NovelToon NovelToon
Si Cupu Milik CEO Tampan

Si Cupu Milik CEO Tampan

Status: tamat
Genre:Tamat / CEO / Pengantin Pengganti / Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:3.5M
Nilai: 4.5
Nama Author: Maple_Latte

“Baik, kalau begitu kamu bisa bersiap untuk menyambut kematian mama! Mama lebih baik mati!” Ujar Yuni mencari sesuatu yang tajam untuk mengiris urat nadinya.

Alika tidak percaya dengan apa yang di lakukan Yuni, sebegitu inginnya Yuni agar Alika mengantikkan kakaknya sehingga Yuni menjadikan nyawanya sebagai ancaman agar Alika setuju.

Tanpa sadar air bening dari mata indah itu jatuh menetes bersama luka yang di deritanya akibat Yuni, ibu kandung yang pilih kasih.

Pria itu kini berdiri tepat di depannya.

“Kamu siapa?” Tanya Alika. Dia menebak, jika pria itu bukanlah suaminya karena pria itu terlihat sangat normal, tidak cacat sedikitpun.

Mendengar pertanyaan Alika membuat pria itu mengernyitkan alisnya.

“Kamu tidak tahu siapa aku?” Tanya pria itu menatap Alika dengan sorot mata yang tajam. Dan langsung di jawab Alika dengan gelengan kepala.

Bagaimana mungkin dia mengenal pria itu jika ini adalah pertama-kalinya melihatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EP: 25

Alika berjalan masuk ke dalam rumah lalu menuju lantai atas. Dia berdiri di tepat di depan pintu kamar Daniel. Dia ingin bercerita, meluahkan apa yang saat ini sedang dia rasakan.

Perasaannya begitu hancur, dia butuh seseorang untuk berkeluh kesah. Dan, satu-satunya orang yang bisa dia adukan perasaannya saat ini adalah Daniel, suaminya sendiri.

“Aku tahu kamu tidak menyukaiku karena wajahku yang jelek. Dan kamu juga pasti tahu kalau aku bukan perempuan yang di jodohkan denganmu sejak awal.” Alika mulai bercerita dengan penghalang pintu.

Sedang di dalam, Brian sedang mendengarkan dari balik pintu dalam diam.

“Kamu pasti tidak menyukaiku karena tahu jika aku bukan yang seharusnya menikah denganmu, mungkin menikah denganku adalah aib bagimu. Tapi...” Alika men-jeda ucapannya untuk sesaat.

“Sekalipun kamu tidak menyukaiku.. bisakah kali ini kamu mendengarkan ku? Hari ini hatiku benar-benar hancur.” Alika melanjutkan dengan mata yang berkaca-kaca.

“Tidak, bukan hanya hari ini. Tapi sudah sangat lama hatiku hancur. Hanya saja, entah kenapa hari ini rasanya berlipat-lipat sakit yang aku rasakan.”

Air matanya mulai jatuh tetes demi tetes. Luka yang dia rasakan terlalu menyakitkan, sehingga seperti membuat hatinya bernanah.

“Mama...” Alika kembali diam.

Sementara Daniel terus menunggu, jika saat ini dia sedang tidak berbohong dan menyamar sebagai orang lain, dia pasti akan keluar dan memeluk perempuan itu.

“Sepertinya dia tidak benar-benar menganggap ku sebagai anak. Dia tidak pernah sekalipun memelukku dengan hangat saat aku terluka. Sedang dengan kak Helen, dia berikan segalanya. Aku bahkan harus mengalah dalam segala hal.” Air mata yang mengalir kian deras, tidak bisa dia bendung lagi.

“Hari ini aku hanya meminta agar kak Helen tidak lagi memfitnahku. Tapi yang aku dapatkan hanya tamparan keras dari mama. Dia memihak kak Helen dan memintaku untuk mengalah demi nama baik kak Helen.”

Alika kembali mengingat tamparan yang di layangkan Yuni di pipinya. Rasa sakit itu masih berbekas, tidak di pipi, tapi di hatinya.

“Mama bilang, nama baikku tidak apa-apa tercemar tapi jangan kak Helen. Lalu, apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku mengikuti ucapan mama?” Suara tangis Alika mulai terdengar.

“Jangan!” Brian mulai bersuara.

Alika kaget, padahal tadi dia mengira jika Daniel sedang tidak ada di kamarnya karena sedari tadi hanya senyap.

“Jangan mengalah lagi, jika hatimu terluka, lawan lah. Tidak ada gunanya kamu memberi hati pada orang yang menyakiti hatimu.” Ujar Brian dari dalam.

Tadi, dia hanya ingin terus diam dan hanya mendengarkan saja. Tapi dia tidak tahan mendengar isak tangis Alika. Dan, dia tidak ingin jika Alika terus mengalah pada Helen dan juga terus mendengarkan Yuni.

“Tapi... Apa tidak apa-apa jika aku melawan mama? Dia yang melahirkan ku, dia....”

“Apa kamu meminta untuk di lahir kan?” Potong Brian.

“Tidak.” Jawab Alika.

“Lalu apa salahnya kalau kamu melawan ketidak-adilan yang di berikan ibumu padamu.” Kata Brian.

“Dia yang menghadirkan kamu ke dunia ini, jadi bukankah dia harus bersikap baik dan adil. Lalu apakah salah jika kamu melawan karena sikap tidak adilnya? Kalau kamu hanya terus diam menerima, kamu hanya akan semakin terluka dan akan terus di perlakukan semena-menanya.” Sambung Brian.

Brian sudah seperti iblis yang menghasut Alika. Tapi. Setidaknya dia menghasut untuk kebaikan Alika agar Helen dan Yuni tidak lagi menindasnya.

Brian juga tidak terima jika Alika yang sudah menjadi istrinya itu ditindas dan di perlakukan seenaknya saja oleh Helen dan Yuni. Meskipun Helen adalah kakak Alika dan Yuni adalah ibunya Alika.

“Terima kasih.. terima kasih karena sudah mendengarkan ku.” Ucap Alika dengan tulus.

Dadanya sudah terasa sedikit lega. Dia juga merasa jauh lebih baik. Ternyata memang benar saat ada yang mendengarkan kelu kesah kita, beban yang kita pikul di pundak itu tidak akan terasa begitu berat lagi.

Luka hati hanya butuh pendengar yang lebih baik. Pendengar yang bisa menempatkan diri di posisi kita. Dan itu di lakukan Daniel untuk Alika.

Meskipun sering kali dia membuat Alika kesal saat dia sedang menjadi Brian. Tapi, itu dia lakukan hanya untuk tahu seperti apa perempuan yang menjadi istrinya itu.

Setelah meluahkan apa yang dia rasakan. Meluapkan perasaannya pada Daniel, Alika masuk ke dalam kamarnya.

Setelah mandi dan memakai pakaiannya, Alika turun dan ke dapur. Dia harus masak sesuatu untuk Daniel sebagai bentuk terima kasihnya.

"Kakak ipar???" Suara teriak kan nyaring Brian membuat Alika ter-loncat kaget.

Untung saja dia tidak melempar pisau yang sedang dia pegang ke arah Brian. Bisa-bisa hari ini dia tidak jadi masak, malahan dia akan masuk penjara karena tidak sengaja membunuh adik iparnya karena kaget.

"Bisa tidak kamu datang tapi tidak mengagetkanku!" Geram Alika.

"Sayangnya aku tidak bisa kakak ipar." Jawab Brian membuat Alika semakin kesal, apalagi saat mengatakannya Brian sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang dalam yang berada di pipi kiri.

"Tapi kamu bisa membuatku mati atau masuk penjara jika terus mengagetkanku seperti itu!" Ujar Alika dengan mata menatap tajam ke arah Brian.

"Jangan tatap aku seperti itu. kamu membuat sesuatu yang ada jadi bangkit kakak ipar." Ucap Brian membuat Alika berpikir sejenak karena tak bisa mencerna ucapan Brian.

"Apa maksudmu? apa kamu gila!" Teriak Alika merinding geli.

"Memangnya apa yang kamu pikirkan?" Tanya Brian.

"Memangnya apa yang kamu maksud?" Alika balik tanya.

"Sepertinya otakmu itu sedang kotor kakak ipar." Kata Brian dengan tatapan jahilnya.

"Kotor? otakku kotor? memangnya apa yang kamu maksud dengan sesuatu yang akan berdiri itu?"

Memangnya apalagi yang bisa Brian pikirkan selain sesuatu yang tidak baik dengan otak mesumnya itu. Pikir Alika.

"Pikirkan saja sendiri." Sahut Brian semakin membuat kesal Alika.

"Banyak sekali bahan masakannya, apa hari ini kakak ipar akan kedatangan tamu spesial?" Tanya Brian yang kini beralih pada bahan-bahan masakan yang ada di meja dapur.

"Aku akan masak sesuatu untuk Daniel." Jawab Alika dengan wajah senang kembali melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda dengan kedatangan Brian yang mengagetkannya.

"Kenapa kamu begitu baik memasak untuknya? padahal dia tidak pernah baik dan menganggap mu sebagai istri." Kata Brian.

"Tahu darimana dia tidak baik hah? dia baik padaku. siapa bilang dia tidak baik." Tatap Alika pada Brian yang kini berdiri di sampingnya sambil mengigit apel yang dia ambil di meja.

"Kalau dia baik dia tidak akan membuatmu tidur dengan kesepian, dan membuatmu sampai hari ini masih hemmm." Brian mengarahkan pandangannya ke bawah Alika.

"Dasar cabul! otak mesum" Teriak Alika melempar bawang yang do pentingnya ke arah Brian yang sudah melarikan diri dengan suara tawa puas karena membuat Alika emosi.

...****************...

Support author dengan like, komen dan juga vote ya biar author semakin semangat menulisnya :) terima kasih.

1
Yuyun Wahyuni
uuuuh langsung di kill sama zicko🤣🤣
Sulis Amalia
maaf, krng suka karakter Alika, tll lemah.Sok2 an mo nyelesaiin mslh sdr, trnyta jg gk becus bth bantuan Daniel jg
Ade Susma Dewi Dewi
Luar biasa
Rai
watak alika ni terlampau kebodohan tahap dewa...
chtiana 75
Luar biasa
Rai
ubur ubur ikan Lele tiba2 diselamatkan ya....halu othornya terlalu kedalaman owh, gak waras aja ni cerita...hahahahaha, sok berkuasa sok kuat sok punya segalanya tapi melawan seorang perempuan serakah tapi kalah
Rai
bikin heran ni cerita ya...gak ada masalah tiba2 Daniel meninggal, kakeknya juga pergi, rumah juga diambil oleh ibu sambungnya Daniel, sepertinya gak masuk di akal ceritamu Thor...
Endeh Dedeh
Luar biasa
Onah Sukaedah
ceritanya bertele2 di situ2 aja...
Fitri Riyani
Luar biasa
Rai
Alika itu watak wanita bodoh
Ayuq
Luar biasa
Rai
Brian dan Daniel org yang sama ka ni? bingung pula, sekejap nama Brian lepas tu ganti nama lagi jadi daniel
Cok Inten
Luar biasa
Karin Iza
👍🏻
Tiwik
Luar biasa
ros
jln cerita membosankan,x gabis2 berteka teki alika di buatnya
Asma Rani
Luar biasa
Jason Arsenal
lanjut
Jason Arsenal
lanjutt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!