NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Pencarian

"Tu-tunggu dulu. Bagaimana kamu tahu yang terjadi 27 tahun yang lalu?" ulang Fian heran.

Sophie terdiam sesaat. "Apa itu penting?"

"Tentu saja."

"Bukankah yang penting itu nyawa kalian?"

"Itu juga ...."

Wanita itu menatap Fian.

Ada perasaan aneh menyelinap di hati Fian. Rasanya ia pernah mengenal pandangan mata itu, entah di mana.

"Anggap saja, aku sedang mengurus masalahku dengan si tua bangka itu." Sophie berpaling.

"Ayahku, Adrian?" tebak Fian. Ia menghela napas pelan. "Begini saja. Bisakah kamu bantu aku kembali ke Indonesia? Rasanya lebih aman di sana."

"Oh, begitu." Wanita itu mengangguk-angguk sambil melipat tangan di dada. "Boleh Saya minta hape kalian berdua?" Sophie mengulurkan tangan.

Keduanya menyerahkan saja ponsel mereka dengan patuh. Sophie seketika mematikan ponsel keduanya.

"Eh, kenapa dimatikan?" Fian melongo.

"Karena masalahnya takkan selesai dengan kamu pulang ke Indonesia, Fian!" kata Sophie dengan nada marah. "Kamu mau orang-orang terkasihmu di sana tersangkut dengan masalahmu di sini? Membawa istrimu ke sini saja sudah sangat berbahaya!" Sophie melepas topinya dan mengoyang-goyangkan kepala hingga rambut panjangnya jatuh terurai.

Lana dan Fian saling pandang.

Fian memeluk Lana yang tampak rapuh. "Jangan berpikir macam-macam, Lana. Aku tidak mau kamu keguguran."

"Hamil? Istrimu hamil!?" Mata Sophie terbelalak.

"Aku tidak tahu kalau begini akhirnya. Kalau tahu begini, aku takkan pergi. Padahal aku sudah menolaknya tapi mereka tetap memaksa aku untuk datang," ucap Fian tertunduk.

"Mungkin, memang harus datang, jadi dalang yang sebenarnya bisa muncul." Sophie berpikir sambil mengigit kukunya.

Fian menatap Sophie. "Apa benar ini dalang yang sama dengan yang membunnuh ibuku dulu?"

"Besar kemungkinan sih, iya."

"Kamu tahu? Siapa dia?"

"Itu sekarang tidak penting. Yang penting adalah orang-orang yang berada di sekitar tua bangka itu. Aku harus tahu siapa saja yang mengkhianatinya."

Fian mengerut dahi. "Kamu seperti marah pada ayahku tapi juga ingin menolongnya. Sebenarnya kamu ada masalah apa dengannya?"

Sorot mata Sophie tak terbaca. "Itu tidak penting buatmu."

"Kamu terus-terusan menghindar. Lalu ada hubungan apa kamu dengannya? Juga denganku. Kenapa kamu begitu peduli hingga mempertaruhkan nyawamu!? Apa kamu tidak punya orang yang kamu sayangi, yang ingin kamu lindungi!?"

Kembali Sophie menatap Fian dengan pandangan yang entah, tapi kemudian menghindar. "Coba kamu bawa istrimu ke kamar ini untuk beristirahat. Kasihan dia sedang hamil." Ia menunjuk sebuah kamar. "Apa kalian lapar?"

"Yang kami bisa makan, yang tidak mengandung babbi."

Sophie menghela napas.

Fian masuk ke kamar membawa Lana. Ada sebuah ruangan dengan interior sederhana serba kayu. Pria itu kemudian membawa Lana ke ranjang dan membukakan selimut untuknya. "Kamu istirahat dulu ya. Nanti aku akan pesankan makanan untukmu."

Setelah melepas pakaian penyamaran, Fian kembali keluar. Dilihatnya Sophie tengah membuka ponsel di ruang tengah. "Eh, maaf ya, aku sedikit egois tadi. A-aku tidak tahu siapa yang harus dipercaya. Terima kasih telah menolong kami." Ia menyatakan penyesalannya.

Sophie menoleh. "Oh, tidak apa-apa."

"Hanya saja, aneh juga. Namamu mirip nama ibuku."

Sophie melirik Fian. Ada gejolak emosi di matanya tapi segera ia alihkan pandangan. Ia tak ingin Fian melihatnya. "Oh, iya. Aku mau pesan makanan untuk makan siang. Kamu mau apa?"

***

"Apa!? Kalian tidak menemukannya!? Bagaimana bisa!? Sudah kalian cari ke semua rumah sakit yang ada!?" Adrian begitu marah.

"Sudah, Tuan, tapi mereka seperti hilang tanpa bekas."

Adrian geram. Ingin rasanya meremukkan ponsel di tangan saat itu juga, tapi itu takkan menyelesaikan masalah. Ia masih membutuhkan ponsel itu untuk menemukan kembali anaknya. Padahal sudah di depan mata tapi ada saja halangan untuk Alessandro kembali padanya.

"Padahal kopernya ada pada kami," lanjut Eugine.

"Coba cari kembali. Mereka tidak bisa hilang begitu saja. Apalagi Alessandro pasti tak bisa bahasa Itali, pasti gampang ditemukan karena mereka berbeda. Ayo, cari lagi sampai ketemu!"

"Baik, Tuan."

***

"Butuh beberapa menit hingga setengah jam untuk makanan itu datang jadi silakan istirahat dulu," sahut Sophie yang duduk di meja makan.

"Oke." Namun Fian malah berdiri dan melihat-lihat rumah itu. Rumah itu tidak besar dan hanya punya dua kamar. Ketika ia hendak keluar, Sophie menghentikannya.

"Hei, jangan ke luar!"

Fian menoleh. "Kenapa?"

"Mata-mata orang itu ada di mana-mana."

Fian tercengang. "Kalau kamu tahu, kenapa tidak bilang pada polisi?"

"Karena orang itu sangat licik. Dia orang berpengaruh. Sangat sulit menangkapnya kalau tidak punya bukti yang kuat. Hukum bisa berbalik padamu."

"Hh ...." Pria itu mengepal erat tangannya. "Kenapa jadi serumit ini sih? Bagaimana kalau kamu bilang pada ayahku? Mungkin dia bisa bantu."

"Masalahnya aku ini perempuan. Aku rasa, dia takkan percaya."

"Apa maksudnya 'tidak percaya karena kamu perempuan'?" Fian mengerut dahi.

"Bagi mafia, wanita itu ibarat pajangan. Keluhannya dianggap sebuah rengekan."

Fian yang tidak mengerti, menggaruk-garuk kepala hingga topinya terlepas ke atas.

"Kalo keluar, pakai topi tapi jangan lama-lama dan jangan sampai wajahmu terlihat."

Fian mengangkat kedua telapak tangannya. "Oke-oke, aku mengerti." Ia kembali memandangi interior rumah itu. "Apa pekerjaanmu?"

"Kasir makanan cepat saji."

"Apa?" Fian dengan cepat menatap Sophie. "Kasir? Eh, apa biaya makanan tadi terlalu besar? A-aku punya kartu, kamu bisa pakai." Ia mengeluarkan dompetnya.

"Tidak perlu." Sophie tersenyum melihat Fian yang panik. "Uangku bahkan lebih dari cukup untuk membiayai kalian sebulan tinggal di sini."

Fian melongo tak percaya. "Yang benar saja! Kamu jangan sungkan kalau butuh uang, daripada pinjam di tempat kerja?"

"Justru memakai kartumu, mereka malah bisa melacakmu."

"Hh ...." Fian menggaruk-garuk dahi karena kesal. "Maaf ya. Jadi merepotkanmu." Ia tertunduk dengan wajah bingung.

Sophie tersenyum ke arah pria itu. "Benarkah ini Ale? Wajahnya tampan dan dia kini sudah dewasa. Ah, tapi aku tak boleh terbawa arus. Aku harus memastikannya dulu." "Apa kamu punya tanda dari ibumu?"

"Tanda?" Fian mengangkat kepala. "Kalung maksudnya? Ada, tapi di dalam koper aku taruh. Kopernya tertinggal di bandara," gumamnya.

"Tapi itu bisa saja direkayasa. Bukankah aku tidak boleh percaya begitu saja? Aku kenapa lupa. Tujuanku menyelamatkannya 'kan salah satunya adalah memastikan itu Ale. Jadi tanda yang berikutnya ...."

Fian melangkah ke sofa. Tiba-tiba wanita itu mendorongnya hingga jatuh tertelungkup di atas sofa panjang. "Aduhh!"

Tubuhnya ditindih dan tangannya dipiting ke belakang. Wanita itu mulai menyingkap kemeja Fian di bagian belakang.

"Hei, lepaskan!"

"Sebentar."

Dengan bantuan tangan yang satu lagi, Fian membalik tubuhnya, tapi yang ada, tangan itu malah ditarik ke atas. Tangan yang dipiting tadi terlepas hingga berusaha mendorong tubuh wanita itu ke samping. Namun, tangan Sophie lebih cepat lagi dengan menarik tangan itu juga ke atas.

Fian kaget karena cengkraman tangan wanita itu begitu kuat. "Lepaskan aku! Apa maumu!?"

"Bisa gak kamu diam sebentar?" Sophie terlihat tenang.

"Aku tidak mau! Aku tidak tertarik padamu!" teriak Fian marah.

Sophie menghela napas kesal.

"Lepaskan aku!"

Sophie tak menggubris. Ia segera menarik kemeja Fian yang sebagian masuk ke dalam celana panjangnya. Namun ia tak melihat tanda itu. "Tempatnya di kiri 'kan ya ...." Ia menarik turun pinggang celana Fian agar bisa melihat tanda itu. "Ah, itu dia ...." Sophie tersenyum.

Bersambung ....

1
Uthie
finally... baru kelar dehhh 😂
erviana erastus
ya benci jadi cinta 🤭
Rahma Inayah
salh faham berakhri JD bnr2 cinta
Uthie
ditunggu lagiiii 💪
erviana erastus
kalo kamu curiga knp anteng2 aza adrian menyebalkan
Rahma Inayah
lnjutkn thir
Uthie
lanjutttt 💪💪💪
Rahma Inayah
cerita Sophie semasa kecil panjg juga
Baby_Miracles: heum, iya
total 1 replies
erviana erastus
flashback nya panjang banget thor 🤭
Uthie: betullll sekali 🤭
total 1 replies
Rahma Inayah
oh bgtu cerita hidup Aurora bearti penjahat nya salh tangkap .untung Aurora mau bertukar baju klu TDK nyawa nya melayang sdh
Uthie
Lagiiiiii 🤩
Rahma Inayah
up LG penasaran dgn ceritanya
Uthie
Lagiiii dong 😍👍
Uthie
Duhhh... kapan sihh tuhhhh si Vivian dan anaknya ke bongkar 😌
Rahma Inayah
kan bnr semua nya rencana viviana dan gorgio ank nya bgtu pun dgn ledakan di bandara .semoga Fian BS membongkr penghianatan viviana dan anknya juga selingkhn viviana juga tentg kematian ibunya
erviana erastus
pak tua tolol 🤣 .... vivian cs nggak lama terbongkar semua ulahmu
Rahma Inayah
lnjut Thor, ayo.sohie bongkar kebohongan ale palsu
Rahma Inayah
siap kah yg nyuruh nya JD Ale palsu mkn penasaran ceritanya
Rahma Inayah
sejaht apa pun Linda ttp istri Fian yg tlh menemani nya 5 THN LM nya walaupun perrilku dan pribadinya TDK spt Lana
Rahma Inayah
km GK tau aja Adrian klu meteo SDH di door oleh gorgio sendri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!