NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Kali Ini Aku Akan Baik-baik Saja

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Reinkarnasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: KGDan

Cintanya, harga dirinya, dan ketulusannya, telah ia berikan pada pria itu, dan bahkan sampai rela tidak menginginkan, James Sebastian, tunangan yang di jodohkan Ibunya kepadanya.

Tapi, apa yang ia dapat? Eleanor Benjamin, di tinggalkan pria itu, Richard Marvin, saat mereka akan melangsungkan pernikahan, demi wanita lain!

Hingga sebuah mobil menabraknya, dan ia meregang nyawa, Richard tidak memperdulikannya!

Eleanor berharap, seandainya ada kesempatan kedua untuknya! ia akan mendengarkan Ibunya. Dan membalikkan keadaan! membalas apa yang ia rasakan pada Ricard.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 17.

Eleanor dan James saling diam. Saat ini mereka sedang duduk dalam mobil, untuk pergi ke restoran lainnya.

Mobil sudah meluncur di jalan raya, dan mereka sudah setengah perjalanan menuju ke restoran berikutnya, yang beberapa menit lalu James sudah melakukan reservasi.

"Maaf!" suara James memecah keheningan di antara mereka.

"Padahal kamu sudah membayar reservasinya, dan makanannya kesukaan ku!" kata Eleanor menyayangkan makan siang yang belum sempat mereka makan.

"Aku tidak menduga wanita itu mendadak muncul di restoran itu!" kata James merasa sangat kecewa.

"Hmm.. siapa memangnya dia? apakah dia teman wanita mu, yang selama ini dekat dengan mu?" tanya Eleanor dengan iseng, ia sebenarnya sudah tidak bersemangat, karena akan memiliki konflik lainnya lagi dengan wanita pengagum James.

Sebelumnya hubungannya dengan Richard, juga karena wanita lain yang begitu menyukai Ricard, sehingga ia mengalami kecelakaan mobil.

"Jangan membahasnya, dia wanita yang tidak penting untuk kita bahas di antara kita, jangan sampai waktu kebersamaan kita, di ganggu dengan membicarakan wanita lain!" jawab James tidak begitu berminat dengan pertanyaan Eleanor.

"Baiklah!" jawab Eleanor masih tetap dengan senyuman yang masih tersungging di bibirnya.

Makan siang yang gagal digantikan, dengan makan siang yang tidak kalah istimewa juga dari restoran pertama. Eleanor sangat menyukainya, dan mengucapkan terima kasih pada James.

"Bagaimana makan siangnya, apakah kalian menghabiskan waktu sambil mengobrol?" tanya Olivia, Ibu Eleanor, pada malam hari.

"Ya, dia sedikit canggung, sepertinya masih belum memaafkan ku!" jawab Eleanor.

"Bagaimana mungkin James tidak memaafkan mu, dia tidak bisa marah padamu, karena dia sudah lama sekali jatuh cinta padamu!" kata Olivia sembari tersenyum.

"Ha ha haaa... Mama mencoba menghibur ku, kan?" Eleanor tertawa mendengar apa yang di katakan Ibunya.

"Kamu tidak percaya? Mama mengatakan yang sebenarnya, saat James memasuki masa pubernya di bangku SMP, ia jatuh cinta padamu, dan tidak pernah bisa melupakan mu sampai saat ini!" Olivia menepuk lembut tangan Eleanor, yang memegang tangannya.

"Bagaimana mungkin, Ma!" Eleanor tertawa kecil mendengar apa yang di katakan Ibunya.

"Elea, Mama tidak bercanda! James mengatakan nya pada Mama, saat akan menjodohkan kamu dengannya, James senang sekali sampai ia nyaris berteriak, saat menjawab setuju menikah dengan mu!"

Senyuman Eleanor seketika meredup, ia tidak berani menertawakan penjelasan Ibunya lagi. Hanya saja ia tidak habis pikir, sejak kapan James mengenal dirinya.

Melihat Eleanor terdiam, Olivia merasa perlu menjelaskan lebih rinci tentang James, karena Eleanor sepertinya tidak ingat siapa James sebenarnya.

"Elea, apa benar kamu tidak mengenal James sama sekali? saat kalian masih kecil, kalian sangat akrab!" kata Olivia memandang Eleanor dengan lekat.

"Bukankah Mama katakan, dia putra sepupu jauh Mama yang sudah meninggal? bagaimana mungkin aku dan James sewaktu masih kecil pernah bersama?"

"Apakah kamu benar tidak mengingatnya sama sekali? saat itu usia mu baru lima tahun, dan James sepuluh tahun, kalian tumbuh bersama sejak usia mu satu tahun!" Olivia mencoba membuka memori Eleanor, yang telah melupakan masa kecilnya.

Eleanor mencoba mencerna pertanyaan Ibunya, dan mencoba mengingat masa kecilnya, yang tidak ia ingat pernah bersama seorang anak lelaki kecil.

"Villa yang tidak jauh dari Villa kita ini, dulunya tinggal sepasang suami istri dengan anak lelaki mereka, saat itu usia mu baru satu tahun saat mereka pindah ke Villa itu, karena ke dua orang tua anak lelaki kecil itu sama-sama bekerja, anak lelaki mereka di titipkan di Villa kita!" kata Olivia menjelaskan tentang seorang anak lelaki kecil, putra sepupu jauhnya.

Perlahan Eleanor pun mulai mengingat masa kecilnya, dan perpisahan yang sangat menyedihkan, dengan anak lelaki kecil itu meninggalkannya tanpa berpamitan.

"Tapi, lima tahun kemudian mereka pindah ke luar negeri, karena orang tua anak lelaki itu pindah tugas ke luar negeri!" kata Eleanor perlahan mengingat masa kecil yang telah terlupakan.

"Benar!" jawab Olivia tersenyum senang, Eleanor akhirnya mengingat masa-masa kecilnya dulu bersama James.

"Aku mengejar mobil mereka, karena membawa satu-satunya teman bermain ku, sampai selama satu bulan aku tidak bisa tidur dan makan, teringat terus pada anak lelaki kecil itu, dan sering menangis ingin bertemu dengan anak lelaki kecil itu!" raut wajah Eleanor pun perlahan menunjukkan raut wajah sedih.

"Benar, nak!" Olivia tersenyum senang melihat perubahan raut wajah Eleanor, seperti orang yang baru terbangun dari tidurnya.

Tiba-tiba Eleanor reflek bangkit dari duduknya, dan berlari keluar dari Villa dengan wajah yang terlihat begitu sedih.

Bersambung......

1
naura✨
👍
Dewi Kasinji
ijin baca kak
Ning Suswati
buat apa saling ancam, biasanya mai ciduk dan hilang, selesai, gk perlu main adu mulut, dari awal sih ceritanya adu mulut mak2 comber
Ning Suswati
lucu juga udah pada tuwer masih aja sombong, apalagi cuma jalangkung, pelakor, sok2 an bersih emak2 sosialita
Ning Suswati
terlalu lembek sih, sibuk aja berdebat kaya anak TK, terus baikan lagi, lagi dan lagi, gk ada habisnya mulut kaya mak mak rombeng
Ning Suswati
gila tuh manusia serakah ingin kaya, hidup enak cara singkat, tdk tau dg siapa lawan bicara nya
Ning Suswati
aq suka alurnya, tadinya sempat curiga kalau2 serangan kepada aleanor akan berhasil, tapi sungguh cantiq, aq suka
Ning Suswati
dasar manusia iblis, gk ada yg bener, maunya enak sendiri, opsesi, rakus, tamak, apalagi y🤔
Ning Suswati
masa cuma sekretaris mau minta dijemput mantan bos, emang ada apa2nya kali y🤔
Ning Suswati
ceritanya jadi kaya anak2 TK, saling hujat
Ning Suswati
iiiikkkkkhhhh jadi ikutan emosi, tadinya melani sekarang diana, ceritanya jalan di t4, gk maju2
Ning Suswati
kok banyak manusia2 berhati iblis dan tak tau diri
Ning Suswati
jadi ceritanya kaya orang kampungan, memalukan katanya konglo kok jadi kongkalikong, masa sdh pakaian pengantin berdebat gk habis2,
Ning Suswati
kapan pesta nya mulai, masa pestanya konglomerat tdk ada pengamanan khusus, kaya orang kampung pengantin berdebat dg manusia2 sampah, dilayani
Ning Suswati
kan udah pakaian pengantin, kok jadi kaya kampungan gitu,
Ning Suswati
kayanya si pembaca diajakin jadi gila juga kayanya, kok gk abis2 melani2 melulu kaya dikampung aja ketemuan terus
Ning Suswati
kemana aja pengawal james, kok keadaan genting begini, masih main sandiwara2an apa drama komedi y, bikin mual aja jadinya
Ning Suswati
kan ada undangn, tanya dong mana kartu undangannya, kok melani bikin ribut dilayani, apa gk malu2in tuh
Ning Suswati
aq suka semuanya lancar, emang enak diabaikan, nikmatin aja tuh si melaninya kan sdh sah
Ning Suswati
menangislah darah sekalian richard syukurin dikadalin jalangkung, gk nyadar2, ya begitulah laki2 pecundang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!