NovelToon NovelToon
Istri 30 Trillion Mr. Mafia

Istri 30 Trillion Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pengganti / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pasha Ayu

TAMAT

"Ingat, kau milikku Kiar!" Sorot menusuk dari mata hazel Tuan mafia menyandera gejolak gadis itu.

Adalah Kiara Elga, nama janda kembang berusia 20 tahun. Sebuah peristiwa menakutkan membawa gadis malang itu kepada seorang mafia.

Dave Myles nama dari ketua sekumpulan rahasia yang terkenal dengan pengaruh besarnya di bidang politik, 28 tahun usianya, sukses, tampan, gagah, tapi sialnya adalah Kiara hanya istri sirinya.

Bukan main, hanya dalam waktu satu hari saja, Kiara mampu membeli berhektar-hektar tanah sawah di kampung halamannya.


Welcome para pembaca baru karya ku, Yeay, anda telah memasuki zona bucin akut beracun🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasha Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taman

Percaya atau tidak. Kesedihan seorang wanita yang teraniaya itu menular. Satu istri dipukuli, seluruh dunia menangis, satu orang ibu dihina oleh mantan suami, sejagat raya ikut merasa tersakiti. Dan itulah wanita, suara mereka terlalu spesial dan terdengar.

Mora seorang wanita, sekejam apa pun ia di medan perang, ia tetap bisa merasakan sakit saat menjumpai kaumnya terabaikan.

"Pakai seragam itu, lalu turun ke bawah dengan tangga biasa. Aku tunggu di luar." Mora melemparkan seragam laki-laki pada sang Nyonya.

Kiara mengangguk menurut. "Aku segera datang Nona, terima kasih bantuannya." Ucapnya.

"Cepatlah!" Mora keluar dari kamar, lantas Kiara mengganti pakaiannya dengan seragam serba hitam ala anggota Darkness-one.

Mora sengaja menyuruh Kiara menyamar. Tujuannya agar anak buah Dave tak meributkan soal kepergian Kiara dari sangkar emas ini.

Setelah rapi dengan pakaian serba hitamnya, Kiara menuruni anak tangga tanpa sepengetahuan Marta dan Maria.

Gepokan uang dollar Kiara bawa dengan tas punggungnya. Mungkin ini akan bermanfaat di kemudian waktu.

Kiara berlari keluar dari rumah besar suaminya dengan wajah menunduk. Topi hitam lumayan membuat wanita itu tak dicurigai orang-orang Dave.

Terlebih, ada Mora yang dengan sengaja memuluskan jalan Kiara untuk keluar dari istana bernilai puluhan triliun ini.

"Masuklah!" Mora menyetir sendiri, lalu Kiara duduk di sisi jok kemudi.

Dirasa cukup aman, Mora bergegas melajukan mobilnya tanpa kecurigaan orang-orang Dave tentunya.

Salah satu kota kenangan Dave dan Gisellelah yang Mora tuju kali ini. Kekasih Marvin itu terlihat manis dengan setelan hitamnya.

"Kamu yakin kamu kuat melihat apa yang akan Dave lakukan nantinya hmm?" Mora melirik sekilas pada Kiara.

"Yakin." Kiara mengangguk. Bukan kuat, lebih tepatnya Kiara ingin tahu kebenaran hati Dave yang mengabu. "Tapi apa Nona Mora tahu di mana Dave akan bertemu dengan Giselle?" Tanyanya kemudian.

Mora mencebik. "Ada tempat yang biasa menjadi tempat pertemuan mereka, aku yakin Dave ke sana." Ujarnya.

"Semoga saja."

Harap-harap cemas Kiara duduk di sisi Mora. Sesekali Mora berkomunikasi dengan tim kepercayaannya. Rupanya benar, Dave memang menuju tempat yang Mora tuju.

Sepanjang perjalanan kaki tangan Kiara gemetar, dahi berkeringat dingin, jantung berdegup tak nyaman, gelisah, gundah, gulana, semuanya terasa menyiksa.

...⭕⭕⭕...

Di bawah atap mobil Limosin milik Dave, sang empu telah sampai pada hunian klasik sederhana yang terletak di pinggiran kota.

Tempat ini Dave beli, untuk Giselle beberapa tahun yang lalu. Di sinilah mereka sering berjumpa, melepas belenggu rindu dengan cumbu.

Brugh....

Pintu mobil terbanting sesaat setelah kaki- kaki gagah Dave memijak tanah berumput hijau itu.

Kacamata hitam Dave sematkan pada wajah tampannya. Ia melangkah lurus memasuki sebuah pintu kayu yang sepertinya akses satu-satunya menuju taman bunga rumah sederhana ini.

Di bangku taman sana, punggung mulus seorang wanita menyambut hangat kedatangannya. Di cuaca sedingin ini, Giselle mengenakan gaun terbuka.

Dave terus melangkah pelan hingga kakinya sejajar dengan kaki-kaki mungil milik wanita cantik itu.

"Dave." Giselle berdiri setelah menoleh. Tangannya mengusap dada bidang pria itu. "Apa kabar Dave?"

"Baik." Dave membuka kacamata hitamnya, lalu menyangkutkan di salah satu saku dalam jaket panjangnya.

"Aku merindukan mu." Giselle mengulurkan tangannya, menyentuh pipi berjambang tipis milik Dave. Setelah beberapa hari ini tak bisa tidur, akhirnya Dave mengajaknya bersua.

Dave hanya terdiam menatap lekat wajah cantik mantan kekasihnya. Ia masih sibuk menimbang-nimbang rasa dalam dada.

Di mana letak kebahagiaan yang seharusnya ada? Di mana sengatan gairah yang seharusnya muncul? Lalu, di mana rasa ingin memiliki yang dahulu hanya tertuju pada wanita ini?

"Kamu tidak merindukan aku Dave?" Giselle mengikis jarak, hingga tersisa beberapa senti saja.

Dave belai pipi mulus wanita itu. "Apa yang akan kau lakukan untuk membuktikan bahwa rasa ku padamu masih tulus?" Tanyanya.

"Apa lagi?" Giselle terkekeh. "Tentu saja banyak caranya Dave, kita bisa berjalan-jalan di taman kota, menghabiskan waktu bersama, bercumbu, lalu bercinta semalaman."

Dave terpejam saat Giselle meremas bagian terlarangnya. "Giselle." Ada sesuatu yang seolah tidak menyetujui gerakan wanita itu.

"Hmm?" Giselle terus mempermainkan rasa Dave dengan sentuhan lembutnya.

"Satu hari saja waktu mu." Cetus Dave.

Giselle mengangguk. "Yah, satu hari. Tapi setelah itu, kau akan memberikan seluruh waktu mu padaku." Ujarnya pasti.

Giselle membawa tangan besar Dave menyentuh tonjolan dadanya. "Remas Dave." Pintanya.

"Ahh!" Meski Dave ragu-ragu, Giselle terpejam menikmati sentuhan yang telah lama tak ia dapatkan.

Merasakan dinginnya ekspresi Dave, Giselle mencoba cara lain. Ia duduk kembali pada bangku taman, lalu membuka kepala gesper milik Dave.

"Giselle!" Seperti melarang, Dave menyuarakan protesnya.

"Kamu menyukainya bukan?" Mendongak senyum, Giselle tetap melanjutkan gerakannya. "Biarkan aku membuat mu tak berdaya."

Baru saja tangan-tangan itu menyentuhnya, Dave mundur satu langkah. "Aku sudah punya istri." Katanya.

Giselle terkekeh samar. "Lalu untuk apa kau datang ke sini?" Tukasnya. "Bukankah itu berarti kau tidak cukup puas dengan servis istrimu?"

Itulah pertanyaan yang sedang Dave cari jawabannya, kenapa Dave masih harus membuktikan perasaannya.

"Mencari istri bukan hanya cantik dan baik Dave. Istri juga harus bisa membuat mu tak melirik ranjang wanita lain." Ketus Giselle.

Dave mendaratkan pantatnya pada bangku taman itu. "Bantu aku mencari jawabannya, sebenarnya apa yang aku rasakan padanya?" Gundahnya.

Giselle tertawa kesal. "Kau bingung dengan perasaan mu sendiri Dave? Tentu saja kau masih menginginkan aku! Jika tidak, kau takkan mungkin membuatnya seperti diriku Dave! Dan kau takkan pernah mengajakku bertemu di sini!"

Nanar, Dave menatap Giselle. "Kamu tidak tahu bagaimana kesederhanaan Kiara membuat ku simpatik."

"Kamu hanya simpatik, tapi tidak mencintainya. Dia orang asing yang kau jadikan replika ku!" Potong Giselle ketus.

"Mata ku, rambut ku, wajah ku, sentuhan ku, takkan pernah bisa sama meski kau membeli sepuluh wanita sekalipun Dave!" Teriaknya histeris.

"Oh Tuhan." Dave meremas rambut pekatnya, ia lemah saat menundukkan wajah, desah terlepas begitu kasar. Jika dipikir kembali, ucapan Giselle ada benarnya. Kenapa Kiara harus dia ubah seperti Giselle?

"Jangan lagi banyak berpikir." Giselle meraih tangan besar Dave untuk dituntun kepada bagian paling terlarang miliknya. "Sentuh aku Dave!" Lirihnya merayu.

Dave nanar menatap wajah cantik wanita itu. Dari belahan gaun di paha Giselle tangan Dave telah menyelusup masuk. "Lama aku tak mendapat sentuhan mu Dave."

"Giselle." Dave menggeleng.

Giselle menghiba. "Lakukan, ku mohon."

"Ahh, Dave, ..." Tak mendapat gerakan yang ia mau, Giselle sendiri yang membuat jari-jari Dave bermain. Itu saja, sudah cukup baginya.

Sebelah tangan Giselle melingkar pada tengkuk leher laki-laki itu. "Aku sudah sangat yakin, kamu masih milikku Dave. Secantik apa pun wanita di luar sana, tetap Giselle wanita yang kamu cintai, kau boleh tidur dengan banyak wanita, tapi hatimu tetap milikku."

"Cukup Giselle!" Dave lirih. Ada penolakan yang meronta ingin keluar. Tapi dilema cinta masih membelenggunya.

Brakkk...

Satu vas bunga terjatuh, Giselle menoleh lebih dulu. Seorang laki-laki berseragam serba hitam yang Dave anggap anggotanya itu menjatuhkan topinya.

Giselle membulat mata, sontak terbit pula senyum seringai di bibirnya. Rupanya Kiaralah yang berjalan mundur dengan langkah teratur.

Giselle bersorak dalam hati. Jadi Kiara melihat secara langsung bagaimana Dave menyentuhnya.

Dave baru akan menoleh, Giselle sudah lebih dulu meraih pipi laki-laki itu. "Ku mohon Dave, kita baru beberapa detik bersama, kamu tidak bisa memutuskan perasaan mu begitu saja." Bujuknya.

"Kau yang bilang bukan? Satu hari saja. Jadi biarkan aku bersama mu. Satu hari saja. Dan bagaimana pun keputusan mu setelah itu, aku siap menerimanya Dave." Manipulasi nya kembali. "Aku berjanji." Pungkasnya.

Alis Dave menukit tajam. Ada kebimbangan yang entah dari mana asalnya.

...Maaf mentemen kalo Pasha jarang interaksi sama kalian, sumpah, akooh kalo terlalu lama liat entunn tuh mabok, wkwk. Ini ajah aku nulis, layarnya disetting mode bulan sabit. Makasih yg masih setia yak... Lope sekebon......

1
Deswita
🙏🙏
Deswita
🙏
Ria Ningroem
Mas² Londo🤣🤣🤣
retno❤️
Keren banget ceritanya Kak... cerita satu dg yg lainnya nyambung... untung sdh baca cerita squel yg lainnya, jadi gak terlalu bingung... hebat banget Kak Pasha ini, gak pernah gagal, novelnya selalu bagus... semangat terus berkarta ya Kak... sukses selalu 👍🏻🥰
IbuNa RaKean
c Rega kena hukum karma atas omongan ny sndiri,Dy JD om om dan nikahin Vanesa yg masih abegeh🤣🤣
Rabiah Anggraeni
menarik, Dave suami idaman, kesetiaany pada Kiara dapat 100bintang....
semangt Thor...aku suka karya²mu - TDK ada yg terlewatkn, sehat selalu BSM klurga. aku slalu menanti karya2mu....semangt💪🏻💪🏻💪🏻💖
YuWie
Luar biasa
neng ade
seru dan menegangkan
Inooy
cerita nya simple,,sesimple bab nya yg pendek bgt menurut aq..biar simple dn pendek bab nya, tidak mengurangi ke'epikan nya, keapikan nya dn kecantikan nya..benar2 bagus nih cerita walaupun menceritakan tentang mafia dn kehidupan barat tp.masih sopan 👍👍
awal nya aq ragu utk membaca novel ini, tp karena penasaran aq lanjut sampe akhir..ternyata cerita nya g mengecewakan 👍👍👍👍
Renesme
Baguss 👍👍
Renesme
Dan sampe tua Rega tetep aneh, tapi itu yang menjadikannya menarik 😀
Renesme
Pantesnya ini yang jadi Kiara, putih dan agak bulet, khas gadis Priangan
Irma
Luar biasa
Riris riris
bagus , menarik 👍👍👍👍
Mifdatul Wiji
Luar biasa
Misna Mii
aku suka perbucinan suami istri loh thorrr
aliya
bagus...
Misna Mii
aku baru baca thorrr, sekarang dah umur berapa anakmu thorrr
PASHA: Udah mau dua tahun ihihi....
total 1 replies
Faranissa Mukta
Kecewa
Faranissa Mukta
Buruk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!