Sequel dari novel Oh! My Bodyguard
Dia mencintai seorang pria dengan begitu besarnya. Namun kaarena sebuah peristiwa, mereka tidak bisa bersama terpisah jarak dan waktu, tersiksa dalam kerinduan dan juga penantian.
"Biarkan ku genggam rindu ini sendiri. Sebagai bukti jika sampai saat ini aku masih sangat mencintaimu," lirihnya, sembari menatap punggung seorang pria yang baru saja melintasinya.
Follow IG: @thalindalena
Folloe FB; thalinda lena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjalankan Missi
Saat ini Safira dan Jeff sudah berada di dalam mobil. Keduanya saling diam tidak bersuara, hanya ada keheningan di dalam mobil mewah tersebut. Mereka berdua larut dalam pikirannya masing.
"Aku ingin ke rumah, Kak Crys," ucap Safira memecah keheningan tersebut.
Jeff menoleh sesaat, seraya mengangguk pelan. "Kebetulan juga aku sudah lama tidak berjumpa dengan mereka."
"Bukankah kamu harus berkerja?" tanya Safira ketus.
Jeff mengulas senyum mendengarnya. Gadis ini masih sangat peduli dengannya. Ia tersenyum miris, sungguh bodoh dirinya. Andai saja, dulu ia tidak gegabah mengambil keputusan, pasti saat ini dirinya dan Safira sudah hidup bahagia, dan mempunyai bayi lucu. Ck! Jeff berdecak pelan, kesal dan marah pada dirinya sendiri karena begitu bodoh.
"Aku hari ini free," jawab Jeff, seraya melirik Safira sambil tersenyum tipis.
"Missi meluluhkan hati mantan kekasih akan segera dimulai," batin Jeff, sambil tersenyum mesem. Ia tidak boleh gagal dalam menjalankan missi ini.
Tidak berselang lama, mobil yang di kendarai Jeff sudah sampai di rumah Crystal.
Safira segera turun dari mobil, dan berlari ke dalam rumah mewah tersebut. Dan Jeff mengikutinya dari belakang.
"Hai, anak-anak Aunty ...," sapa Safira dengan ceria saat melihat dua keponakannya ada sedang bermain di ruang keluarga.
"Kebiasaan! Kalau habis dari luar itu cuci tangan dulu!" omel Crystal saat melihat adiknya akan menggendong putrinya.
"Oh, Iya. Aku lupa, saking semangatnya ketemu sama keponakan aku yang ganteng dan cantik ini," ucap Safira, seraya beranjak menuju wastafel yang untuk mencuci tangannya.
"Dasar pikun!" ucap Ryan dengan datar.
"Ehem!" Jeff berdehem keras, saat sudah berada di ruang keluarga. Crystal dan Ryan menoleh bersamaan ke arah sumber suara, dan betapa terkejutnya saat melihat Jeff ada di sana.
Tatapan kebencian di layangkan kepada Jeff. "Kau!! Masih berani menunjukkan wajahmu kepada kami!" sentak Crystal, dengan tatapan nyalang.
Sedangkan Ryan, mendesis kesal. "Bajingan!" umpat Ryan, dengan emosi yang sudah membumbung tinggi.
Suasana di ruang keluarga yang tadinya tenang, dan damai. Kini berubah mencekam dan penuh ketegangan. Crystal memanggil salah satu pengasuh anaknya untuk membawa kedua anaknya ke taman bermain yang ada di samping rumah.
Safira yang sudah kembali ke ruang keluarga kini mematung di tempat, saat melihat tiga orang itu saling pandang, di tambah lagi aura kemarahan dan kebencian dari Crystal dan Ryan begitu ketara.
"Kak—"
"Jangan bilang kalau kamu ke sini dengan Bajingan ini!" Ryan menatap tajam adik iparnya, sembari menunjuk Jeff dengan penuh emosi.
"Ryan, aku ingin menjelaskan sesuatu kepada kalian, bari aku kesempatan untuk menjelaskannya," ucap Jeff dengan nada memohon.
"Apa yang ingin kamu jelaskan!! Aku rasa tidak ada yang perlu dijelaskan lagi!!" sentak Crystal, ia masih tidak terima dan juga sakit hati, karena adiknya disakiti oleh pria bajingan yang ada di hadapannya ini.
"Kak, dengarkan dulu penjelasan Jeff." Safira membuka suara, langsung mendapatkan tatapan tajam dari Ryan. "Please, ini ada hubungannya dengan Kak Cindy dan juga Aries," lanjut Safira, tanpa memperdulikan Ryan dan Crystal yang menatapnya sangat tajam.
"Lihat! Wanita yang sudah kamu sakiti masih membelamu!! Entah terbuat dari apa hati wanita ini!" ucap Crystal menggebu, sembari menunjuk Safira, namun matanya masih menatap nyalang Jeff.
"Jika negara ini tidak ada hukum, sudah aku pastikan otakmu itu akan keluar dari tempatnya!" ucap Ryan penuh emosi, dan terdengar sangat dingin dan mengerikan.
Jeff mendelik seraya menelan ludahnya dengan kasar, saat mendengar ucapan Ryam, yang sangat mengerikan.
Jangan lupa like, komentar, vote, dan kasih hadiah💋💋💃
Kangen abang Ryan?
👍👍👍
👍👍👍
😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
🤣🤣🤣
🤣🤣🤣