NovelToon NovelToon
Takdir Dari Bayangan

Takdir Dari Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Epik Petualangan / Anak Genius
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author: J. F. Noctara

Arkan Noctis memasuki Akademi Duskveil, tempat para penyihir muda dilatih dalam tiga kekuatan utama: alam, cahaya, dan malam. Namun berbeda dari murid lain, Arkan datang membawa satu tujuan—mengungkap kebenaran tentang keluarganya yang selama ini dianggap sebagai simbol kegelapan dan kehancuran.
Pencariannya membawanya pada sebuah ritual kuno yang hanya bisa dilakukan dengan menyatukan ketiga jenis sihir.
bagaimana cara arkan menyatukan ketiga jenis sihir itu?? dan apa kebenaran dari keluarga noctis?? Ayoo mulai baca Takdir dari Bayangan!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon J. F. Noctara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9 : Bayangan dari Balik Segel

...****************...

Menara Astral berguncang.

Debu jatuh dari langit-langit yang retak, sementara cahaya dari lingkaran sihir di lantai berkedip liar seperti jantung yang berdetak terlalu cepat.

Di tengah ruangan, gerbang yang baru saja terbuka bergetar tidak stabil.

Retakan cahaya itu semakin melebar.

Dan dari balik celahnya—

Kegelapan bergerak.

Bukan sekadar bayangan.

Sesuatu yang hidup.

Leyna mundur satu langkah, napasnya mulai tidak teratur.

“A-arkan… itu bukan bagian dari ritual, kan?”

Arkan tidak menjawab.

Matanya tertuju lurus pada gerbang itu.

Ia bisa merasakan sesuatu dari balik sana.

Energi yang dingin.

Kuno.

Dan penuh kebencian.

Solan menatap rune di lantai dengan cepat.

“Rune-nya tidak stabil! Energi kita tadi membuka segelnya terlalu jauh!”

Penjaga gerbang yang berdiri di tengah lingkaran sihir tiba-tiba mengangkat kepalanya.

Matanya yang redup kini menyala lebih terang.

“Tidak…”

Suaranya terdengar berat.

“Bukan kalian yang membukanya.”

Arkan mengerutkan kening.

“Maksudmu?”

Penjaga menatap gerbang dengan ekspresi yang jarang terlihat pada makhluk setua dirinya.

Khawatir.

“Segel ini telah melemah… sejak lama.”

Tiba-tiba—

Sebuah suara gemuruh terdengar dari dalam gerbang.

Seperti sesuatu yang sangat besar menyeret tubuhnya melalui kegelapan.

Lalu dua titik merah muncul.

Mata.

Leyna menelan ludah.

“Itu… melihat kita.”

Solan perlahan mundur.

“Penjaga… apa yang ada di balik sana?”

Penjaga menjawab dengan pelan.

“Pemburu Bayangan.”

Udara di dalam menara langsung terasa lebih dingin.

Seolah-olah semua cahaya di ruangan itu mulai ditelan oleh sesuatu yang tidak terlihat.

Dan kemudian—

Sebuah tangan muncul dari gerbang.

Hitam pekat.

Lebih gelap dari bayangan mana pun di ruangan itu.

Cakar panjangnya menggores udara saat perlahan meraih keluar.

BOOM!

Tangan itu menghantam lantai batu menara.

Retakan menjalar di sekitar lingkaran sihir.

Leyna berteriak kaget.

“ITU KELUAR!”

Solan segera mengangkat tangannya.

Cahaya emas menyebar dari telapak tangannya, membentuk perisai terang di depan mereka.

Namun saat tangan bayangan itu bergerak—

Perisai Solan retak seperti kaca.

CRACK.

Solan membelalakkan mata.

“Mustahil…”

Leyna mencoba membantu.

Ia menekan tangannya ke lantai.

Akar tanaman muncul dari celah batu dan melilit tangan bayangan itu.

Namun akar-akar itu langsung menghitam… lalu hancur seperti abu.

Makhluk itu perlahan menarik tubuhnya keluar dari gerbang.

Kini mereka bisa melihat bentuknya.

Tubuh besar yang tersusun dari kabut gelap.

Dua mata merah menyala di tengah wajah tanpa bentuk.

Mulutnya terbuka lebar, memperlihatkan barisan bayangan tajam seperti taring.

Makhluk itu mengeluarkan suara rendah yang membuat seluruh menara bergetar.

Penjaga gerbang berteriak,

“JANGAN BIARKAN DIA SEPENUHNYA KELUAR!”

Leyna mundur sampai punggungnya hampir menyentuh dinding.

“Apa yang harus kita lakukan?!”

Solan mencoba mempertahankan cahaya sihirnya, tetapi tangannya mulai gemetar.

Makhluk itu menatap mereka bertiga.

Namun tatapannya akhirnya berhenti pada satu orang.

Arkan.

Makhluk itu mengeluarkan suara yang aneh.

Seperti tawa yang rusak.

“Darah… Noctis…”

Arkan merasakan sesuatu dalam dirinya bergerak.

Seolah-olah kata itu membangunkan sesuatu yang telah lama tertidur.

Penjaga gerbang tiba-tiba menoleh padanya.

“Arkan!”

Arkan tetap diam.

Matanya tidak lepas dari makhluk itu.

Penjaga berkata dengan suara tegas.

“Darah keluargamu adalah kunci untuk mengendalikan bayangan!”

Leyna menatap Arkan dengan panik.

“Arkan lakukan sesuatu!”

Makhluk itu melangkah keluar satu langkah lagi.

Gerbang di belakangnya bergetar hebat.

Jika ia keluar sepenuhnya—

Segel itu akan hancur.

Makhluk itu mengangkat cakarnya tinggi.

Menyerang.

Solan mencoba memanggil cahaya lagi.

Namun sebelum serangan itu mencapai mereka—

Bayangan di lantai tiba-tiba bergerak.

Bukan bergerak seperti biasanya.

Bayangan itu… bangkit.

Dari kaki Arkan.

Dinding bayangan menjulang naik seperti gelombang hitam.

Cakar makhluk itu menghantam bayangan itu—

BOOM!

Energi benturan mengguncang seluruh menara.

Leyna membelalakkan mata.

“Arkan…?”

Arkan berdiri di tengah lingkaran.

Namun sekarang sesuatu berbeda.

Bayangan di sekitar tubuhnya bergerak seperti makhluk hidup.

Jubahnya berkibar meskipun tidak ada angin.

Matanya yang gelap kini bersinar redup.

Seperti malam yang penuh bintang.

Suara Arkan terdengar lebih dalam dari biasanya.

Tenang.

Namun penuh kekuatan.

“Cukup.”

Makhluk bayangan itu berhenti bergerak.

Seolah-olah mendengar perintah.

Penjaga gerbang menatap Arkan dengan takjub.

“Jadi… kekuatan itu akhirnya bangkit.”

Arkan mengangkat tangannya perlahan.

Seluruh bayangan di dalam menara mulai berkumpul di sekelilingnya.

Bayangan dari dinding.

Bayangan dari tangga.

Bayangan dari cahaya rune.

Semuanya mengalir menuju Arkan seperti sungai hitam.

Makhluk dari gerbang itu menggeram.

Ia mencoba menyerang lagi.

Namun sebelum ia sempat bergerak—

Arkan menutup tangannya.

Dan bayangan itu menutup makhluk tersebut dari segala arah.

Seperti ribuan tangan gelap yang mencengkeram tubuhnya.

Makhluk itu meraung keras.

Namun semakin ia melawan—

Semakin kuat bayangan yang menahannya.

Arkan melangkah satu langkah maju.

Matanya menatap lurus makhluk itu.

“Dunia ini… bukan tempatmu.”

Dengan satu gerakan tangan—

Bayangan itu menyeret makhluk tersebut kembali ke gerbang.

Makhluk itu berusaha mencakar keluar.

Namun kekuatan bayangan Arkan jauh lebih kuat.

Penjaga gerbang segera mengangkat tangannya.

“SEKARANG!”

Leyna dan Solan langsung bereaksi.

Energi alam dan cahaya kembali mengalir ke lingkaran sihir.

Rune-rune kuno menyala sangat terang.

Gerbang mulai menutup.

Makhluk itu mengeluarkan raungan terakhir saat tubuhnya terseret kembali ke dalam kegelapan.

Dan akhirnya—

CLASH!

Gerbang itu tertutup.

Seluruh cahaya di ruangan itu langsung meredup.

Keheningan jatuh.

Hanya suara napas mereka yang terdengar.

Leyna menatap Arkan dengan mata lebar.

“Arkan…”

Solan bahkan tidak bisa berkata apa-apa.

Penjaga gerbang memandang Arkan dengan ekspresi yang penuh makna.

“Kekuatan Noctis…”

Ia berkata pelan.

“Penguasa bayangan.”

Tubuh penjaga itu mulai berubah menjadi cahaya.

Namun sebelum menghilang, ia berkata pada Arkan,

“Kau lebih kuat dari yang kau sadari.”

Cahaya itu perlahan menghilang dari ruangan.

Menara Astral kembali sunyi.

Arkan berdiri diam beberapa saat.

Lalu bayangan di sekitarnya perlahan kembali normal.

Matanya kembali seperti semula.

Leyna akhirnya berkata dengan suara pelan,

“Arkan…”

“Sejak kapan kau bisa melakukan itu?”

Arkan menatap tangannya sendiri.

Sejujurnya…

Ia juga tidak tahu.

Namun jauh di dalam dirinya—

Ia bisa merasakan sesuatu.

Kekuatan keluarga Noctis.

Yang baru saja mulai bangkit.

...****************...

1
Palu Hiji
up up upppp!!!!!
Palu Hiji
cerita yang aku sukaaaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!