Ardi Wijaya.
seorang mahasiswa siswa kedokteran berusia 20 tahun. pria tampan. yang memiliki tinggi tubuh 175 cm. kulit putih dan berhitung mancung. pintar dan juga Soleh harus patah hati ketika gadis yang di cintai nya menerima lamaran dari bosnya.
ia juga harus menerima di jodohkan dengan adik dari gadis tersebut. yang bernama Aisah. seorang gadis yang cerdas dan juga ceria. apa kah Aisah bisa mengantikan posisi kakaknya di hati pria tampan itu?
bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lilik Bunda Abib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25
walaupun hati ini tidak berhalaman.
namun aku ingin kau menuliskan cerita cinta di hati ku. suatu saat nanti di saat aku tua, aku akan menceritakan kisah cinta kita bersama dengan anak-anak dan cucu-cucu kita kelak.
~Aisah~
******
"video call dari siapa?"
tanya Erika saat ia mulai mencacarkan pantatnya di kursi tempat duduk nya.
ia memandang sahabat nya itu. dan tersenyum dengan begitu bahagia. " bang Ardi vc ica" ucap nya kemudian.
membuat wajah kedua gadis itu tampak tidak percaya.
"yang benar ca?" tanya Derlin
Aisah mengangukan kepalanya. " bang Ardi juga kirim kan Ica uang jajan". imbuhnya
"berapa ca?"
tanya Derlin yang tampak begitu antusias.
"dua juta". jawab Aisah.
"2 juta ca? uang jajan kita kesekolah aja 20.000 udah masuk bensin". imbuh deelin
iya, apa Ica kasih tau bang bardi ya. kalau kiriman nya kebanyakan ucap Aisah
"jangan ca, jangan ajarin calon laki pelit " ujar Erika.
"sa,. ke mall yuk. terakhir kami makan". ucap Derlin penuh harap.
"siiipp kalian akan Ica traktir apa aja. tapi jangan baju, sepatu tas ya. bisa tergai Ica nanti." ucapnya. membuat ke dua sahabat nya itu tertawa.
"kok bisa" tanya Erika
"kata bang Ardi dia disana kuliah sambil praktek jadi ada gajinya. tiap bulan dia bakalan kirim kan Ica duit jajan " ucapnya dengan nada yang begitu riang
"biasanya setiap cowok yang dekat dengan kita , mereka pasti memanfaatkan kita yang masih lugu. agar mau ngasih semuanya sama mereka. dan setelah mendapat kan semuanya mereka akan pergi ninggalin kita. tapi bang Ardi dia berusaha untuk menjaga agar tidak melakukan hal tersebut. dia terlihat begitu cinta sama kamu ca. " imbuh Derlin
sepakat Jawab Erika.
Aisah mendengar kan apa yang di sampaikan para sahabatnya. dan dia mengakui akan kebenaran itu.
ca, aku kirain tipe cowok macam bang Ardi cuma ada di novel. aku gak nyangka, di dunia nyata ternya ada. dia begitu sempurna ca. dia so sweet" ucap derlin.
"jangan terlalu memuji calon suami orang lain."
ucap Erika. yang membuat derlin diam seketika.
derlin diam seketika dan kemudian kembali berbica. "ca, kalau masih ada yang seperti bang ardi. aku apesan satu ya" ucapnya kemudian.
"lu kirain kita di warteg" omel Erika kemudian.q
mereka menghentikan pembicaraan nya ketika guru bidang studi sudah berdiri di depan.
*******
Ardi melihat ponsel nya berdering. ia memandang layar ponsel tersebut. Doni memanggil. ia menempelkan benda pipih itu di telinga.
"hallo"
"hai bro apa kabar ?
begitu mendengar suara sahabatnya itu sudah membuat ia tertawa.
"baik" kemudian jawab nya.
"gimana lu di sana?"
"betah gak?"
ucap Doni dari seberang sana. yang terdengar sangat bersemangat.
"aku baik-baik aja di sini. di sini betah-betah aja. cuman gak tahan melawan rindu" ucapnya yang terdengar seperti orang yang lagi kasmaran
"rindu dengan siapa? " tanya Doni.
baru pertama kali ia mendengar sahabnya itu mengatakan merindukan seseorang. pikirnya sudah pasti rindu akan keluarga.
Ardi Tersenyum tipis ia kemudian membasahi bibirnya yang mendadak terasa kering. ia kemudian menjilati bibir nya sendiri.
"calon istri" jawabnya.
sontak Doni tersedak air ludahnya sendiri. apa dia tidak salah dengarkan?
pikirnya.
"siapa?"
tanyanya kembali.
"calon istri"
jawab Ardi.
"Aisah"
Doni mencoba memastikan.
Ardi mengangukan Kepala nya.
" calon istri aku cuman satu Aisah"
jawab nya.
"lu sudah jumpa Aisah?"
tanya Doni tidak percaya.
Ardi mengangukan kepalanya.
"sudah" jawabnya kemudian"
"kapan ?"
tanya Doni yang tidak sabar menunggu jawaban dari sahabnya itu. ia tidak tau kalau sahabatnya itu menemui Aisah.
"waktu mau berangkat ke Amerika "
jawab Ardi.
"terus ngapain aja waktu ketemu?
gimana Aisah sekarang?"
tanya doni.
" cantik . terus jalan, makan" jawab Ardi.
"gitu aja?
lu cium dia gak, sebelum berpisah?
tapi gue yakin lu gak mungkin cium dia kan.
pasti Aisah yang cium lu duluan kan?" mengingat bagaimana sikap gadis itu saat masih kecil.
mendengar perkataan Doni. Ardi langsung tersedak dengan air ludahnya sendiri.
bagaimana mana mungkin sahabnya bisa membaca sampai sejauh itu. pikir nya.
Ardi tidak mampu untuk menjawab pertanyaan sahabnya itu.
" aku lagi praktek cepat bilang, perlu apa? "
ucapnya kemudian untuk mengahlikan pertanyaan Doni.
Doni tertawa geli di sebrang sana. membuat Ardi sangat geram. kalau lah dekat sudah didaratkanya tendangan di kaki sahabnya nya itu. biar jalannya gak lurus. pikirnya.
"mau di matikan?"
tanya Ardi kembali.
"gue gak sabar melihat akhir kisah cinta kalian saat di pelaminan. siapa yang buka baju duluan." ucap Doni mengejak.
"aku matikan?"
ancam Ardi.
"jangan Bro. kapan lu pulang ke Indonesia?"
tanya doni
" belum tau seperti nya aku tidak kembali ke Indonesia dalam waktu dekat ini. aku di sini bekerja di rumah sakit milik teman ku. dan aku tidak mungkin meminta cuti padahal aku baru mulai bekerja. " ucap Ardi
"oh begitu" ucap Doni.
"ada apa?
apa kamu jadi menikah dengan Sarah?
" iya jadi " jawab Doni
"kapan?"
tanya Ardi
" aku belum tentu kan tanggal nya. rencananya kami mau membuat acara pernikahan kami di saat lu pulang ke Indonesia. " ucap Doni.
Ardi mengusap wajahnya dengan kasar.
" maaf ya" ucapnya kemudian.
Doni tertawa. "iya gak apa. aku ngerti kok". ucap pria tersebut.
"calon bini lu bakal gue undang. anggap aja sebagai penganti "ucap Doni.
Ardi diam. " gak usah, entar otaknya kalian cuci. " ucap nya kemudian.
ana membuka ruangan tersebut.
" dokter Ardi, apa kau mau makan malam bersama ku?"
ucap ana yang berdiri di ambang pintu tanpa masuk ke dalam.
Ardi Tersenyum kecil. kemudian ia mengangguk kan kepala.
" boleh" jawabnya.
"aku akan menunggu mu setelah selesai praktek, bay. " ucap ana kemudian menutup pintu dan pergi.
"siap? tanya Doni
" ana, teman aku satu kampus dan juga dokter di sini. ucapnya kemudian.
"tolong sampaikan maaf ku kepada sarah dan salam untuk semua nya" ucap Ardi.
" iya, akan aku sampaikan. jangan sampai kau hiyanati Aisah" terdegar nada ancaman dari Doni.
" apa kau masih belum kenal sifat ku?"
tanya ardi
"dokter Ardi, antrian pasien sudah mulai."
ucap seorang perawat yang berdiri di dekat meja nya.
"baiklah, pangil urutan pertama." jawab nya
semenjak ia menjadi dokter di rumah sakit tersebut. pasien nya cukup ramai terutama yang perempuan.
namanya sudah sangat di kenal di rumah sakit tersebut.
" Don, maaf ya aku sudah ada pasien" ucap Ardi.
" eh tunggu, jangan di tutup dulu.
pasti lu gak ada nelpon Aisah kan?"
tanya Doni
"ada beberapa bulan yang lalu. gak tega aku lihat nya nagis kalau aku nelpon dia". ucap Ardi. pria itu cukup jujur dengan perasaan nya.
like,komen dan vote nya jangan lupa ya reader. terimakasih atas dukungan nya.
😊😊🙏🙏