Seri kelanjutan Lahirnya Penguasa Alam.
Menceritakan perjalanan Xu Tian menuju Dunia Dewa untuk membalaskan dendam kepada mereka para Dewa Penghianat!
Bersama dengan Qing Ling sang istri tercinta dan para abdi yang selalu setia, Xu Tian berniat membangun kekuatan di Dunia Dewa untuk menghancurkan Istana Langit tempat para Dewa berada.
Apakah Xu Tian berhasil membalaskan dendamnya? Dan bagaimana perjalanan Xu Tian menjadi seorang Penguasa di Alam Dewa?
Ikuti kisahnya di PENGUASA ALAM DEWA
Ig. Fixcrazy29
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25. Rahasia Desa Huli
Setelah membicarakan banyak hal, Xu Tian lalu meninggalkan tempat itu. Tidak lupa juga Xu Tian memberikan tugas kepada Feng Huang, Feng Louzhi, dan Bai Hu.
Semua orang langsung melakukan perintah yang diberikan Xu Tian sebelumnya. Perwakilan Klan yang datang dalam pertemuan itu pun segera kembali ke Klan mereka masing-masing untuk mengumpulkan para jeniusnya.
Sedangkan Leluhur dan Patriak Sekte membantu anggotanya untuk membangun Desa Huli.
" Apa yang sebenarnya tuan muda rencanakan?" Tanya Feng Louzhi menatap Feng Huang dan Bai Hu.
Feng Huang dan Bai Hu hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak mengerti. Mereka berdua juga penasaran dengan rencana Xu Tian.
" Aku percaya tuan muda telah memikirkan rencananya dengan matang. Sebaiknya kita segera melakukan apa yang di tugaskan oleh tuan muda." Ucap Feng Huang.
" Aku setuju. Lebih cepat kita menyelesaikan tugas itu, maka semakin cepat kita mengetahui rencana tuan muda." Bai Hu menimpali.
Mereka bertiga kemudian segera pergi ke arah berbeda untuk melaksanakan tugas yang di berikan.
*****
Di tempat lain.
" Swusshh...." Sepanjang waktu Xu Tian terus bergerak menyelusuri setiap tempat yang ada di sekitaran desa Huli.
Dari atas langit, Xu Tian dapat melihat dengan jelas keadaan di sekitarnya. Hingga beberapa saat kemudian, dia menemukan sebuah Gua yang berada di bagian selatan Desa Huli.
" Sebaiknya aku membuka segel gulungan desa Huli terlebih dulu," Ucap Xu Tian yang kemudian segera melesat menuju gua tersebut
" Swusshh..." Xu Tian tiba di depan gua, lalu segera masuk ke dalamnya.
Dengan tenang Xu Tian membuat segel di pintu masuk, setelah itu berjalan mencari tempat yang nyaman untuknya.
Setelah menemukan tempat yang nyaman, Xu Tian mengeluarkan gulungan usang yang sebelumnya di berikan oleh Su Gong.
" Swusshh...." Xu Tian menggerakkan tangannya dengan kecepatan angin, hingga beberapa saat kemudian muncul saja kuno mengambang di udara.
" Lepaskan!" Sajak kuno mulai memancarkan cahaya yang kemudian melesat ke arah gulungan tersebut.
" Krak..." Segel yang terpasang di gulungan usang terlepas dengan melepaskan aura penindasan yang sangat kuat menggetarkan dinding gua.
Xu Tian dengan sigap membuat perisai untuk menahan aura tersebut.
" Aura yang sangat mengerikan. Aku-..." Ucapan Xu Tian terhenti, tiba-tiba muncul siluet seroang pria paruh baya memiliki rambut putih dan janggut panjang menatap Xu Tian dengan tajam.
" Lancang! Siapa dirimu?" Tanya Pria paruh baya tersebut dengan melepaskan tekanan ke arah Xu Tian.
Xu Tian mendengus dengan kesal, bagaimana bisa pria di depannya ini melakukan tindakan seperti ini. Bukankah pria paruh baya yang ada di depannya yang telah lancang terhadapnya.
" Kau memiliki karakter yang buruk! Apa dengan menggunakan aura yang lemah ini dapat menekanku? Hanya pecahan jiwa saja sudah bertindak searogan ini!" Ucap Xu Tian yang kemudian melepaskan aura dewa naga miliknya.
" Swusshh...." Aura yang di lepaskan Pria paruh baya itu tiba-tiba terdorong oleh aura dewa naga milik Xu Tian.
Pria paruh baya itu menatap tidak percaya, bagaimana bisa aura nya terdorong dengan sangat mudah.
" Jelaskan padaku, siapa dirimu sebenarnya?" Ucap Xu Tian yang kini menjadi dingin.
" Seharusnya aku yang menanyakan hal ini kepadamu. Kau telah lancang membuka segel pada gulungan Desa Huli. Seharusnya hanya keturunan Klan Su yang di perbolehkan membukanya."
Xu Tian tersenyum tipis mendengar ucapan tersebut. " Apa aku harus menunggu sesuatu yang besar terjadi terlebih dulu agar aku mengetahui rahasia di balik Desa Huli? Bukan hanya karaktermu yang buruk, bahkan kau juga sangat bodoh!" Ucap Xu Tian dengan tatapan tajam.
Sebenarnya ini bukanlah sifat Xu Tian, apalagi dengan orang yang baru dia temui. Hanya saja kasusnya berbeda dengan Pria paruh baya yang ada di depannya yang telah bertindak sombong dan arogan terhadap dirinya.
Pria paruh baya itu menatap Xu Tian dengan kemarahan. " Pemuda yang sangat sombong. Apa orang tu-..."
" Hentikan ucapanmu! Atau aku akan menghancurkan dirimu dan seluruh Klan Su, bahkan Desa Huli pun akan aku hancurkan. Aku memiliki mata, tapi aku akan buta saat orang dengan berani mengatakan sesuatu yang tidak-tidak terhadap keluargaku, terutama kedua orang tuaku!" Ucap Xu Tian yang kini terpancing amarahnya, apalagi pria paruh baya di depannya ingin menasehati dirinya dan mengatakan sesuatu yang tidak-tidak terhadap orang yang sangat berharga untuk Xu Tian.
Xu Tian masih dapat menahan diri jika orang lain menghina dirinya, tetapi tidak dengan kedua orang tua dan orang-orang yang di anggap berharga untuk Xu Tian.
Pria paruh baya itu terdiam saat tiba-tiba Aura yang sangat kuat menekan dirinya.
" Aku akan mengampuni setelah kau mengatakan informasi serta rahasia Desa Huli sekarang. Atau aku akan menghancurkan pecahan jiwamu saat ini juga!"
" Sangat kuat, bahkan sekalipun tubuh asliku masih ada, aku tidak akan mampu mengalahkannya." Batin Pria paruh baya tersebut.
" Baik, aku akan menjelaskan kepadamu. Namun sebelum itu aku ingin mengetahui apa alasan dirimu membuka segel pada gulungan ini?"
Xu Tian menganggukkan kepala, kemudian menjelaskan tentang kejadian yang baru saja terjadi di Desa Huli.
Di mana penyerangan kelompok Teratai Hitam serta Altar kuno yang di maksud oleh kelompok tersebut.
Setelah mendengar semua cerita Xu Tian, pria paruh baya itu kemudian menghela nafasnya panjang.
" Mohon maaf atas sikapku sebelumnya. Aku melakukan itu semua untuk melindungi gulungan ini. Aku juga berterima kasih karena dirimu telah membantu Desa Huli dari kehancuran, bahkan kau telah menyelamatkan Dunia Dewa dari kekacauan besar jika kelompok Teratai Hitam berhasil menemukan Altar kuno itu,"
" Perkenalkan, aku Su Jingse. Leluhur generasi keenam Klan Su. Aku akan menjelaskan informasi serta rahasia di balik Desa Huli yang sangat jarang di ketahui oleh dunia luar, bahkan aku sangat kaget saat orang-orang Teratai Hitam mengetahui hal ini. Desa Huli adalah tanah suci dan tanah kematian Dunia Dewa. Klan Su adalah Klan yang sangat kuat pada zamannya. Namun semua itu hancur saat kami merasakan sesuatu keanehan di tempat ini, di mana sesuatu yang tidak terduga terjadi. Ratusan juta pasukan yang berasal dari Dunia Neraka Kuno datang berniat menghancurkan Dunia Dewa, kami yang sangat kaget segera menahan mereka hingga Klan Su dalam keadaan menyedihkan. Hingga saat kami merasa Dunia Dewa akan hancur, tiba-tiba pasukan yang lebih besar kembali datang dan langsung turun dalam medan pertempuran. Hingga akhirnya kami mengetahui jika dua kekuatan besar itu berasal dari Neraka Kuno dan Dunia Surga atau yang di sebut Alam 9 Surga. Untuk Altar Kuno itu sendiri adalah gerbang teleportasi yang di gunakan oleh pasukan Neraka Kuno datang ke Dunia Dewa. Untuk keberadaan altar kuno itu sendiri berada di bawah Istana Desa Huli. Kau dapat pergi ke sana, di sana kau akan menemukan banyak informasi yang lebih detail lagi. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih. Kini saatnya aku kembali, tugasku telah selesai.." Ucap Leluhur Su Jingse dengan tersenyum, hingga tubuhnya perlahan memudar di kehampaan.
" Aku memiliki hadiah untuk pertemuan dan perpisahan kita." Ucap Leluhur Su Jingse sebelum benar-benar menghilang.
" Swusshh..." Sebuah cahaya melesat dengan kecepatan tinggi ke arah kening Xu Tian.
Marga 'Bei' nama 'Jing' Bei Jing.
TAPI MAAF SAYA KASIH B1 KARENA CERITANYA BELUM SELESAI UDAH HIATUS
KECEWA BANGET 😡😡😡😡😭😭😭😭