Vina gadis cantik dan baik hati, anak dari Halwa dan Kevin, kehidupannya begitu sangat bahagia dengan pacarnya yang begitu sangat perhatian, tapi sebuah peristiwa terjadi dan membuat kehidupan Vina berubah, dia harus menikah dengan seseorang yang dendam dengan keluarganya dan ingin melampiaskan dendam itu kepada Vina.
Apa motif lelaki itu dan kenapa dia bisa begitu dendam dengan keluarga Vina?.
Yang penasaran langsung aja dibaca. Makasih.
Follow
Ig;Aininabila23
Fb;Aini Nabila
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
"Kamu nungguin seseorang?, apa kamu janjian dengan Arga disini?"tanya Maudy.
Apa Arga belum cerita sama tante Maudy kalau aku dan dia sudah tidak punya hubungan lagi, tapi kayaknya belum deh, batin Vina.
"Saya nunggu tem,,an saya tante dan saya nggak janjian sama Arga disini"ujar Vina.
Astaga kenapa aku ngomong kayak gitu, kenapa aku bilang kalau Maya itu temanku, astaga Vina bodohnya dirimu, batin Vina merutuki apa yang dia ucapkan.
"Owh gitu. Owh ya Vina kamu dan Arga lagi ada masalah ya, kalian bertengkar?"ujar Maudy membuat Vina menjadi gugup, dia tidak tau apa yang harus dia ucapkan, Vina yakin jika Maudy pasti sangat membencinya jikalau tau Vina meninggalkan Arga demi lelaki lain.
Bagaimana kalau tante Maudy juga berfikir kalau aku lebih memilih Rio karena dia lebih kaya dibandingkan Arga sama kayak jalan pikiran Arga kepadaku, batin Vina bingung.
"Vina"ujar Maudy karena Vina terdiam cukup lama.
"Ehk iya tante"jawab Vina terkejut.
"Kamu tau Arga tidak pernah mencintai wanita seperti Arga mencintai kamu, dari kecil dia selalu menjagamu walau kamu lebih tua dibandingkan dirinya, dia selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk kamu, mengerti kamu dan berusaha menjadi lebih dewasa dibandingkan kamu, tante tidak pernah melihat Arga begitu perhatian dengan wanita lain selain kamu Vin"ujar Maudy membuat Vina begitu sangat tersentuh, air mata Vina pun ingin sekali jatuh, tapi sekuat tenaga dia menahannya.
"Tante harap kamu tidak mengecewakan Arga ya, tante ingin sekali kalian bersama, tante ngomong kayak gini bukan karena Arga anak tante yang tante kasih begitu baik didepan kamu, tapi inilah kenyataannya nak, Arga begitu menyayangi Vina"lanjut Maudy.
Ya Allah kenapa aku sebodoh ini, kenapa aku meninggalkan Arga dan bersama Rio, tapi ini semua bukan kemauan ku atau pilihanku, aku ingin melihat semua orang bahagia tanpa mereka menanggung beban sedikitpun, batin Vina.
"Tante saya,,,"ucapan Vina terpotong oleh kedatangan Maya.
"Kak Vina!"ujar Maya yang sudah berdiri di samping Vina, Maya pun melihat kearah orang yang berbicara dengan Vina dan Maya begitu terkejut sebab tante yang bertabrakan dengannya didekat kamar mandi tadi berbicara dengan sangat serius kepada kakak iparnya itu.
"Kamu, tante"ujar Maya dan Maudy bersamaan membuat Vina menjadi heran.
"Kalian saling kenal?"tanya Vina.
"Kita sih nggak saling kenal kak, cuman tadi kita nggak sengaja bertabrakan didekat kamar mandi jadi saling tau deh"ujar Maya.
"Vina ini teman kamu?"tanya Maudy.
"Saya bu,,,"ucapan Maya terpotong oleh ucapan Vina.
"Iya tante, namanya Maya, dan Maya ini tante Maudy"ujar Vina.
"Maya tante"ujar Maya lalu menyalimi tangan Maudy.
"Iya nak"jawab Maudy tersenyum dan dibalas senyuman oleh Maya. "Owh ya Vina tante masih ada urusan, nanti kita ketemu dan berbincang lagi dilain waktu ya"lanju Maudy hendak beranjak pergi.
"Owh ya tante, hati-hati ya"ujar Vina.
"Duluan ya Maya"ujar Maudy dan diangguki oleh Maya.
Setelah kepergian Maudy, Maya dan Vina pun duduk dimeja restoran itu dan memesan makanan.
"Kak Vina kenal sama tante Maudy?"tanya Maya membuat jantung Vina seakan berhenti berdetak.
"Hmmm, iya"jawab Vina.
"Owh"ujar Maya membuat Vina bernafas lega karena Maya tidak bertanya lebih dalam lagi soal Maudy. "Emang tante Maudy siapanya kak Vina?"tanya Maya membuat Vina yang tadinya lega menjadi gugup kembali.
"Tante Maudy sahabat bunda"ujar Vina singkat.
"Kok nggak datang waktu acara pernikahan kak Vina sama kak Rio sih?"ujar Maya lagi membuat Vina menjadi lebih gugup dari sebelumnya.
"Permisi mba ini makanannya, silahkan dinikmati"ujar pelayan itu dengan sangat ramah sambil senyum merekah dibibirnya lalu pelayan itu pun meletakkan makanan pesanan Vina dan Maya keatas meja.
Vina pun merasa lega karena dia tidak jadi menjawab pertanyaan Maya. Setelah pelayan itu menaruh semua makanan pesanan Vina dan Maya diatas meja, pelayan itu pun bergegas pergi.
"Kak Vina belum jawab pertanyaan Maya lo yang tadi"ujar Maya membuat Vina menjadi gugup lagi.
Aduh kenapa Maya harus ingat terus sih dengan pertanyaannya, batin Vina.
"May nanti kita ngobrol dirumah aja ya soalnya kak Vina udah laper pengen makan"ujar Vina agar tidak menjawab pertanyaan Maya karena dia tak tau harus berucap seperti apa.
Hello readers aku up lagi setelah beberapa hari ini nggak up, jangan lupa di like, komen dan votenya ya. Makasih.
sukses
semangat
mksh
Jadi suka bacanya kalo jalan ceritanya rapi.
Ada juga novel yang pernah di baca judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, rapi juga terus seru lagi