis desa itu, begini saja kita buat kesepakatan.”

“Kesepakatan apa ?”

“Tinggalkan dia !”

“Baiklah.”

“Bos …”

“Bawa gadis itu kemari !”

“Bukan nya ingin aku meninggalkan dia sekarang kenapa harus membawanya kemari ?”

“Aku ingin dia tidak terlihat lagi !”

“Saat ini nyawa Shanaya lebih penting,” batin Shankara.

“Baiklah.”

“Bos !!”

“Kalian diam !!!”

“Kenapa menjadi seperti ini,” Raymond kecewa dengan keputusan Shankara.

Sesuai keinginan Hera, Feli dikirim ke suatu tempat yang tidak di ketahui siapapun. Setelah memastikan Feli bebas dari racun Shankara terpaksa memenuhi janjinya. Setelah Feli dikirim jauh semua orang di rumah tidak lagi ceria bahkan Nenek mulai sakit-sakitan. Kehadiran Hera ke mansion mawar hitam tidak dapat mengembalikan suasana hangat, merasa usahanya menjadi sia-sia Hera sengaja mengirim orang membunuh Feli tapi tampak dia ketahui Feli bisa bertahan dan menjadi orang yang berbeda. Dua tahun kemudian mereka semua mulai terbiasa tampa adanya Shanaya di sisi mereka dan Hera terus berusaha mengambil hati Shankara.

Sebelumnya Feli di kirim ke hutan terlarang di Negeri Mafia, ketika dirinya sedang sakarat ada seorang kakek tua yang menyelamatkannya. Perlahan Feli mulai membaik di bawah pengawasan kakek itu.

“Anak nakal itu kemana dia pergi ? aku memintanya membuat sup daun perlia malah pergi entah kemana. Sudahlah lebih baik aku membuatnya sendiri.”

“Kakek sepertinya sudah pergi,” batinnya.

Dibawah tumpukan daun kering Feli bersembunyi “Hah akhirnya,” merasa lega.

Tongkat melayang memukul kepalanya “Aww sakit …”

“Kou ini yah ! berdiri dengan tegak, angkat satu kakimu !” memukul kaki Feli dengan tongkat andalannya.

“Ampun Kek aku hanya …”

“Banyak alasan.”

Di seluruh dunia mafia tidak ada yang tau ada tempat indah di balik hutan terlarang. Tempat yang hanya ditinggalin kakek untuk bertahan hidup dan mengembangkan ilmu pengetahuannya. Feli beruntung ditemukan Kakek Malk dan kini dirinya bukan hanya bisa ilmu teknik melainkan ilmu bela diri dan ilmu kedokteran. Menjadi murid kakek Malk tidaklah mudah terlebih lagi temperamennya yang buruk meski begitu dia sangat menyayangi Feli bukan hanya sebagai murid tapi sudah dianggap seperti cucunya sendiri.

“Kakek maaf aku tidak akan mengulanginya lagi,” bujuk Feli.

“Kata-kata yang sama selalu kamu ucapkan setiap kali membuat ulah, berdiri dengan benar !” memukulnya dengan tongkat.

“Alur cerita novelnya bukan hanya menyimpang tapi kini sudah berbeda. Siapa sangka aku hampir mati karena ulah si Hera itu untungnya aku sangat beruntung bisa hidup dengan sehat sampai sekarang. Jika bukan karena kakek mungkin beda ceritanya lagi,” bengong kearah langit.

Kakek selesai memasak sup daun perlia “Hey anak nakal ?”

“Hah ?”

“Kemari lah !”

“Kakek serius ?”

“Dasar anak ini.”

“Baiklah baiklah,” duduk di batu saling berhadapan dengan Kakek Malk.

“Aku dengar besok ada acara perayaan di kota besar.”

“Lalu ?”

“Para mafia dari kalangan bawah dan atas akan menghadirinya.”

“Emn,” meminum air sup.

“Kamu pergilah kesana !” Kakek mengatakannya dengan santai.

“APA …” memuncratkan air di mulutnya.

“Mereka memiliki barang bagus untuk koleksi museum mini ku,” menunjuk sekumpulan barang-barang.

“Masih kurang ? itu sudah segunung loh.”

“Tidak cukup.”

“Tapi Kek mereka sekumpulan mafia aku bisa mati kalau bertemu mereka apalagi mengambil barang milik mereka,” berekspresi takut.

“Keahlianmu lebih baik dari mereka hanya mengambil barang kecil tidak akan sulit.”

“Barang apa ?”

“Senjata terkenal yang dimiliki Bos Mafia.”

“APA KAKEK BENAR-BENAR INGIN MEMBUNUHKU ?” pergi.

“Eh bukan begitu …”

“Sial sekali, aku sudah tidak mau berurusan dengan mereka. Jika tidak bisa kembali ke duniaku setidaknya aku harus hidup dengan baik tanpa mengancam nyawaku sendiri,” naik ke rumah pohon yang menjadi kamarnya.

Rumah pohon dengan ukuran 4 meter x 4 meter dihiasi bunga berbagai warna dan jenis terlihat begitu indah. Untuk sepintas rumah pohon itu terlihat seperti pohon biasa yang ditumbuhi berbagai bunga.

“Ah anak itu kenapa sulit sekali membujuknya.”

“JANGAN MEMBUJUKKU !!” teriak Feli dari tempatnya.

“Seakan bisa mendengarnya,” keluh Kakek Malk kembali menghabiskan sup perlianya.

“Dia adalah seorang istri dari Bos Mafia negeri ini, aku tidak mungkin mengurungnya terus disini. Terlebih lagi Bos Mafia itu terlihat kasian dari pada diriku, dia mungkin tidak tau kalau sebenarnya istri kesayangannya masih hidup. Membiarkan muridku menemuinya mungkin akan menguntungkan,” membayangkan koleksinya penuh dengan berbagai barang yang akan di berikan Bos Mafia.

“Aku harus pikirkan bagaimana caranya agar anak itu mau keluar dari kandang dan bertemu menantuku itu.”

Keesokan paginya Feli terbangun dan melakukan aktivitas seperti biasanya.

“Perasaan ada yang kurang oh Kakek dimana dia sekarang,” mencari kesemua tempat.

“Disini gak ada, disini gak ada juga kemana kakek pergi ??”

Kertas bergantung di pohon mengenai kepalanya “Eh apa ini ?” membaca tulisan di kertas itu.

‘Muridku tidak mau pergi jadi aku akan pergi, tunggu aku pulang membawa barang berharga itu hahaha ….’

“KAKEEEKKK …..” dengan terpaksa Feli keluar dari hutan terlarang mencari keberadaan Kakek Malk.

Di kota besar Kakek sudah tiba “Sudah bertahun-tahun tidak pernah kemari sekarang sudah banyak berubah,” Kakek berpakaian layaknya seorang pendeta.

“Makanan itu terlihat sangat lezat,” toko dipinggir jalan bernama Shan Hootfood.

Feli dengan cepat sudah sampai di kota besar “Dengan berpakaian seperti ini tidak aka nada orang lain yang melihatnya kan.”

“Dimana kakek ? sangat sulit mencarinya di tempat yang besar dan luas,” keluh Feli berjalan di samping jembatan.

Langkahnya terhenti “Aih apa karena aku datang kemari pikiranku jadi ngawur.”

Melanjutkan langkahnya “Tunggu ! itu kan kakek, astaga dia dengan lahap makan sedangkan aku setengah mati mengkhawatirkannya.”

“Lezat sekali, tambah satu porsi lagi !” pinta kakek ke pelayan.

“Ehem …”

“Aku bilang tambah satu porsi lagi …” saat berbalik Kakek terkejut teryata itu Feli.

“Kakek ayo pulang !”

“Tidak.”

“Kakek ? kesehatanmu buruk tidak baik makan yang berminyak.”

“Sekali ini saja.”

“Tidak.”

“Murid kesayangan ku aku mohon biarkan aku makan satu porsi lagi.”

“Tidak boleh.”

“Tapi itu sudah di pesan.”

“Baiklah,” Kakek mengira Feli mengijinkannya melanjutkan makan tapi nyatanya Feli yang memakannya.

“Hah nasib-nasib …”

“Kakek tidak boleh makan terlalu banyak biar aku menggantikannya,” berbicara dengan mulut penuh makanan.

Di luar Shan Hootfood ada Shankara bersama anak buahnya menunggu mobil, seakan mendapat isyarat Shankara melirik ke dalam “Toko ini sangat ramai.”

“Benar Bos, banyak orang menyukai menu makan yang disediakan toko. Keuntungan yang kita dapatkan juga sangat besar.”

“Rasanya gadis itu terlihat familiar,” mobil yang di kendarai Raymond tiba.

“Bos …”

“Dimana Dika ?”

“Dika mengurus beberapa toko yang tidak berjalan dengan baik.”

“Bagus.”

“Oh iya Bos Nona Hera minta bertemu.”

“Dia lagi, baiklah.”

Baru saja Shankara pergi Feli dan Kakek Malk keluar dari toko.

“Sudah aku bilang jangan terlalu banyak minum,” Feli memapah Kakek Malk.

“Cari tempat yang bagus untuk menginap,” dengan kata-kata yang tidak lancar.

“Baiklah baiklah …”

Berjalan selama kurang lebih 10 menit Feli menemukan hotel “Kek disini saja kita menginap.”

“Pilihanmu tidak buruk.”

“Permisi saya mau dua kamar,” meminta ke resepsionis hotel.

“VIP ?”

“Ah tidak tidak itu terlalu mahal.”

“Cek Out ….” Kakek Malk mengeluarkan uang dua gepok dan membuat Feli terkejut.

“Astaga dari mana Kakek punya uang sebanyak itu ?”

“Tentu saja dari ….”

“Nona ini kuncinya.”

“Terima kasih.”

“Kakek tidur disini istirahatlah !” meninggalkan Kakek Malk yang sudah tertidur.

Sesampainya di kamar “Ah melelahkan sekali …” merebahkan tubuhnya di kasur hotel.

“Kakek sebelumnya bilang kalau hari ini ada acara perayaan tapi kenapa aku tidak melihat apapun yang di persiapkan untuk acaranya. Biarkan saja kenapa aku harus peduli sebaiknya aku mandi.”

Keluar dari kamar mandi “Kakek bukannya tadi kamu ? Apa yang kakek lakukan disini ? sebaiknya kakek pergi ke kamarmu dan pergilah istirahat.”

“Tidak bisa.”

“Kenapa tidak ?”

“Aku memang sudah tua mudah mabuk tapi aku jago dalam obat-obatan menghilangkan rasa mabuk sangat mudah.”

“Jadi ?”

“Pergilah berdandan !” memanggil beberapa pelayan yang siap mendandani Feli dimulai dai make up dan pakaian.

“Untuk apa aku harus melakukannya ?”

“Lihat undangan ini,” memegang undangan berwarna merah.

“Undangan apa ?”

“Acara perayaan yang diadakan Bos Mafia Muda di negeri ini.”

“Kakek pergi sendiri saja, aku menunggu disini !” Feli mengetahui rencana Kakek Malk jadi dia tidak mau pergi.

“Adududuh ….”

“Eeh kakek kenapa ?”

“Meski tau obat yang ampuh aku sudah rentan, kalau kamu tidak menemani kakek kesana siapa yang akan menjagaku ?”

“Menyebalkan sekali, baiklah aku pergi.”

Kakek gembira “Lakukan yang terbaik buat murid kesayanganku menjadi wanita tercantik di negeri ini hahaha !”

Perayaan di adakan dengan sangat meriah dan mewah, bukan hanya kalangan atas yang diundang Shankara juga membuat acara terpisah untuk kalangan bawah. Acaranya berlokasi di di tengah kota besar, dekorasi yang mewah dan elegan membuat semua orang yang datang terpukau. Terlihat orang-orang penting sudah berdatangan begitupun masyarakat sekitar, Feli yang merasa gugup turun dari mobil mewah bersama Kakek Malk.

“Heran deh dari mana kakek mendapatkan uang sebanyak itu sampai bisa menyewa hotel VIP, pakaian mewah dan sekarang mobil mewah.”

“Turunlah !”

“Iya Kek.”

Semua pandangan mengarah ke Feli yang baru turun dari mobil “Siapa wanita kaya itu ?”

“Belum pernah melihatnya.”

1
Yaniee.25
/Slight/
Chimer02609
wokey 👌
Azαzel
mampir juga thor😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!