NovelToon NovelToon
Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Wanita Kesayangan Pilot Angkuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Aluza, seorang Office girl cantik di Bandara, terjebak dalam kenangan Ivan mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal.

Namun di hari pertama Aluza bekerja ia di pertemukan kembali dengan seorang pilot bernama Bara yang wajahnya sangat mirip sekali dengan Ivan

Tapi Bara yang mirip Ivan itu ternyata memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Dia kasar, angkuh, dan tidak peduli dengan perasaan orang lain.

Aluza terjebak dalam dilema, apakah dia bisa melupakan Ivan dan jatuh cinta dengan Bara, atau justru Bara akan menjadi racun yang menghancurkan hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Owner Cafe Cemara

setelah memberikan lamaran di cafe Cemara keesokan harinya Aluza di minta datang ke cafe untuk melakukan interview dan mereka meminta Aluza untuk datang jam 8 pagi.

Namun nya sayangnya Aluza harus pergi sendirian karena Diana tak bisa menemani lagi karena Diana shift pagi.

Aluza terlihat profesional dan rapi dengan pakaian hitam putihnya. Dia masuk ke cafe, disambut aroma kopi yang harum. Di sana ada seorang pria yang sedang mengelap meja.

“Permisi,"Kata Aluza.

Pria yang sedari tadi sibuk mengelap meja menghampiri Aluza.“Kamu yang mau interview kerja itu kan?" tanya pria itu dengan ramah.

“Iya betul mas, saya Aluza yang akan melakukan interview pagi ini”

kemudian pria itu menilik jam di tangan nya.“kamu datang terlalu pagi, apa tidak apa-apa jika kamu menunggu dulu di sana"

Pria itu menunjuk ke arah sofa di pojok cafe. "Silahkan, Mbak. duduk dulu di sana"

Aluza tersenyum, "Oke, terima kasih." Dia duduk di sofa, mengambil napas dalam, mencoba menenangkan diri.

Kemudian Aluza melihat pria yang belum ia tahu namanya itu mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.“Hallo mas Reza, itu yang mau interview kerja beliau sudah datang”

“Yah sudah nanti saya akan ke sana sekitar 15 menit lagi,”

“Baik mas,"Pria itu mengangguk, lalu menatap Aluza. "Mbak, maaf, interviewnya ditunda sedikit soalnya owner cafe, akan datang 15 menit lagi.

Aluza tersenyum, "Oke, tidak apa-apa kok santai saja."

15 menit kemudian, seorang pria yang tidak asing bagi Aluza datang menghampiri Aluza,"Maaf yah sudah menunggu lama,” katanya sambil tersenyum, menatap Aluza.

“Mas Reza..”lirih Aluza.

“Loh Aluza,jadi kamu yang akan interview di sini?”

Aluza masih terpaku tetap duduk sofa.“Iya saya akan melakukan interview pagi ini, hmm mas Reza sedang apa di sini?”Tanya Aluza yang mengira jika Reza pria yang di temui nya malam kemarin dan mengantarkan nya pulang ke kontrakan.

“Saya owner di cafe ini,”Kata Reza menjawabnya dengan santai.

Aluza membulatkan kedua matanya, lantas dia berdiri.“Apa owner? Jadi mas Reza owner di cafe ini?”

Reza tertawa kecil, dan menyuruh Aluza untuk duduk kembali.“Santai saja Aluza,lagian saya senang kok kamu mau bekerja di cafe saya.”

Aluza tersenyum tipis.“Habisnya tidak ada pekerjaan lain Mas Reza, untung saja aku punya teman yang menawarkan pekerjaan ini pada ku”

“Sebenarnya sih kemarin banyak orang yang mau interview kerja cuma tidak sesuai keinginan saya. kemarin saya interview mereka lewat daring loh,karena kemarin saya benar-benar sibuk di luar kota karena jadwal penerbangan yang padat”

Ketika mendengar penjelasan Reza, entah kenapa Aluza merasa gugup. ia hanya takut Reza tak menerimanya sebagai barista di sini. Terlebih jika ingin jadi barista bukan kah harus menjalankan training dulu atau bila tidak harus mempunyai pengalaman tentunya.Aluza pun tenggelam dalam pikiran.

“Kalau di lihat-lihat sepertinya saya berminat aluza, menerima kamu di cafe saya

Aluza terkejut, "S-serius, Mas? Gak apa-apa? tapi Saya gak punya pengalaman barista."Kata Aluza merendah diri.

 "Gak masalah Aluza, nanti saya yang akan ajarkan kamu dari awal. Kamu punya senyum manis, pasti cocok jadi barista di sini."

Pria yang awalnya tadi mengelap meja memperhatikan atasan nya Reza hanya tersenyum sendiri. Karena biasanya jika ada pegawai baru yang akan bekerja di cafe ini makanya dialah yang akan mengajarkan orang itu sampai bisa.“Sudah ku duga,pasti mas Reza suka sama wanita itu”

*

*

*

*

*

*

Vina mamanya Bara sengaja mengundang Diva untuk sarapan bersama di rumah nya, mungkin anggap saja ini sebagai permintaan maaf atas ketidak nyamanan atas pertemuan makan malam waktu itu.

“Diva makasih banyak yah kamu sudah menyempatkan diri untuk datang sarapan pagi di sini. Dan Tante mohon maaf sekali atas kejadian kemarin”

“Oh tidak apa-apa Tante, lagian aku,mama sama papa sudah melupakan itu semua kok.”

“Tapi Tante tetap saja tidak enak,”

"Ih, gak usah minta maaf, Tante. Aku udah bilang, gak apa-apa kok. Lagian, aku seneng bisa sarapan bareng."

"kamu baik banget, Diva gak sabaran deh pengen jadiin kamu menantu hehehe."

“Selamat pagi mama, selamat pagi papa”Keyla menyapa kedua orang tuanya lalu ia pun duduk di kursi nya.

“Eh kamu gak ngucapin selamat pagi juga sama Calon Kakak ipar mu?”Tanya Vina pada Keyla.

“Ha, kakak ipar?”Tanya Keyla sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.“Yang mana ma!?”

“Awww..! mama sakit.. apaan sih kok pakek cubit segala!!”

Keyla mengusap-usap lengannya yang terasa sakit karena cubitan mamanya.kemudian mama mendekat pada Keyla lalu berbisik di telinganya.“Kamu yang sopan,masak kamu tidak tau kalau Diva itu calon kakak ipar kamu!”

Keyla membulatkan matanya “Loh memang nya kak Bara udah mau sama dia!”Suara Keyla ini begitu menyinggung sosok Diva yang ada di hadapan, membuat Vina untuk yang kesekian kalinya mencubit lengan Keyla.

“Aww...mama..sakit...!papa lihat mama masak Cubit Kayla terus.."Keyla mengadu pada papanya yang sedari tadi hanya diam.

“Makanya Keyla kamu diam saja,sudah tau mama mu suka begitu”

Vina hanya tersenyum canggung dia merasa tidak enak dengan Diva.“Maaf yah Diva.”

Diva langsung menjawab, "gak apa-apa, Tante. Diva tahu Keyla cuma becanda saja maklum Tante namanya juga masih anak SMP jadi wajar."

Vina tersenyum, "Ih, iya, ya. Anak SMP memang suka gitu."

Keyla yang masih mengomel, tiba-tiba membalas, "Huh, aku gak becanda! Aku serius, Ma!"

......................

Bara berada di tempat pencucian mobil untuk mencuci mobilnya di sana.Bara menyerahkan kunci mobilnya kepada petugas, "tolong di bersihkan, ya. Biar kinclong."

Petugas menjawab, "Baik, Pak. Biar kami bersihkan sampai bersih." Bara duduk di kursi tunggu sambil menikmati kopi kemasan yang ia beli di mini market.

Seorang petugas pencuci mobil mendatangi Bara.“Maaf pak ini ada obat, saya menemukan bungkusan obat ini ada di mobil bapak takut nantinya basah kena air.”

Bara mengambil bungkusan obat dari petugas, "Oh, terima kasih, ya.”

“Iya pak sama-sama kalau begitu saya kembali kesana dulu yah pak”

Bara mengamati bungkusan obat dengan teliti lalu membuka bungkusan itu dan memeriksa obat-obatan itu. salah satunya ada obat lambung.kemudian ia mengingat satu hal.

“Bukan kah ini obat yang waktu itu Aluza kasih lagi ke aku?"

Flashback...

"Nih ambil aku gak butuh obat dari kamu, aku lebih baik cari obat di warung saja dari pada harus berhutang dengan kamu ngerti!”

1
anggita
mampir ng👍like sana iklan☝aja. moga novelnya lancar.
Elzaluza2549: terima kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!