NovelToon NovelToon
An Affair Ashford

An Affair Ashford

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Roman-Angst Mafia
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Sepuluh tahun Dominic Qiel Ashford mempertaruhkan kesetiaannya hanya untuk ditolak berulang kali oleh Florence Nightingale, wanita yang menolak ikatan pernikahan. Luka penolakan itu akhirnya mendorong Dominic pada keputusan gila di sebuah malam yang pekat.

Di tengah frustrasi, ia mendapati Ester Alba—mahasiswi berbeasiswa sekaligus guru privat keponakannya—terjebak dalam gaun seksi di bar elit demi mencari biaya operasi sang ayah.

Demi menyelamatkan harga dirinya sekaligus melampiaskan keputusasaan, Dominic mengajukan penawaran berbahaya. Sebuah kesepakatan terikat yang menuntut kepatuhan mutlak, jauh dari ranah cinta.

Namun, saat rahasia alasan sebenarnya di balik kebencian Florence pada pernikahan mulai terkuak, Ester menyadari bahwa ia bukan sekadar pelampiasan—melainkan kunci dari permainan emosi yang siap menghancurkan mereka bertiga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#7

Deru mesin Maybach hitam milik Dominic membelah ketenangan kawasan elit Upper East Side. Mobil mewah itu meluncur pelan memasuki gerbang besi berukir megah milik kediaman utama keluarga Ashford.

Di samping kursi kemudi, Ester duduk menyandar kaku, sesekali merapikan kerah gaun lengan panjang berwarna krem yang menutupi lehernya rapat-rapat hingga ke batas rahang—menyembunyikan jejak-jejak keberadaan Dominic yang bertebaran di kulit mulusnya.

Ester sendiri sebenarnya telah menerima undangan langsung dari Nyonya Penny—kakak kandung Dominic sekaligus ibu dari muridnya—sejak kemarin sore.

Pesta hari ini awalnya dikira Ester hanyalah syukuran kecil keluarga.

Kehadirannya bersama Dominic di dalam satu mobil pun tidak akan memicu kecurigaan siapapun di mansion tersebut.

Dalam dua tahun terakhir, Dominic beberapa kali secara tidak sengaja berpapasan dengan Ester di depan kompleks saat gadis itu baru turun dari bus kota, lalu memberinya tumpangan hingga pintu depan kediaman Ashford.

Bagi para pelayan maupun penjaga gerbang, pemandangan Dominic turun bersama guru privat keponakannya adalah hal yang wajar.

Namun, begitu langkah kaki Dominic dan Ester memasuki area taman belakang—tempat di mana dekorasi bunga serba putih melingkupi panggung terbuka—tubuh Dominic mendadak membeku.

Langkah kakinya yang semula tegap berubah kaku dan berat.

Di depan sana, di tengah kepungan kelopak bunga mawar putih dan pendar lampu taman yang anggun, berdiri sosok wanita yang amat ia kenal.

Florence Nightingale Berres.

Namun, Florence tidak berdiri di sana sebagai seorang tamu pesta ulang tahun biasa sebagaimana yang diucapkan sang Mommy di telepon satu jam yang lalu.

Florence tampak berkilau dalam balutan gaun pengantin berwarna putih bersih berhias renda mewah, memamerkan lekuk tubuhnya yang anggun dan mempesona.

Sebelum Dominic sempat mencerna situasi gila di hadapannya, dua saudara kembarnya—Draxler Ashford dan Diedrick Ashford—melangkah maju dengan cengiran lebar di wajah tampan mereka.

Langkah penuh dominasi kedua pria itu membuat Ester refleks mundur dua langkah secara spontan, menyembunyikan dirinya di balik bayangan tubuh Dominic.

"Surprise, brother!" seru Draxler dan Diedrick kompak seraya menepuk bahu Dominic keras-keras.

Deg.

Jantung Dominic berdegup sangat kencang, menghantam rongga dadanya dengan rasa sesak yang tak tertahankan.

A-Apa-apaan ini? batin Dominic menjerit. Matanya membelalak menatap lurus ke arah panggung taman.

Florence berdiri di sana dengan senyuman manis dan mata berbinar penuh haru—sebuah raut wajah teramat langka yang hampir tidak pernah diperlihatkan wanita itu selama sepuluh tahun mereka berpacaran.

Florence menatap Dominic seolah baru saja menyajikan sebuah keajaiban yang menakjubkan di hari kelahiran pria itu.

"Mom!" panggil Dominic dengan suara gemetaran, menoleh patah-patah ke arah Parrie Ashford yang melangkah mendekatinya dengan senyum lebar penuh kemenangan.

"Mom... apa maksud dari semua ini?"

Parrie merengkuh bahu putra ketiganya itu, mengusap armani tuxedo Dominic dengan bangga. "Mommy dan Florence sudah merencanakan kejutan luar biasa ini untukmu, sayang! Selamat ulang tahun! Penolakan Florence semalam di restoran... itu semua hanya skenario yang diatur Flo bersama Mommy untuk memberimu kejutan pernikahan paling tak terlupakan hari ini!"

Belum sempat Dominic mencerna kebohongan gila itu, suara Florence menggema nyaring dari arah panggung lewat mikrofon yang dipegangnya.

"Aku menerima lamaranmu semalam, sialan!" tegar Florence berteriak diiringi tawa renyah yang disambut tepuk tangan riuh dari kerabat dekat yang hadir. "Sudah cukup waktu sepuluh tahun! Aku benar-benar percaya padamu, Dominic Qiel Ashford!"

DUAR!

Dunia Dominic serasa runtuh seketika. Bagaikan dihantam petir di siang bolong, pandangan Dominic mengabur oleh air mata yang mendadak menumpuk di pelupuk matanya.

Tidak. Demi Tuhan, dia tidak menyukai kejutan ini!

Saking tak percayanya pada takdir yang sedang mempermainkannya, Dominic secara refleks menaikkan tangannya dan menampar pipinya sendiri dengan cukup keras—memastikan apakah ia sedang bermimpi buruk atau berada dalam dimensi realita yang gila.

Plak!

Rasa panas di pipinya membuktikan bahwa ini bukan mimpi. Dominic terengah-engah, matanya yang berkaca-kaca refleks menoleh ke belakang—menatap lurus pada Ester Alba.

Gadis 22 tahun itu berdiri membeku di belakangnya, mengenakan pakaian tertutup hingga ke leher di tengah hangatnya Pesta Taman, menatap Dominic dengan tatapan sayu dan seribu arti.

"Ester..." lirih Dominic parau.

Suaranya hampir tenggelam oleh riuh tepuk tangan tamu undangan.

Demi Tuhan, Dominic sudah menganggap penolakan Florence yang ke-6 semalam sebagai titik akhir dari hubungan mati mereka!

Pria itu sudah membulatkan tekad untuk mengakhiri seluruh pemujaannya pada wanita yang sama sekali tidak pernah menghargai perasaannya.

Sepuluh tahun ia berpacaran dengan Florence, namun ia tidak pernah mendapatkan apa yang paling diinginkan seorang pria dari pasangannya: rasa dibutuhkan dan dihormati.

Dominic selalu ingin menjadi pelindung, ingin memimpin, dan ingin dicintai dengan ketergantungan yang manis.

Namun Florence selalu terlalu kuat, selalu dominan, selalu mengatur segalanya, dan melangkah seakan-akan ia tidak pernah membutuhkan sosok Dominic di dalam hidupnya.

Florence bahkan tak pernah sekalipun meminta bantuan pada Dominic untuk masalah sekecil apa pun. Sangat bertolak belakang dengan sosok Ester Alba—gadis ringkih yang semalam merintih pasrah di pelukannya, membutuhkan perlindungannya, dan secara tak sadar membangkitkan jiwa kepemimpinan Dominic secara utuh.

Dan kini... menatap Florence yang berdiri percaya diri dengan gaun pengantin putih di depan sana, lutut Dominic terasa melemah.

Gelombang mual dan muak menghantam perutnya.

Dominic menggelengkan kepalanya keras-keras, melangkah mundur menjauhi panggung, lalu berbalik menuju pintu masuk mansion.

Lelucon macam apa ini?! Takdir begitu jahat mempermainkan kewarasannya!

"Dominic!" panggil Florence dari mikrofon, menyadari kejanggalan dari reaksi kekasihnya. Ia menaruh mikrofon itu dan berjalan cepat turun dari panggung, menghampiri Dominic yang sudah berdiri di ambang pintu kaca mansion.

"Mau ke mana kamu, Dom?" tanya Florence dengan dahi berkerut, menghentikan langkah Dominic. "Ini kejutan untukmu! Kenapa reaksimu justru seperti ini?!"

Dominic memutar tubuhnya perlahan.

Matanya merah padam, menatap Florence dengan kilat amarah yang belum pernah disaksikan oleh siapapun sebelumnya.

"Kejutan?" ulang Dominic dengan tawa miris yang terdengar sangat menyedihkan. "Kau sebut Drama menjijikkan ini kejutan, Florence?!"

Wajah cantik Florence mengeruh.

"Dominic! Jaga bicaramu! Aku membuang gengsiku, memakai gaun pengantin ini di depan seluruh keluargamu, dan menerima lamaranmu! Harusnya kamu bahagia!"

"Bahagia?!" bentak Dominic hingga urat-urat di lehernya menegang tegang. Seluruh tamu di taman seketika membisu.

"Sepuluh tahun aku mengemis padamu! Bertahun-tahun aku memohon kepastian padamu seperti orang bodoh! Dan semalam... semalam kau menginjak-injak harga diriku di restoran itu, Florence! Kau bilang kau benci pernikahan! Kau bilang aku bebas dengan wanita lain! Dan sekarang kau berdiri di sini berpura-pura bahwa semua rasa sakitku semalam hanyalah sebuah lelucon?!"

Florence yang tak biasa dipojokkan mulai terpancing emosi.

Wataknya yang keras dan tak mau kalah meledak seketika di hadapan puluhan pasang mata.

"Memang semalam aku jujur, Dominic!" seru Florence tanpa ragu, membalas tatapan tajam Dominic.

"Demi Tuhan, aku memang menolakmu semalam! Aku tidak ingin menikah dan aku tidak ingin terikat oleh apapun! Kau tahu betul aku ini wanita bebas dan aku benci aturan-aturan pernikahan! Kau tahu bagaimana traumaku terhadap pernikahan orang tuaku!"

Dominic menganga hebat, tawa pahit kembali meluncur dari bibirnya.

"Lalu kenapa kau berdiri dengan gaun sialan itu di sini sekarang, Florence?! Kenapa?!"

Dengan nada penuh frustrasi dan tanpa memikirkan tempat, Florence secara tidak sengaja memuntahkan fakta terlarang yang sejak pagi ini disembunyikannya.

"Karena Mommy-mu yang memohon padaku, Dominic!" teriak Florence kencang.

"Mommy Parrie memohon dan menangis padaku berkali-kali agar aku mau menyetujui pernikahan ini demi dirimu! Aku melakukan ini semua karena ibumu yang memohon, bukan karena aku tiba-tiba mendambakan sebuah pernikahan!"

DUARRR!

Kata-kata itu bagaikan dentuman meriam yang menghantam kesadaran Dominic hingga hancur berkeping-keping.

Dominic perlahan menolehkan kepalanya, menatap sang Mommy—Parrie Ashford—yang kini berdiri mematung di tengah taman dengan wajah pucat pasi.

Dominic tidak menyangka.

Pria 32 tahun itu sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa ibu kandungnya sendiri sampai harus mengemis dan memohon pada seorang wanita yang bahkan tidak pernah mengerti arti sebuah keluarga... hanya demi memberikan rasa kasihan berupa 'pernikahan palsu' untuk dirinya.

Hati Dominic Ashford runtuh sepenuhnya di hari kelahirannya sendiri.

1
Mei TResna Rahmatika
nunggu gong nya nihh thor,thank thor hari ini update nya buanyakk 😍
Yusry Ajay
semangat berkarya Thor 💪🤗🤗
Yusry Ajay
makasih uda up bnyk Thor 🤗🤗
Yusry Ajay
ya ampun kasian Ester 🥺🥺
Yusry Ajay
masih pagi dom😁😁😁
Isma Nayla
semoga flo,dapat mengikhlaskan Dominic bersama Ester dan semoga flo dapat pengganti Dominic .
Rosdianah 🌷: Amiin🫶
total 1 replies
Isma Nayla
di episode sebelumnya di katakan Ester sudah meminumnya tanpa ketahuan Dominic kok sekarang bilang belum meminumnya Thor?
Isma Nayla
Ester juga egois tidak mikir perasaan Dominic.
sudah jelas Dominic akan melindungi tp kayak gak percaya.
Asriani Rini
Tenang ester yg penting dominic sudsh percaya sama kamu hidupmu akan trrus dilinfungi
Asriani Rini
Apa kunilang ester kalu ksu jujur pd dominic tentang mada lalu pasti dia akan melindungimu
Isma Nayla
apa mungkin nanti Ester pergi dari hidup Dominic ? dan mengandung bayi dom2 ?
deg-degan nunggu up selanjutnya Thor
Mei TResna Rahmatika
wahh klimaks nya nih,lanjut thor💪
Yusry Ajay
ester sangat trauma dgn masalalu nya🥺🥺🥺
Yusry Ajay
kasian Ester Thor 🥺🥺
Asriani Rini
Jgn kawatir ester yg penting kamu mencitai Dominic dgn tulus apapun masalalumu klan asford akan menrrimamu tapi satu saranku jujurlah sama dominic tentang masa lalumu
Rosdianah 🌷: kasih tau Ester kak🤣
total 1 replies
Isma Nayla
sungguh tragis kehidupan Ester 😭😭😭
jangan naruh bawang banyak2 Thor 😭😭😭😭
Rosdianah 🌷: tenang kak🤭
total 1 replies
Isma Nayla
di tunggu kelanjutannya lagi ya Thor 🤭
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Isma Nayla
kasihan sebenarnya Tristan tapi lebih kasihan Ester karena ayah keluarga Ester satu2 telah pergi😭
makasih sudah up Thor 🙏
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentarnya kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat berkarya 💪💪💪
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak komentarnya 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
makasih uda up bnyk Thor 🤗🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!