“Kupikir kau akan memperjuangkanku.”
menikah dengan orang yang amat vivi benci , karna perjodohan yang sudah dilakukan sebelum dia lahir akankah keduanya akur , ikuti ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viviana Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
10 menit telah berlalu , namun mereka masih tetap diposisi yang sama “ kak dicky” ucap vivi
“ hemzz”
“ Udah sepuluh menit lebih” ucap vivi , mengingatkan suaminya
“ kenapa?” tanya dicky berlagak begok
“ kakak gak mau mandi sebentar lagi mau magrib?” ucap vivi
“ males dingin” sahut dicky
“ aku uda panas in pemanas air dari tadi, cepat buruan mandi” ucap vivi , dia baru ingat kalau dia belum mematikan pemanas air.
“ iya uda aku mandi dulu bawel” ucap dicky , kemudian masuk ke dalam kamar , “ ambil in aku baju ganti” imbuhnya
“ iyaa” sahut vivi mengekor di belakang suami nya ,
※ruang makan
Setelah mengambilkan baju ganti untuk suaminya dan berganti pakaian , vivi pergi ke dapur untuk memanaskan makanan dan menatanya di atas meja makan .
“ kamu yang masak” tanya dicky melihat menu makanan yang ada diatas meja.
“ tentu saja aku yang masak mau siapa lagi istri kedua mu” sahut vivi , “ udah cepat duduk” imbuhnya
“ emang kamu mau aku madu” ucap dicky kemudian duduk .
“ tentu saja tidak” sahut vivi , kemudian mengambilkan makanan untuk suaminya
“ aku juga tidak pernah berpikir untuk punya istri 2 , punya satu aja udah repot , apa lagi dua” ucap dicky sengaja menggoda istrinya
“ hemzz, cepat makan” ucap vivi kesal sambil menaruh piring yang sudah berisi makanan di depan suaminya “ kenapa menikah kalau gak mau repot” imbuhnya kemudian mendaratkan bokong nya di bangku
“ kamu gambek kok gak makan” ucap dicky saat melihat istrinya hanya duduk , tidak mengambil makanan untuk dirinya
“ aku diet” sahut vivi , setelah pulang dari mall dia mencoba pakaian yang dia beli, lipatan perutnya sangat jelas saat memakai kapaian itu , memebuat dia tidak PD dan memutuskan untuk diet untuk beberapa hari kedepan
“ kenapa harus diet , emang kamu kurang kurus” ucap dicky , “ udah makan nanti yang ada kamu malah sakit” imbuhnya
“ aku gak bakalan sakit kok, kamu makan aja dulu , aku udah bikin salad , Cuma nunggu dingin aja” ucap vivi ,
“ ya sudah , yang penting aku udah ngingetin , nanti kalau kamu sakit aku buang ke kali grogol” ucap dicky kemudian menyantap makanan yang dibuat istrinya
Vivi hanya mendengus kesal mendengar ucapan suaminya. “ gimana masakanku? Enak kan?”tanya vivi setelah melihat suaminya menelan makanan yang ada dimulutnya
“ asin, kamu mau nikah ya kok masaknya asin banget” ucap dicky sambil menatap istrinya
Vivi membulatkan mata mendengar ucapan suaminya , pasalnya dia sudah mencicipi makanan yang dia masak dan rasanya tidak asin seperti yang suaminya katakan “ masak sih? tadi aku udah cicipi rasanya pas kok” sangkalnya
“ nih kamu coba kalau kamu gak percaya” ucap dicky sambil menyuapi istrinya
Vivi menerima suapan suaminya , “ enggak kok gak asin , apa nya yabg asin?” tanya vivi setelah menelan makanan yang ada dimulutnya
“ bentar aku coba lagi” ucap dicky kemudian menyuapi dirinya sendiri” beneran ini asin” ucal dicky “ kamu coba deh yang ini” ucapnya sambil menyuapi istrinya , dia ingin tertawa karena sudah mengerjai istrinya .
“ enggak ini lo gak asin” ucap vivi menentang pendapat suaminya “ jangan bilang kamu Cuma ngerjain aku” ucap vivi yang baru sadar karna sudah di bodohi oleh suaminya .
Dicky terkekeh melihat wajah istrinya yang sudah seperti ikan buntal .
“ udah kamu makan aja sendiri” ucap vivi kemudian beranjak pergi
※ruang TV
“ nih udah dingin buruan makan” ucap dicky memberikan semangkuk salad pada istrinya yang sedang nonton tv
“ makasih” ucap vivi , menerima mangkuk salad yang di berikan suaminya
Dicky duduk di samping istrinya , dicky menyandarkan punggungnya sambil memejamkan mata , dikantor dia sangat sibuk karna ada beberapa masalah yang harus dia tangani ,
“ kak , kakak mau coba?” tanya vivi , sambil menyodorkan sendok berisi salad buah pada suaminya
Dicky membuka matanya dan membenarkan posisi duduknya “ enggak aku gak suka” tolak dicky
“ Ya sudah lakau gitu , yang penting aku idah Nawari” ucap vivi , kemudian menyantap salad yang ada disendok,
Mata dicky terfokus pada bibir mungil istrinya yang di lumuri mayones dan susu “ pasti enak” seru dicky
“ tentu saja enak , nih makan kalau kakak mau , sebelum aku habisin” ucap vivi memberikan mangkok pada suaminya
Dicky mengambil mangkok uang diberikan istrinya kemudian menaruh di atas meja , sedangkan istrinya bingun kenapa mangkoknya kok di taruh ,
Dicky mendekatkan wajah mereka , dia memegang tengkuk istrinya agar dia lebih mudah untuk melakukan aksinya .
Mata vivi membulat saat mendengar bisikan suaminya “ aku lebih suka mencicipi bibir mu” bisik dicky setelah berhasil mengurung istrinya berada di bawahnya ,
Kemudian dicky melumat bibir mungil istrinya yang terasa manis dan gurih , dicky semakin memperdalam ciuman merek saat istrinya membalas perlakuannya .
Huh huh
Keduanya membuang nafas kasar , “sayang aku kini benar benar mengingin kan mu” ucap dicky yang memang saat ini sudah di penuhi gairah, belum menerima jawaban dari istrinya dicky kembali melumat bibir istrinya , dia merebahkan tubuh istrinya ke punggung sofa, kemudian tangannya mulai menyelinap masuk ke dalam baju istrinya. Tangan dicky berhenti setelah menemukan dua benda sintal istrinya , dia menghentikan lumatan bibirnya kemudian menatap wajah istrinya yang terlihat malu karna ulahnya , “ apa kau keberata?”tanya dicky dengan tulus
Vivi menggeleng menjawab pertanyaan suaminya , kini dirinya sudah terbakar gelora gairah yang ada di dalam tubuhnya “ tapi aku” ucap vivi terpotong
“ iya aku tahu kamu belum selesai , tapi apa salahnya kita mencoba hal lain” ucap Dicky seulas senyum terpapar di wajahnya yang tampan, istrinya menganggukkan kepala mendengar inisiatifnya , Kemudian mulai membelai bagian kulit istrinya , memainkan dua benda sintal istrinya yang masih tersembunyi dibalik baju yang istrinya kenakan , namun dia tahu jika benda sintal istrinya itu berukuran cukup besar sehingga pas saat dia menggenggamnya ,
Vivi berpikir toh apa yang mereka lakukan sekarang gak dosa, dia juga berpikir untuk menerima pernikahan ini dengan lapang , dan belajar untuk mencintai suami toh tidak ada yang salah dengan hal itu. Yang masih mengganjal dalam hatinya apakah suaminya itu juga akan belajar untuk mencintainya juga .
Bersambung