NovelToon NovelToon
Bertemu, Bertamu, Bersatu

Bertemu, Bertamu, Bersatu

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:412.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Noktafia Diana Citra

Renita Rakhwati Putri, Gadis yang sudah siap menikah, namun tak kunjung ada laki-laki yang datang kepada nya. Hingga akhirnya, adiknya yang telah memiliki pasangan berniat untuk menikah muda.

Namun niat adik nya terhalang restu sang ayah. Karena ayah dari Renita masih percaya hal-hal kuno, dan menganggap adik yang menikah melangkahi kakak nya adalah suatu aib yang sangat memalukan dan melanggar adat.

Renita akhirnya di paksa menikah secepat nya, karena laki-laki calon suami sang adik sudah tidak mau menunggu lama lagi. Renita harus berkorban menikah cepat dan kilat demi sang adik.

Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di naskah novel Ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

"Hallo, Mas kamu dimana?,".

Aku memutuskan untuk menelepon mas Andre. Handphone nya baru aktif setelah beberapa hari tidak ada kabar. Aku khawtair dengan keadaan nya.

"Ha-halo, Iyah sayang. Gimana?,".

"Mas kenapa gugup sekali?, ada apa mas?,". Tanyaku penasaran.

"Oh, tidak apa-apa. Mas seneng ditelepon oleh kamu. Ada apa Zaskia?,".

"Mas lagi dimana sih?!,". Aku semakin kesal. Mas Andre sangat aneh. Dia beberapa hari menghilang tak ada kabar. Setelah aktif boro-boro mengabariku duluan.

"Mas ya dirumah lah. Memangnya dimana lagi?,".

"Mas kemana saja?!. Sudah beberapa hari nggak bisa dihubungi?!. Hah!!,". Aku benar-benar emosi.

"Kamu jangan bentak-bentak gitu dong yang. Handphoneku sedang eror. Jadi harus di servis. Ya sorry, aku nggak sempet kasih kabar ke kamu,". Ucap mas Andre dari seberang telepon.

"Okelah, ya ya ya. Terserah apa katamu saja mas,".

"Jadi ada apa sayang?, apa yang mau kamu sampaikan ke mas?,".

"Mas, Zaskia ada kabar bahagia. Dan benar-benar sangat membahagiakan mas,".

"Apa itu?,".

"Mas Andre, besok suruh datang kerumah. Menemui Ayah dan Ibu. Semalem aku sudah bilang pada Ayah dan Ibu. Dan mereka sudah memberikan restu pada kita untuk menikah mas. Kamu tau nggak mas?, Zaskia sangaaaaaattttt bahagia,". Aku menceritakan tentang restu yang sudah aku dapatkan dari Ayah dan Ibu.

"A-apa?!!, datang menemui Ayah dan Ibu kamu?,".

Mas Andre begitu kaget mendengar kabar baik yang baru saja aku sampaikan padanya. Entahlah, kenapa tidak ada nada bahagia sedikit pun dari nada suara calon suamiku itu. Sebenarnya apa yang sedang mengganggu nya?, apa yang sedang menjadi beban pikirannya?.

"Iya mas, lah memang nya kenapa si?. Kamu ngga seneng kita sudah dapat restu dari Ayah dan Ibuku?,". Aku ngambek pada mas Andre.

"Ya ya, bukannya gitu beb. Aku seneng kok denger kabar kita dapat restu. Tapi kenapa harus secepat ini?. Maksudnya aku, kenapa terburu-buru sekali?,".

"Kamu gimana si mas?!, bukannya seneng malah bilang kaya gitu. Pokoknya Zaskia nggak mau tahu. Mas besok harus datang ngadep orang tua Zaskia. Titik,".

"Tuuutt.... tuuuttt... tuuutt,". Aku mematikan sambungan teleponku dengan mas Andre. Aku tidak ingin semakin kesal dengannya. Bukannya bahagia dan senang diberikan kabar bagu, malah memberikan respon yang tidak aku dengar.

Dari Sayangku Mas Andre:

"Zaskia, kok dimatikan si beb telepon nya. Mas kan bum selesai bicara,". Isi pesan WhatsApp mas Andre padaku.

Untuk Sayangku Mas Andre:

"Aku kesal sama kamu mas. Kamu bahkan tidak memberikan respon bahagia atau suka aku berikan kabar bahagia ini. Kamu kenapa si?, kamu sudah nggak mau sama aku?!, hah!!,". Balasku pada pesan WhatsApp mas Andre.

Dari Sayangku Mas Andre:

"Bukannya mas ngga suka kok sayang. Hanya kaget dan terlalu mendadak saja. Mas juga nggak tahu, besok bisa atau tidak menemui orang tua kamu. Mas ada urusan penting yang tidak bisa ditinggalkan,".

Untuk Sayangku Mas Andre:

"Terserah!!,".

Bagaikan kertas yang terbakar oleh api. Inilah kondisi hatiku sekarang. Panas dan sakit hati sekali rasanya mendengar respon mas Andre di telepon tadi, terlebih pesannya barusan. Apa-apaan dia, maksudnya apa ada urusan penting. Harusnya kalau dia benar serius padaku, tidak ada yang lebih penting dari menemui kedua orang tuaku yang sebentar lagi akan menjadi mertuanya. Sepenting apa, yang dia bilang urusan itu?, sampai-sampai pertemuan dengan Ayah dan Ibuku di anggap tidak penting?. Benar-benar menyebalkan, awas saja jika dia minta maaf. Aku tidak akan memaafkan dia dan akan marah sampe batas yang tidak ditentukan.

"Kak?, kakak kenapa?,". Tiba-tiba Safira mendekatiku yang sedari tadi ngomel-ngomel sendiri.

"Lagi betek dik,".

"Loh, Safira denger-denger kak Zaskia dan Mas Andre sudah dapat restu dari Ayah dan Ibu?. Kok, kak Zaskia malah bete?,".

"Ya gimana kak Zaskia ngga bete dek. Calon mas ipar kamu itu bener-bener bikin kak Zaskia kebakaran jenggot. Bukannya seneng disuruh ketemu Ayah dan Ibu, malah bilangnya kaget lah, telelau cepat lah, terlalu terburu-buru lah, belum tau besok bisa apa engga lah dan lain-lain alasan. Kak Zaskia tuh kesal sekali dek. Apa-apaan coba,". Aku menceritakan hal yang membuatkan tidak mood dan kesal.

"Kok bisa yah kak?, harusnya kan mas Andre antusias dan menyambut dengan semangat undangan Ayah dan Ibu kerumah. Atau mungkin dia sedang sibuk kak?,". Sanggah Safira padaku.

"Entahlah dek, pokoknya kak Zaskia akan marah pada dia sampe batas yang tidak di tentukan. Kakak benar-benar kecewa dengan sikapnya,". Ucapku dengan penuh luapan emosi.

"Kak itu kak, Mas Andre berkali-kali menelepon kak Zaskia. Angkat saja kak. Barangkali saja penting,".

Benar apa yang dikatakan oleh Safira. Mas Andre berkali-kali meneleponku. Tentu berkali-kali juga aku mematikan panggilan masuk darinya. Aku malas dengannya. Masih sakit hati dan sangat kecewa dengan sikapnya. Terlebih urusan penting yang membuat dia tidak bisa janji akan datang memenuhi perintah dan undangan Ayah dan Ibu. Aku sangat tahu gimana Ayah. Ayah paling tidak suka di kecewakan, sekali Ayah memberikan kesempatan namun di sia-siakan Ayah tidak akan memberikan kesempatan kedua kalinya. Bagaimana aku bisa tenang?, mas Andre saja tidak jelas. Bagaimana kalau dia benar-benar tidak datang besok?. Akan semakin sulit untuk meminta restu dari Ayah dan Ibu lagi. Ayah akan berpikiran bahwa calonku Andre bukanlah laki-laki yang baik, buktinya disuruh menghadap menemui Ayah saja dia tidak datang dan memenuhinya. Ini benar-benar membuatku semakin strees. Percuma saja, aku mengikuti perintahnya untuk kabur dari rumah dan meninggal orang-orang yang kusayang demi dia, tapi balasan dia malah sangat menyakitkan dan mengecewakan.

"Sayang, angkat dong telepon nya. Mas mau ngomong penting,". Lagi-lagi mas Andre mengirimiku pesan WhatsApp.

Aku tidak membaca apalagi membalasnya. Biar saja, biar dia kapok menyakitiku. Awas saja, jika sampai besok dia tidak datang memenuhi undangan Ayah dan Ibu, juga tidak menghadap ke Ayah dan Ibu untuk mengutarakan niat baiknya untuk menikahiku akan aku datangi rumahnya. Aku tidak ingin semua perjuangan cintaku untuknya sia-sia hanya keegoisan dia saja. Tidak akan pernah. Bila perlu akan aku tampar wajahnya keras-keras dan pergi meninggalkan nya.

"Biarkan saja dek. Ibu sedang apa dek?,". Tanyaku pada Safira.

"Nggak tau kak. Dikamar,".

"Oh, kalau Adel?,".

"Kak Adel sedang membaca buku dikamarnya kak. Dari pada kak Zaskia bete, mending kita beli es krim yuk kak,". Ajak Safira padaku. Anak ini memang paling ngerti, kalau aku sangat suka makan es krim ketika sedang badmood.

"Kamu terbaik emang dek. Ayolah,". Jawabku menerima tawaran dan ajakan nya.

"Lets go sister,". Jawabnya sok-sokan menggunakan bahasa Inggris.

"Preeetttt, sok iye banget deh pake bahasa Inggris segala,". Cibirku.

"Loh, emang aku jago bahasa Inggris. Hahahah,".

"Terserah deh yaaa,". Jawabku meledeknya.

Aku pergi bersama dengan Safira di minimarket terdekat untuk melampiaskan marah dan kesalku pada mas Andre dengan ice cream coklat yang sangat nikmat dan begitu dahsyat, karena mampu mendinginkan hatiku yang meradang. Aku sedikit curiga dengan gerak-gerik mas Andre yang sangat aneh, dari sewaktu menjemputku dari rumah mbak Lia. Ada apa sebenarnya?.

1
Mumy Zurai
Luar biasa
Yani
Harus Renita jujur biar Hamzah bisa lebih melindungi
Yani
Jahat banget
Belum apa" banyak bawangnya 😭
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
Winda Yuslina
karyanya bagus bgt
Rini Haryati
ceritanya bagus
sukses
semangat
Sitti Faikah
penulis masih perlu byk bljar, sana sini alur tokoh tak jelas. terkadang tokoh sy sebagai sazkia, terkadang sy sbgai hmzah, terkadang sbgai Renita.. membingungkan penyampaian alur ceritax.
Rahma Inayah
kok lgi2 renata yg di salhkan yg buat slah bpk dan ank nya renata yg di salhkan..sazkia dan bpk nya sdh geser otak nya kli ..mrk egois mlh kambing hitam kn org lain
Rahma Inayah
knp renata gk kbr aja dr rumh drpada tersiksa..oleh ayah tiri knp jg ibu kandung nya diem aja atau ngacem kek ditk akn pergi dr rumh klu mash jaht sma renata..
Rahma Inayah
sedih sekali nasib renata knp dia yg di salhkn klu mmg zaskia mau nikah y sdh nikah kan saja to .renata jg bkn ank kandung mu pak km jg gk berhak menikahkn renata nnti nya .hanya walu hakim nnt nya bs menikah kn renata...tiap2 menyukai ibu nya hrs 1 paket jg trm ank nya.mentg2 sdh pny ank drh daging sendri ank tri di bedabeda kan
Ocha Holidah
bagus,walaupun pas ditengH2 cerita nya membosankan,tetap semangat
Sus Susyla
zaskia cuma pura2 stres..biar dot hamzah
Sus Susyla
tokoh ya sangat bodohhhhhhh...mau ngalah mulu
Sus Susyla
suami idaman dokter hamzah
Sus Susyla
omongan y terlalu lebay..mnrt saya👏👏👏👏
Sus Susyla
kalo hidup di madu..emang selalu ada kebohobgan dan bohong y
Sus Susyla
gitu aja bingung..lebih baik jujur ndreee
Sus Susyla
suka aja lah perjodohan tp tidak saling mneyakiti...lanjut
Sus Susyla
rendi y dah tidak kuliah..tp dh lulus kale
Nuranie Bageur
terimakasih bay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!