NovelToon NovelToon
Ugh ... My Aggressive Bos!

Ugh ... My Aggressive Bos!

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sheninna Shen

"Hangatkan tubuhku. Only one night."

Sebuah kalimat yang mengubah seluruh kehidupan Leon dan Bianca yang bertemu di Paris secara kebetulan.

Pertemuan singkat yang awalnya sebatas di Paris saja, siapa sangka berlanjut hingga saat keduanya kembali ke Indonesia.

Keduanya dipersatukan dengan status yang berbeda. Atasan dan bawahan. Hal tersebut membuat Leon memanfaatkan wewenangnya untuk bertindak dan bertingkah agresif kepada Bianca yang diam-diam telah mencuri ciuman pertamanya di Paris.

🫧🫧🫧

Halo semua! Ini novel terbaru Kak Shen. Yuk kepoin! 💜

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sheninna Shen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Reinhard Kembali

...“Mulai hari ini, aku akan mengurus Salvatore Indonesia lagi.” – Reinhard Salvatore...

Tiga hari berlalu. Bianca menjalani rutinitasnya tanpa hambatan meski tingkah Cindy yang manja membuatnya sedikit risih.

“Selamat pagi, Pak.”

Bianca menoleh ke arah sosok yang di sapa oleh Alfred. Melihat sosok tersebut, ia pun ikut berdiri dan menyapa. “Selamat pagi, Pak Rein.”

“Kak Rein udah sehat? Kok masuk kerja?” Cindy lagi-lagi mendekat ke arah Rein sambil menggandeng tangan kakak iparnya itu. Padahal, saat ini ia sedang bekerja dan berstatus sebagai karyawan magang. Seharusnya ia menunjukkan sikap profesionalnya di depan para karyawan yang lain.

Ivan yang melihat tingkah Cindy dari kejauhan, ia hanya bisa mengkerutkan hidungnya sembari bibir kirinya menyungging ke atas. Ia menatap jijik ke arah Cindy yang bergelantungan ke kakak iparnya di depan umum, bahkan di depan para karyawan lainnya.

“Mulai hari ini, aku akan mengurus Salvatore Indonesia lagi,” jelas Rein sambil tersenyum.

“Kak Leon gimana?”

“Urusan di Amerika lagi kacau, dia pasti kesulitan.”

“Ooo … kalau gitu, apa aku boleh magang kerja di Salvatore cabang Amerika?” rengek Cindy manja, “sambil aku melatih bahasa inggrisku.”

Rein menaikkan kedua alisnya secara bersamaan. “Kita lihat nanti ya. Aku akan membicarakan ini dengan Leon dulu.”

“Makasi, Kak Rein!” seru Cindy girang sembari menyandarkan kepalanya ke lengan kekar Rein yang sedang ditutupi jas hitam.

Di saat Rein ingin beranjak masuk ke dalam ruangan CEO, tiba-tiba saja ia mendadak pusing sambil memegang dadanya. Ada perasaan panas dan membakar di ulu hati. Berulang kali ia mencoba bernafas untuk mendapatkan oksigen, namun tetap saja rasa panas itu terus menyiksa.

“Pak!” Alfred bergegas mendekat ke arah Rein dan memegang tubuh Rein agar tidak tumbang.

“It’s okay,” ucap Rein sambil mengangkat tangan kanannya memberikan isyarat agar tidak khawatir. Kemudian ia beranjak masuk ke dalam ruangan.

Cindy bergumam seiring dengan sosok Rein yang berjalan menuju ke ruangannya. “Pasti asam lambungnya kambuh.”

Mendengarkan gumaman Cindy, Bianca menoleh ke arah Alfred. “Pak, kenapa nggak di kasih obat atau—”

“Beliau memang selalu begitu sejak aku bekerja dengannya,” sahut Alfred yang putus asa. Pasalnya, Rein tak pernah mempedulikan kesehatannya sama sekali. Bahkan, ia selalu terlambat makan dan fokus dengan pekerjaan.

“Alfred,” panggil Rein yang tiba-tiba muncul di pintu ruangannya yang tadinya sudah tertutup. “Tolong jelaskan padaku semua pekerjaan yang sempat tertunda.”

“Sekarang di handle sama Mba Bianca, Pak.”

“Oh … okay. Bianca ke ruangan saya.”

“Baik, Pak.” Bianca bergegas bangkit dari duduknya sambil memegang tablet untuk menjelaskan semua pekerjaan-pekerjaan yang selama ini diurus oleh Leon.

“Kamu Bianca? Sekretaris pribadi Leon?” tanya Rein saat Bianca sedang berada di depan mejanya saat ini.

Bianca mengangguk sambil tersenyum dengan profesional. “Benar, Pak.”

“Okay, katakan padaku semua yang— … ugh!” Rein memegang ulu hatinya. Tak lama kemudian ia bangkit dari duduk dan beranjak ke toilet.

Melihat hal tersebut, Bianca bergegas keluar dan merogoh tas yang ia bawa. Ia mencari-cari sesuatu yang ada di dalam sana.

“Ketemu!” batin Bianca girang. Ia langsung menghubungi nomor yang tertera di kartu nama yang sedang ia pegang.

Setelah menghubungi kontak yang tertera, sementara menunggu kedatangan sosok yang ia hubungi tadi, Bianca menuju ke pantry untuk mengambilkan air putih hangat. Kemudian ia membawakannya ke dalam ruangan CEO di mana saat itu Rein sedang duduk bersandar dengan wajah yang pucat di kursi kerjanya.

“Pak, minum air hangatnya dulu, ya,” ucap Bianca dengan sopan.

“Thank you.” Rein meraih gelas yang diberikan oleh Bianca sambil mencoba mengatur nafasnya. Saat di toilet tadi, ia memuntahkan semua makanan yang ada di perutnya. “Kerjakan saja pekerjaanmu. Aku akan memanggilmu lagi nanti.”

Bianca menggangguk dan menuruti ucapan Rein. Kemudian ia keluar dengan wajah yang penuh kekhawatiran. Bukan khawatir karena Rein adalah saudara pacarnya. Tapi khawatir sebagai sesama manusia yang memang sudah mendarah daging pada dirinya sejak dulu.

Bianca kembali ke meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaan. Namun, beberapa menit kemudian tiba-tiba ia merasa terganggu dengan sesuatu yang terlintas dipikirannya. Ia pun menoleh ke kanan, di mana Alfred sedang fokus bekerja dan ada Cindy di samping Alfred yang sedang sibuk membuka aplikasi sosial media.

“Dia nggak khawatir kalau keluarganya lagi sakit?” pikir Bianca sambil mengerutkan keningnya.

“Bi.”

Bianca menoleh ke arah seseorang yang suaranya tak asing sambil memegang pundaknya dari samping. Sosok yang saat itu mengenakan dress midi berwarna sage sambil menenteng tas hitam yang sepertinya ada banyak isinya.

“Kak Bella? K—”

“Antarkan aku ke dalam,” ucap Bella dengan wajah yang panik.

Tanpa berfikir panjang, Bianca langsung bangkit dari duduknya. Ia bergegas mengantarkan Bella ke dalam ruangan CEO sementara Cindy menatap punggung dua orang itu dengan tatapan yang tak suka.

Cindy memotret punggung Bianca dan Bella dari belakang. Kemudian ia bergegas mengirimkan gambar tersebut ke Anya dengan pesan, “Kak, liat deh siapa yang dateng?”

...🫧🫧🫧...

...BERSAMBUNG…...

1
Nurul Aeni
anya bodoh bgt siiihh menyia2kan pria baik,tampan,kaya SPT rein.akhirnya hancur jg kau,mempertahan kan laki2 yg gak guna spt martin
Sumini Ningsih
ceritanya bagus thor
Sumini Ningsih
kena karma kamu anya, udah dapet berlian malah di sia siakan
Sumini Ningsih
udah biarin aja ngapain mikitin penyakitnya, ketimbang calon istri lo di bilang pelacur
Sumini Ningsih
rein ga tau klo anya mau menguasi persahannya
Sumini Ningsih
uh romantisnya yg mau nikah
Sumini Ningsih
ini baru cowo jetelmen
Sumini Ningsih
bagus emang sesekli harus di kasih pelajaran tuh si perempuan bedebah
Sumini Ningsih
ada rencana apa lagi tuh si sindy
Sumini Ningsih
bom akan meledak
Sumini Ningsih
pas banget ya rain,pesan kamr hotel,
Sumini Ningsih
udah langsung nyosor
Sumini Ningsih
sering berdapingan tp tidak ada yg berani mengungkapkan persaan hatinya
Sumini Ningsih
lampu hijau menyala
Sumini Ningsih
leon lebih tau sepak terjang kelurga sindy ketimbang si reinhar
Sumini Ningsih
rencananya shindi luar biasa untuk menguasai salvathor,tp tak semudah itu shindy
Sumini Ningsih
tenang saja bell, pasti ada saatnya cinta kamu tidak bertepuk sebelah tangan
Sumini Ningsih
huh jadi mata2 si anya nih anak
Sumini Ningsih
di ajak aja si biancanya
Sumini Ningsih
wah ini bisa bahaya buat bianca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!