NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Sangkar Emas

Pewaris Dalam Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan Alana Adhijaya (23 tahun ) dan Kenzo Elard ( 30 tahun ) hanya berlandaskan transaksi bisnis dan ancaman kebangkrutan. Di rumah megah bagai sangkar emas, mereka hidup sebagai dua orang asing yang dipaksa melahirkan putra pewaris tunggal dalam waktu satu tahun.

​Berulang kali diuji dengan tekanan mertua, tes kehamilan bulanan, dan fitnah mantan kekasih Kenzo, Alana menelan semua air mata sendirian. Hingga pada akhirnya, ia memilih berhenti berharap.

​Alana tetap bertahan di rumah itu hanya demi janinnya, tetapi hatinya telah mati. Saat Kenzo akhirnya menyadari kesalahannya, segalanya sudah terlambat—wanita yang dulu mendambakan perhatiannya kini menatapnya tanpa rasa sedikit pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24

​Kerja keras tanpa henti selama lima hari berturut-turut akhirnya membuahkan hasil manis bagi kepemimpinan Kenzo Elard. Dengan manuver bisnis yang agresif, negosiasi dingin di meja hijau, serta keberhasilannya mengamankan investasi raksasa dari konsorsium asing, nilai saham Elard Corporation kembali melambung tinggi. Kerugian di divisi tiga berhasil ditutup penuh, membungkam mulut para direktur senior yang sebelumnya menuntut pengundurannya.

​Kakek Hendra dan Ayah Bramantyo kembali menegakkan kepala dengan bangga di hadapan lingkaran elit bisnis kota. Bagi Kakek Hendra, reputasi dinasti adalah segalanya. Tanpa mengulur waktu, pria tua penguasa Elard Group itu langsung merancang sebuah pesta malam eksklusif di ballroom hotel bintang lima milik keluarga—sebuah perayaan megah untuk memamerkan pemulihan kejayaan Elard Corp sekaligus secara resmi mengumumkan kehamilan Alana sebagai pengusung calon pewaris takhta Elard selanjutnya.

​Malam itu, kemewahan memancar dari setiap sudut grand ballroom. Lampu-lampu kristal raksasa membiaskan cahaya keemasan di atas ribuan gelas champagne, beradu dengan denting piano dan percakapan para pejabat, pengusaha, serta sosialita kelas atas.

​Di ruang tunggu VIP panggung utama, atmosfer justru terasa amat mencekam.

​Alana duduk di depan cermin rias berukir emas. Gaun malam dari sutra berwarna navy blue membungkus tubuhnya yang kian kurus dengan amat anggun. Riasan wajah karya penata rias ternama menyamarkan warna pucat pasi di pipinya, memoles bibirnya dengan warna merah kelopak mawar.

​Di sampingnya, Kenzo berdiri tegap mengenakan tuksedo hitam buatan penjahit Italia. Wajah tampan Kenzo tampak bugar di luar, namun sorot matanya yang dipenuhi rasa cemas memancarkan keletihan batin yang dalam. Di tangannya, Kenzo memegang sebuah wadah kecil berisi biskuit gandum cair khusus dan botol air hangat yang ia siapkan sendiri dari dapur mansion.

​"Alana... minum air hangat ini dulu," bisik Kenzo dengan suara lembut seraya berlutut di samping kursi rias istrinya. "Pintu panggung sebentar lagi dibuka. Kalau perutmu terasa mual atau melilit, katakan padaku. Kita bisa langsung pulang."

​Alana memalingkan wajahnya dari cermin, menatap Kenzo dengan iris mata jernih namun hampa. "Saya tidak apa-apa, Mas Kenzo. Suplemen dan biskuit buatan Mas sudah saya makan tadi. Saya sanggup berdiri di panggung."

​Sebelum Kenzo sempat menyentuh jemari istrinya, pintu ruang VIP terdorong buka secara kaku. Kakek Hendra melangkah masuk dengan tongkat peraknya, didampingi Ayah Bramantyo dan Nyonya Helena.

​Pria tua itu menatap penampilan Alana dari atas hingga bawah dengan pandangan menilai yang dingin dan sinis.

​"Bagaimana kondisinya?" tanya Kakek Hendra dengan nada suara yang kaku dan menuntut. "Jangan sampai di depan puluhan kamera wartawan nanti kamu tiba-tiba pingsan atau muntah-muntah seperti di mansion!"

​Kenzo seketika berdiri tegap, memasang badan di depan Alana. "Kakek! Jaga ucapan Kakek! Alana sedang berjuang menahan mual kehamilannya!"

​Kakek Hendra terkekeh remeh, menghentakkan tongkatnya ke lantai marmer. "Berjuang? Pria sepertimu sampai harus mengurus dapur hanya karena wanita ini pilih-pilih makanan? Sejak dulu, wanita Elard yang hamil tidak pernah dimanja dan semanja ini! Mual-mual makanan yang dibuat koki istana mansion hanya alasan wanita ini untuk bertindak manja dan merepotkan keluarga!"

​"Kakek, cukup!" bentak Kenzo dengan suara berat yang menekan, matanya berkilat penuh amarah. "Saya yang melarang Alana memakan makanan dapur! Saya yang ingin memasak untuk istri saya!"

​"Sudahlah, Kenzo!" sela Nyonya Helena dengan raut wajah tidak senang. "Kakekmu benar. Perilaku Alana yang menolak menu nutrisi khusus dari Dr. Maya dan tim dokter genetika kemarin membuat Mama cemas. Bagaimana kalau janin di rahimnya kekurangan gizi hanya karena seleranya yang merepotkan?"

​Di balik punggung Kenzo, Alana tetap duduk kaku. Tidak ada raut tersinggung, marah, atau terluka di wajahnya. Wanita itu perlahan berdiri, merapikan lipatan gaun mewahnya, lalu menatap Kakek Hendra dengan senyuman formalistis yang amat simetris.

​"Maafkan saya jika kondisi fisik saya merepotkan Keluarga Elard yang terhormat," ujar Alana dengan nada suara yang tenang, datar, dan tanpa intonasi emosi sedikit pun. "Kakek tidak perlu khawatir. Demi kepentingan reputasi perusahaan malam ini, saya akan menjalankan peran saya sebaik mungkin."

​Kakek Hendra menyipitkan matanya tajam, merasa gusar oleh ketenangan hampa yang dipancarkan menantunya. "Bagus kalau kamu tahu diri. Ingat, acara malam ini diadakan untuk mengumumkan calon pewaris Elard Corp. Jangan buat kesalahan sedikit pun!"

​Pintu ganda ballroom terbuka lebar. Tepuk tangan riuh dan kilatan cahaya kamera media massa seketika menyambut kehadiran keluarga penguasa Elard Group saat mereka melangkah menuju panggung utama.

​Kenzo menggandeng lengan Alana dengan cengkeraman yang erat dan posesif, seolah takut wanita di sampingnya akan runtuh atau menghilang. Namun Alana melangkah dengan tegak, menyunggingkan senyum anggun yang menawan ke arah kamera—sebuah topeng kesempurnaan Nyonya Muda Elard yang terukir tanpa cela.

​Di atas podium berbalut lambang emas Elard Corp, Kakek Hendra berdiri di depan mikrofon dengan wibawa mutlaknya.

​"Selamat malam, Tuan dan Nyonya sekalian, para mitra bisnis yang kami hormati," suara Kakek Hendra menggema di seluruh ruangan melalui pengeras suara. "Malam ini, selain merayakan kebangkitan dan stabilitas finansial Elard Corporation di bawah kepemimpinan cucu saya, Kenzo Elard... kami dengan bangga menyampaikan sebuah kabar bahagia bagi masa depan dinasti kami."

​Kakek Hendra menoleh, memberi isyarat tangan ke arah Kenzo dan Alana. Kilatan lampu kilat wartawan kian makin membabi buta.

​"Di dalam rahim Nyonya Muda Alana Elard, kini tengah bersemi calon pewaris takhta Elard Group selanjutnya," lanjut Kakek Hendra dengan nada penuh kebanggaan dan keangkuhan korporasi. "Keturunan murni ini akan menjadi penerus masa depan yang membawa kejayaan keluarga kita menuju puncak yang lebih tinggi!"

​Tepuk tangan bergema riuh di seantero ballroom. Para wartawan berebut mengarahkan mikrofon ke arah panggung.

​"Tuan Kenzo! Nyonya Alana! Bisakah memberikan sepatah kata terkait kabar bahagia ini untuk publik dan para pemegang saham?!" teriak seorang wartawan senior dari barisan depan.

​Kenzo hendak mengambil alih mikrofon untuk melindungi Alana, namun Alana justru melangkah maju satu tingkat dengan ketenangan yang luar biasa. Jemari tangannya yang bersarung sutra menyentuh gagang mikrofon.

​Kenzo terpaku di sampingnya, jantungnya berdegup kencang oleh firasat tak menentu.

​Alana menatap lurus ke arah puluhan lensa kamera dan ratusan tamu undangan kelas atas. Senyuman tipis yang amat kaku terukir di wajah cantiknya.

​"Selamat malam, Tuan dan Nyonya sekalian," suara Alana terdengar merdu, jernih, namun begitu dingin dan formal—bagaikan seorang juru bicara resmi yang sedang membacakan siaran pers perusahaan. "Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan doa dari Anda sekalian bagi Elard Corporation."

​Alana jeda sejenak, melirik tipis ke arah Kakek Hendra dan Kenzo yang berdiri di sampingnya.

​"Kehamilan ini adalah bentuk kepatuhan dan penyelesaian tugas utama saya dalam memenuhi setiap poin perjanjian yang telah disepakati bersama Keluarga Elard," lanjut Alana dengan nada tegar tanpa getaran emosi. "Sebagai Nyonya Muda, saya akan memastikan calon pewaris ini lahir dengan selamat demi menjaga martabat, kehormatan, dan keberlangsungan dinasti Elard Group hingga masa kontrak saya dinyatakan selesai secara sempurna."

​Deg.

​Kata 'pematuhan tugas utama', 'poin perjanjian', dan 'masa kontrak selesai' terucap begitu jernih di depan pengeras suara. Bagi para wartawan dan tamu awam, kalimat itu terdengar seperti bahasa diplomasi keluarga elit yang puitis dan teratur. Namun bagi Kakek Hendra, Ayah Bramantyo, dan Kenzo... kata-kata itu adalah tamparan mematikan yang menghancurkan keangkuhan mereka di depan publik.

​Kakek Hendra membeku di tempatnya berdiri, rahangnya mengeras kaku oleh rasa malu dan amarah yang tertahan. Ayah Bramantyo menahan napasnya panik, sementara Nyonya Helena membelalakkan mata tak percaya.

​Kenzo menatap Alana dengan dada yang terasa seperti diremas dan dihantam pukulan berat. Pria tegap itu berdiri mematung di tengah gempuran kilatan kamera.

​Di balik kemewahan panggung dan pengumuman kejayaan calon pewaris takhta, Kenzo akhirnya menyadari dengan sangat menyakitkan: Alana tidak pernah menganggap kehamilan ini sebagai ikatan cinta mereka. Bagi Alana, janin di rahimnya murni adalah tiket pelunasan kontrak—sebuah kewajiban dingin yang setelah ditunaikan, akan membawanya pergi selamanya dari kehidupan Kenzo.

Bersambung....

1
Pelangi Jingga
double up tor 😂😂
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
saling support ka
merry
bisa jdi raga Alana nolak bayi mu zo,, krn bnci kmu fan kluarga mu yg ud kyk iblis yg kluar dari kerak bumi 🤭🤭🤭ap lg kakekmu dh aki aki itu nuntut hrs cwo lgg siapa yg gk tertekan cbb,,, yg blm hamil dtynin kpn hmil ajj bisa stress ap lg itu di tuntu hrs cwo lg
Mia Camelia
alana pasti lelah banget jiwa dan raga nya, tapi ngliat kenzo yg tulus pingin berubah , semoga aja alana mulai membuka diri😂
Mia Camelia
semoga kenzo beneran tulus mencintai alana, 😔
merry
cwe cwo mn bisa klian tentu knn,, ank kn dr Tuhan diksh alhamdulillah klo ngk y hrs sabar kan,, cwe cwo jg tergantung dr yg ksh emng bkin donat 🍩🍩🍩🍩😆😆😆😆bisa jdi cwe cwo
merry
Tuhan bukn dgrin doa manusia jht klian tp ank itu dtg untuk membela ibu y yg klian tindas 🤭🤭🤭🤭moga Alana hamil nyushin org yg ud bkin dia jiwa hbs tak tersisa 🤭🤭🤭
Siskasuryaningsih
buat mati aja thor alananya, kasian di buat gitu, habis cerita, 🤣🤣,, 🙏🙏🙏
guest1053527528
jangan dong thor semoga Alana bisa membuat Kenzo bangkit lagi dan bisa memimpin perusahaan dan sukses
merry
buktiin jg al klo mmpu beresin mslh perusahaan biasa kyk di novel cwe bangkit setelah hncur menjdi tangguh bisa segala y selain bkin ank biar kluarga bangke itu mingkep al
merry
klo cinta knp bgtu sm Alana zo skrg nyesel syurin biar kapok kmu,,, moga ank y kmbe cwo semuanya nakal pula🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭
merry
in lg adik latnat zo ksh tau mutiara tp hati y gk sebagus nm y mutiaray dr biaya sekolah bju bju dan mkn sehari-hari ya,, biar tau biar jaga mulutnya wlpun gk bs kembalikan jiwa msa depn alana
merry
klo perlu Alana hamil kembar cwo semuanya kek tres nakal y minta ampun buat ngerjai para manusia tengik itu Thor tp nurut sm mm ya 🤭🤭🤭kan ngebet minta ank demi harta kn ywd ksh kembar genius biar hancurin saham dan hrga diri mrkk,, dikira buat ank kyk buat donat x ya
merry
moga ada yg dgr y klo dr maya melakukan malapraktik hampir buat nyawa org lain melayang biar di pecat trs mertua y Alana jdi mertua plg kejam krn memaksakan mantu y hamil demi saham,, moga ad yg dgr dr bocorin ke media biar kapok,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!