Humaira sejak kecil hidupnya dihabiskan di pesantren mencari ilmu, ia juga tidak pernah jatuh cinta hingga suatu saat ayahnya sakit ia harus kembali pulang menunggu ayahnya yang sedang koma.
Setelah ayahnya sadar ia harus dijodohkan dengan anak yang telah membantu biaya penyembuhan ayahnya harus menikahi seorang duda beranak.
Setelah melangsungkan pernikahan Raka membuat kontrak perjanjian selama satu tahun pernikahan setelah itu mereka akan bercerai.
Namun dengan seiringnya waktu Aira mulai jatuh cinta kepadanya tetapi Raka sangat membencinya, dan sering menyakiti Aira. Akankah cinta Aira terbalaskan atau sebaliknya yang membuatnya semakin terluka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon duwi sukema, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.Izin (2)
Saya mau minta izin, untuk berkunjung ke rumah orang tua saya mas, saya sudah lama tidak mengujunginya." Aira berbicara sambil matanya berkaca-kaca karena ia sudah tidaj tahan menahan rasa rindunya terhadap kedua orang tuanya.
"Bagaimana dengan kuliahmu, juga Nathan?" tanya Raka.
"Kuliah saya libur satu minggu mas, jika mas mengizinkan maka saya akan mengajak Nathan bersama saya.
Raka masih memikirkan permintaan Aira, ia binggung harus mengizinkannya atau tidak.
"Kamu, disana berapa hari?" tanya Raka.
"Mungkin disana satu minggu mas, itu pun jika Nathan krasan ( betah) di sana. Tapi jika Nathan rewel mungkin hanya dua hari saja karena suasana desa beda, takutnya Nathan tidak suka suasana di sana," ucap Aira.
"Kalau begitu, biarkan Nathan bersama mama," tegas Raka.
"Nathan ikut bunda! Bunda kemana saja, Nathan ikut!" hardik Nathan.
"Ya sudah, terserah kalian saja, tapi ingat satu hal jika Nathan tidak bisa beradaptasi, cepat bawa pulang!" tegas Raka.
"Baik mas? Besok pagi saya berangkat mas, naik kereta api jadwal pagi," kata Aira.
"Apa? Naik kereta api? Besok biar di antar pak Men saja, kamu naik kereta api akan membuat malu keluarga wijaya saja," tegas Raka.
"Baik mas." Aira hanya bisa menjawab kata-kata itu, ia tak bisa membatah setiap perkataan suaminya.
"Bunda ..., Bunda, besok bunda kita ke mana?" tanya Nathan penasaran.
"Nathan sayang, besok kita akan kerumah mbah Uti, sama Eyang Kakung, Nak!" kata Aira membelai pipi Nathan yang sedang tidur di pangkuannya.
"Dimana itu? Apa Nathan pernah kesana?"
"Tidak sayang. Sekarang Nathan tidur ya, sudah malam besok kita akan perjalanan yang cukup jauh. Bunda akan mempersiapkan baju-baju ganti kita selama di sana," kata Aira.
"Baik bunda," kata Nathan mengajungkan jari jempolnya.
*****
Aira keluar dari masion Raka dengan menyeret koper besar di tangan kanannya, yang berisikan pakainya serta pakaian ganti Raka selama menginap di rumah orang tuanya.
"Mas, kami berangkat dulu," pamit Aira menyalami tangan Raka.
"Papa, Nathan berangkat dulu, papa jangan nakal ya." Nathan memberi peringatan pada sang Papa agar tidak nakal.
"Hai ..., anak kecil! Seharusnya yang bilang seperti itu, Papa!" tegas Raka.
"Papa, biasanya nakal kan?" sahut Nathan.
"Kamu nanti, jika sudah sampai di sana cepat hubungi papa!" tegas Raka. Kini Raka memberi ciuman bertubi-tubi pada wajah Nathan.
"Baik bos," ejek Nathan.
Aira dan Nathan melambaikan tangan mereka melalui cendela mobil saat mobil mulai berjalan.
Di sepanjang jalanan menuju ke kota kelahirannya Aira sangat bersemangat. Setelah ia memendam rasa rindu yang hampir satu tahun tidak bertemu dengan keluarganya kini ia bisa mengujunginya.
Di sepanjang jalan dari kota Surabaya menuju kota Kediri membutuhkan waktu dua jam yang di tempu dengan kecepatan sedang. Setelah perjalanan hampir dua jam kini mereka telah sampai di kota yang terkenal dengan sebutan kota tahu.
Mobil mereka kini telah sampai di monumen simpang lima gumul, mobil mereka mengitari monumen hingga memecah arah menuju desa tempat tinggal Aira.
"Bunda itu apa namanya?" tanya Nathan.
"Itu monumen simpang lima gumul," jawab Aira.
"Bagus ya bunda, apa kita boleh kesana?" Tanya Nathan yang melihat banyak orang di sana, ada yang sedang bercanda bersama sana family, ada juga yang sedang bermain berlari-lari. Serta para muda-mudi yang sedang berselfi mengabadikan momen kebersamaan mereka.