NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Polisi (Terjebak Nikah Online)

Terjebak Cinta Polisi (Terjebak Nikah Online)

Status: tamat
Genre:Komedi / Obsesi / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:14.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: mbu'na Banafsha

Komitmenlah yang membuat dua orang terikat dalam sebuah hubungan. Seperti perjanjian, suatu hari akan dipertanyakan. Sekuat itu Ayya menggenggam ikatan meski sedari awal tak terlihat ada masa depan.
Sementara Ali butuh cukup waktu untuk me-reset ulang perasaannya setelah masa lalu bersarang terlalu lama dalam ingatan.

Akan dibawa ke manakah rumah tangga mereka yang didasari atas perjodohan orang tua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mbu'na Banafsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya ketemu Umi

“Kenapa kembali ke rumah? apa hari ini tidak bekerja, Mas?”

“Ayy, aku ada tugas ke luar kota besok pagi, aku harap kamu tidak datang menemui Vina.”

“Kenapa, Mas? dia 'kan sakit, pasti butuh bantuan.”

“Aku akan menghubungi Ibra, supaya dia membawa Vina dari sini.”

“Saat ini mungkin Ibra sedang dalam perjalanan menuju Yayasan, Mas.”

“Dari mana kamu tahu kalau dia pergi ke Yayasan?”

“Mas Baim menelepon Ayya kemarin, Mas.”

“Apa maksud Ibra? kenapa dia harus melaporkan kegiatannya, padamu?” sentak Ali sambil menatap tajam.

“Dia cuma bertanya, siapa tahu Ayya sedang merindukan orang-orang di kampung dan ingin pergi ke sana juga.”

“Sshh, kapan dia akan menerima keadaan kalau kamu sekarang adalah istriku?” gumamnya pelan.

“Sudahlah, Mas. Gak penting juga.”

“Ayy, selama aku pergi, suruh bi Nur saja kalau Vina butuh sesuatu.”

“Sejak awal, bik Nur tidak mau bertatap muka dengan mbak Vina, Mas.”

“Benarkah? Akh, sesungguhnya aku pun tak ingin melihat wajahnya lagi, tapi aku harus menyuruhnya pergi ke mana, Ayy? aku bingung sekarang.”

“Ayya mengerti, Mas. Kamu tidak bisa membuang Vina begitu saja, kamu harus menepati janji pada ibunya.”

“Tapi aku mengkhawatirkanmu juga Ayy? kamu selalu terluka karenanya.”

“Sejujurnya, ku memang selalu terluka. Haruskah aku menyerah saja, mas?”

“Apa maksud kamu, Ayy?”

“Jika aku pergi darimu, semua masalahmu akan selsai, Mas. Lagi pula saat ini belum terjadi apa-apa diantara kita, belum terlambat jika kita putuskan untuk berpisah.”

“Apa! kamu bicara seperti itu, apa karena kamu ingin pergi bersama Ibra? Ohh, aku tahu selama ini kamu pasti sangat ingin lari ke pelukannya setiap kali kamu terluka!” Bentak Ali.

“Aku tidak pernah merindukan pelukan laki-laki mana pun, Mas. Meskipun aku terluka karena harus berkali-kali melihat suamiku sendiri memeluk wanita lain, kamu harus tahu jika aku bukanlah wanita murahan.” Matanya mulai berkaca-kaca.

“Tapi pada akhirnya, kamu ingin mengejarnya 'kan? kamu ingin pergi dari rumah ini 'kan? baik! aku akan mengabulkan keinginanmu, kemasi barang-barangmu, bersiap-siaplah besok pagi-pagi sekali aku akan mengantarkanmu.” Ali pergi dari kamar nya tanpa menghiraukan penjelasan dari Ayya.

“Mas! tunggu!” Seru Ayya memanggil suaminya. “Aku tidak pernah mengatakan kalau aku ingin pergi dari rumah ini,” serunya.

“Hhaahh, apa yang ada di pikirannya? kenapa dia berpikir seperti itu?” gumam Ayya sambil menggigit bibirnya.

Malam ini Ali tidak pulang ke rumah, dia putuskan untuk tidur di kantornya dan kembali besok hari untuk menjemput Ayya.

“Ayy, keluarlah! cepat kemasi barangmu. Aku tunggu di mobil,” teriak Ali sambil menggedor pintu kamarnya.

Ayya membuka pintu sambil berkata, “Mas, aku tidak mau pergi, siapa yang bilang aku mau pergi dari sini?” seru Ayya.

Ali menerobos masuk lalu mengeluarkan beberapa pakaian Ayya dari lemari dan memasukkannya ke dalam tas.

“Kamu benar-benar menginginkanku pergi, Mas?” ucap Ayya sambil memandangi Ali yang tengah membereskan bajunya.

“Baik, aku pergi. Dengan begitu kamu bebas dengan mbak Vina, itu 'kan yang kamu mau.” Ayya mengambil tas berisi pakaiannya dari tangan Ali, lalu dia segera turun dari kamarnya menuju mobil yang terparkir di halaman rumah.

Ali tersenyum miring saat melihat Ayya pergi dari kamarnya, lalu menyusulnya.

“Pakai sabuk pengamannya!” perintah Ali. Ayya menurut sambil mengerucutkan bibirnya, ia tak percaya bahwa Ali benar-benar akan mengantarkannya pulang ke rumah orang tuanya.

“Bagaimana ini, apa yang harus aku katakan pada Abi dan Umi?” batin Ayya, wajahnya tampak gelisah. Mereka hampir tak mengeluarkan suara di sepanjang perjalanan. Hingga akhirnya tiba di depan rumah orangtua Ayya. Ali menoleh ke arah Ayya yang masih duduk di sampingnya.

“Ayo! keluarlah! kenapa diam saja?”

Ayya semakin kuat menggigit bibirnya, lalu Ali menariknya dengan paksa keluar dari dalam mobilnya.

“Cepatlah! aku ada urusan.”

“Ba-baiklah,” ucap Ayya sambil mengetuk pintu dengan pelan lalu mengucap salam.

“Assalamualaikum, Umi ... Abi ....”

“Yang kenceng, Ayy!” perintah Ali.

Ayya perlahan mengangkat tangan kanannya kembali, namun sebelum dia mengetukkan tangannya, pintu sudah terbuka lebih dulu.

“Umiiii ...!” seru Ayya sambil memeluk Bu Aisyah saat membuka pintu rumahnya.

“Kalian datang? kenapa tidak memberi kabar dulu?” tanya Bu Aisyah yang sama sekali tidak mengira akan kedatangan mereka yang tiba-tiba.

Bu Aisyah melepaskan pelukan anaknya yang mulai menitikkan air matanya.

“Ayy, kamu nangis?”

“Ayya kangen, Umi.” jawab Ayya lalu kembali memeluk ibunya.

“Jadi gini Umi, Ali bawa Ayya kemari karena dia sering melamun di tepi kolam, dia juga sering merengek, pengen ketemu Umi sama Abi,” tutur Ali yang sedari tadi kehadirannya tidak disadari oleh Bu Aisyah.

Bu Aisyah segera menoleh ke arah menantunya itu, dan Ali pun mencium punggung tangannya.

“Maaf nak Ali, Ayya nih anak bungsu jadi sedikit manja.”

“Iya, Umi. Ayya memang manja sekali,” timpal Ali yang spontan dibalas tatapan mata yang tajam oleh Ayya. Ali tahu Ayya tidak terima saat dibilang manja, namun Ali sengaja menggodanya.

“Mas! kapan aku manja?”

“Sekarang ...,” jawab Ali sambil ketawa renyah. Bu Aisyah ikut tertawa lalu mempersilahkan mereka masuk.

“Umi sampai lupa nyuruh kalian masuk. Ayo, nak Ali. Istirahat di dalam.”

“Tidak, Umi. Kebetulan Ali sedang ada urusan di sini jadi sekarang harus pergi dulu, tapi nanti Ali pulang ke sini lagi.

“Jadi tugas ke luar kota-mu itu di sini, Mas? kenapa gak bilang dari kemarin?”

“Nitip Ayya dulu ya, Umi. jangan biarkan dia pergi ke Yayasan,” pesan Ali.

“Kenapa aku gak boleh berkunjung ke Yayasan, Mas? aku kangen sama anak-anak didikku di sana.”

“Jangan, Ayy. di sana ada culik,” canda Ali. Yang jelas dia tidak mau kalau Ayya bertemu Ibra di Yayasan.

“Udah, ya. Aku berangkat dulu. Umi, Ali pamit.”

“Gak makan dulu, Mas!” seru Ayya.

“Lagi buru-buru, Ayy. Nanti saja pulangnya, Assalamualaikum ....”

“Waalaikumsalam,” jawab Bu Aisyah.

“Tumben banget, padahal biasanya kan dia gak bisa telat makan,” gumam Ayya pelan.

“Kenapa, Ayy,?

“Aahh, enggak, ko, Umi. Ayo kita masuk, Ayya lapar tadi gak sempet sarapan.”

BERSAMBUNG ...

Readers-ku tersayang mana suaranya? Author doakan semoga kalian selalu sehat dan banyak rejeki. Jangan lupa angkat jempolnya buat tekan like dan komen di bawah, dukung selalu karya-karya recehanku, supaya lebih semangat up-nya. Terima kasih 🙏😘

1
Nur Hafizah
Luar biasa
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼
jodoh di tangan author mas baim 🤭
💕£LI P®iwanti 🦋✍️⃞⃟𝑹𝑨 🐼
tega bgt si ali ini ya,kasihan kamu ayya 😢
Nirmala Dewi
Ayya juga memberi kesempatan kepada pelakor🤣🤣
Nirmala Dewi
Ali laki² bodoh yang gak bisa menjaga perasaan istrinya...jadi lali² gak konsisten pada pendirian...greget aku Thor😂😂
Qaisaa Nazarudin
"WANITA YG BAIK DIA TIDAK AKAN MEREBUT SUAMI ORANG"🙄🙄🙄😡😡
Qaisaa Nazarudin
Udah 5 tahun juga berlalu,Cuman di dunia novel aja yg slalu clbk,Kalo di dunia nyata mah MANTAN akan tetap jadi MANTAN,Apa lg kalo udah ada yg baru,Walau secinta apapun di masa lalunya,tetap akan terganti dgn yg baru,ngapain nyiksa diri jd org bego mengenang masa lalu..😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Mau di bilang duda tapi belom resmi bercerai,di kata suami orang tapi udah gak satu atap..
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
yhoenietha_njus🌴
mampir kak next maraton klo ga cape maratonnya😉😉
Neni Sukarsi
bagaimana Thor. polisi disini bodo banget. tidak punya prinsip. dan tidak punya pendirian. muyaak
nasywa
bagus sekali
Sulati Cus
sudah klu berurusan sm laki2 yg blm kelar dg masa lalu nya
misbahumisa bohari
ini sangat bagus ceritanya romantis dan uni
Jumiati
menjijikkan....Ali berpelukan dan selalu si Vina nempel ayya tak masalah.....giliran ayya hanya kepergok dipegang Baim......marahnya kayak udah kayak gitu....Ali egois....ayya terkesan bodoh dan bucin.....buat ayya jual mahal dikit...biar Ali ada perjuangan nya unk mendapatkan ayya....ini kok. terkesan ayya yang menyodor nyodorkan dirinya....tinggal malah nyusul.... nggak ada harga diri....
Four Lovely
baca maraton, dak sempat koment karna pingin baca terus ampe selesai. bagus thor karna temanya kehidupan polisi yg normal, bukan yg lgsg polisi dgn jabatan tinggi, polisi yg sedang meniti karir bertemu wanita dgn kehidupan biasa, bagus, tinggal mengasah utk kata2 dalam cerita.
◕EmBul˙⁠❥⁠˙: terimakasih dukungannya 🙏🙏
total 1 replies
MFay
bahagia selalu, sakinah, mawadah warahmah ya Ali dan istri 😅
Sri Hariati
mantap
Ida
ok💪 Thor 👍
Siti rayhan
saya juga mnikah di usia 25thn..ya bgitulah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!