NovelToon NovelToon
Menikahi Perawan Desa

Menikahi Perawan Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Obsesi / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:25.9k
Nilai: 5
Nama Author: sisile

Raden Syailendra Atmajaya, pria kota dengan kehidupan yang liar, terpaksa menikah dengan Sahara, gadis desa yang cantik dan baik, karena perintah dari kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sisile, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 25

“Asik dong hehe, kalo gitu mending sekarang aja yuk kita pulang, eh kamu ada kelas yah sekarang?”

“Sebenernya sih udah gak ada.”

Raden mencubit ujung hidung Sahara dengan gemas.

“Belajar bohong dari mana kamu…?”

“Tadi kan lagi marah aja ayang.”

“Gimana kalo kita jalan-jalan dulu yuk, beli kado sama beli baju buat persiapan entar pergi ke ultah si Nicho.”

“Setuju.”

Mereka meninggalkan parkiran, sementara Anggel masih mengikuti dari belakang.

Di perjalanan, Sahara melihat gerobak tukang bakso yang menggiurkan.

“Kak, pengen bakso.”

“Kamu pengen bakso?”

Sahara mengangguk. Raden lalu berputar arang menuju tukang bakso yang berada di pinggir jalan yang cukup sepi.

Mereka turun lalu memesan. Beberapa saat kemudian, bakso pesanan mereka dengan asap yang masih mengepul siap disantap.

“Sayang itu pedes gak, kayaknya enak banget coba  dong, suapin!”

Sahara menyuapi bakso ke dalam mulut Raden.

“Enak juga ya.”

“Enak baksonya, apa enak disuapinnya?”

“Enak makan bakso disuapin sama kamu.”

Mereka terkekeh bersama.

“Kak, nyoba juga dong disuapin.”

Raden meniup bakso yang panas lalu memberikannya kepada Sahara.

“Iya ya, lebih enak disuapin, hehe.”

Raden tersenyum lalu mengelus rambut Sahara dengan penuh kasih sayang.

Dari kejauhan Angel yang mengikuti Sahara dan Raden tampak cemberut.

"Sebel banget deh ngeliat mereka mesra mesraan.”

Selesai makan, Raden dan Sahara meninggalkan tempat itu lalu pergi ke sebuah mall.

Mereka mengunjungi toko pakaian. Sahara diminta untuk mencoba banyak dress oleh Raden. Raden membelikan Sahara baju, dress,sepatu,tas sampai produk make up.

Keluar dari toko, Raden membawakan hampir semua paperbag yang berisi  barang belanjaan untuk Sahara. Sementara Sahara hanya menenteng paperbag kecil. Ia benar-benar memberlakukan Sahara bak seorang ratu.

Selesai berbelanja,  mereka memutuskan untuk makan ke tempat makan siap saji. Sepanjang aktivitas mereka, Angel masih setia menjadi menguntit dengan penuh rasa kesal dan cemburu di hatinya melihat kemesraan Raden dan Sahara. Apalagi disaat Raden menyuapi Sahara makan es krim dan tak sengaja es krim itu mengenai sudut bibir Sahara, Raden yang melihatnya langsung sigap mengelap dengan lembut dan penuh cinta.

“Kok bisa ya si Raden bersikap lembut pada Sahara, bahkan dia mau membawa semua belanjaan, apa sih lebihnya perempuan itu, apa karena dia masih ABG, jadi dia memperlakukannya dengan manja?"

Tak tahan lagi untuk berlama-lama, Angel pun segera pergi karena dia sudah lelah melihat kemesraan dua insan yang tengah bucin tersebut.

***

Malam minggu tiba, Sahara dan Raden akan pergi ke pesta ulang tahun Nicho malam ini. Namun sebelum mereka berangkat, Raden sengaja memanggil sepupu yaitu Kendal yang merupakan seorang make up artis untuk datang ke rumahnya mendandani Sahara.

Raden yang sudah rapi dengan celana jeans panjang dipadukan dengan jaket kulit berwarna senada dengan dalaman putih membuka pintu menyambut tamunya malam ini. Aura badboy yang ada pada dirinya seketika keluar malam itu.

“Halo Raden Syailendra Atmajaya sepupu I yang sangat tampan melebihi Zayn malik, sudah lama kita tidak bertemu,” sapa Kendal dengan gaya khas nya yang terkesan gemulai.

Kendal adalah make up artis profesional yang sangat terkenal di kalangan para artis karena keterampilan yang tidak perlu diragukan lagi.

Bisa dibilang kendal sebenarnya adalah seorang pria. Namun karena ia mempunyai sedikit kelainan, sehingga dirinya berpenampilan seperti wanita.

“Hai kendal, lo makin cantik aja. Bini gue ada di kamar tuh.”

Raden lalu mengajak kendal untuk masuk ke dalam.

“Kamu dandanin Sahara yang cantik ya, kita mau ke pesta malam ini.”

“Baiklah Raden, I akan menyulap istri you yang cantik ini menjadi lebih cantik lagi.”

Beberapa menit kemudian, akhirnya Kendal selesai mendandani Sahara.

“Udah selesai Ken?” tanya Raden yang menunggu di ruang tv.

“Tentunya sudah dong, you tidak perlu khawatir karena I telah merubah istri you menjadi seorang bidadari.”

“Bisa aja lo Farhan.”

Mendengar nama aslinya disebut, membuat Kendal seketika marah.

“Heii, nama I Kendal lah, bukan Farhan!! You seenak jidat ya ngerubah nama I, you gak tau papi sama mami I udah capek-capek motong sepuluh ekor kambing buat ngasih nama I?”

“Haha, banyak amat sih Farhan, satu kan cukup.”

Raden semakin semangat untuk mengejek sepupunya yang lima tahun lebih tua darinya.

“Heii,”

Kendal menarik nafas dalam kemudian menghembus nya keluar secara perlahan dengan masih bergaya gemulai.

“ I capek kalo debat sama you. Mending I diam aja.”

“Haha, santai aja kali Farhan. Ya udah, uangnya udah gue transfer ya ke rekening lo.”

“Lain kali I gak mau datang lagi kalo you suruh. I capek-capek ke sini you malah ledek I. Dan ingat nama I itu Kendal, bukan Farhan! BYE…!!!”

Kendal langsung berlalu dari Rumah Raden. Raden geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol sepupunya si Kendal alias Farhan.

“Farha…Farhan…ada-ada aja kelakuan lo.”

Setelah menutup pintu, Raden pun segera menuju ke kamar.

“Sayang udah siap kan dandan nya?” Raden membuka pintu kamar.”

“Iya kak,” Sahara yang berada di depan meja rias langsung menoleh ke arah Raden, yang membuat pria itu tidak bisa menahan decak kagumnya.

Sahara mengenakan dress simpel berwarna krem dengan hiasan manik-manik yang membuat gaun tersebut terlihat elegan. Make up tipis nan flawnes sangat cocok dengan kecantikannya yang terbilang alami. Sahara memilih heels yang tidak terlalu tinggi supaya ia tidak kesusahan berjalan. Jujur saja, Sahara tidak terlalu mahir mengenakan high heels. Cantik nan sederhana, itulah yang

menggambarkan Sahara. Bahkan Kendal yang mendandani nya tidak henti-hentinya memuji kecantikan yang dimiliki nya.

“Wah…sayang, kamu cantik banget, dress nya cocok banget sama kulit kamu.”

Sahara tersipu mendengar pujian dari suaminya, “Oh ya? Ini pilihan kak Kendal.”

“Iya, aku jadi pangling. Gak sia-sia aku memanggil Kendal ke sini.”

“Ah, kakak bisa aja.”

“Hehe, aku serius sayang, boleh gak kamu pake masker aja?”

“Kok pake masker sih kak?” heran Sahara.

“Iya, soalnya aku gak mau kalo lelaki lain ikut pangling liat kecantikan kamu.”

“Ih…kakak bisa aja gombal nya,” Sahara semakin merona.

“Gak gombal sayang, aku serius. Rasanya tuh aku gak jadi pengen ke ultahnya Nicho dan pengen ngurung kamu di rumah aja.”

“Ya udah, kita gak jadi pergi aja.”

“Kamu serius?”

“Hehe, becanda kak. Nicho kan sahabat kakak, masa kita gak hadir di hari spesial nya.”

“Kirain beneran, aku udah seneng nih biar bisa meluk kamu sepanjang malam.”

“Meluknya nanti aja kalo udah pulang.”

“Siap sayang, yuk kita berangkat sekarang biar nanti cepat pulang.”

Raden dan Sahara tiba di klub tempat Nicho mengadakan pesta. Dengan langkah yakin, mereka masuk ke dalam dan menghampiri Nicho yang tengah asik mengobrol dengan Yang lainnya. Angel juga tampak ada di sana.

“Selamat ulang tahun ya bro,” ucap Raden memeluk Nicho dengan gaya khas lelaki.

“Thanks bro! gue pikir lo gak bakal dateng

gara-gara udah gak pernah nongol lagi di sini.”

“Ya gak mungkin lah, lo kan sahabat gue.”

Nicho lalu melirik ke arah Sahara.

“Selamat ulang tahun ya kak Nicho,” ucap Sahara tersenyum.

“Iya, makasih ya Ra!”

Lalu Nicho berbisik di telinga Raden, “Buset, cakep amat bini lo, aura bocil nya langsung ilang kalo dandan kayak gitu.”

“Sialan lo ngatain bini gue bocil,” balas Raden.

“Kan emang bener masih bocil, haha.”

“Kalian ngomongin apa?” tanya Sahara yang penasaran.

“Hehe, gak ada kok Ra.”

Setelah menemui Nicho, Raden dan Sahara menepi untuk mengambil tempat di pojok klub.

“Kak Raden suka pergi ke tempat kayak gini ya?” Sahara menatap suami yang duduk di sebelahnya.

“Hampir tiap malem malah, kadang juga suka nginep.”

Raut wajah Sahara seketika berubah mendengar pengakuan dari Raden.

“Tapi kamu tenang aja, itu dulu kok sebelum kita nikah. Kalo sekarang dari pada main ke klub mending di rumah bobo sama kamu.”

“Lagian ngapain pergi ke tempat kaya gini? aku gak suka ceweknya pada pake baju kurang bahan semua, mata aku sakit liatnya.”

“Tapi kan bikin seger kalo diliat.”

Satu cubitan dari Sahara langsung mendarat di pinggang Raden yang membuat empunya mengaduh kesakitan.

“Aduh sayang, sakit…!!! Udah pinter nyubit ya kamu sekarang.”

Sementara itu, Angel terlihat tengah mengobrol bersama seorang laki-laki bernama Alex, yang terkenal begitu playboy dan hobi mempermainkan wanita. Di kalangan anak muda ibu kota, Raden dan Alex terkenal sama-sama buaya dan tidak ada bedanya.

“Lex, lo liat gak cewek yang lagi sama Raden?”

“Iya gue liat, cantik,” jawab Alex kemudian meneguk gelas berisi alkohol yang ada di tangannya.

“Lo tau gak dia umurnya masih 17 tahun, dia itu dari kampung, jadi masih fresh.”

“Serius lo, si Raden pinter juga nyari barang bagus.”

Alex berfikir bahwa Sahara akan menjadi sasaran empuknya kali ini.

BERSAMBUNG…

1
Desvita
author lanjut trus thor
valentinee: Stay terus ya bun🫶🏻🫶🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!