Astra tak pernah mau meneruskan pekerjaan Ibunya. Di bandingkan menjadi dukun, dia ingin hidup normal sebagai gadis pada umumnya.
Demi bisa terlepas dari hal-hal gaib di desa, Astra nekat melanjutkan study nya di kota. Dengan beasiswa yang susah payah dia raih, dia memasuki sekolah terkenal di kota "High School" dari namanya saja sudah keren bukan?
Astra bermimpi untuk belajar seperti siswa pada umumnya, memiliki teman dan bekerja setelah lulus. Namun kenyataan menampar nya, High School tidak sebaik yang di pikir kan.
Kemanapun dia pergi, kabut gelap selalu terlihat di tubuh setiap orang...
Permainan gaib, nyawa dan kekuasaan menjadi mainan bagi mereka. Sisi baiknya, tidak ada satupun orang yang mengetahui hal gaib lebih baik darinya di sekolah ini...
#25Desember2025
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
"HAHAHAHA.... "
"HIHIHIHI...."
Suara gelak tawa terdengar dari luar markas geng Ular Hitam. Beberapa anggota dari geng Ular Hitam segera keluar untuk mengecek situasi.
Namun betapa syok dan terkejut mereka saat melihat makhluk sebesar bukit berdiri di depan mereka dengan gelak tawa yang membuat merinding, matanya menatap tajam ke arah mereka-- seolah menguliti mereka hidup-hidup.
Jangan lupakan hantu yang terdengar seperti Kuntilanak dari suara nyanyian nya yang padahal itu adalah saudara Kuntilanak yang di tusuk dari belakang.
"Sayang, ternyata suara kamu merdu ya..." Kagum mas Gendro, menatap Susi dengan mata love-love.
"Hehehe, harus dong... Kan biar bisa nyanyi sama kamu~ " Suara manja Susi. Vibe menyeramkan tadi seolah berubah menjadi komedi, namun tidak mengurangi perasaan takut dan merinding dari orang-orang geng Ular Hitam itu.
"S-setan... SETAN! ADA SETAN!" Teriak salah satu dan menyadarkan yang lainnya.
Teriakan mereka membuat Gendro dan Susi sadar jika mereka sedang dalam pekerjaan. "Huh, manusia memang suka ganggu makhluk halus!" Gerutu Mas Gendro.
"Pelan-pelan mas ngomong nya, nanti gadis itu denger lagi!" Ucap Susi.
Tanpa pacaran lagi, Susi dan Gendro pun mulai beraksi. Teriakan mereka mulai menarik beberapa anggota yang ada di dalam, setelah keluar mereka tak bisa kabur ke dalam ataupun ke luar.
Gendro sebisa mungkin hanya membuat pingsan, dan Susi memberikan sedikit rasa sakit dari serangan cakar dan belatung dari lubang di punggung nya.
Sementara keadaan di depan markas begitu kacau, Astra dan yang lainnya berhasil masuk lewat pintu belakang.
"Aaarghhhh, ampun!" Teriakan dari luar markas terdengar nyaring.
Dion bergidik. "Serem juga ya, padahal tadi mereka kaya hantu komedi." Ucapnya setelah melihat wujud Gendro dan Susi.
Gabriel sendiri juga merasa merinding mendengar teriakan-teriakan manusia hidup di luar sana. Namun setelah berpikir kelakuan mereka juga sangat jahat dan lebih dari itu, maka perasaan kasihan dalam hatinya pun mulai terobati.
Astra mengecek jam di handphone mini nya, jam 19: 47. Sudah cukup lama, dia tidak sadar.
"Dimana tempat bos nya?" Tanya Astra pada Friska
"Sekarang dia di lantai bawah!"
"Oke, tunjukkin jalan." Astra berlari menuju jalan yang di berikan Friska. Sesekali mereka bertemu dengan dua atau tiga orang, namun berhasil para laki-laki itu lumpuhkan.
Sementara itu di ruangan lain.
"Mbah, tolong Mbah. Markas saya di serang dua hantu kuat, Genderuwo sama Sunder bolong!"
Di dalam ruangan itu, sosok misterius dan dengan penampilan yang sedikit horor terlihat duduk bersila dengan serius. Di depan nya asap putih dari terapen (tempat pembakaran kecil), aroma kemenyan tercium dari asap dan selain terapen, beberapa wadah dengan isian berbagai macam varian. Bunga, darah merah dan hitam, kuku orang mati dan sejenisnya.
Sosok laki-laki berpenampilan punk itu menyebut laki-laki tua di hadapan nya dengan nama Mbah Yong-- yang mulutnya terlihat ber komat-kamit.
Laki-laki sekitaran umur 27 tahun bernama Alan itu terlihat khawatir, raut wajahnya mulai cemas dengan Mbah Yong yang terlihat sibuk. Biasanya jika ada hantu kiriman uang menyerang nya atau markas, beberapa detik komat-kamit saja masalah selesai.
Ini, sudah hampir sepuluh menit bahkan air di mulut nya sampai menyembur ke wajahnya. Mbah Yong masih saja terlihat sibuk komat-kamit dan menyembur terapen api di depan nya, yang anehnya panas di terapen tak padam-padam.
Setelah beberapa waktu, Mbah Yong membuka matanya. "Gawat! Hantu itu tidak bisa di halangi, padahal beberapa hari lalu kekuatan mereka tidak sehebat ini, sekarang mereka benar-benar seperti banteng mengamuk yang masuk desa."
"Lalu apa yang harus kita lakukan Mbah?" Tanya Alan dengan khawatir.
"Tenang, selama ini bukan kematian mu, maka kamu akan aman." Ucap Mbah Yong bersiap melakukan ritual.
BRAK!
Namun pintu di dobrak dengan sangat keras.
"Sayang nya hari ini benar-benar kematian mu, wahai pendosa keji." Suara dingin yang membawa atmosfer berbeda terdengar di telinga mereka setelah gebrakan pintu itu.
**
Update dikit dulu, author nya lagi kurang sehat...
Btw kasih komentar yang banyak setelah like...
Boncab dong Thor
semangat menjalani harimu
ayo up lagi malam ini.
aku suka banget ceritanya.
bagus
dan semakin bikin aku penasaran akan kelanjutannya.
ayooooooooo up lagiiiiiiiiiiiiiiii
kenapa kok gak ada semangatnya.
semoga author dapet ide-ide bagus buat lanjutin Babnya, biar gak terlalu pendek-pendek amat ceritanya kalo tamat😊🤭🤭🤣🤣🤣🤣
semoga semangat mubgak kendor ya thor. jangan putuskan hubungan ini... eh, novel ini di tengah jalan thorkuuuu....
semoga lolos ya thooor
🎶Sampai kapan kau gantung
Cerita cintaku memberi harapan🎶