Daniella Liontin B.A.Y , terlahir nama seperti itu dan dia tidak tahu arti dari BAY itu , ia dirawat oleh pengasuh ibunya bernama Aisyah dan Parta , sementara ibunya Ella meninggal tak berselang lama setelah bertemu dengan pengasuhnya itu, keduanya sudah dianggap nenek dan engkongnya sendiri.
Engkong Parta meninggal saat Ella masih kecil.
hingga Nenek Aisyah meninggal ia diberi wasiat nenek Aisyah suruh mengambil liontin yg berada di tas milik nenek yg disimpannya di lemari . Di tas tersebut ia juga menemukan kartu nama dan ponsel jadul , dan Ella juga diminta untu mencari orang bernama Budiman sesuai kartu nama yg ditemukan, Fakta mengatakan Budiman adalah seorang pengacara saat diketahui lewat kartu nama di tas nenek Aisyah. namun semuanya buntu , karena nomor ponsel dan alamat yg tertera tidak dapat menemukan orang yg dicarinya . hingga Ella menelpon orang yg sering dihubungi lewat ponsel itu , sedikit demi sedikit terkuak .
dgn kemampuannya meretas , Ella pun mencari tahu semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedikit Demi sedikit Terkuak
" Shel....hanya lo yg tahu gue itu siapa Shel dan sekarang lo juga memang harus gue kasih tahu...kacamata ini sebenarnya menutupi warna bola mata gue , karena salah satu bola mata gue warnanya berbeda kalau di perhatikan yg satu ada warna biru , kalau sekilas sih mungkin ngga beda..... "
Kemudian Ella membuka kacamatanya yg sedikit gelap , dan meminta Dina untuk memperhatikan.
" Iya La ...ada perbedaan..yg satu agak biru , yg satu hitam ....." Kata Sheila yg memperhatikan perbedaan warna mata Ella
" itulah kesamaan antara gue dan ibu gue ..." Ella mengatakan kesamaannya dengan ibunya itu , kemudian Ella mencoba mengingat pesan nenek Aisyah waktu itu.
Ella kemudian mengenang perkataan nenek Aisyah . Semenjak kakeknya meninggal dan menyarankan berpenampilan seperti yg nenek Aisyah inginkan .
" Dulu ibu gue sakitnya bukan sakit akibat dari ngelahirin gue . Ibu gue dibunuh secara perlahan dengan diberi obat , entah racun atau apa . Dulu dirumah sakit pada saat ibu ngelahirin gue . Ibu berhasil kabur ketempat nenek Aisyah , untuk nitipin gue . Nenek Aisyah mencoba mengorek keterangan dari ibu sebelum meninggal . Ibu hanya bilang , sepertinya orang salah sasaran gara gara warna mata yg sama persis . Ibu meminta nenek untuk menutupi mata ini pakai kacamata . Agar gue tidak buat sasaran "
Sheila mendengarkan cerita dari Ella sampai meneteskan air mata.
" Makanya gue seneng begini . Sambil menyelidiki tentang ibu . Tekad gue adalah menemukan orang yg membunuh ibu gue serta ayah gue "
Sheila memeluk Ella dengan erat dari sampingnya "maafin gue"bisik Sheila ke Ella, dan di angguk i oleh Ella.
" Gue nerima Alex karena gue mau menyelidiki sesuatu yg berkaitan dengan Alex...!"
" Hah , maksudnya ...?" Sheila kaget dengan pernyataan dari Ella barusan . Sheila masih bingung dengan apa yg dikatakan Ella.
" Ada yg gue selidiki dari orang yg berkaitan dengan Alex . Kalau untuk perasaan gue ke Alex , gue belum yakin akan hal itu . Gue udah peringatkan dia untuk tidak macam macam , lo tahu siapa gue Shel...." Ucap Ella kepada Sheila yg tampak masih mendengarkan Ella.
Sheila sedikit paham akan hal itu . Sheila sebenarnya masih ingin tahu lebih jauh , akan tetapi Sheila tahu Ella tidak mungkin untuk memberitahukan secara detail
******
Hari hari dilalui oleh Ella dengan masih berpenampilan seperti biasanya . Kebersamaan dengan Alex semakin lama semakin dekat dan hampir selalu bersama . Hanya ketika ada yg orang lain kenal , mereka akan tampak bukan pacaran tapi seperti teman akrab . Panggilan pun tidak diubah oleh Ella "sudah kebiasaan , jadi susah," itu alasan Ella.
Ella sering ke kontrakan tempat Alex juga , namun hanya sebatas main dan tidak lebih . Begitupun jika berdua Ella masih begitu menjaga jarak . Ella hanya memperbolehkan berpegangan tangan tidak lebih. Dan Ella tidak mau bertanya lebih akan keluarga Alex, biar Alex sendiri yg cerita . Alex mengaku jika dia bekerja di Alexander Grup sambil kuliah. Dan Ella pun juga bilang dia bekerja di Anderson Corp , sebagai staf biasa sambil kuliah. Namun Ella tahu siapa Alex sebenarnya . Ada yg janggal dari yg ia selidiki tentang keluarga Alex . Ada orang yg seakan akan menutupinya keluarganya dengan detail dan baik.
Ketika di kantor perusahaannya Ella datang keruangan Alden untuk menanyakan sesuatu.
" Kak bagaimana perkembangan dengan perusahaan PT.WPI (Wardoyo Pertambangan Indoraya ) saat ini ....?" Ella yg baru datang ke ruangan Alden kemudian duduk didepannya.
" Belum ada perkembangan La , seakan mereka memainkan dari dalam . Dan sementara ini Tomi yg di tugaskan disana . Om Jatmiko sekarang lebih banyak berhubung dengannya..... " Kemudian Alden menjelaskan secara detail tentang perusahaan itu . Berbagai kemungkinan tentang kasus di perusahaan itu.
Alden dilarang oleh Ella untuk memanggilnya nona . Ella khawatir nantinya banyak orang yg tahu . Cukup keluarganya saja dan itupun disetujui oleh paman Leon.
Saat ini Ella sudah banyak memegang kendali di Anderson Corp. Ella tidak mau terlihat begitu menonjolkan diri . Hanya Alden dan sekertaris yg tahu jika Ella adalah Presdir mereka . Walaupun belum secara resmi , karena masih atas nama Brian Anderson ayah Ella dalam kepemimpinan.
" Kak , kalau dari Alexander Grup bagaimana.... ? " Ella mencoba mengorek keterangan yg lebih jauh dari kepemimpinan di Alexander Grup.
" Saat ini masih dikendalikan oleh Adrian orang kepercayaan om Leon. Alex belum mau terlihat dalam kepemimpinannya . Padahal dia yg harusnya berhak atas kepemimpinan itu . Kata om Leon Alex masih mempunyai misi dalam keluarganya . Entah apa saya juga kurang paham . Mungkin om Leon banyak lebih tahu..." Alden menerangkan tentang perusahaan Alexander Grup saat ini.
" Baiklah nanti kalau ada waktu , saya akan berkunjung ke tempat om Leon..." Ella mencoba untuk memahami keterangan dari Alden.
" Om Leon juga sudah tidak bisa apa apa saat ini , yg akhirnya harus Adrian yg turun tangan..." Kata Alden membuat Ella mengernyitkan dahinya, karena setahu Ella, om Leon masih segar bugar. "Atau mungkin Alden tidak tahu akan hal itu" batin Ella menanggapi ucapan Alden , " atau om Leon juga punya mise sendiri..? " batin Ella mencoba memikirkan tujuan dari om Leon berbuat seperti itu.
" Baiklah , semoga kedepannya kita bisa tetap bekerja sama dengan mereka sebaik mungkin . Tolong kak Alden kalau ada masalah nanti info ke Ella , dan Ella pamit dulu kak , mau ke kampus dulu ...." Kata Ella dan berpamitan kepada Alden untuk ke kampus . Setiap kali Ella keluar masuk dilantai Presdir banyak orang memandang curiga terhadap Ella. Ella tidak perduli dengan hal itu . Ella memilih diam daripada menanggapinya.
*****
Sementara di pulau S sebuah perusahaan besar yg bergerak di bidang pertambangan . Fua orang sedang berdiskusi tentang rencana kedepannya. Tepatnya Emirates Syah Alam grup . Perusahaan terbesar dalam pertambangan saat ini . Sang pemilik adalah Amir Syah Alam.
Tuan Amir adalah seorang yg sangat jeli dan teliti dalam berbisnis . Tuan Amir sangat berambisi menguasai seluruh pertambangan yg ada di negara I ini . Selain itu dia mempunyai orang kepercayaan bernama Simon , ahli dalam bidang IT dan teknologi.
Simon adalah seorang hacker handal . Simon masih penasaran dengan orang yg bisa membobol data dirinya . Walaupun hanya sekedar lewat saja dan keluar lagi , akun itu adalah "violet " . Violet sering keluar masuk ke data dirinya
" Bagaimana Simon ? , apakah sudah ketemu pemilik dari Wardoyo Pertambangan Indoraya grup saat ini ? . Saya rasa sudah lebih dari 15 tahun tanpa kepemilikan perusahaan itu.... " Tuan Amir bertanya kepada Simon asistennya itu.
" Saya sudah lacak tuan . WPI sudah saya cek bahkan hubungan antara ada atau tidaknya dengan perusahaan Anderson . Hal itu tidak bisa dilacak . Hanya beberapa waktu lalu , perusahaan itu dikendalikan oleh seorang yg bekerja di sana . Namun setelah itu , kini ada orang lain lagi yg menjadi CEO di Wardoyo grup , dan tidak ada kaitannya dengan Anderson.... " Simon menjelaskan secara detail tentang perusahaan Wardoyo grup kepada tuan Amir.
" Apakah ini jebakan yg dibuat..... ? " Tanya Amir ke Simon , dalam pikirnya bahwa ada kaitannya antara Anderson dan Wardoyo itu.
" Saya rasa tidak tuan , karena perusahaan kini lebih detail dan teliti dalam penyimpanan data dan dijaga dengan ketat . Walaupun kalau misal kita bobol masih bisa , tapi sayangnya menyisakan jejak . Ini yg membuat kita kesulitan untuk masuk.... " Kata Simon menjelaskan , sambil meng otak atik laptop didepannya.
" Baiklah , mungkin harus sabar lagi , jangan sampai mereka ada kaitannya dengan Anderson Corp , karena Anderson sendiri orang yg kecil hati dan kejam dan orang tidak akan berani mengusiknya , itu belum seberapa , dibanding dengan keluarga besarnya Abraham , yg lebih dari itu...."
" Baik tuan , saya akan hati hati ....." Kata Simon mengiyakan keinginan dari Tuan Amir.
.
.
.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Surprise banget😄