Karena alasan cinta, Aisha mengubur cita-citanya dan menikah muda dengan Aarick. Namun sayang, ternyata cinta saja tidak mampu menjaga keutuhan rumah tangganya.
"Di mana dia menyentuhmu! Apa selama ini kau selingkuh di belakangku?" teriakan Aarick menggema di dalam kamar.
"Apa kau akan melepaskan aku jika aku menjawab iya?"
"Aisha!!"
Sejak pertengkaran itu Aarick semakin bersikap dingin, bahkan rasa cemburunya sudah menyakiti Aisha dan janin yang dikandung istrinya.
Bagiamana akhir rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
You Are Mine
"Sudah selesai?" tanya Aarick setelah mengetuk pintu kamar Aisha. Aarick pura-pura tidak mendengar percakapan antara istri dan mertuanya itu. Dia meraih kotak yang dipegang Aisha dan membantu mengemas beberapa barang yang ada di atas tempat tidur.
"Sejak kapan ada di sana?" Aisha menunjuk pintu, merasa takut kalau Aarick mendengar percakapannya dengan mamanya.
"Belum lama, kamu nggak perlu bawa barang-barang sebanyak ini. Aku kan udah bilang semua kebutuhan kamu ada di sana."
"Tapi semua ini penting, kak!" Aisha menurunkan cover besar dari tempat tidur, cover warna pink berisi beberapa pakaiannya.
Aarick berdecih dan merebutnya dari tangan Aisha. "Anak mama memang keras kepala ya, ma," ucap Aarick.
Alisa yang sedari tadi hanya mengulum senyum kini mengusap lengan Aarick. "Kamu harus banyak bersabar, maklum saja sebagai anak paling kecil selama ini Aisha sudah terbiasa dimanja, jadi mungkin akan sedikit merepotkan kamu. Mama percayakan Aisha sepenuhnya sama kamu, ya!"
"Mama nggak perlu khawatir. Aarick pastikan Alisa hidup bahagia sama Aarick," jawab Aarick yakin.
"Kalau kalian ada masalah usahakan saling terbuka satu sama lain, jangan kegabah mengambil keputusan." Jangan sampai Aarick seperti papanya, Alisa bergidik ngerih membayangkan seperti apa ketakutan Alisa menghadapi kemarahan Aarick.
Semoga saja rumah tangga anaknya selalu dipenuhi dengan kebahagiaan. Sebagai orang tua itu adalah harapan terbesarnya.
***
"Ingat pesanku baik-baik, sekali saja kau buat adikku menangis, aku janji hari itu juga aku akan mengambilnya lagi darimu!"
Gemeretak gigi Elang terdengar jelas di telinga Aarick, di depan mertuanya Elang memeluknya erat saat ia berpamitan akan membawa Aisha pindah ke apartmen.
"Dia milikku, akan selamanya menjadi milikku," jawab Aarick tidak kalah sengit. "Aku sudah menjadi suami yang lebih berhak atas dirinya." Aarick menepuk punggung Elang sebelum melepaskan pelukannya. Ia menjauh dan memberikan ruang untuk Aisha.
"Maafkan Aisha, kak," ucap Aisha lirih di pelukan kakaknya. Dia tau kalau Elang masih kecewa dengan keputusannya.
"Baik-baiklah Aisha, kakak akan selalu ada untukmu," jawab Elang. Ternyata rasa kecewa yang ia rasakan tidak bisa menghapus kasih sayangnya kepada Aisha.
***
Usai berpamitan yang berakhir tangisan, Aarick membawa Aisha keluar dari rumah keluarga Dirga. Kini Aisha sudah resmi menyandang nama Erlangga darinya. Di dalam mobil Aisha masih terisak sembari menghapus sisa-sisa air mata di wajahnya dengan tisu dari suaminya.
"Udah dong nangisnya, lain kali kalau kamu kangen kita ke rumah mama lagi, kalau kayak gini aku nggak tega ajak kamu tinggal di apartmen." Aarick merapikan rambut Aisha yang sedikit berantakan.
"Aku sedih karena besok kak Elang mau pergi lagi. Padahal dia baru sebentar di sini," jawab Aisha.
"Ya udah kapan-kapan kita main ke sana, sekalian bulan madu," ucap Aarick, dia sudah hampir menghidupkan mesin mobil.
"Beneran?" Aisha antusias, dia merangkul dan mencium pipi Aarick.
"Hmm, jangan mancing-mancing. Kita masih di mobil." Aarick mencium tangan istrinya, dia mencoba menahan panas dingin di dalam dirinya.
"Ap-apa sih ... cuma gitu doang!"
"Itu bahaya, liat kamu duduk begini aja udah bikin aku nggak fokus nyetir. Apa lagi status kita sudah suami istri, masa kamu nggak ngerti?" Aarick mengerlingkan mata, laki-laki normal mana bisa dipancing, apalagi mereka sudah berlebel halal.
Aisha tidak berani lagi bicara, dia kembali duduk seperti semula agar tidak diterkam di dalam mobil.
Aarick tersenyum, ia menghadap istrinya kemudian meraih dagu Aisha.
"You Are Mine." Aarick menyatukan bibir mereka berdua.
***
Hallo semuanya, apa kabar? Aku menyapa. Maaf lama upnya, sekali muncul cuma segini.
Jadi gini, aku mau ijin mengubah nama tokoh di dalam novel ini. Mungkin untuk bab selanjutnya nama Aisha Bella kita ganti ya🙏🤗