Haii.. ini novel pertamaku.. Ku harap kalian semua suka yaa dengan karyaku..
SEASON 1 & 2
Namaku Shahia Ghania Al-mahiyra.
suatu ketika saat aku memasuki kelas 2SMA,aku meminta orang tuaku untuk pindah sekolah ke pesantren..
Dipesantren inilah aku menemukan Takdir ku.. Ya.. Menemukan sosok lelaki yang mencintaiku dan aku cintai..
Dia adalah Muhammad Afnan Al-Fikri
Anak pertama dari pendiri Pondok Pesantren tempat ku menuntut ilmu sekarang ini..
mau tau kisah selanjutnya? yuk dibaca.. selamat membaca yaa.. semoga suka 😊
Monggo yang mau berteman..
@ekarahmasafitriii
DM yaa yang mau di follback.. 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 25
Saat sore hari, setelah para santri melaksanakan shalat Ashar mereka berkumpul di aula untuk mengikuti kajian Ramadhan..
Kajian ini dipimpin langsung oleh Abah Ahmad selaku pemilik pondok pesantren ini
Para santri terlihat serius mengikuti kajian ini.. Namun ada juga yang tidur dalam pengajian ini.. heheh mungkin lelah.. 😁
Itulah santri.. Kadang saat kajian kitab tidur.. Tapi kalau kajian telah usai mereka seger lagi.. haha 😆
Saat Shahia dan teman2 nya serius mencatat setiap ilmu yang mereka dapat dari Abah, tiba2 ada santri yang membisikkan telinganya kalau Shahia dipanggil oleh suaminya..
"Mas.. ada apa?" tanya Shahia
"Nih liat" kata gus Afnan memberikan ponselnya
"Aaabiii... Assalamualaikum Abii.. Shahia kangeen" kata Shahia gembira
"Wa'alaikumussalam putri Abi.. Abi juga kangen sayang sama kalian" kata Abi
"Abii.. kita gak bisa buka puasa bareng deh.. Maaf ya Abii" kata Shahia sedih
"Iya gak papa sayang.. Abi ngerti ko" kata Abi
"Afnan apa kabar? sehat nak? Abah dan Umi disana sehat sama Arkan?" tanya Abi
"Alhamdulillah semua sehat bii.. Abi juga disana semua sehat kan?" tanya Afnan
"Alhamdulillah sehat" kata Abi
"Doain ya bi, mudah2an urusan disini cepat selesai nanti kita akan berkunjung kerumah Abi" kata gus Afnan
"Iya gak papa nak.. kalian kan disana banyak urusannya.. Afnan harus ngajar, dan Shahia harus belajar.. Abi gak masalah kalau Abi yang kesana jenguk kalian" kata Abi
"Aabiii Shahia kangeen peluk Aabii" kata Shahia manja
"Udah punya suami masih aja manjaa" kata Abi
"Heheheh yaudah bii nanti Shahia telfon balik yaa Shahia lagi ada kajian dulu" kata Shahia
"Iya nak belajar yang bener" kata Abi
Setelah itu telfon mati..
Gus Afnan pulang menuju rumah karena merasa badannya sangat cape..
Kajian telah usai.. Para santri balik ke kamarnya masing2 mengambil piring mereka dan berjalan kearah dapur guna mengambil ta'jil dan makan malam mereka..
Namun tidak dengan Shahia.. Sebenarnya ia ingin sekali bergabung sama teman2nya buka puasa bersama, cuma dia tidak enak pada orang rumah apalagi ini buka puasa pertama..
Akhirnya Shahia berjalan seorang diri menuju rumahnya..
Tok.. tok.. tok
"Assalamualaikum" Salam Shahia
"Wa'alaikumussalam" jawab Umi
"Sudah selesai nak? Abah mana?" tanya Umi
"Sudah Umi.. kurang tau ya Umi, tapi tadi kayanya sama gus Arkan" jawab Shahia
"Yasudah istirahat gih bersih2" kata Umi
"Iya Umii, Shahia mandi dulu yaa nanti Shahia bantu nyiapin bukaannya" kata Shahia
"Gak papa nak.. ada ustadzah Uca ko tuh didapur" kata Umi
"Hmm iya mii" kata Shahia
"Ko selalu ustadzah Uca yaa yang disuruh2 Umi.. padahal ustadzah lain banyak"batin Shahia
Saat masuk kamar, Shahia melihat gus Afnan yang tengah bersandar diranjangnya..
"Mas, boleh sha tanya?" tanya Shahia
"Boleh.. Mau tanya apa?" tanya gus Afnan
"Kenapa ustadzah Uca yang selalu Umi suruh untuk bantu2 dirumah ini? Apa Shahia tidak bisa yaa bantuin Umi makanya Umi minta tolong sama yang lain?" tanya Shahia
"Sayang, ko berfikir begitu? gak boleh begitu ahh.. Umi itu cuma mau Shahia fokus dalam belajar.. gak mau mikirin masalah dapur dulu" jelas gus Afnan
"Shahia bisa ko bantu, Shahia bisa masak beres beres rumah.. Shahia gak cape ko kalau harus disuruh2.. Shahia seneng.. " kata Shahia
"Udah jangan berfikir macem2 ahh" kata gus Afnan sambil memeluk Shahia
Disaat itu pula Umi mendengar pembicaraan mereka, tadinya Umi ingin memberitahu mereka kalau Umi butuh sesuatu dan minta tolong dibelikan.. Tapi saat mendengar itu, Umi jadi sedih kalau Shahia berfikir seperti iti terhadap Umi..
"Apa Shahia merasa tak aku anggep ya? padahal aku teramat menyayangi dia menantuku"batin umi
Akhirnya Umi meminta tolong dengan santri yang sedang melintas didepan rumah Umi..
Adzan Maghrib pun berkumandang.. Keluarga Abah telah berkumpul untuk berbuka puasa..
Abah, Umi, gus Afnan dan gus Arkan berbuka sambil berbincang2.. Namun tidak dengan Shahia, ia masih kefikiran dan sedih.. Ia juga ingin layaknya istri dan menantu yang baik yang mengurusi keluarga nya bukan hanya sekedar makan tidur dan belajar..
"Umi, biar Shahia aja yang beresin" kata Shahia
"Gak papa nak, biar Umi aja" kata Umi
"Mii biar Shahia aja" kata gus Afnan
Akhirnya Umi mengalah.. Umi teringat dengan kesedihan Shahia tadi sore saat berbicara dengan gus Afnan
"Nak apa Shahia marah sama Umi?" tanya Umi ke gus Afnan
"Dia gak marah Umi, dia hanya sedih kenapa Umi tidak minta bantuan dia padahal dia ada dirumah ini.. kenapa harus orang lain" jelas gus Afnan lembut
"Ya Allah bukan maksud Umi gimana gimana sama dia nan.. Umi cuma gak mau menantu kesayangan Umi kecapean karena dia kan harus sekolah juga ngurus santri juga, dia masih ada tanggung jawab sebagai pengurus" jelas Umi sedih sambil menitikan air matanya
"Afnan tau mii.. cuma Shahia pengen bantuin Umi.. Dia mau jadi menantu yang baik buat Umi"kata gus Afnan
"Maafin Umi ya nan" kata Umi
"Gak papa Umi.. nanti Afnan yang akan ngomong ke Shahia" kata Afnan
"Biarin mii menantu kita mau melakukan apapun dirumah ini.. selagi dia senang gak papa" kata Abah
"Iya bah" kata Umi
Setelah berbuka puasa dan Shalat maghrib, mereka pun berjalan ke masjid bersama2 untuk melaksanakan shalat isya dan tarawih bersama dengan para santri..
"Shahia" panggil Umi
"Iya Umi" jawab Shahia
"Maafin Umi ya sayang" kata Umi
"Minta maaf kenapa mi? Umi gak punya salah sama Shahia.. seharusnya Shahia yang minta maaf sama Umi" kata Shahia lembut
"Kamu menantu kesayangan Umi nak" kata Umi
"Shahia juga sayang Umi" kata Shahia lembut
Setelah Shalat tarawih, semua santri mulai kembali ke kamarnya masing2.. Shahia pun pamit kepada gus Afnan untuk ke asrama putri dulu karena untuk mengecek keadaan asrama..
"Nid, ane kangen tidur bareng kalian" kata Shahia
"Kita juga kangen tidur bareeng" kata Nida
"Ho'oh.. Evi juga kangen tidur sama Shahia.. kangen nendang Shahia lagi pas tidur" canda Evi
"Hahaha ente mah nyakitin orang" kata Ratna
"Oh iya abis lebaran kita ada penurunan jabatan kan? sudah disiapin dari jauh2 hari belum laporan pertanggung jawaban kita?" tanya Shahia
"Belum sha.. nanti sebelum liburan kita ada rapat sama para asatidz untuk hal ini.. terus setelah liburan baru kita bkin acara LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban)" jelas Nida
"Ko ane baru tau?" tanya Shahia
"Laaah kemana aja enteee? istri nya gus Afnan gak tau apa2" ejek Muti
"Seriua loh ana gak tau, gus Afnan juga gak ngasih tau" kata Shahia
"Yaudah ente tny aja sama suami ente dan ente siapin laporan ente" kata Ratna
"Yaudah kalau gitu.. ana balik dulu yaa udah jam 10 malam.. nanti laki ana nyariin lagi gak bisa tidur 😄" kata Shahia
"Beda dahh yang udah punya suami maaahhh" kata Nida
"Uhhuuyyy alamat pulang bikin debay ini" celetuk Evi
"Oohhh pasti laahhh jangan pengen yaaa..hahahaha" ledek Shahia
"Huuuhhhh dasar" kata mereka serempak
Saat Shahia melintas perkebunan yang terdapat dekat asrama putri, Shahia melihat seorang perempuan memakai baju putih sedang duduk dikursi
"Astaghfirullah apa itu yaa" batin Shahia
Hadduhh author ko yang jadi merinding yaa 😅😅 pengalaman begitu soalnya.. hehe
"Itu apa yaa? samperin gak yaa?" batin Shahia
Makin lama Shahia makin perhatiin dan akhirnya Shahia tersadar siapa itu..
Shahia langsung buru2 lari menuju rumah..
Tiba dirumah Shahia langsung menutup pintu kamarnya dengan kencang..
Badannya gemetar dan mengeluarkan keringat dingin..
"Huhh masih giniari udah nampakin aja sih.. gak bisa entar maleman dikit apah" gerutu Shahia
"Dek"
"Aaaaahhhhhh ssssseetttaaannn" teriak Shahia sambil menutup mukanya
"Dek ini mas dek suami adek.. adek kenapa?" tanya gus Afnan
"Astaghfirullah jantung ana mau copot mas" kata Shahia lemas
"Adek kenapa?" tanya gus Afnan penasaran
"Anuh tadi Sha liat perempuan pakai baju putih dikursi deket kebun mas" kata Shahia
"Owhh.. gak papa.. gak ganggu ko.." kata gus Afnan
"Tetep aja Shahia takut mas" kata Shahia
"Adek baru liat satu aja takut.. Mas udah sering liat biasa aja" kata Gus Afnan
"Seriusan mas?" tanya Shahia penasaran
"Iyaa.. mau mas ceritain?" tanya gus Afnan
"Mauu" kata Shahia
"Ahh entar takut lagi gak bisa tidur" ejek gus Afnan
"Ya enggak lah mas.. kan Shahia gak bakal liat mereka.. Jadi ngapain takut.. itu tadi lagi apes aja" kata Shahia
"Yaudah mas ceritain.. Jaaaddiii...." kata gus Afnan
Bersambung...
apa lagi ttg ziya .
duh .
ga bikin bosan