NovelToon NovelToon
Salah Nikah

Salah Nikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:389.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Novi wu

Di balik suami yang posesif, menyimpan sebuah rahasia besar!

Alan akan selalu melempar benda-benda yang terdekat dengannya ketika ia kecewa dengan Nesa, ia memang tidak pernah memukul istrinya—pria itu akan menumpahkan kekesalannya pada barang-barang di rumahnya.

Nesa sebenarnya tidak tahan lagi, tapi hanya demi Ribi—putri semata wayangnya dirinya bersabar menghadapi perangai buruk suaminya yang tempra mental. Tapi bencana itu datang, saat Nesa mengetahui jika sang suami tidur dengan wanita lain hanya satu kalimat yang terucap.


"Mari kita cerai!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 25

Bagian 25

Adnan

Selamat Halusinasi

____________

Pagi-pagi buta, Nesa sudah akan beranjak pergi kerja. Karena belum memiliki motor, sekali lagi ia meminjam milik ibunya. Setelah menitipkan Ribi yang belum bangun, Nesa menstater motornya dan mengendarai kendaraannya membelah jalanan kota Semarang atas, Tembalang memang begini, jika pagi—masih ada embun dan kabut, kadang. Tapi meskipun tidak ada kabut pun. Udara di sini masih terbilang bersih dan dingin.

Nesa harus berangkat jam enam, semalam Nendra sempat mengirim pesan, jika ia akan berangkat jam tujuh pagi. Hingga membuatnya harus benar-benar sampai di sana lebih awal. Maklum jarak antara tempatnya tinggal menuju kantor Nendra lumayan jauh, biasanya kalau hanya dengan kecepatan 20km/jam membutuhkan waktu kurang dari satu jam, itu belum kalau macet di daerah Jatingaleh.

Tak butuh waktu lama Nesa telah sampai di kantor Nendra, si satpam yang kemarin sempat bertanya nampak menatap Nesa dengan aneh.

"Lo... Mbak. Bukannya—" Pria itu menujukan jari telunjuk ke arah Nesa. Nesa mengul*um senyuman manis di bibirnya.

"Alhamdulillah saya diterima, Pak." Nesa meletakkan helm di bagian sepion motornya.

"Iya, kah? Syukurlah, Mbak. Puji Tuhan. Pak Nendra mau menerima, Mbak."

Nesa hanya membalas dengan senyuman, lalu berjalan masuk ke dalam kantor. Namun suasana nampak begitu sepi, tidak ada orang sama sekali, Nesa mengintip bagian dalam kantor—tapi nihil, tidak ada orang sama sekali, wanita itu melirik jam di tangannya. Waktu telah menunjukan pukul enam lebih empat puluh menit, kemungkinan Nendra belum berangkat atau Nesa benar-benar terlambat dan sudah ditinggal.

Ia memutuskan untuk duduk di sofa dan merogoh ponselnya, ia menekan nomor Nendra. Tak lama pria itu mengangkat panggilan Nesa.

"Hallo."

"Mas Nedra sudah berangkat?" tanyanya, sedikit was-was.

"Belum. Aku masih di dalam ruangan, nunggu kliennya belum datang, Nes. Kamu ke sini saja!"

"Baik, Mas." Nesa berjalan menuju ke dalam gedung yang masih sepi itu, maklum saja. Ini baru kurang dari pukul tujuh sementara jam kerja kantor ini dimulai jam sembilan pagi. Nesa berhenti di depan sebuah pintu berwarna putih di sana tertulis nama Nendra Raharja, Nesa mengetuk pintu tersebut. Suara seorang lelaki menyahut dari dalam. "Masuk!"

Nesa memutar knop pintu, dan masuk

ke dalam. Ia melihat Nendra tengah sibuk dengan layar komputernya. Ia hanya sekali melirik ke arah Nesa lalu kembali tenggelam dalam pekerjaannya.

"Maaf Mas. Apa belum datang kliennya?" Nesa membuka percakapan diantara keduanya.

"Iya, nih. Kayanya agak telat, Nes. Sorry, ya. Buat kamu datang pagi-pagi kaya gini," pungkas pria itu.

"Nggak papa, Mas. Ini tugasku," sahut Nesa.

Nesa memindai seluruh ruangan bercat putih tersebut, ada banyak baju-baju adat Indonesia yang sangat indah di dalam lemari kaca. Tentunya itu adalah koleksi Nendra paling bagus hingga ia menaruhnya di dalam ruangannya.

"Kamu sudah makan, Nes?" tanya pria itu

Menutup layar komputernya.

Nesa menggelengkan kepala pelan. "Kalau begitu—sama. Aku juga belum makan, ayo sarapan dulu! Biar gantian nanti klien yang nunggu," kelakar pria itu sembari tertawa. Ia beranjak berdiri berjalan menuju ke arah wanita berjilbab hitam yang duduk tengah duduk di sofa ruangannya. "Ayo sarapan!" ajaknya.

Nesa tersenyum dan ikut berdiri kemudian mengekor di belakang Nendra. Keduanya keluar gedung tersebut, satpam yang melihat keduanya nampak heran, tak bisa dipungkiri Nendra yang biasanya nampak acuh, kini bisa tersenyum bahkan dengan seorang wanita berhijab.

Lelaki itu berjalan menuju mobil SUV berwarna hitam miliknya. Membukakan pintu untuk Nesa, seolah wanita itu adalah orang spesial untuk dirinya.

"Masuk, Nes!"

Nesa nampak malu-malu saat Nendra membukakan pintu mobil untuknya. Dengan ragu ia berjalan dan masuk ke dalam. Disusul Nendra yang berjalan memutar dan membuka pintu mobilnya kemudian masuk. Keduanya pergi menuju rumah makan dekat kantor polisi tak jauh dari kantor Nendra.

"Kamu suka nasi padang, kan?" tanyanya.

"Iya, lumayan suka."

"Nggak papa pagi-pagi makan nasi padang, kan, Nes?"

Nesa mengangguk setuju, Nendra memutar kemudinya masuk ke pelataran parkir warung nasi padang. Keduanya masuk ke dalam dan memesan beberapa menu. Nesa lebih memilih banyak diam, jika Nendra tidak mengajaknya bicara, maka ia lebih memilih diam.

Saat keduanya tengah menunggu makanannya, seorang lelaki berseragam polisi menghampiri keduanya, dan menyapa Nesa. "Nes."

Spontan Nesa dan Nendra menoleh ke arah sumber suara tadi. Itu adalah Adnan yang sudah berdiri tak jauh dari mereka. Lelaki itu mendekat ke arah Nesa.

"Suami kamu?" tanyanya penasaran.

"Bukan." Nesa menjawab tegas.

"Siapa Nes?" potong Nendra, matanya memindai tubuh Adnan dari atas hingga ke bawah, menatap tak suka ke arah polisi itu.

Nesa nampak canggung melihat keduanya nampak seperti ingin tahu satu sama lain.

"Temenku, Mas," jawab Nesa.

"Oh... teman." Nendra menganggukkan kepala seolah mengerti. "Silakan Pak Polisi, jika ingin sarapan bersama kami!" ajak Nendra.

"Boleh?" Adnan menjawab antusias, lalu menarik kursi dan duduk di hadapan Nesa. Hal itu membuat rasa kesal merayap menggelayuti hati Nendra, seolah ia tidak suka dengan kehadiran Adnan.

1
kalea rizuky
kok g lanjut
kalea rizuky
keluarga nendra baik semua
kalea rizuky
Nessa bloon booddoh inget anak km mau anak mu kena HIV oh bloon
kalea rizuky
blooon cak
Muhammad Afif
tulis tu jangan lame lame
IG __NoviWu: maaf bapak, penulisnya memang hiatus. Sedikit tidak tahu diri memang 🙏
total 1 replies
Widi Widurai
bersyukur aja cepet ketauan. dan slama itu alan ga mau jamah. bisa bisa kamu ketularan dia. ikut apes iy
Adiba Shakila Atmarini
lnjut up..
🌻Ruby Kejora
Karyanya luar biasa kak
Eswida Primaningrum
,
Eswida Primaningrum
,
Red Velvet
Kalau Nendra mau ikutin Nessa dan keluarganya Nendra ikhlas ya gak papa Nes meski awalnya gak seiman.
Red Velvet
Pelan2 aja Nendra, pepet aja terus si Nessa dan keluarganya. Dgn ctt "seiman" biasanya org tua langsung merestui dan Nessa gak akan bisa berkutik lagi karena restu sdh ditangan😁😁😁
Red Velvet
Adnan kalau memang suka sama Nessa ya harus diyakinkan dlu mamanya itu mau menerima Nessa. Karena sulit membina rumah tangga tp mertua gak suka sama kita, yg suka aja biasanya ada konflik apalagi yg gak suka begini bisa2 tekanan batin Nessa nikah sama Kau🤨
Red Velvet
akhirnya dilanjut lagi... jd penasaran dgn siapakah nanti Nessa akan berlabuh🤔
Erbanana
Nesa ingat kamu dan Nendra beda keyakinan.
Red Velvet: sulit memang jika keyakinan yg jd penghalang. Semoga saja kisah ini gak akan terlalu rumit, kasian Nessa🥺
total 1 replies
Yunia Afida
Alhamdulillah up lagi, semangat terus💪💪💪💪💪,
arandita olivia
di tunggu kelanjutannya kak... semangat bagus bget ceritanya
Deriana Satali
Kirain crtnya berakhir tnp ujung tp ternyata di sambung lg semangat upnya thor
Sunariyah Sunariyah
ceritanya bagus bgt
suka bgt
mudah2 Han author nya GX lama2 up ny
Fitriyah Fino
semangat up kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!