Selamat Datang Di Novel Pertama Saya.
Cerita ini adalah cerita kehidupan Celyn mulai dari dia kecil saat ditinggal orangtuanya sampai dia menjadi istri seorang yang bernama Dimas.
Siapa Celyn itu?
Apa yang terjadi padanya?
Bagaimana kehidupan pernikahannya?
Mari kita baca bersama-sama.
Dimohon bagi yang tidak suka dengan cerita ini, tolong jangan di beri komentar atau rate jelek. Di skip saja. Hargai Author sebagai penulis yang sudah capek memikirkan alur ceritanya.
Bagi teman-teman authors boleh promosi di karya ini.
Akhir kata saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca.
God Bless You All..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Kerinduan Celyn Kepada Orangtua Mereka..
Pagi ini matahari belum muncul. Dia bersembunyi di balik awan hitam kelam. Sama seperti perasaan Celyn pada hari ini. Tiba-tiba dia kangen pada kedua orangtuanya. Celyn kangen sama papanya, kangen sama mamanya, kangen dengan canda tawa mereka, kangen dengan keceriaan mereka, kangen bermanja manja lagi sama papanya.
Celyn sedih mengingat itu. Beberapa bulan ini Celyn berusaha menghilangkan rasa kangennya dengan menyibukkan diri dengan kegiatan sekolah, ekskul berenang di sekolahnya dan private les di rumahnya. Segala macam cara dia lakukan agar tidak mengingat kesedihannya di tinggal oleh orang tuanya.
Orangtuanya memang meninggalkan Celyn dan kedua adiknya dalam usia yang masih sangat muda. Usia di mana seharusnya mereka bermanja manja dengan kedua orangtuanya. Usia di mana mereka masih diurusin orangtuanya bukan orang lain. Usia di mana mereka tak harus mandiri sebelum waktunya.
Celyn sering sekali sedih melihat teman - temannya di sekolah yang di antar jemput orang tuanya, di buatin bekal oleh orangtuanya, di bujuk saat dia menangis dan masih banyak lagi.
Sekarang, walaupun dia masih menerima berlimpah kasih sayang dari Nek Imah yang sudah dia anggap neneknya sendiri, berlimpah perhatian dari Rani yang sudah dianggap kakak kandungnya sendiri. Secara materi pun Celyn tidak kekurangan karena semua dicukupkan oleh Rani.
Akan tetapi, di relung hatinya yang paling dalam dia merasa kesepian, dia merasakan suatu ruang kosong di dalam hatinya. Tidak bisa dipungkiri dia memang masih membutuhkan orang tuanya. Bukan hanya dari segi materi tetapi juga dari segi perhatian dan kasih sayang. Sedewasa apapun Celyn, semandiri apapun Celyn. Dia tetaplah hanya seorang anak perempuan yang berumur sepuluh tahun yang masih membutuhkan ibunya untuk bercerita apapun yang terjadi padanya, apapun yang sedang dia rasakan.
Memang Nek Imah bisa dijadikan teman curhat, bisa menjadi tempat mencurahkan perasaan senang, sedih, khawatir dan apapun juga. Tapi Celyn memang merasakan perbedaan.
Jam sudah menunjukkan Pukul 05.45 Wib. Biasanya Celyn sudah siap-siap berangkat ke sekolah. Biasanya dia sudah pergi ke kamar mandi untuk mandi dan membersihkan dirinya sebelum pergi ke sekolah. Tapi sampai saat ini dia tidak beranjak dari tempat tidurnya. Sampai Nek Imah mengetuk kamarnya mengingatkan mereka seperti biasasetiap paginya. Nek Imah mengetuk kamarnya tapi tak ada jawaban sama sekali. Nek Imah pun masuk ke dalam kamarnya yang tidak di kunci.
" Celyn.. Celyn..". Panggil Bi Imah seraya mengetok kamar yang tak kunjung ada jawaban jadi Nek Imah langsung masuk ke kamarnya.
" Celyn.. Kok nenek panggil dari tadi nggak menjawab?". Tanya Nek Imah kepada Celyn yang tetkejut melihat Nek Imah yang tiba tiba sudah ada di kamarnya tepatnya di hadapannya.
" Nek Imah.. Sejak kapan ada di sini?". Tanya Celyn terkejut.
" Sudah cukup lama untuk melihat Celyn bengong. Ada apa Celyn?". Tanya Nek Imah
" Nggak ada apa-apa Nek..!!". Jawab Celyn
" Jangan bohong sama nenek. Nek Imah tau kamu sedang ada masalah". Selidik nenek.
Celyn tak menjawab Nek Imah. Celyn hanya menangis dan semakin lama semakin kencang.
" Ada apa sayang?". Tanya Nek Imah lembut sambil memeluk dan mendiamkannya.
" Celyn kangen papa, Nek. Celyn kangen mama. Celyn kangen keduanya". Celyn menjelaskan sambil terisak. Celyn tetap menangis di pelukan Nek Imah.
" Tenang ya sayang.. Nenek tau kamu kangen sama papa kamu. Kamu kangen sama mama kamu.". Bujuk Nek Imah.
" Tapi kan Nek. Celyn udah nggak mungkin lagi bisa ketemu sama mereka. Celyn kangen bisa bicara lagi sama mereka. Celyn kangen bisa bermanja manja seperti dulu lagi. Celyn kangen memeluk mereka, menceritakan apapun yang Celyn rasakan. Celyn kangen masakan mama. Dibuatin bekal sama mama seperti anak-anak lain." Jelas Celyn meluapkan semua perasaannya.
" Sabar ya Nak. Nenek yakin kamu kuat. Kamu anak baik sayang. Kamu kakak yang bertanggung jawab dan sayang pada kedua adikmu". Bujuk Nek Imah.
" Selama ini Celyn berusaha untuk menghilangkan kesedihan Celyn dengan menyibukkan diri dengan kegiatan sekolah, bermain dengan adiķ-adik, bermain dengan nenek. Tapi tetap saja Celyn tidak bisa lupa dengan kesedihan Celyn Nek. Celyn berusaha kelihatan ceria di depan kedua adik Celyn terutama di depan Dinar yang mengalami trauma akan kematian orangtua kita.Tapi Sekuat apapun Celyn, Celyn tetaplah seorang anak yang berusia sepuluh tahun Nek. Yang rapuh, yang lemah, yang butuh perhatian". Jelas Celyn meluapkan apa yang selama ini dia tahan.
Nek Imah terkejut mendengar semua penjelasan Celyn. Selama ini Nek Imah berpikir Celyn merupakan anak dewasa yang kuat, ceria dan sangat menyayangi kedua adiknya. Sehingga Nek Imah tidak terlalu dekat dengan Celyn karena Nek Imah pikir bukan Celyn yang sangat membutuhkan perhatian melainkan kedua adiknya. Nek Imah berpikir Celyn sudah dapat mengurus dirinya sendiri dengan kedewasaan dan kemandirian yang dimiliki Celyn. Baru Nek Imah sadar bahwa Celyn tetaplah seorang anak yang butuh perhatian dan kasih sayang.
" Maafkan Nek Imah ya sayang. Nek Imah kurang memberi perhatian kepada kamu. Nenek pikir kamu anak yang kuat dan dewasa. Jadi, tidak membutuhkan nenek. Maafkan Nek Imah sayang..!! Nenek janji akan lebih perhatian lagi sama kamu. Nenek janji akan menjadi tempat curhat kamu. Celyn bisa meluapkan perasaan kamu ke Nek Imah. Kamu boleh mengatakan apapun kepada Nenek. Jangan sungkan sayang..!!". Kata Nek Imah.
" Makasih Nek. Hanya itu yang Celyn butuhkan sekarang ini. Celyn butuh orang yang bisa mengagantikan peran papa dan mama di hidup Celyn. Agar Celyn tidak terlalu merasa kehilangan yang dalam". Kata Celyn.
" Nenek janji Celyn.. Demi Allah Nenek janji akan menjaga kamu dan kedua adikmu. Nenek janji akan mencoba menggantikan peran orangtua kamu di hidup kalian. Nenek janji.". Janji Nek Imah pada Celyn
" Makasih Nek.. Makasih". Ucap Celyn sambil mempererat pelukannya pada Nek Imah.
" Sekarang hapus air mata Celyn. Pergi ke kamar mandi. Bersihkan diri Celyn. Dan bersiap-siap ke sekolah ya sayang. Nenek sudah menyiapkan sarapan di bawah. Cepat turun dan sarapan supaya Celyn tidak di tinggal bis sekolah dan jadi telat sampai ke sekolah.". Suruh Nek Imah kepada Celyn
" Iya Nek..!!". Celyn menghapus air matanya lalu berdiri dan berjalan menuju kamar mandi dan mandi membersihkan dirinya. Nek Imah menatapnya nanar, kasihan dan iba ada di dalam hatinya melihat Celyn. Anak yang kuat, ceria dan mandiri itu memang tetaplah anak-anak. Batin Nek Imah.
Setelah Celyn mandi di kamar mandi, Nek Imah bergerak dari tempat tidur Celyn dan keluar dari kamar itu. Nel Imah ingin melihat keadaan Dinar dan Dika.
semangat