NovelToon NovelToon
Mas Duda Mencari Ibu Susu

Mas Duda Mencari Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Duda / Romansa / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu / Tamat
Popularitas:10.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kirana Pramudya

Saat menyambut putri tercintanya, Tama Yudha Satria harus menerima kenyataan pahit dengan kehilangan istri tercintanya. Dengan duka yang masih menyelimuti hati, Tama harus mencari Ibu susu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi bayinya yang baru lahir.

Namun, takdir justru mempertemukannya kembali dengan Anaya, mantan kekasihnya yang ternyata kini dia bersedia untuk menjadi Ibu susu bagi bayi Mas Duda.

Bagaimana menjalani kisah hidup dan berusaha bersikap profesional dengan Anaya. Sekaligus, menghapus duka yang masih bergelayut di hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kirana Pramudya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi yang Lebih Semangat

Jika biasanya hari-hari Anaya selalu berselimut mendung. Rasanya enggan untuk terbangun, dan duka yang masih bergelayut di dalam hati. Kali ini Anaya bangun dengan seukir senyuman di wajahnya. Yang dilakukan wanita itu saat bangun pagi adalah memompa sumber ASI-nya yang sudah penuh dengan ASI. Memasang dua botol pumping di payu-daranya, kemudian Anaya menekan tombol di pumping elektrik miliknya, gerakan relaksasi, dan kemudian hisapan dari pumping elektrik itu sehingga tidak berselang lama, sudah mengalir ASI di botol pumping yang terpasang di dadanya.

Menikmati waktu pumping, seolah-olah memang ASI yang Anaya hasilkan adalah untuk bayinya sendiri. Selesai pumping, Anaya kemudian menyimpan kantong ASIP di dalam lemari es terlebih dahulu, setelahnya Anaya bersiap untuk mandi dan akan segera ke rumah Tama.

Hanya membutuhkan waktu 20 menit untuk bersiap. Kali ini, Anaya masih mengenakan kaos berwarna hitam dan dipadukan dengan celana panjang. Anaya hanya menguncir rambutnya ala ponny tail, supaya tidak kesusahan saat memberikan ASI untuk Citra nanti. Rambutnya juga tidak mengganggu Citra yang sedang meminum ASI.

"Pagi Ayah," sapa Anaya dengan turun ke meja makan menemui Ayahnya.

"Pagi Aya ... gimana semalam bisa tidur?" tanya Ayah Tendean kepada putrinya.

Terlihat Anaya yang lagi-lagi menggelengkan kepalanya, "Masih belum nyenyak, Yah ... masih insomia. Cuma Anaya tidak meminum obat tidur dan antidepresan (obat untuk mereka yang mengalami depresi) supaya ASI-nya sehat untuk Citra," balas Anaya.

Sebab meminum obat saat menyusui bayi kadang memang menjadi dilema. Ibu mungkin merasa khawatir bahwa obat yang dia minum akan berefek pada ASI yang diminum si Kecil. Sebab, hampir semua obat yang dikonsumsi Ibu juga dapat masuk ke ASI. Oleh karena itulah, semalam Anaya tidak meminum obat tidur dan obat antidepresan miliknya.

"Lalu, semalam gimana tidurnya?" tanya Ayah Tendean lagi.

"Aya membayangkan Citra, Yah ... mungkin Citra salah yah, cuma Aya membayangkan Citra, dan per dua jam sekali pumping, berpikir bahwa Citra membutuhkan ASI dari Aya. Setelah itu, Aya bisa tertidur," balas Anaya dengan menundukkan wajahnya.

Bukan bermaksud mengganti posisi bayinya yang sudah tiada dengan Citra. Hanya saja, Anaya membutuhkan sosok nyata yang juga membutuhkannya sekarang. Setelah terjaga sembari melakukan pumping tiap dua jam sekali, akhirnya Anaya bisa tertidur.

"Tidak apa-apa, Ay ... semua orang yang kehilangan pasti membutuhkan waktu. Hanya saja, jaga kesehatan kamu. Tidur yang cukup," balas Ayah Tendean.

"Iya Ayah ... ini baru hari kesebelas Ayah. Ada kalanya Aya merasa semakin berat untuk melangkah dan menjalani hari. Di malam hari, saat hendak terlelap, Aya terjaga karena teringat dengan bayi Aya sendiri dan tangisannya yang lirih."

Anaya mencerita semuanya itu dengan mata yang berkaca-kaca, dadanya terasa begitu sesak saat mengingat bagaimana dia terjaga, teringat bayinya sendiri, dan terngiang-ngiang suara bayi.

"Sabar ... semuanya membutuhkan waktu. Aya, terus kamu sampai kapan akan mengenakan pakaian hitam?" tanya sang Ayah.

Anaya menggelengkan kepalanya, "Entahlah Ayah ... hati Aya belum baik-baik saja. Aya masih berduka," balasnya.

"Baiklah ... sabar dan kuat yah. Ayah akan selalu mendampingi kamu. Yang kuat," balas Ayah Tendean lagi.

Kurang lebih 15 menit, Ayah Tendean dan Anaya menikmati sarapan. Setelahnya, Ayah Tendean yang mengantar Anaya ke rumah Tama untuk memberikan ASI untuk Citra.

"Hati-hati yah ... nanti Ayah jemput kamu malam hari usai praktik yah?" ucap Ayah Tendean dengan menurunkan Anaya di depan pintu gerbang kediaman keluarga Tama.

"Iya Ayah ... makasih Ayah," balas Anaya dengan melambaikan tangannya kepada Ayahnya.

Setelah itu, Anaya membuka gerbang dan masuk ke dalam rumah Tama dengan membawa paper bag kecil yang didalamnya berisi kantong ASIP.

"Permisi ... pagi," sapa Anaya begitu sudah tiba di depan pintu.

"Pagi ... masuk Anaya. Masuk saja," balas Mama Rina dari dalam rumah.

"Pagi Tante ... ini ASIP untuk Citra, bisa diminum nanti malam," ucap Anaya sembari memberikan kurang lebih lima kantong ASIP dari paper bag yang dia bawa.

"Makasih Anaya ... sini, biar Tante simpan di dalam lemari es khusus dulu. Kamu sarapan gih ... itu ada Om dan Tama sedang sarapan," ucap Mama Rina yang menyuruh Anaya untuk sarapan.

"Anaya sudah sarapan di rumah tadi, Tante ... sudah penuh ini perutnya," sahutnya dengan menepuk-nepuk perutnya sendiri.

"Ya sudah ... duduk dulu, atau mau ke kamarnya Citra langsung di atas juga boleh," ucap Mama Rina.

"Anaya ke atas saja ya Tante ... kangen sama Citra," balasnya dengan tersenyum.

"Iya ... iya, masuk saja," balas Mama Rina.

Kemudian Anaya memiliki naik ke kamar bayi milik Citra yang ada di lantai dua. Wanita itu memasuki kamar yang dari pintunya saja sudah tercium aroma khas bayi, perpaduan minyak telon, dan juga parfum bayi yang lembut. Citra sendiri sedari lahir juga tidak mengenakan bedak bayi, tetapi di kamar itu rasanya seperti tercium bedak bayi.

Pesan yang Tama dapatkan dari Dokter Spesialis Anak yang memegang Citra yaitu Dokter Bisma, kerabatnya sendiri berpesan bahwa bayi tidak memerlukan bedak tabur. Sebab, pemberian bedak tabur berisiko menyebabkan terhirupnya partikel-partikel kecil bedak ke dalam saluran nafas dan menyebabkan gangguan pernafasan, hingga kemudian. Oleh karena itu, Tama memang tidak memiliki bedak di rumahnya untuk Citra.

"Halo Citra ... Onty datang lagi nih," sapa Anaya dengan lembut sembari tersenyum melihat Citra yang tengah tertidur dengan kakinya saja yang dibedong.

"Citra masih tidur Onty ... tadi tumben dia bangun lebih pagi, jadi Tante langsung jemur dia ... kemudian dibedong kakinya saja dan minum ASIP di dodot. Eh, kok malahan tidur," cerita Mama Rina yang rupanya juga menyusul Anaya ke kamar Citra.

"Oh, pantesan ... jadi Citra nya sudah mandi yah Tante?" tanya Anaya lagi.

"Iya sudah ... kenapa ingin belajar mandiin baby yah?" tanya Mama Rina dengan tersenyum.

"Ehmm, kalau boleh ... mau belajar Tante. Biar tahu rasanya memandikan baby saja," balas Anaya.

"Ya sudah, nanti sore Tante ajarin untuk memandikan Citra yah ... Citra beruntung banget ketemu sama Onty Anaya yang baik," ucap Mama Rina.

Anaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Bersyukur, pagi hari ini rasanya Anaya lebih bersemangat. Kesedihannya teralihkan dengan menjadi Ibu Susu dan sekaligus pengasuh Citra. Semoga saja, hari-hari berselimut mendung di dalam hidupnya akan segera berlalu.

1
Erina Munir
intinya...ada pelakor y thoor...klo ada pelakornya....yg jdi korbannya jngn jdi lemah atuh thoor...alananya hrs jdi kuat n tegas...enak itu bacanya
Erina Munir
tq outhooor.../Good//Good//Good/
Erina Munir
😭😭 jdi mellow
Erina Munir
kaan bnerr...apa ku bilang .. soalbya deket rmh sama sekolahnya chitra ibunya almarhm
Erina Munir
betuul bangeettt
Erina Munir
kejutaaan
Erina Munir
hahaaa jdi lucu yaa
Erina Munir
wiih Anaya bahagia bangeet ya...banyaknyg mensuport
Erina Munir
gaa usah pake baju dinas juga udh membara kalee thoor...😆😆😆😆
Erina Munir
bacsnya ssmpe deg degaan thoor hahaaa
Erina Munir
pokoknya paaliing....terbaik laah
Erina Munir
betul tuh...menjalin k keluargaan
Erina Munir
mengenang masa muda tpi yg indah2 aja yg sedihnya jngn...
Erina Munir
lycuu banget chitra...💕💕💕💕
Erina Munir
ada aja iklan 😆😆😆😆
Erina Munir
ketagian s opa....🤣🤣🤣🤣🤣
Erina Munir
bruntung si opa dpt gadis yg masih tingting
Erina Munir
semoga ssmawa ya oma opa
Erina Munir
biasanya siih....adaa kan thoor
Erina Munir
bersyukur aja naya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!