" jadi aku harus menikah dengan nya "!! gumam seorang gadis yang sedang ber si tatap dengan laki laki tampan di hadapnya saat ini.
"aku tidak bisa membayangkan jika punya istri seperti dia"! gumam laki laki tersebut di dalam hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 21
Mubajir jika tidak di habiskan"! Gumam Alea sambil menyedot habis minuman di dalam gelas tersebut,Alea berlari mengejar saka yang sudah keluar lebih dahulu dari ruang VIP,namun langkah allea terhenti saat saka di hadang wanita manis ,siapa lagi jika bukan Siska, pastinya Alea masih mengingat wajah wanita itu.
"Dia lagi, wanita benalu ini tidak bisa di biarkan, saka kan masih punya hutang 5 juta padaku, jika dia mengganggu kekasih pura pura ku sudah bisa di pastikan uang 5 juta ku akan hangus,ini tidak boleh terjadi ." Gumam Alea dengan mimik wajah kesal nya.
"Saka"!! Sapa Siska dengan senyum manisnya.
"Hemmm"!! Sahut saka ,tatapanya masih sama datar meskipun Siska adalah gadis yang dulu perna dia sukai.
"Sayang"!! Panggil Alea dengan manjanya dari arah belakang, saka melirik sekilas dan kembali menatap ke depan,sedangkan Alea berjalan cepat mendekat ke arah saka dan langsung bergelayut manja pada lengan kekar saka.
Glek"!
Saka menelan ludahnya yang sudah seperti empedu rasanya ,pahit ketika susu Alea yang hanya sebesar apel lokal itu menempel sempurna pada lengan saka.
"Benda apa ini"! Gumam saka dalam hati bahkan matanya kini sudah melirik sekilas ke arah lenganya .
"Ayo pulang, aku sudah capek"! Kata Alea sambil mendongakan kepalanya menatap ke arah wajah tampan saka.
"Ya tuhan dia tampan sekali jika dilihat seperti ini"! Gumam Alea dengan mata yang tidak bisa berkedip,gadis itu terpaku menatap pesona seorang saka Hilya sagata .
Siska yang melihat kemesraan itu langsung berwajah kesal dan melangkah pergi begitu saja dari hadapan saka dan Alea.
"Byee"!! Kata Alea lirih saat Siska melintas disampingnya.
"Ayo pulang"?. Kata Alea sambil menarik lembut tangan saka.
"Hemmm"!! Saka pun melangkahkan kakinya keluar dari restoran tersebut dan masih di gandeng mesra oleh Alea .saat dekat dengan mobil Alea melepaskan lengan saka begitu saja dan langsung masuk kedalam mobil.
"Apa dia tidak merasa bersalah sama sekali sudah menodai lengan ku yang suci ini dengan dadanya"! Gumam saka dalam hati saat melihat Alea masuk mobil begitu saja.
Laki laki itu ikut masuk kedalam mobil dan segera melajukan nya menuju butik, membelikan gaun untuk Alea .
Jam menunjukan angka 3 sore hari saka pun mengantarkan Alea saat sudah selesai dengan urusan nya,.
"Jangan lupa besok "! Kata saka sebelum Alea keluar dari mobilnya.
"Siap,boss"! Sahut Alea lalu keluar dari mobil hitam tersebut begitu saja.
"Kenapa tidak mencium ku lagi seperti tadi pagi,kan aku sudah memberikanya baju ,bahkan harganya juga lebih besar dari pada uang yang aku berikan padanya pagi tadi"! Geruntuh saka sambil menatap Alea yang sudah berjalan masuk menuju rumahnya.
Setalah Alea menghilang dari balik pintu rumahnya ,saka pun kembali melajukan mobilnya menuju kantor Aditama grub.
25.menit berlalu ,saka telah sampai di lantai tertinggi.
Tring"!! Pintu lif terbuka saka keluar dengan langkah tegapnya menuju ruangan nya.
"Bos"!! Sapa asisten Dika yang tak sengaja melihat boss nya melintas dan segera menghampiri nya.
"Emm'!! Sahut saka singkat.
"Anda dari mana"! Tanya asisten Dika penasaran,sudah dua kali boss nya ini menghilang tanpa sepengetahuan nya .
"Kepo"! Sahut saka sambil masuk kedalam ruang CEO di ikuti asisten Dika yang masih mengekor di belakangnya.
"CK, anda sudah seperti Jaelani saja boss, datang tak di jemput pulang tak di antar"! Seru asisten Dika yang sedikit panik jika boss nya itu berkeliaran sendirian di jam kantor.
"Jaelani,siapa itu"! Tanya saka dengan kening yang sudah bertaut.
"Sepupunya jelangkung"! Seru asisten Dika.
Bugh'"!!
"Ngomong yang jelas"! Sahut saka sambil melempar map di depanya ke arah asisten Dika.
"hehee"! Asisten Dika hanya nyengir melihat tingkah boss nya.
"Kemarilah"! Saka menunjuk kursi di dadanya dengan dagunya, asisten Dika pun duduk sesuai perintah bos nya.
"Apa kau tahu , bagaimana memperbesar dada wanita"! Tanya saka dengan nada lirih.
"Apaa"!! Pekik asisten Dika syok dengan pertanyaan di luar Nurul yang keluar dari mulut boss nya.
"B-boss, sejak kapan anda memperhatikan dada wanita ,jangan jangan"!
"Cetak"!!
" Singkirkan otak kotor mu itu"! Sahut saka sambil menjitak kepala asisten Dika dengan buku di hadapanya.
"Aau"!! Asisten Dika meringis sambil mengusap kepalanya akibat jitakan buku oleh boss nya.
"Jadi otakku yang kotor ya,bukanya dia yang tanya soal dada wanita kenapa jadi aku yang disalahkan, dasar manusia Suka memutar balikan fakta"! Omel Asisten Dika dalam hati merutuki boss nya.
"Tinggal jawab saja kalo tahu,kalau tidak tahu mending diam saja jangan menjawab"! Kata saka , wajah nya kini sudah kembali datar menatap sang asisten.
"Sebenarnya dia habis pergi dari mana sih,kenapa pulang pulang bahas pabrik susu alami,apa dia habis lewat di gang Doli,bukankah prostitusi disana sudah di bubarkan"! Asisten Dika masih geleng gelang tak percaya dengan pertanyaan bossnya itu.
"Ada cara yang paling jitu boss, anda tinggal meremas remas dada itu dengan tangan anda,memberikan rangsangan maka dia akan membesar"! Jelas asisten Dika dengan tangan masih mengusap kepalanya.
"Kau gila ya,apa kau ingin aku kehilangan tanganku jika berani meremas nya"! Pekik saka semakin kesal dengan saran yang keluar dari mulut asisten nya itu.
"Ya tuhan, dosa apa sebenarnya yang sudah hambamu lakukan, hingga hampa di pertemukan dengan manusia purba seperti ini"! Teriak asisten Dika yang sudah ingin menangis berguling guling menanggapi boss nya ini.