NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:937
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

Siang itu Sari menemui sepupu laki-lakinya yang bernama Noe di sebuah kafe.

  Noe: "Apakah kamu yakin dengan keputusanmu, Sari? Bagaimana jika Aldo tahu rencanamu ini?" tanyanya dengan perasaan cemas.

  Sari: "Aku senang jika ia mengetahuinya. Aku tidak ingin dipermainkan lagi olehnya." ucapnya dengan kesal.

Noe adalah sepupu Sari, ia bekerja sebagai seorang desainer. Karya-karyanya cukup banyak diminati oleh orang-orang dari kalangan atas. Sari mengutarakan niat dan rencananya untuk Aldo dan Hana, ia meminta bantuan dari Noe.

  Noe: "Mereka bisa melaporkanmu, Sari." ucapnya. "Ayah Hana bukanlah orang sembarangan, aku mengenalnya dengan baik dikalangan bisnis." ucapnya lagi dengan rasa hormat. "Om Heri mempunyai banyak kenalan di mana-mana, Sari. Ia juga mengenal beberapa pejabat penting." ucapnya dengan rasa segan.

  Sari: "Jadi, kamu takut, ya?" tanyanya.

  Noe: "Bukan begitu, Sari. Resikonya adalah pekerjaanku." ucapnya dengan wajah tegang. "Terimalah dan ikhlaskan jika Aldo menceraikanmu." ucapnya lagi.

  Sari: "Tidaaak, Noe. Aldo tidak bisa mempermainkan diriku." ucapnya dengan suara yang keras. Noe menatap kedua mata Sari dalam-dalam, ia menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju dengan rencana Sari.

  Noe: "Maafkan aku, Sari. Aku tidak bisa membantumu. Aku mencintai pekerjaanku dan tidak ingin terlibat dengan urusan kotormu." ucapnya dengan penuh ketegasan. "Aku harus pergi, Sari. Pekerjaanku masih banyak." ucapnya. Noe beranjak dari duduknya, ia melangkah dengan terburu-buru masuk ke dalam mobilnya. Sari menatap sepupunya itu dengan penuh kekesalan, sejak dulu Sari selalu mengandalkan Noe dalam segala suasana, namun untuk kali ini Noe tidak bisa membantu rencana Sari yang menanggung resiko.

  Sari: "Aku akan menyewa beberapa preman. Mas Aldo, kamu akan tahu berhadapan dengan siapa nanti." ucapnya lirih. Sari dan Aldo belum resmi berpisah, Aldo masih tinggal bersama dengan Sari namun mereka tidak lagi sekamar. Aldo tidur di kamar belakang berdekatan dengan kamar mbok Surti dan suaminya, pak Anto. Aldo masih tinggal bersama Sari karena Aldo takut dengan ancaman Sari yang akan mencelakai Hana maupun putranya. Aldo juga berusaha bersikap lembut dan baik terhadap Sari, namun Aldo tidak lagi memberi Sari nafkah batin sebagai seorang suami.

 Sari melangkah pelan menuju ke parkiran mobil, ia membuka pintu mobilnya dan hendak masuk ke dalam mobilnya, saat itu Sari melihat Hana berjalan memasuki sebuah toko pakaian. Sari kembali keluar dari dalam mobilnya dan hendak menghampiri Hana, toko pakaian itu berada di depan kafe tempat Sari berada. Sari berjalan pelan sambil menyebrang jalan, ia masuk ke dalam toko pakaian itu dan menghampiri Hana.

  Sari: "Hai, Hana." sapanya sambil tersenyum tipis. "Kita sudah lama tidak bertemu, ya." ucapnya lagi. Hana terkejut, ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan Sari di toko pakaian itu. "Kamu pasti akan membeli pakaian untuk Kenzo." ucapnya dengan penuh keyakinan. "Dulu, kamu selalu meminta pendapatku jika ingin membeli sesuatu." ucapnya lagi dengan rasa bangga.

  Hana: "Itu dulu, sekarang aku bahagia melakukan semuanya sendiri." ucapnya sambil tersenyum tipis.

  Sari: "Bagaimana kabar Kenzo? Apakah ia tahu jika ia mempunyai adik perempuan?" tanyanya.

  Hana: "Kenzo sangat baik, Sari. Terima kasih sudah menanyakan kabarnya." ucapnya sambil menatap tajam kedua mata Sari.

  Sari: "Seharusnya Kenzo sudah tahu tentang adik perempuannya, Hana." ucapnya.

  Hana: "Maaf, Sari. Aku sudah selesai belanja." ucapnya sambil melangkah dengan terburu-buru meninggalkan Sari, namun Sari mengejar Hana dan menarik tangan Hana sehingga Hana meringis kesakitan.

  Sari: "Aku tidak tahu apa yang kelebihanmu sehingga sampai sekarang mas Aldo tidak bisa melupakanmu." ucapnya dengan kesal sambil menatap wajah Hana dengan penuh kebencian. "Mas Aldo ingin berpisah denganku, dan itu semua karena dirimu." teriaknya dengan penuh kebencian.

  Hana: "Tidak ada urusan lagi denganku, Sari. Lepaskan tanganku." ucapnya sambil berusaha menarik tangannya dari cengkraman tangan Sari yang cukup kuat.

  Sari: "Tentu saja ada, Hana. Kamu selalu ada di dalam hatinya." teriaknya sambil menatap tajam pada Hana.

Hana: "Diamlah, Sari. Kecilkan suaramu, orang-orang memperhatikan kita." ucapnya pelan sambil menoleh ke sekelilingnya.

Sari: "Aku tidak perduli, Hana. Semua orang harus tahu, karena dirimu suamiku menjauhiku." teriaknya. Semua orang yang kebetulan berbelanja di dalam toko itu seketika menatap ke arah Hana dan Sari.

Hana: "Kamu keterlaluan, Sari." ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sari: "Wanita ini ingin merebut suamiku." teriaknya sambil menunjuk wajah Sari di tengah kerumunan orang-orang di dalam toko itu. "Suamiku ingin berpisah denganku gara-gara wanita ini." teriaknya lagi. Sari kehilangan kontrol, ia terus berteriak sambil menunjuk wajah Hana di tengah kerumunan orang-orang. Semua orang yang ada di dalam toko itu menatap ke arah Hana dengan tatapan tajam dan dingin. Satu-persatu mereka yang tidak tahu tentang kebenarannya, mulai menyalahkan dan memaki Hana.

"Dasar wanita jalang."

"Wanita tidak tahu malu."

"Wanita munafik. Wajahnya cantik, namun hatinya busuk." ucap orang-orang itu. Hana tidak jadi berbelanja, ia segera berlari kecil keluar dari dalam toko pakaian itu sambil berlinang air mata. Hana masuk ke dalam mobilnya dan melaju dengan kencang di jalan raya. Sari tersenyum puas karena telah mempermalukan dan mengfitnah Hana di depan umum. Sebagaian orang-orang yang masih berdiri di dekat Sari menghibur Sari dan memeluk Sari.

"Sabar, mbak. Tuhan itu adil, kok."

"Tabah, ya, mbak. Semua pasti ada jalan keluarnya, kok." ucap orang-orang itu sambil tersenyum kecil. Sari hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah yang berpura-pura sedih. Setelah kerumunan orang-orang pergi, Sari tersenyum sinis dengan penuh kepuasan.

Sari: "Ini belum seberapa, Hana. Ke depannya, kamu akan merasakan hal yang lebih hebat dan menyakitkan." gumannya dengan penuh dendam.

Hana terus melaju dengan mobilnya tanpa memperdulikan situasi di sekitar jalanan itu, air matanya terus mengalir di kedua pipinya yang putih. Sebuah motor melintas di jalan itu menikung mobil Hana dan terjadilah benturan keras antara mobil Hana dan motor tersebut.

"Aaaa, boom." terdengar teriakan Hana dan suara benturan yang cukup keras. Orang-orang mulai berdatangan mengerumuni Hana dan mobilnya, kaca spion mobil Hana hancur dan pintu mobilnya pun penyok, sedangkan Hana pinsan tak sadarkan diri di dalam mobilnya. Motor yang menikung mobil Hana juga terjatuh, namun pengemudi motor itu tidak mengalami luka yang serius. Pengemudi motor itu bersedia membantu Hana ke rumah sakit, ia segera mengambil ponselnya dari dalam saku bajunya dan menelpon ambulance untuk datang ke lokasi.

"Apakah kamu tidak apa-apa, mas?" tanya salah seorang di antara mereka.

************************************

1
Sunaryati
Aldo kok belum dapat karma, ya
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!