NovelToon NovelToon
Cinta Tuan Sempurna

Cinta Tuan Sempurna

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Amy Larahati

Kisah seorang lelaki yang baik hati "Tuan Sempurna" menolong seorang wanita korban pemerkosaan yang hampir bunuh diri. Akhirnya ia menjadi suami pura-pura wanita itu untuk membohongi ibu sang wanita. Hingga akhirnya keduanya saling jatuh cinta. Namun saling mengingkari rasa. Dan setelah berbagai ujian menerpa, akhirnya mereka bisa bersatu.

Tahap Revisi
Maaf jika kurang nyambung. Saya akan segera menyelesaikannya. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amy Larahati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Lagi

"Selamat pagi Bu, ada yang bisa saya bantu?" sapa petugas di bagian resepsionis.

"Selamat pagi, saya sudah membuat janji dengan dokter Arga Spesialis Obgyn," kata Medina kepada petugas.

"Maaf, dengan Ibu siapa?" tanya petugas.

"Medina Salsabila," jawab Medina.

"Nama suami?" tanya petugas masih sibuk mengetikkan data Medina ke dalam komputer.

Medina hanya terdiam tak tahu harus menjawab apa.

"Suami? menyedihkan sekali nyatanya aku hanyalah wanita yang hamil di luar nikah."

"Maaf, Bu?" tanya petugas berulang kali karena Medina tak segera menjawab pertanyaan tersebut.

"Ah ... iya, nama suami Rayga Arkana," jawab Medina. Tak lama, Medina menyesal telah menggunakan nama itu untuk ayah bayinya.

"Ray bukan suamiku bukan pula ayah dari bayi ini, kenapa aku malah menyebutkan namanya? Kamu bodoh Medina! bodoh! " batin Medina kesal terhadap dirinya sendiri.

"Baiklah Bu, ini pemeriksaan di klinik ini yang pertama ya Bu? Silakan ke ruangan paling ujung. Dan nanti akan ada petugas yang membantu mengecek berat badan dan cek tensi darah Ibu. Oh ya, ini kartu periksa harap dibawa ketika jadwal pemeriksaan selanjutnya. Terima kasih," ucap petugas dengan senyum ramah. Medina hanya mengangguk dan melempar senyumannya pada petugas rumah sakit.

Dengan santai ia menuju ruangan yang berada di paling ujung. Namun ketika berada di pertengahan jalan ada seseorang yang memanggil dengan suara yang lemah dan terdengar berat yang membuat ia menghentikan langkah kakinya.

"Medina," sapa lelaki itu.

Dada Medina berdegup kencang dan seluruh tubuhnya bergetar hebat. Akhirnya yang selama ini ia takutkan terjadi juga. Lelaki yang paling tidak ia ingikan untuk berjumpa, kini duduk di sebuah kursi roda di hadapannya. Medina hanya diam saja, belum juga buka suara. Seakan suaranya tercekat dalam kerongkongan dan tak dapat keluar. Ia sungguh tak pernah menyangka akan bertemu lelaki brengsek yang telah merusak hidupnya dalam keadaan menyedihkan. Laki-laki itu terlihat kurus dan lemah. Medina tahu laki-laki itu kecelakaan namun tak menyangka jika keadaan Gibran seburuk itu. Walau ia mencoba untuk memaafkan namun rasa sakit hati dan kecewanya tak mungkin menghilang begitu saja. Ia berupaya sekuat tenaga agar terlihat kuat dihadapan pria itu. Ia tak ingin menampakkan wajahnya yang menyedihkan penuh air mata. Sehingga ekspresi wajahnya berubah menjadi dingin.

"Jadi ini benar-benar kamu Me? Apa kabar?" tanya Gibran lagi karena Medina diam saja.

"Maaf, saya tidak ada waktu untuk bicara dengan anda karena saya terburu-buru ada janji dengan dokter," kata Medina dingin tak menoleh sedikitpun kearah lelaki dihadapannya.

"Bukankah kandungan kamu sudah gugur? Kalau begitu untuk apa kamu berjumpa dengan dokter?" tanya Gibran tak hentinya menatap perut rata Medina tanpa berkedip. Hal itu semakin membuat Medina risih. Sekuat tenaga Medina menahan diri untuk tidak terlihat lemah di hadapan Gibran.

"Maaf, itu bukan urusan anda," jawab Medina meremas dress terusan yang menutupi perutnya. Medina ingin pergi meninggalkan Gibran. Namun, ia tak bisa melanjutkan langkahnya karena merasakan cengkeraman di pergelangan tangannya. Medina berusaha untuk melepaskan tangannya. Namun usahanya gagal, dengan sekuat tenaga Gibran tak membiarkan wanita itu pergi.

"Jujur saja Me. Itu anak Gibran kan? Jawab Me, jangan bohongi Gibran lagi," tanya Gibran penuh harap.

"Bukan, ini bukan anak kamu." Medina masih berusaha melepaskan cengkeraman tangan Gibran.

"Aku mohon lepaskan tanganku!" pinta Medina.

"Tidak, sebelum kamu bicara jujur!"

"Sayang, Kenapa masih disini? Aku mencari kamu kemana-mana tapi tak ada. Ayo sayang, kita sudah dipanggil dokter." Ray datang di saat yang tepat, muncul tiba-tiba menyelamatkan Medina dari cengkeraman Gibran. Gibran melepas tangan Medina, ketika melihat Ray yang mendekat.

Medina sekali lagi terkejut karena kedatangan Ray dirumah sakit itu. Ia mengira dengan membuang simcard lama miliknya segalanya akan segera berakhir. Namun ternyata ia salah. Kini ia terjebak diantara dua laki-laki yang pernah ada dalam hidupnya.

"Siapa sayang?" tanya Ray berusaha terlihat sesantai mungkin.

Tak ada jawaban dari kedua orang yang berada di hadapan Medina. Suasana di antara ketiganya begitu hening. Membuat Ray angkat bicara lagi.

"Oh ya, saya Rayga Arkana Dewanto. Suami Medina." Ray mengulurkan tangan ke arah Gibran dan menepiskan senyumannya.

"Dia Gibran Ilyansyah, Mas," ucap Medina ketika Gibran menyambut uluran tangan Ray sebagai tanda perkenalan mereka berdua.

"Oh ... iya, Mas ingat sekarang. Kamu yang dulu pernah menelepon istri saya malam-malam ya? Ya ... benar saya mengingatnya. Saya rasa nama dan suaranya sama," kata Ray berbasa-basi. Walau nyatanya memang ia sudah tahu sejak awal lelaki di hadapannya itu adalah orang yang telah membuat hidup Medina menderita.

"Benar, saya yang sudah menelepon Medina malam itu. Maafkan saya yang telah mengganggu ketenangan kalian," ucap Gibran menundukkan kepala.

"Me, aku tahu aku banyak bersalah padamu. Tapi aku ingin meminta maaf padamu. Semoga kamu berbahagia dan aku juga sudah menerima karma dari perbuatanku sendiri. Lihatlah Me! Tuhan sudah menghukumku," ucap Gibran dengan nada sedih dan lirih. Kini ia menatap Medina dengan penuh penyesalan.

Medina diam tak membalas dengan perkataan apa pun. Walau lelaki itu banyak berbuat dosa padanya, ia tak tega melihat penderitaan laki-laki yang dulu sempat mengisi ruang di hatinya. Walau sedikit, ia masih punya rasa sayang dan simpati untuk lelaki malang itu. Namun kini Medina sadar, rasa cinta untuk Gibran telah hilang, menguap entah kemana.

"Ah ya, Gibran saya harus segera membawa Medina ke ruangan dokter. Maaf ya Gibran kami tinggal dulu. Lain kali kita ngobrol lagi," kata Ray seraya menggenggam erat jemari Medina dan membawanya menuju ruangan dokter. Seakan-akan Ray berkata, jangan lagi dekati Medina. Medina milikku. Dia juga menegaskan tidak adanya celah untuk Gibran masuk di antara mereka.

Gibran mengepalkan tangannya tanda marah. Terutama marah pada dirinya sendiri yang dulu dengan bodohnya melepaskan wanita yang paling berharga dalam hidupnya. Kini ia sangat menyesal. Dan penyesalan tak berguna mendapati ia telah tergantikan oleh pria lain.

"Tuan, maaf saya dari toilet tadi. Dan ketika saya kembali anda sudah tak ada," ucap Pak Edo pelayan keluarga Ilyansyah.

"Tidak apa-apa Pak, mari kita pulang!" ajak Gibran yang kemudian didorong oleh pelayannya keluar rumah sakit menuju mobil.

Dan tanpa sepengetahuan mereka ada sepasang mata yang memperhatikan kejadian tersebut dari awal sampai akhir. Bahkan, lelaki asing tersebut masih saja mengikuti Ray dan Medina sampai depan ruang periksa.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Update lagi.

Semoga suka, kasih dukungan berupa like vote, komentar ya.

1
Sri Indrauanti
Lanjut dong mbak, penasaran nih
Imas Adlya Ardhani
kan bisa nanya kepihak kampus alamat Medinah pasti adakan biodatanya
Amira Neha
jangan pisahan thor mereka. buat si medina keguguran . biar gak di kejar2 lagi sama mantan dan di ray buat dgn mata kepala sendiri tau kalo kekasih impiannya tuh lagi selingkuh ..gimana thor
Amira Neha
jangan pisahan thor mereka. buat si medina keguguran . biar gak di kejar2 lagi sama mantan dan di ray buat dgn mata kepala sendiri tau kalo kekasih impiannya tuh lagi selingkuh ..gimana thor
Heni Rohaeni
lanjutkan thor
Jane Kumois
lanjut
Francisca Icah
up
Nur Cahayani
hebat kamu thor, bisa membolak balik kan hati aku ini😭😭😁😁😁
Nur Cahayani
kemangis, membayang kan,,,, kau bersanding dengan wanita ular itu mas ray😭😭😭😭
qtine
tanda tanda kebucinan😊
Nurkamila
🖕🖕🖕saya setuju bgt SM Oma...
Nurkamila
kenapa me ga keguguran aja si ya...
biar dia bs jodoh SM tuan sempurna...dn ga d kejar" ayah nya Gibran lg.
Nurkamila
wah keren...Oma...👍👍👍
Suwati 59
lg nyimak lanjut....
Siska Feranika
Aq setuju......
Siska Feranika
nyimak...
Siska Feranika
Lanjut baca.....
Syofie Yenti
mari kita baca
Harmida Syahril
😭😭😭😭😔😔😔
Liliani latif
simpan di rak buku dulu!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!