NovelToon NovelToon
TIRAKAT

TIRAKAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: DENI TINT

Novel ini berdasarkan kisah nyata.

Nama tokoh, nama tempat, atau nama daerah sudah diganti demi menjaga kerahasiaan identitas asli.

Apabila terdapat kesamaan nama tokoh, tempat, laku tirakat tertentu, profesi tertentu, atau latar daerah tertentu dengan para pembaca semua, mohon dimaklumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DENI TINT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

"DARAHMU WANGI"

Sejenak aku pun memandangi kakek tua itu. Namun ada yang aneh, dia berdiri tepat di tengah jalanan pasar yang cukup ramai. Tapi orang-orang yang berlalu lalang di dekatnya seperti tak melihatnya. Bahkan tak ada satupun di antara mereka yang menyapa atau menegurnya. Dan kakek tua itu hanya menatapku.

Aku memalingkan wajah, kembali aku bicara dengan Bu Inah saat ia sebut total harga belanjaanku.

"Semua jadi tiga puluh ribu Nis... Ini belanjaanmu..." ucap Bu Inah sambil memberikan kantong kresek berisi semua sayuran belanjaanku. Aku pun mengambil dompet dan memberikan uang pada Bu Inah.

"Makasih ya Bu..." ucapku. Dan Bu Inah tersenyum. Lalu ia kembali melayani pembeli lain yang datang.

Ketika aku berjalan hendak pulang, aku tuntun sepedaku karena masih dalam area pasar yang cukup ramai itu, merasa seperti sedang diikuti.

Dan aku menoleh ke belakang, ternyata benar, kakek itu berjalan pelan mengikutiku dari jarak yang tak terlalu jauh.

Aku coba acuhkan saja sambil terus berjalan. Namun perasaanku tak bisa dibohongi. Aku merasa aneh dengan kakek tua itu.

Aku menoleh ke belakang lagi dan ia masih mengikutiku. Dengan tatapan matanya yang tak berpaling dariku. Aku coba berjalan agak lebih cepat ketika hampir sampai di ujung jalanan pasar.

Ketika aku mencoba beranikan diri untuk bertanya pada kakek tua itu, aku menoleh ke belakang, tapi, sosok kakek tua menghilang... Dia sudah tidak ada di belakangku...

Aku memastikan dengan memperhatikan sekitar. Dan aku merasa lega. Karena kakek tua itu tak lagi mengikutiku. Aku tak kenal siapa dia. Bahkan aku baru pertama kali melihatnya. Aku sempat khawatir dia ada niat jahat padaku.

Aku segera naik sepeda dan mengayuhnya agak sedikit cepat. Khawatir jika dia ternyata mengikutiku lagi.

Aku melewati area perkebunan tempat bapakku bekerja. Dan di sana hanya ada beberapa pekerja kebun saja. Mungkin karena sudah selesai waktunya memberi pupuk waktu itu, jadi tak banyak yang datang ke kebun itu. Termasuk bapak mungkin memilih untuk istirahat di rumah.

Beberapa saat kemudian, aku memasuki area pemakaman yang biasa aku lewati juga saat ingin ke pendopo Ustadz Furqon.

Dan betapa terkejutnya aku... Saat aku melihat sosok kakek tua itu sudah berdiri di pinggir area makam. Berdiri diam tepat ditepi jalan yang akan aku lewati.

Aku memberhentikan sepedaku, aku turun. Dan kembali aku dibuat takut. Sekaligus merasa heran.

"Siapa kakek itu? Bukannya tadi ada di pasar? Kenapa tiba-tiba sekarang ada di sini?" gumamku dalam hati.

Aku akhirnya berjalan sambil menuntun sepedaku, meski aku merasa takut dan heran, aku tetap harus menjaga sopan santun. Aku terbiasa untuk turun dari sepeda jika hendak lewat di depan siapapun yang memang sudah tua.

"Permisi Kek... Numpang lewat..." ucapku saat lewat tepat di depannya. Namun aku tak berani menatap wajahnya. Bahkan untuk melirik saja aku tak berani.

Kemudian, beberapa langkah ketika aku melewatinya, tiba-tiba kakek tua itu berkata...

"Darahmu wangi..."

Aku yang mendengarnya langsung terpaku, sambil memegangi sepedaku. Aku merasa sangat aneh dengan ucapannya itu.

Kemudian kakek tua itu berkata lagi...

"Mereka menyukaimu..."

Aku yang mulai sedikit merasa kesal, merasa terganggu dengan ucapannya itu, menoleh ke belakang... Tapi...

Sosok kakek tua... Menghilang... Benar-benar menghilang entah kemana...

1
CADAS JALARAMBANG
betul
Kristiana Subekti
thor kau gantungkan ceritamu thor😭😭
Deni Komarullah: 🤭🤭🤭 Biar penasaran Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
👣Sandaria🦋
wah. berarti memang ada ya yg begitu begitu Thor? ini kisah nyata kan? gen millenial kurang percaya ini😀
Deni Komarullah: Iya Kak... Dan ini cerita dari teman saya yang memang menggeluti dunia semacam ini...
total 1 replies
👣Sandaria🦋
gegara hobby melamun ini si Nissa, makanya hantu pengen ngajak main😅
👣Sandaria🦋
Tirakat di sini artinya apa, Thor? apakah sama dengan kelompok tarekat yg puasa dan hari raya idul fitri beda waktu?🤔 soalnya itu yg kuingat😅
👣Sandaria🦋: oh iya. berarti beda kalau gitu. aku belum paham ini cerita. ntar lanjut baca dulu. yg aku maksud tadi kelompok aliran tarekat yg biasanya puasa dan lebaran ada selisih waktu.
total 2 replies
👣Sandaria🦋
komen pertama nih, author. menarik judulnya☺️
Deni Komarullah: 😍😍😍 Terima kasih ya... Semoga suka sama ceritanya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!