BERLANJUT
Namaku adalah Xitan , sejak kecil di buang oleh kluargaku, lalu aku di pungut dan dibesarkan oleh keluarga mafia kelas atas. Mencuri adalah keahlianku, Bahkan aku mencuri barang milik sahabatku sendiri.
Namun siapa sangka, peristiwa aneh dan misterius terjadi tiba-tiba . Saat aku mencuri barang yang menurut rumor adalah barang mistis yang cukup misteriterius itu akupun mati dalam tragedi mengerihkan dan rohku hinggap di tubuh putri kluarga kerajaan yang terbuang. Kami tertukar dan selanjutnya kenangan sang pemilik tubuh membuatku geram hingga aku berniat balas dendam pada kluarga ayahnya yang semena-mena saat berusaha membunuh sang pemilik tubuh.
Akupun mendapat musuh di setiap petualanganku...
Akankah aku kembali ke duniaku saat tubuhku lenyap oleh bom yang di bidikkan Luxcor padaku.
Ataukah aku takan pernah bertemu dengan Zerro sahabatku sedari kecil...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Geerqiasilatusiluchen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pencurian di tengah duka
Dendam sang putri
Part# 24 - Pencurian di tengah duka-
Hari pertama masuk akademi , Nama Satsuki mulai di takuti kalangan putra mahkota, terutama Xi Yu Yan, Xi Yu Yan akan menuntut balas, Atas kematian adik perempuan kesayangannya itu.
Seketika mayat Putri Xi Wen Wen di bawa ke istananya, Ayahnya yang mendengar kabar tersebut mulai pingsan dan sektika sakit.
" Satsuki, sepertinya kau harus minta maaf pada Kluarga Xi Zhi"
" Mana mungkin, Itu bukan salahku, aku sudah ingin selesai tanpa harus membunuhnya, tapi jika dia jadi ancamanku, siapapun takan ada yang bisa menghalangiku" Qiang Gu terus saja menatap anak dari putri Kuai samoro.
Anak ini, dari sorot matanya saja sudah terlihat bahwa ia bukanlah Satsuki yang dulu. Bathin Qiang Gu.
Satsuki selesai mendaptar hari itu. Kebetulan jalan pulang yang satsuki lalui adalah kerajaan Xi Zhi , di lihatnya suasana yang cukup hening, mendengar kabar bahwa Tuan Xi Zhi sedang sakit, Satsuki puas, Iapun berencana mencuri Tungku Pelebur tulang perur Xuang Yuem, Ia sangat tertarik pada benda itu.
*Haahaha, Aku sungguh puas melihat Raja Xi Zhi dan Yu yan menderita .
Lalu... Satsuki berfikir untuk melakukan adu domba antara Kluarga Coi Hong Nam dan Kluarga Xi Zhi Yan.
Akan ada tontonan menarik... malam ini hahahaha... bathin satsuki*.
* * *
Istana Ratu Kuai Sammoro.
Satsuki turun dari kereta kerajaan, kedatangan satsuki di hadang dua adiknya yang telah melaporkan ulah kakaknya itu pada Coi Hong Nam.
Satsuki mengabaikannya Xi Jai dan Gu eun. Ia berjalan ke istana singgah sana yang harusnya jadi miliknya.
Saat ia baru hendak masuk , Ayahnya sudah menyeru " Anak kurang ajar! Enyah kau!"
Satsuki terus tersenyum seraya mendekati singgah sana milik ibunya yang saat ini di duduki Coi hong nam.
Satsuki tersenyum menyeringai " Enyah? Bukankah aku yang harus bilang enyah itu pada mu? Bahkan kursi itu tak pantas saat kau duduk di sana"
" Lancang!"
" Hem, aku akan memberimu waktu beberapa kari lagi, saat aku tahu kebusukanmu... aku akan segera memenjarakanmu...!!"
" Jangan bercanda!" Teriak Coi hong nam.
" Heh, aku tak pernah bercanda dengan kata-kataku... tunggulah sampai hari itu tiba"
Satsuki kembali dan segera berjalan keluar ruangan itu. Saat Satsuki sampai di pintu keluar, Xi Jai sigap mengarahkan kepalan tangannya ke wajah satsuki.
Whooooossssh!! Mata Satsuki mendelik dan
Pak!
Seketika Satsuki menekan pergelangan tangan Xi Jai hingga lesatan itu terhenti di depan wajah Satsuki.
" Kau belum kapok juga rupanya" Berkata seraya menyeringai.
" Ka-kau, jangan lakukan hal yang membahayakan!" Pinta Xi Jai.
Satsuki menekan pergelangan Xijai erat hingga terdegar Ktek! Aaaaaaaggh!
Bats! Satsuki menghempasnya dan pergi " Xi Jai! Kau baik-baik saja?" Coi Hong Turun dari singgah sana nya dan langsung memeluk Xi Jai, Satu tangan Xi jai terkulai patah.
Kenapa Satsuki jadi begitu ganas. Bathin Coi.
Go Eun Yang menatap punggung Satsuki merasa takut jika ia harus menyerangnya untuk kedua kali.
Satsuki berjalan menuju gubuk tua bertuliskan Gubuk kematian . Sesampainya di sana ia mengambil jubah hitam dan memakainya.
" Tunggu! nona anda akan pergi lagi?" Xing An panik.
" Ya, ada hal yang harus ku selesaikan" Ucap Satsuki. Rambutnya mulai memerah dan membuat Xing An selalu kaget meski ia sudah tahu hal itu selalu berulang.
" Nona, itu di tanganmu seperti gelang pangeran Xi Jai?!" Tanya Xing An kaget.
" Hem, matamu jeli juga, aku akan membuat pentas malam ini... pasang matamu baik-baik. Coi Hong Nam akan berakhir hari ini juga dengan rasa malu dan kecewa berat" Xing An terseyum mengangguk " Nona hato-hati, semoga sukses" Ucap Xing An.
Satsuki mulai beranjak dan pergi Whooosh! Saat melompat ICE mulai keluar hingga tubuh Satsuki Di tangkap sigap oleh burung tersebut.
Master Kita akan kemana?
" Kita ke istana Xi Zhi Yan! "
Baik!
Sayap ICE membentang di gelapnya malam. Xitan mengincar sebuah ruangan yang rahasia di balik dinding yang penuh dengan barang rongsokan.
" Berhenti, aku akan melompat!"
Berhati hatilah... Ucap Burung ICE
Syuuuut! Xitan mendarat di pohon, Ia segera mengendap ke depan dinding tersebut.
" Benar saja, penjagaan akan longgar karna kematian Xi Wen Wen rasanya aku patut bahagia karna kematiannya"
Xitan mengendap-endap. Ia meraba dinding untuk masuk, namun tak dapati tombol apapun disana, ia sungguh penasara. Hingga kakinya tak sengaja menginjak tombol merah di bawah dinding, Hingga tiba-tiba dinding menggeser dan terbuka.
" Sial aku kaget! Cih, rupanya tombol itu ada di bawah kakiku... kupikir ada di dinding ini"
Pintu terbuka Xitan masuk dan mengendap, ia menyalakan beberapa lampu seperti yang di lakukan oleh Raja Xi Zhi.
Xitan mulai sampai di Ruangan penuh pusaka. Ia mulai melangkah menuju kolam ikan koi yang menyembunyikan pusaka istimewa.
" Ini dia, targetku... sebaiknya aku cepat" Tangan Xitan mulai meraba area kolam itu.
" Ini dia tombolku" Ia menekannya dan sesuatu dari dasar kolam mulai mencuat.
GREEEEERTTTT! menggeser dan naik kepermukaan.
" Yees. Berhasil!" Ucap Xitan.
Saat hendak mengambil tiba-tiba seseorang mencurinya dari telapak tangan Xitan.
" Terimakasih kau sudah membantuku menemukan pusaka langka ini"
Deg'
Xitan Menoleh " Kau!"
" Hahahaha, Akhirnya... kita bertemu lagi ya?Putri Satsuki... " Ujarnya, hanya sekilas saja membuatnya mengingat wajah Satsuki yang sedang berubah menjadi Xitan.
" Kau!! Kembalikan!!" Syuuut Kaki Xitan menendangang wajah Lee Dong Feng.
" Kau liar juga ya? Pantas kau jadi seorang master"
Tak! Tak! Tangan Xitan meninju namun di tangkis oleh dong peng sigap,
Plak! Plak !
Buak! Syyyuiiiit Whooosh!
Xitan memukul membabi buta hingga sesaat Dong Feng tersenyum karna tak habis pikir.
" Kembalikan!" Pekik Xitan, " Ambilah jika kau bisa'' Balas Lee dong feng. Di ruang rahasia itu menjadi ajang baku hantam Xitan dan Lee dong Feng.
Xitan menendang wajah dong feng terlalu tinggi hingga hampir lepas tak seimbang dan hendak jatuh " Huaaaaaa!" Seketika tubuh dong feng sigap dan mengangkat Xitan sigap.
Deg'
Xitan berdegug sesaat , Saat mata meereka tiba-tiba berpaut satu sama lain, Jantung Xitan berdegug tak karuan.
Zerro? Tiba-tiba di hati Xitan mulai ingat nama itu.
" Zerro?"
" Siapa disana!" Teriak pengawal...
" Sampai kapan kau akan menatapku? Apakah wajahku terlalu tampan! Ayo kita harus kabur'' Dong Feng Menurunkan Xitan dan lari keluar ruang rahasia itu. Begitupun Satsuki.
" Oh, Hampir lupa, Gelang Xi Jai!"
Satsuki kabur dan menjatuhkan gelang milik Xi Jai di area tersebut. Kejadian ini seakan memberi kode, bahwa rencana Satsuki untuk mengadu domba akan berhasil.
Para pengawal istana Xi Zhi berkerumun dan berkumpul di muka ruang rahasia. Pangeran Xi Yu Ya mulai tiba dan menegur para penjaga " ada apa, kenapa kalian berkerumun di sini?!"
" Ampuni aku putra mahkota, Tadi ada penyusup masuk ruangan rahasia ini"
" Apa?' Jangan sampai ayahku tahu!" Ucap Xi Yu Yan. Namun terlambat, pengawal lain memberitakan pencurian ini pada Raja Xi Zhi hingga ia datang terengah-engah " Apa! Mana pencurinya?"
" Sudah kabur yang mulai!"
" Apa! Jangan-jangan mereka mengambil Xuang Yuem..." Raja segera berlari dan kemudian mencarike ruang rahasia , Benar saja, Xuang Yuem sudah hilang " Cariiiii! Cari pencuri yang telah mengambil Xuang Yuem Ku!!" Hos Hos!
Napas Raja Xi Zhi tak beraturan iapun duduk dan di tenangkan anaknya.
" Ayahanda tenang lah"
" Hosh! hosh! Siapa yang mencuri di tengah duka kita? Akan ku balas jika sampai aku tahu siapa pencurinya" Raja Xi zhi Terus meracau, hingga akhirnya pengawal berhasil mendapatkan pencurinya.
" Raja, Putra mahkota! Kita sudah tahu pelakunya!"
" Siapa? Siapa pelakunya?" Teriak Putra mahkota melepas ayahnya dan mendekati Para pengawal.
" Ini... Saya temukan di lantai ruangan ini, mungkin terjatuh karna sang pelaku panik"
" Ini? " Sang putra mahkota mulai meraihnya dan memegangnya.
" Gelang ini? Bukankah Milik Xi Jai Nam...! Berengsek, beraninya dia mencuri di rumaahku"
" Siapa nak yang mencuri dirumah kita?" Tanya Raja Xi zhi.
" Kluarga Nam di kerajaan Kuai... prajurit! Siapkan peralatan perang kalian! Kita akan mendobrak benteng Coi Hong Nam Malam ini juga!"
Sontak para pengawal mulai siap-siap menyiapkan prajurit berpakaian lengkap,
* * *
Di atas atap Kerajaan Xi Zhi, Xitan mendengarkan apa yang terjadi di bawah sana, Ia tersenyum penuh rahasia, seakann puas pada pemcapayannya ini.
" Akan ku tunggu drama di istana Kuai... Semoga, drama kalian tidak membosankan" Xitan melompat dan segera menaiki ICE, kemudian terbang bersama gelapnya malam.
- Pencurian di tengah duka The End-
BUKAN VIV 🤪🤪🤪🤪🤪