NovelToon NovelToon
Pesugihan Tuyul

Pesugihan Tuyul

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Horor / Misteri
Popularitas:46.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rania menatap tubuh Rina yang terlihat begitu kurus kering seolah tidak memiliki daging, padahal bisa dibilang bahwa Rina memiliki porsi makan yang begitu banyak ketika sedang mengisi perut, namun entah ke mana semua makanan yang sudah masuk sehingga dia terlihat begitu kurus dan pucat.

"Kok Mbak punya air susu?" Rania bertanya dengan nada heran.

Namun pertanyaan itu tidak pernah Rina jawab, tentu saja membuat Rania semakin bingung sehingga dia memutuskan untuk mencari tahu Dan setelah sedikit demi sedikit mengetahui maka Rania yang menjadi sangat syok, terlebih lagi dia juga menyadari bahwa Rina sama sekali tidak memiliki bayi namun dia terus memiliki air susu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Ketemu arwah cantik

Rania menoleh berulang kali untuk memastikan Apakah jalan ini memang benar atau tidak, rasanya Dia sudah berputar-putar beberapa kali di jalan tersebut namun tak kunjung menemukan rumah yang sedang mereka tuju itu padahal tadi mereka sudah membaca gerbang yang bertuliskan Desa mati sehingga pasti sebentar lagi akan segera sampai di desa Pandan Arum.

Namun rasanya sejak tadi hingga sampai saat ini belum juga menemukan tempat itu sehingga membuat Rania dan juga Mbok Inem semakin merasa kebingungan, Jalan berkabut di depan sana sehingga tidak bisa melihat dengan jelas apa yang akan mereka temui kembali dan sejak tadi hingga sampai sekarang tidak ada satu orang pun yang lewat.

Ini mau bertanya juga kebingungan karena belum berhasil menemukan tempat yang tepat untuk memastikan Apakah memang benar ini adalah Desa Pandan Arum atau mereka masih berada di dalam Desa mati, ada rasa takut di dalam hati ini karena sudah tersesat begitu jauh sekali.

Mbok Inem terus saja membaca doa agar mereka segera menemukan orang agar bisa bertanya atau bahkan meminta bantuan untuk menemukan petunjuk jalan, Sebab mereka memang hanya berdua saja sejak tadi sehingga membuat suasana yang ada di depan mata semakin tidak terkendali dan rasa takut itu juga semakin besar di dalam hati ini.

''Kita rasanya sejak tadi hanya berputar saja pada kawasan ini.'' Rania mematikan motor dan dia menatap sekitar.

''Rasanya sekarang mungkin kita sedang tersesat karena sesuatu.'' Mbok Inem sudah bisa menebak ke arah situ.

''Aku juga curiga begitu karena sejak tadi hingga sampai sekarang kita tak kunjung bertemu dengan orang.'' ucap Rania dengan perasaan cemas.

''Kalau saja ada orang lewat maka lebih baik karena kita bisa bertanya pada mereka.'' Mbok Inem juga mulai takut terjadi sesuatu.

''Ayo naik lagi dan kita telusuri jalan ini sambil membaca doa biar segera bertemu dengan orang.'' Rania kembali menghidupkan motor baru milik dia itu.

''Pasti ini perbuatan tuyul yang tidak terima karena kami akan mengadu kepada Purnama.'' Mbok Inem membatin di dalam hati dia.

''Kan aku tadi menandai tongkat kayu itu dan sekarang kita melewati kembali.'' Rania menunjuk tongkat kayu yang ada di pinggir jalan.

''Ya, semoga kali ini kita menemukan jalan keluar.'' harap Mbok Inem.

Sebab saat ini hari juga sudah mulai malam dan belum lagi kabut yang menyelimuti kawasan tersebut sehingga suasana semakin bertambah suram, padahal sekarang belum terlalu malam dan Rania berulang kali melirik jam pada tangan untuk memastikan Apakah mereka sudah tersesat begitu jauh sehingga kemungkinan akan bermalam di tempat orang.

''Kau lihat itu mereka yang tak kunjung menemukan jalan keluar.'' arwah gadis cantik berbisik kepada teman yang sedang mencari keong.

''Ya kan mereka tidak datang sendiri sehingga tertutup sesuatu untuk melihat jalan.'' gadis yang sedang mengambil keong emas itu menjawab tanpa menoleh.

''Kau Cepat dikit mencari keong itu karena kasihan juga melihat mereka.'' Airin menatap Rania dan juga Mbok Inem.

''Loh kita datang ke sini memang mau cari keong emas aja, kau tidak usah ikut campur urusan mereka lah.'' Julia menatap Airin.

''Ah kasihan aku melihat mereka seperti itu karena sepertinya juga sedang membutuhkan bantuan.'' arwah gadis ini tetap ingin menolong.

Julia menoleh dan menatap kepada Rania dan Bu Inem yang terus melaju meninggalkan kawasan tersebut, mereka berdua tahu mau sekencang apa saja Rani yang membawa motor maka itu akan segera kembali lagi ke tempat ini sampai kemudian mereka menyerah dan memutuskan untuk pulang ke rumah saja.

''Jadi ini Kamu bagaimana sekarang?'' Julia bertanya kepada Airin.

''Ayo kita buka kabut yang menutup mata mereka agar bisa segera menemukan Tempat yang mereka cari.'' ajak Airin.

''Hahhh, Ya sudah kalau begitu karena aku juga sudah dapat Keong emas ini.'' Julia akhirnya setuju.

''Itu kasihan mereka terus saja bergerak ke sana kemari namun tak kunjung menemukan lokasi yang tepat.'' Airin segera mengikuti Rania.

''Kabut ini cukup kuat dan sepertinya mereka ingin menemui seseorang.'' Julia menyentuh kabut yang ada di sekitar sana.

''Ayo buruan, aku merasakan ada energi yang sangat besar di depan sana!'' Airin sudah tidak sabar lagi karena Julia terlalu lama.

Padahal Julia sedang memperhatikan kabut-kabut itu untuk memastikan terlebih dahulu apakah kekuatan mereka berdua sanggup untuk membuang dan menghadapi apa yang akan ada di depan sana, Sebab Dia juga sudah merasakan energi yang cukup kuat dan oleh sebab itu dirinya mempertimbangkan terlebih dahulu agar jangan sampai celaka.

Wuuuttt.

Wuuuttt.

"Hahh dulu dia begitu aku sekali menolak permintaan dari purnama dan sekarang malah menikmati segala sesuatu yang ada." Julia tersenyum kecil.

Wuuussssh.

Dalam sekejap mata saja maka seluruh kabut yang ada di kawasan itu menghilang dari pandangan mata, Airin menyingkirkan itu semua menggunakan selendang Putih yang ada pada bagian leher dia dan sekarang mereka bisa melihat apa yang akan mereka temui sebentar lagi.

"Woooh kabutnya mendadak saja menghilang!" Rania terlihat senang karena sekarang mereka bisa melihat jalanan.

"Alhamdulillah kabut itu hilang dan kita bisa segera mendatangi rumah Purnama." Mbok Inem juga merasa senang.

"Kau dengar itu? Mereka ternyata mau mendatangi rumah kedua kita!" Airin menoleh kepada Julia.

"Kalau sudah mau mendatangi Purnama seperti ini maka pasti ada sesuatu yang tidak beres sedang mereka hadapi." Julia juga sudah bisa menebak ke arah sana.

"Oleh sebab itu ayo kita Kawal saja mereka sampai nanti di rumah Purnama." Airin mengajak Julia dengan penuh semangat.

Maka kedua arwah cantik ini segera mengikuti Rania dan juga Mbok Inem untuk menuju rumah Purnama. nanti bila sesuatu terjadi maka keduanya bisa menolong terlebih dahulu, Sebab mereka juga menyadari ada sesuatu yang tidak beres sedang mengikuti kedua orang tersebut dan kemungkinan mereka nanti akan berhadapan secara langsung.

"Nanti kalau kena marah sama Purnama gimana?" Airin menoleh kepada Julia.

"Enggak lah, kan mereka memang sudah ada niat untuk mendatangi Purnama untuk meminta tolong." sahut Julia dan dia berjalan lebih cepat lagi.

"Aiii cepat juga dia berjalan seperti itu." Airin mengejar karena dia Tertinggal cukup jauh.

Julia mendadak saja melayang di udara untuk mengejar sesuatu yang masih belum dilihat oleh Airin, saat ini Julia melihat sendiri ada sosok wanita dengan pakaian compang-camping penuh dengan darah dan dia sudah berdiri di depan sana, sehingga kemungkinan dia akan Menghadang perjalanan Rania dan juga Bu Inem untuk menuju rumah ratu ular ini.

Selamat malam besti, jangan lupa like dan komentar nya ya, othor sambil huek huek ini nulis. sekalian mau tanya dong, Julia belum othor musnahkan ya kan.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔✰͜͡v᭄
ya ampun Pur ..bocil kau ajak bicara tentang birahi segala 🤣...semoga aja ya Rania selamat bisa di bantu purnama sampai tuntas
Eli Rahma
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Eli Rahma
hai..itu ketuamu loh..😆😆
neni nuraeni
brrti disini Zidan juga sudah metong ya kak,, dan purnama sudah kmbli pulih sperti sedia kala makanya dia trjun lagi,,,
Raffaza Direzky87
biarkan aja gak usah di bantu
Ass Yfa
setidaknya Rania..nggk dikejar tuyul itu lagi kalo Delisa mau nikah sama Ilham
Ayuk Witanto
ah moga saja purnama mau membantu...
Ayuk Witanto
biarlah si Delisa jadi ibu susunya si tuyul
Ayuk Witanto
lanjut
Ayuk Witanto
Linda itu apa yang tinggal di rumah kosong
Ayuk Witanto
apa itu rina
Ayuk Witanto
Alhamdulillah
Ela Jutek
emang perlu di tabok si Pur sekali kali
Iis Dawina
kan yg di judul sebelumnya Zidan meninggal makan jamur beracun
vania larasati
lanjut kak
ismi
ini gimana rina kok main setuju saja adiknya disusu tuyul,,
Yeyet Rohaeti
siang thor, di sini Zidan udah meninggal ya thor?
Tri Lestari
yang di untungkan si Ilham ini
putri wahyu
siang jg Bess..
Ani_Sudrajat
Kok gak punya lawan thor emang Zidan kemana??
MiilaaManurung: Racun yang tertinggal
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!