yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(season 2) benci menjadi cinta ( bab 2) bayangan dari masa lalu
Hari-hari berlalu dengan damai di Yayasan Marco. Yuna sibuk merawat anak-anak, mengelola kegiatan harian, dan setiap malam ia selalu menyempatkan waktu duduk sendirian di beranda, menatap bintang-bintang sambil bercerita dalam hati pada Marco. Ia merasa hidupnya memiliki tujuan yang jelas — meneruskan kebaikan yang pernah dimulai suaminya.
Namun rasa diawasi itu tak pernah benar-benar hilang. Kadang ia menemukan jejak langkah asing di halaman belakang saat pagi buta. Kadang pintu gerbang yang dikunci rapat ternyata terbuka sedikit. Kadang ia merasa ada bayangan yang lewat sekilas di antara pepohonan, namun saat ia menoleh, tak ada siapa-siapa.
Suatu sore yang mendung, saat semua anak sudah pulang ke kamar masing-masing, Yuna mendengar ketukan pelan di pintu depan. Bukan ketukan tamu — terasa berat, ragu-ragu, seakan orang di luar sana takut untuk masuk.
Yuna membuka pintu perlahan.
Di sana, berdiri seorang pria paruh baya dengan wajah yang terlihat lelah namun tegas. Matanya menatap Yuna dengan pandangan yang sulit diartikan — rindu, bersalah, dan sedih bercampur jadi satu. Ia mengenakan pakaian sederhana namun rapi, dan di tangannya ia memegang sebuah kotak kayu tua yang sudah agak usang.
"Siapa Anda?" tanya Yuna hati-hati.
Pria itu menarik napas panjang, lalu menunduk sedikit.
"Nama saya Arga. Saya... saya adalah sahabat lama Marco."
Jantung Yuna berdegup kencang. Marco memang pernah bercerita bahwa ia punya beberapa teman lama yang setia, tapi tak satu pun yang pernah ia temui selama pernikahan mereka.
"Sahabat lama Marco?" ulang Yuna pelan. "Mengapa saya belum pernah mendengar nama Anda sebelumnya? Dan kenapa... Anda mengintai dari kejauhan saat pembukaan yayasan kemarin?"
Arga tersenyum getir, matanya menatap ke lantai.
"Karena aku malu. Aku takut. Marco dan aku tumbuh bersama. Kami seperti saudara. Tapi saat dia paling membutuhkan aku, saat dia berjuang melawan Julian sendirian... aku tidak ada di sisinya. Aku pergi. Aku meninggalkannya karena takut terlibat bahaya. Aku pikir dengan pergi, aku bisa melindungi diriku sendiri. Tapi yang terjadi justru sebaliknya — aku hidup dalam penyesalan setiap hari sejak kepergiannya."
Air mata menetes di pipinya yang keriput.
"Saat aku mendengar kabar bahwa dia telah tiada... aku tidak berani datang ke pemakamannya. Aku tidak berani menatap matamu. Aku tahu aku tidak pantas. Tapi saat aku melihat yayasan ini berdiri... melihat namanya terukir di sana... aku sadar aku tidak bisa terus lari dari masa laluku. Aku harus datang. Aku harus menebus kesalahanku."
Ia mengulurkan kotak kayu itu ke arah Yuna.
"Ini miliknya. Dulu Marco menitipkannya padaku saat kami masih remaja. Dia berpesan: 'Jika suatu hari aku tidak kembali, berikan ini kepada orang yang paling berarti dalam hidupku.' Aku terlambat, Yuna. Maafkan aku. Tapi sekarang... ini milikmu."
Yuna menerima kotak itu dengan tangan gemetar. Kayunya halus, terasa hangat meski sudah lama tersimpan. Ia menatap Arga, rasa curiganya perlahan meleleh digantikan rasa haru yang mendalam.
"Kau tidak terlambat. Marco selalu berkata bahwa kebaikan tidak pernah terlambat, selama hati masih berusaha kembali. Terima kasih sudah datang, Arga. Selamat datang di Yayasan Marco. Kau tidak perlu bersembunyi lagi."
Arga mengangguk, matanya berkaca-kaca namun kali ini ia tersenyum tulus — senyum lega yang akhirnya menemukan jalan pulang.
Namun di saat mereka berdiri saling berhadapan, di balik kerimbunan pohon di kejauhan, sepasang mata lain ikut memperhatikan. Bukan Arga. Sosok lain yang tak terlihat oleh siapa pun. Sosok yang sejak awal tahu siapa Arga sebenarnya... dan apa yang sebenarnya ia cari.
BERSAMBUNG...