NovelToon NovelToon
PACAR BAYARAN : Kukira Pelayan Ternyata Pewaris

PACAR BAYARAN : Kukira Pelayan Ternyata Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Kantor / Konglomerat berpura-pura miskin / Wanita Karir / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Percintaan Konglomerat
Popularitas:15.9k
Nilai: 5
Nama Author: F.A queen

Mikhasa tidak pernah menyangka jika cinta bisa berakhir sekejam ini. Dikhianati oleh pacar yang ia cintai dan sahabat yang ia percaya, impian tentang pelaminan pun hancur tanpa sisa.

Namun Mikhasa menolak runtuh begitu saja. Demi menjaga harga diri dan datang dengan kepala tegak di pernikahan mantannya, ia nekat menyewa seorang pelayan untuk berpura-pura menjadi pacarnya, hanya sehari semalam.

Rencananya sederhana, tampil bahagia dinikahan mantan. Menyakiti balik tanpa air mata.

Sayangnya, takdir punya selera humor yang kejam. Pelayan yang ia sewa ternyata bukan pria biasa.
Ia adalah pewaris kaya raya.

Mikhasa tidak bisa membayar sewa pria itu, bahkan jika ia menjual ginjalnya sendiri.

Saat kepanikan mulai merayap, pria itu hanya tersenyum tipis.

“Aku punya satu cara agar kau bisa membayarku, Mikhasa.”

Dan sejak saat itu, hidup Mikhasa tak lagi tenang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F.A queen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUJUH

Mikhasa berjalan dengan jantung berdegup cemas memasuki gedung kantor.

Sumpah demi apa pun, ia takut pada Axel. Ciuman tiba-tiba di bibirnya, lalu pagi ini, Axel muncul di apartemennya, memaksa ikut naik taksi yang sama, menarik tangannya, dan bahkan nyaris menciumnya lagi.

"Dia itu pria jenis apa, sih? Mengerikan. Sembarangan mencium perempuan. Itu pelecehan 'kan?" Gumamnya.

Pikiran Mikhasa meluncur lebih jauh, lebih gelap. "Atau karena dia orang kaya? Karena merasa tak mungkin tersentuh hukum, jadi berani terang-terangan?"

Dadanya mengencang. Matanya panas, tiba-tiba ia ingin menangis. Ia bahkan tidak langsung masuk ke lift menuju ruangannya. Langkahnya berbelok ke kantin.

Setelah membeli sebotol air mineral, ia duduk di pojokan, jauh dari lalu lalang. Air itu ia sesap sedikit lalu menarik napas dalam-dalam. Mencoba menenangkan kepalanya yang riuh.

Mikhasa memejamkan mata dan di situlah suara itu muncul.

“Sini, keponakan paman yang cantik. Kamu sudah besar, ternyata.”

Tubuh Mikhasa menegang. Kejadian itu, terjadi saat ia masih kuliah dulu.

“Kenapa paman baru sadar kalau kamu sangat seksi, Mikhasa?” Suara itu terdengar mabuk berat. “Sini, Nak. Peluk pamanmu.”

Saat itu tidak ada siapa-siapa di rumah. Gadis itu terpojok. Tangannya gemetar hebat.

Satu tangan kasar pamannya menarik pinggangnya. Satu lagi meraih tengkuknya.

Refleks, Mikhasa meraih teko kaca di dekatnya. Pyarrrr. Teko kaca di tangannya menghantam kepala pria itu.

Darah mengalir, tubuh pamannya itu ambruk, pingsan seketika.

Mikhasa membuka matanya dengan napas tersengal, tangannya dingin mengingat kejadian itu. Botol air di genggamannya bergetar pelan.

Dan kini ia mengerti kenapa tubuhnya bereaksi seperti itu pada Axel. Kenapa satu ciuman bisa terasa seperti ancaman.

Saat berpacaran dengan Steven, mereka tak pernah berciuman. Bukan karena Steven tak mau, melainkan karena Mikhasa selalu menolak.

Ia berulang kali menegaskan batas itu. Ciuman akan ia berikan nanti. Setelah mereka menikah. Dan mungkin… karena itulah Steven memilih berselingkuh darinya. Pikiran itu masih menyakitkan, meski sudah berlalu.

Dan kini.... "Axel." Pria yang baru satu hari ia kenal. Tiba-tiba saja mencium bibirnya, tanpa izin, tanpa peringatan.

Kontras itu membuat kepala Mikhasa berdenyut. Ia menjaga diri bertahun-tahun, kehilangan Steven karena hal itu. Lalu datang orang asing, merenggut batas itu dalam hitungan detik. Gila.

Bukan hanya tentang ciuman. Tapi tentang betapa mudahnya sesuatu yang ia jaga mati-matian… diambil begitu saja, oleh seorang Axel Mercier.

🍀🍀🍀

Jam istirahat, Mikhasa duduk di kantin sendirian. Nasi kotak di depannya masih utuh, bahkan belum disentuh. Otaknya kacau.

“Aku lapor polisi nggak ya?” gumamnya pelan. Jarinya sibuk mengetuk meja. “Yang Axel lakuin ke aku, jelas cabul, kan? Ya, aku harus laporin atas tuduhan pelecehan."

Ia berhenti sejenak, lalu menunduk. “Eh, tapi kan dia orang kaya. Bisa nyewa pengacara top kelas dunia. Kalau nanti kasusnya malah berbalik nyerang aku gimana? Yaelah, masa baru umur dua puluh empat tahun udah harus masuk penjara.”

Mikhasa mengusap wajahnya kasar, lalu mengacak-acak rambutnya sendiri sampai makin awut-awutan. Lalu merapikannya lagi.

“Susah banget kalau lawannya orang kaya,” keluhnya. “Mereka salah, tetep aja kelihatan bener. Aku bener, bisa jadi kelihatan salah."

Sepulang kerja, Mikhasa langsung menjatuhkan diri ke sofa. Badannya lelah, tapi tangan sibuk meraih remote televisi. Setelah televisi menyala, dia main ponsel.

“Capek banget… rebahan dulu lima menit,” gumamnya.

Lima menit yang dimaksud berubah jadi maraton scrolling TikTok, chat grup sambil ngakak, lanjut nonton serial drama, sampai akhirnya ketemu video lagu India. Mikhasa tergelak sendiri, langsung lipsing.

“Waduh, kalau udah begini jiwa bollywoodku bangkit. Rasanya pengen nyanyi sambil nyulik mantan dari istri sahnya."

Dia menepuk jidat sendiri. “Astaga, aku merasa gila.” Matanya melirik jam dinding. “Eh, kok udah jam tujuh aja. Perasaan baru rebahan bentar.”

Dengan malas, Mikhasa menyeret langkah ke kamar mandi. Air dingin sedikit menyegarkan kepalanya. Setelah selesai, ia cepat-cepat mengenakan baju seadanya. Baru saja hendak rebahan lagi, suara ketukan pintu terdengar.

Mikhasa mengernyit. “Siapa yang datang?"

Ia berjalan ke pintu dan membukanya sedikit. Betapa terkejutnya ketika mendapati sosok Axel berdiri dengan wajah datar khasnya.

“Tuan gila?!” seru Mikha kaget. Refleks, ia mendorong pintu untuk menutupnya kembali. Sayangnya, tangan Axel sempat menahan.

“AAAA! Tanganku kejepit! Hampir putus!” teriak Axel dramatis, suaranya menggelegar seperti aktor teater.

Mikhasa terbelalak melihat tangan Axel kejepit. Panik, ia buru-buru membuka pintu lagi.

“Mm—ma—maaf, aku nggak sengaja!” ucapnya terbata, langsung minta maaf dengan tulus. Namun, pandangannya cepat berubah galak dan waspada. “Ngapain kamu malam-malam ke sini?”

Ia sudah bersiap menutup pintu lagi, takut Axel berulah. Tapi Axel cepat menahan pintunya dengan bahu.

“Tenang. Aku cuma mau ngirim ini.” Axel mengangkat tangan satunya, memperlihatkan sebuah box makanan. “Kamu belum makan, kan? Buruan makan gih.”

Ia langsung menyodorkan box itu pada Mikhasa. Gadis itu menatapnya dengan raut takut. Buru-buru ia menggeleng.

“Nggak mau. Bawa balik aja. Aku udah makan kok.”

Axel menyipitkan mata, senyumnya tipis, “Terima, atau aku taruh sendiri ke dalem," ucapnya dengan ancaman.

Mikhasa berkedip cepat, terkejut. Napasnya jadi tidak beraturan. Ya ampun, kenapa pria kaya malah kayak gini? Kenapa terdengar lebih menakutkan daripada debt collector?

“Ba… baik. Saya terima. Terima kasih, Tuan Muda.” Mendadak Mikhasa gagap, bahkan suaranya terdengar super hormat. Dengan hati-hati, ia mengulurkan kedua tangan untuk menerima box makanan itu, seperti seorang abdi yang menerima titah raja.

Axel menyunggingkan senyum puas sambil menyerahkannya. “Makan yang banyak, ya, Sweety."

Mikhasa buru-buru menutup pintu.

🍀🍀🍀

1
taju gejrot
Mikha gampang tersenyum saat bersama orang lain karena gak ada tekanan😂
Nay@ka
intinta cuma patuh mikha...jgn ngeyel ntar tuan muda ngambek🤣
Nay@ka
pas banget..buka apk ada yg up tuh💃
Momogi
wakakakkkk sabar, tuan. sabaarrrr😆
Momogi
karena axel pikir kamu suka pria berkaca mata 🤣🤣
Momogi
Langsung pake kaca mata dooong 🤣🤣🤣 ciee yg cari perhatian cieee
Momogi
uhukkk awaaasss ya
Momogi
bisa dong. kenapa? kesel ya liat mikha senyum ke orang lain
Momogi
semoga setelah ini kalian akur ya
Momogi
alahh bilang aja cemas mikha pake alesan short drama
Momogi
timpuk aja Mikha, timpuk 🤣🤣
Momogi
semoga kamu segera sadar ya akan luka hati Mikha. jangan bikin dia sedih
Momogi
berharap ini happy end buat kalian. sama2 saling menyembuhkan
Momogi
Yuhuuu mantap Mikha jangan mau ditindas Axel
Momogi
untungnya Mikha tau tentang ini lebih dlu jadinya dia ga bakal nyesek
Momogi
nyesek banget perjalanan hidupmu mikha 😭
Momogi
ya ampun mikha 🥺 kamu dimanfaatin keluarga bibimu ternyata ya
Momogi
Aihh kok kita sama sih. curiga besok aku ketemu cogan ternyata ceo
Momogi
tom and jarry kalian tuuh
Momogi
dimana lagi dapet 1 milyar ya mikha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!