Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melindungi
Sita pun kemudian berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh, wajahnya sembab matanya berembun,
"Perempuan yang bagaimana yang sebenarnya mas Adrian cari, apa aku kurang cantik?" gumam Sita dalam hati.
Hati Sita sangat sakit, tidak menyangka pengorbanan yang diberikan pada Adrian berakhir seperti sekarang, "aku harus cari info kenapa perempuan tadi jadi pilihan mas Adrian, tapi kemana aju harus cari informasinya?, apa ke mantan istrinya ya?" tanya Sita pada dirinya sendiri, sambil mengemudikan mobil.
Sita kini sudah berada di kantornya, ia lalu duduk sambil membuka akun Toktoknya, dan mencari akun Toktok mantan istri Adrian yang bernama Hanin Kirana, Sita pun berhasil mencari info tentang Hanin.
Menjelang sore hari Sita berhasil menemukan ruko berlantai 3 milik Hanin, ia pun segera mencari tempat parkir tapi sayang.. semua area parkir depan ruko penuh dengan mobil-mobil customer yang membludak hingga di luar gerbang, akhirnya Sita pun parkir di pinggir jalan karapitan.
Sita kemudian berjalan masuk ke lobby ruko yang penuh sesak dengan customer yang belanja offline, dan juga ternyata sedang berlangsung acara Live bersama Ariel Noah.. pengunjung pun bertambah banyak,
"Pantas aja mbak Hanin mantan istri mas Adrian cepat kaya, endorsnya juga pakai artis" gumam Sita.
"Cari produk apa mbak?" tanya SPG counter Hanin menyapa Sita. "Oh, ini mbak.. ada serum wajah dan pemutih wajah?" tanya Sita.
"Ada mbak silahkan.. ini katalognya, di pilih aja dulu" ujar SPG tadi. Sita lalu melihat katalog produk tersebut, "yang ini ya.. sama yang ini juga, ini cream daylight sama malamnya sekalian" ujar Sita. "Siap mbak.. langsung di kassa ya mbak" ujar SPG tadi.
Sita pun segera membayar belanjaan ya, "ada lagi mbak yang bisa saya bantu?" tanya SPG.
"Oh iya mbak, bisa saya ketemu dengan mbak Hanin?" tanya Sita. "Harus buat janji dulu mbak karena beliau sibuk sekali, kebetulan juga hari ini ada tamunya, Ariel Noah.. maaf dengan siapa ya mbak?" ujar SPG itu.
"Saya Sita.. ,"ujar Sita sambil melihat Ariel sang artis yang kebetulan melintas di depannnya.
"Baik mbak, saya coba tanya dulu ya.. mohon di tunggu" ujar pegawai Hanin. Sita mengangguk.
Tak lama Spg pun menghampiri Sita, "mbak kalau mau tunggu mungkin setengah jam, mbak Haninnya masih ada tamu",
"Oh, gitu ya sudah saya tunggu.." ujar Sita.
Sita pun berjalan ke kasir dan membayar produk yang dibelinya tadi, kemudian ia keluar ruko membeli siomay dekat ruko sambil menunggu Hanin.
Setengah jam berlalu, Sita kembali menuju ruko, di lobby tampak Ariel Noah sedang berjalan keluar bersama Hanin.. ,beberapa pengunjung pun heboh melihat Ariel, "kak Ariel .. kak Ariel.. "ujar beberapa customer yang melihat.
Ariel Noah kemudian masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan ruko.
"ya ampuuun, ganteng banget sih Ariel" gumam Sita dalam hati.
Melihat itu Sita cepat menghampiri Hanin,
"Mbak Hanin maaf, bisa kita ngobrol sebentar saya ada perlu.." ujar Sita. "Oh, ini Sita ya.. oke kita ke ruang tamu" ujar Hanin.
Di ruang tamu, "ada apa Sita?" tanya Hanin.
"Maaf Mbak Hanin apa mbak masih mengharapkan mas adrian?" tanya Sita. Hanin hanya tersenyum.
"Saya pribadi sudah tidak ada perasaan cinta dengan mas Adrian, kalau kamu mau ambil aja silahkan.. bukannya kalian bertunangan?" tanya Hanin sambil melihat jam tangannya.
Sita pun menunduk, "iya kami memang bertunangan tapi mas Adrian.. memutuskan secara sepihak ke orang tua saya, saya sakit hati mbak.." ujar Sita. Hanin tersenyum.
"Susah mbak kalau memang nggak jodoh mah.." ujar Hanin, "saya hanya ingin tahu sebenarnya kriteria perempuan yang di sukai mas Adrian mbak.." ujar Sita.
"Mm, gitu ya.. mas Adrian itu suka perempuan yang jujur, pintar masak karena dia tipe yang nggak suka jajan, pinter urus rumah, beberes, pinter mengatur uang, dia nggak suka perempuan boros yang hobinya cuma belanja, saya kira itu" ujar Hanin.
Sita terdiam, dari pernyataan Hanin tidak ada satu pun kriteria di dirinya.
"Aduh, maaf ya Sita saya harus kerja lagi masih banyak urusan, lain waktu kita ngobrol lagi" ujar Hanin. "Oh iya mbak, nggak apa-apa" ujar Sita kemudian mereka bersalaman. Sita pun pamit, lalu pergi meninggalkan ruko.
Setelah Sita pergi, Hanin pun berjalan ke lantai 2 ruko untuk mempersiapkan Live shootingnya di akun Toktok.
Sore hari sepulang kerja, Adrian mengantar ayahnya pulang ke rumahnya, tapi sebelumnya mereka sempat mengunjungi kantor polisi tempat ibu dan kakaknya di tahan.
Tampak ibu Hemas dan Astrid keluar dari sel di antar polwan lalu duduk di ruang tunggu, "kok baru kesini Yah?" tanya bu Hemas. "iya, aku kan nginep di rumah baru Adrian, dan Adrian juga sibuk kerja dan urusan lain" ujar pak Wijaya.
Bu Hemas tampak curhat dengan suaminya, "Yah itu si Hanin mantan istri Adrian dia keras kepala sekali tetap biarkan ibu juga Astrid di penjara, mentang-mentang udah kaya dia sekarang!"
"Bu, dengar ya.. jangan suka kamu itu menjudge orang seperti itu, lihat sendiri gimana kelakuan ibu ke orang lain, seringkan ibu menyakiti hati orang contoh kamu suka menghina Hanin, jadi balasannya ya seperti ini sadar nggak ibu, apa yang kita perbuat itulah yang kita akan terima" ujar pak Wijaya.
Bu Hemas dan Astrid terdiam.
"Seandainya ibu dan kamu Astrid.. minta maaf baik-baik dengan Hanin mungkin Hanin juga punya hati, punya perasaan dan itu minimal bisa mengurangi hukuman atau tuntutan dia, ngerti nggak kalian?" ujar pak Wijaya.
Bu Hemas dan Astrid masih terdiam.
"Ibu, dan terutama kamu Astrid ya.. terlalu sombong untuk minta maaf dengan Hanin padahal kesalahan kalian begitu banyak, kalian berdua juga terlalu sombong padahal nggak punya apa-apa!" ujar pak Wijaya.
"Kita kan gengsi yah, kalau minta maaf sama dia si udik itu, iiih!" ujar Astrid.
"Ya sudah, pertahankan saja terus 'gengsi' kalian itu sadar nggak kalian itu sombong tapi miskin!" ujar pak Wijaya kesal.
"Loh, ayah kok jadi menghina kami sih?" ujar bu Hemas, Astrid pun terlihat cuek.
"Memang kenyataannya begitu kok, nggak salahkan ayah ngomong gitu?" ujar pak Wijaya yang sudah kehabisan kata-kata.
"Sudahlah pak, tapi bapak bener kok.. ibu dan mbak Astrid emang sombong tapi kismin eeh.. miskin hehe!" ujar Adrian sambil bercanda, pak Wijaya tertawa.
"Dasar anak kurang ajar kamu ya Adrian ngatain ibu, mbak Astrid miskin mentang-mentang kamu ASN, tanpa biaya dari ibu juga kamu nggak jadi apa-apa!" ujar bu Hemas kesal.
Pak Wijaya pun tersenyum lebar,
"Makanya bu.. perbaiki dulu sikap ke orang lain, dan yang terpenting JANGAN SOMBONG! paham nggak kalian berdua?" ujar pak Wijaya.
Pak Wijaya dan Adrian pun pamit, mereka bingung cara menasehati bu Hemas dan Astrid yang belum juga sadar atas perbuatannya.
Sore ini Adrian mengantar ayahnya kembali ke rumahnya dulu, rumah keluarganya. Adrian akan menginap di sana.
Adrian juga membelikan sate ayam untuk makan malam ayahnya.. lalu mereka berdiskusi tentang rencana pernikahan Adrian 2 minggu lagi.
"Adrian, bapak pesan sama kamu.. kamu harus bersyukur kamu punya Davina, ayah suka dia, dan kamu juga harus punya sikap jika ibumu dan Astrid mengganggu lagi.. dengan alasan apa pun nanti ke depan" ujar pak Wijaya.
"iya Ayah.. "ujar Adrian, mengangguk.
Adrian yakin dengan pilihannya, dan akan melindungi Davina sampai kapan pun.
Malam pun semakin larut, jam menunjukkan pukul 22:30, Adrian kemudian masuk ke kamarnya dulu begitu juga dengan ayahnya.. kini mereka berdua pun tertidur.
****