NovelToon NovelToon
Psycho Man

Psycho Man

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: TK

• Buku ini memiliki 5 cerita ber-sekuel, kalian bisa membacanya dari awal agar lebih mengerti •

• Psycho Man
• My Girl
• Destiny Of Love
• Her Secret
• Possessive Brother

Dulu Eros pergi tanpa alasan dan meninggalkan luka padanya. Kini saat Adara sudah melupakan pria itu dan sebentar lagi akan menikah, Eros malah kembali dan memintanya untuk bersama. Luka dan kesakitan membuat Adara menolaknya, tapi pria itu malah berbuat hal gila yang membuat Adara semakin terluka.

Bagi yang suka cerita berkonflik berat genre hurt mari mampir, di sini hatimu akan di bolak-balik oleh kisah percintaan mereka. Selamat membaca, di tunggu juga dukungan dari kalian semua❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Empat

Vote sebelum membaca 😘

.

.

Pria itu mengernyitkan keningnya saat tak sengaja melihat sesuatu di nakas, tangannya terulur membawa pigura kecil itu. Sekarang Ia percaya kalau didalam foto itu adalah Adara. Senyuman langsung terukir melihat wajah itu, ah Ia kembali merindukan wanita cantik itu.

"Alvaro!"

"Ya?"

"Aish kau ini memang bandel!" Indri mendekat lalu memukul bokong putranya keras. "Astaga Alvaro ini rumah orang, jangan pegang barang sembarangan, nanti kalau ketahuankan malu-maluin!"

Alvaro mendengus sebal, tapi Ia tidak menyimpan pigura pigura dinakas melainkan melihatkan pada sang Ibu. "Ma, kenapa ada foto Adara?"

"Adara siapa?"

"Hh ituloh pa-" Ucapan Alvaro terpotong karena mengingat jika dulu Adara hanya berpura-pura saja menjadi kekasihnya, menyedihkan. "Em itu yang aku ajak ke pernikahan sepupu aku."

Indri mencoba mengingatnya dan senyuman lebar langsung terbit. "Ah iya Mama ingat, yang cantik kaya Mamakan?"

"Cantikan dia sih Ma."

"Kamu ini ke Mama suka gitu!"

"Hehe iya-iya kalian cantik kok."

"Eh tunggu, Adara itukan pacar kamu."

"Hah?"

"Iya Mama masih ingat kok, tapi kenapa kamu gak pernah ajakin dia ke rumah sih?! Padahal pas pertama ketemu Mama udah suka sama dia."

"Bukan sebenarnya-"

"Indri."

Keduanya langsung menoleh ke asal suara, terlihat seorang wanita muda cantik yang mendekat. Indri dan wanita itu lalu berpelukan sambil cepika-cepiki khas ibu-ibu.

"Maya kamu ini makin pangling."

"Pangling itu apa?"

"Haha apa ya, intinya banyak berubah dari terakhir kita ketemu."

"Haha kamu ini bisa saja, kamu juga makin cantik."

Indri memukul pelan bahu Maya sambil menatap malu, dan Alvaro hanya memutar bola matanya melihat sifat centil Ibunya itu.

"Ah iya ini kenalkan putraku."

Alvaro mengangkat tangannya sambil memberikan senyuman terbaiknya. "Alvaro Arga Naruna tante."

"Wah tante gak nyangka kamu bakal banyak berubah gini, padahal kamu pas kecil itu gemuk banget loh, tapi sekarang udah kaya Oppa Korea."

"Haha tante bisa saja."

"Ya udah kita lanjutkan ngobrolnya di ruang makan, ayo aku udah masakin banyak makan malam untuk kalian."

Alvaro dan Mamanya ini memang sedang berlibur di Bali, karena sudah di Bali merekapun memutuskan untuk berkunjung ke rumah sahabat Indri. Sebenarnya bukan berlibur, tapi Alvaro yang memang ada pekerjaan di sini, dan Ibunya ini ingin ikut. Ada-ada saja memang.

Indri dan Maya sama-sama single parent, suami mereka telah meninggal. Walaupun untuk bertemu jarang karena berbeda kota, tapi persahabatan mereka terjaga baik. Jikapun salah satunya berkunjung ke kota tempat tinggal masing-masing, pasti selalu menyempatkan waktu untuk berkunjung.

"Kamu masak sebanyak ini?"

Maya yang baru saja menyimpan jus jeruk di meja makan terkekeh geli melihat wajah tak percaya Indri. "Ya inikan spesial buat kamu sama Alvaro."

"Tapikan gak perlu sebanyak ini, inimah kaya mau paras manan."

"Paras manan?"

Indri tertawa melihat Maya yang tak mengerti, sahabatnya itu memang tidak mengerti bahasa sunda. Indri sendiri sebenarnya bukan orang Jakarta, tapi asli dari Bandung. Almarhum suaminya dari Jakarta, jadi Ia tinggal di sana.

"Sudah aku gak ngerti omongan kamu, ayo kita mulai makan." Saat Maya akan menyuapkan nasinya, pergerakannya terhenti saat ingat sesuatu. "Astaga aku lupa!"

"Ada apa?"

Maya berdiri dari duduknya. "Aku panggin dulu putriku, kenapa aku sampai lupa begitu ya sama anak sendiri?"

"Ck maklum faktor umur!" Kekeh Indri.

Mayapun langsung menuju ke kamar putrinya dilantai dua, kenapa Ia bisa sampai lupa pada putrinya itu?! Benar juga, mungkin faktor umur.

Tok tok!

"Sayang, ayo ke bawah makan malam, teman Mama sudah nunggu."

Tak lama pintu berwarna putih itu terbuka, wanita cantik yang memiliki mata bulat itu tersenyum lebar lalu memeluk Ibunya. "Ada apa Mama?"

"Mama hampir lupa sama kamu, ayo kita ke bawah."

Kedua wanita itupun turun sambil berpegangan tangan, putrinya ini memang sangat manja padanya, padahal umurnya sudah dua puluh tahun lebih. Wanita cantik itu bisa melihat dua orang yang sudah menunggu di meja makan, apa teman Mamanya itu sudah bertamu lama?

"Indri ini putriku."

Mata wanita itu terbelak tak percaya melihat kedua orang yang duduk itu. Apalagi saat tatapannya beradu dengan pria yang duduk tepat di depannya, mulutnya sampai terbuka sedikit.

"Adara!"

"Alvaro!"

Sedang Maya yang melihat itu dibuat bingung. "Kalian sudah saling kenal?"

Adara menoleh pada sang Ibu, Ia masih syok dengan kejadian ini. Jadi teman Ibunya ini Mama Alvaro? Kenapa bisa kebetulan seperti ini?

"Haha iya mereka itukan pacaran."

Mendengar itu ketiga orang di sana langsung menatap Indri, tatapan mereka berbeda-beda, tapi yang paling syok adalah Maya.

"Iya Maya, astaga ini rencana Tuhan yang paling indah bukan? Anak-anak kita berjodoh!" Semangat Indri.

"Berpacaran?"

"Iya. Dulu aku juga memang belum mengenal Adara saat dikenalkan oleh Alvaro, tapi ternyata dia putri kamu. Ah aku bahagia."

Maya menatap bergantian Adara dan Alvaro yang sedang menatapnya, benarkah mereka berpacaran? Kenapa bisa kebetulan seperti ini? Dan kenapa Ia tidak tahu sama sekali?

"Bu-bukan sebenarnya-Aww!" Ucapan Adara terhenti karena mendapat tendangan dari di kakinya dari bawah meja.

"Iya tante kita berpacaran." Ucap Alvaro cepat seolah tak membiarkan Adara melanjutkan kata-katanya.

Adara menatap tak percaya Alvaro, ada apa dengan pria itu. "Apa? Tapi-"

Alvaro langsung menggenggam kedua tangan Adara yang ada diatas meja, pria itu bahkan mengecup tangan Adara dengan mesranya. "Sayang aku kangen banget sama kamu, kita udah hampir tiga bulan berpisah. Kamu tahu aku hampir gila karena harus LDR, dan malam ini setelah sekian lama akhirnya kita bertemu lagi."

Indri dan Maya tersenyum melihat itu, walaupun sudah tua tapi melihat sepasang kekasih bermesraan didepan mereka membuat mereka malu.

"Ck kalian ini bikin kita iri saja." Dengus Indri.

"Mama gak nyangka kamu pacar Alvaro, kenapa kamu gak pernah cerita sama Mama sayang?"

Adara menoleh dan meringis melihat wajah bahagia Maya, bukan hanya Ibunya tapi Indri juga. Wanita itu lalu melepaskan tangannya yang ada digenggaman Alvaro, merasa kurang nyaman.

"Em maaf."

Astaga kenapa rasanya Adara tidak mampu untuk mengatakan kebenarannya? Melihat wajah bahagia mereka membuatnya mengurungkan diri. Ia lalu melirik Alvaro yang sedang menatapnya. Walaupun tidak berucap, tapi ekspresi pria itu seolah mengatakan untuk jangan berkata yang sebenarnya. Intinya cobalah untuk berakting dengan baik.

Maya lalu mengusap rambut putrinya pelan. "Mama senang banget kamu memiliki kekasih seperti Alvaro, tanpa mengenalpun Mama sudah tahu bagaimana sifat Alvaro. Dia anak yang baik dan pastinya sangat mencintai kamu."

Alvaro tak bisa menahan senyumannya mendengar itu, belum pernah Ia sebahagia ini. Walaupun Ia dan Adara memang tidak memiliki hubungan tapi sekarang Ia malah seperti mendapat restu dari mertuanya sendiri.

"Ya sudah ayo kita lanjutkan makan malamnya, nanti ceritanya bisa dilanjut setelah selesai." Ucap Maya dan mendapat anggukan dari yang lain.

Makan malam itupun dilanjut, tapi Alvaro masih asik menatap Adara. Malam ini tak akan pernah Ia lupakan, benar-benar kenangan yang membahagiakan. Sudah lama sekali Ia tidak bertemu dengan Adara, dan jujur Alvaro merindukan wanita itu. Apa mungkin mereka ini berjodoh? Jikapun begitu maka Alvaro memutuskan untuk melanjutkan tujuannya, yaitu mendapatkan hati Adara.

1
Rifana Sitorus
Luar biasa
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
akhirnya happy ending 😍
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
bodoh aja Adara kalau masih mau balikan sama Eros
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
baru mampir mudah2an suka sama ceritanya 💪 ya Thor
Wiyanti SE
suka ceritanya 👍
Hanneke Kuhu
menarik semua nya 👌 tetap semangat dan semangat terus untuk berkreasi 🙏
mey
JD cewek kok bodoh ya,,cwok kyk GT UD tinggal dan lupa kn ngpn d tangis i
Shusy Datunsolang
cerita yang bagus banget🥰
Inisial L
emang paling bener alvaro sama aku aja thor, udah bisa di pastikan akan sengsara eh salah bahagia😁
wllyanti14: silahkan mampir dikaryaku "my Protective Wall" (jirose)🙏😊
total 1 replies
Inisial L
balik kanan aja adara, mantanmu setia menampungmu wkwkwk
Inisial L
duuuh ganteng bgt pacar akoh, baek" ya klean berdua. jangan berantem cuma gara" acu ya😁
Inisial L
eros ini kadang" gantengnya ga manusiawi ya
Inisial L
alvaro kamu sama aku aja yaa, biarkan adara bahagia sama eros. kamu cukup bahagiain aku aja🤣
Inisial L
sebenernya pengen nimpuk eros, tapi setelah liat fotonya malah jadi meleleh hati adek bang🤣
Inisial L
kog aku nangis ya😢maaaaakk boleh ga sih nampol otak eros sekali ajaaaa
Inisial L
eroooos anj.. tapi kog makin lama makin tampan juga kau, tapi jahad bgt kau eros😬pengen ku tampol habis itu ku cium
Inisial L
adara plis sama alvaro aja, gausah sama si bajingook itu udah kasar selingkuh pulak,tapi kalo dilihat lihat dari judulnya aku ragu double A bisa bersatu🤔
Saenab
kenapa tdk telpon Alvaro hanya dia yg bisa menolongmu
sabila 78
mending kita hajar rame2 biar tau rasa..
enak aja ama perempuan..sini lawan emak2 jaman now pasti babak bunyak lo eros 😬😬😡😠
Saenab
lebih baik Andara SM Alvaro sudah ganteng baik LG Andara lupakan SJ Eros dia org kasar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!