Zachraina Alexandria Wijaya adalah seorang siswi kelas 3 SMA dan dia adalah anak dari pemilik Toko Laundry "Jaya Abadi" yang cukup terkenal didaerahnya, karena hasil Laundrynya yang sangat rapi, bersih dan juga harum, sehingga membuat Toko tersebut terkenal dan sangat ramai. Tak hanya dari kalangan biasa, namun dari kalangan atas seperti para pengusaha, publik figur atau pejabat lainnya seringkali menitipkan pakaiannya kepada jasa laundry ditempat tersebut.
Pada suatu hari, datanglah seorang pria memakai pakaian serba hitam dan meminta untuk mengantarkan pakaian laundry kedalam mansion seorang CEO Tampan dan juga ditakuti para kolega bisnisnya, lalu apakah yang akan terjadi ketika barang pesanan telah sampai?
Pantau terus ya kelanjutan ceritanya, Happy Reading 🥳
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rika Arianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seorang Pelayan
Sebelum membaca, Please klik tombol Like Komen dan juga Vote nya ya. Tinggalkan jejak kalian🌺 Mohon dengan sangat untuk Like, Vote dan juga Komentarnya🙏
🌹SMA Negeri Jakarta 🌹
Raina memijat kedua kakinya sembari memijatnya dengan dengan perlahan disertai dengan mulut yang tak henti-hentinya mengumpat dan menggerutu.
"Hai rain, kenapa kaki Lo?" Tanya Sandra dan Susan bersamaan
"Kaki gua pegal-pegal nih."
"Lo habis ngapain?"
"Jalan kaki tadi gua."
"Hai rain, kaki Lo kenapa?" Sapa Steven yang mendekat kearahnya
"Kaki gua pegel."
"Sini gua pijitin." Steven mendekat dan memijit kakinya
"Udah-udah, gua bisa sendiri kok." Tolak Raina lalu berdiri dan duduk di bangkunya
Sandra dan juga Susan saling menatap satu sama lainnya lalu mengangkat bahu mereka bersamaan.
***
Bel sekolah berbunyi sangat nyaring, menandakan waktu pulang telah tiba. Dengan cepat Raina berjalan kearah gerbang sekolah sembari menunggu Leo datang untuk menjemputnya.
"Kenapa tuan Leo tak segera datang ya." Lirihnya
Satu jam telah berlalu, mobil Leo tak kunjung datang lalu ia berinisiatif untuk pulang sendiri menggunakan angkutan umum yang berada tidak jauh dengan letak sekolahnya.
Sesampainya didepan mansion, Raina mengeluarkan beberapa uang lembar dan memberikannya kepada tukang angkot lalu masuk kedalam mansion. Raina mengedarkan pandangannya lalu melihat mobil Dave yang telah terparkir rapi didepan halaman mansion.
"Oh, rupanya dia sudah pulang." Lirihnya
Raina berjalan memasuki pintu utama, matanya kini terbelalak setelah melihat Dave yang sedang duduk manis diatas sofa ruang tamu sembari dikelilingi beberapa wanita yang berpakaian ketat dan juga Leo yang setia duduk disampingnya.
"Cih, katanya dia mau menikahi ku lantas ini apa maksudnya." Gumam Raina kesal
Raina berjalan masuk dengan pandangan yang menatap lurus kedepan tanpa sedikitpun menolehkan wajahnya untuk melihat Dave yang sedang berada diruang tamu. Hatinya berkecamuk melihat Dave yang dikelilingi wanita-wanita yang merengek manja.
"Raina?" Panggil Dave
Raina tidak mengindahkan panggilan Dave, ia terus berjalan pergi.
"Raina!" Teriak Dave dengan lantang
Seketika Raina menghentikan langkah kakinya lalu membalikkan tubuhnya dan menatap Dave dengan tatapan sinis.
"Kau tidak dengar panggilanku, cepat bereskan pakaian kotorku yang ada didalam kamar." Perintah Dave
Raina mematung setelah mendengar perintah Dave dan membulatkan matanya, hatinya sangat terkejut tiba-tiba Dave memintanya untuk membersihkan pakaian kotornya, semenjak masuk kedalam mansion Ini sebagai seorang pelayan Raina tidak pernah sama sekali diperlakukan sebagai seorang pelayan, namun kali ini sangat berbeda.
"Kenapa kau diam saja?" Sahut Dave kembali
"Siapa wanita itu honey?" Tanya salah satu wanita tersebut
"Oh, dia adalah pelayan yang khusus untuk membersihkan pakaian ku." Jawab Dave singkat
"Apa pelayan, Ah memang benar aku masuk ke mansion ini sebagai seorang pelayan." Bathin Raina miris
"Kenapa dia tidak sopan sekali dengan majikannya." Sahut wanita lainnya
Dave hanya diam saja dan memandangi Raina.
"Aah, maafkan saya nona-nona mungkin saya tadi tidak sadar dengan kehadiran anda dan juga tuan Dave." Raina menundukkan kepalanya
Dave dibuat terkejut dengan penuturan Raina.
"Kalau begitu, saya permisi pamit kebelakang tuan dan segera membereskan pakaian anda." Pamit Raina membungkukkan badannya dan berlalu pergi
Raina berjalan begitu cepat kearah kamarnya, membukanya dengan paksa lalu menguncinya dengan rapat dan menghempaskan tubuhnya diatas ranjang.
"Hiks Hiks, beginikah caranya dia mencampakkan ku?" Isak tangisnya
"Lalu apa yang dikatakannya selama ini dan perbuatannya kepadaku, aku tidak jauh seperti wanita murahan yang menyerahkan tubuhku untuk pengobatan ayahku." Tangisnya pecah
Raina menangis sejadi-jadinya, dan menumpahkan segela kekesalan yang ada dihatinya, dia tidak peduli dengan tangisannya yang begitu menggema didalam kamar, dia terus menangis dan menangis.
Dear Readers, jangan lupa yang untuk selalu mendukung karya kedua Author ini, tanpa kalian Author tidak ada apa-apanya. maka jangan lupa untuk selalu support, Like, Komen dan Vote ya!
Happy Reading💕
dripda terus2 an marah2 mlu..pusing akuutu😆😆
ngpain aja itu pembantu,,😅
Dave.... sabar dikit napaaaaa