NovelToon NovelToon
Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:189.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dilara di cerai oleh Kevin karena wanita yang di cintai Kevin kembali.

Setelahnya Dilara melamar menjadi seorang baby sitter, dan di terima pada salah satu keluarga kaya. Dilara memang seorang sarjana, namun dia butuh pergi cepat dari rumah Kevin dan juga butuh tempat tinggal baru. intinya dia ingin lepas dari Kevin dan memulai hidup barunya.

namun, ternyata di rumah itu ada seorang tuan muda bernama Elian yang selalu membuat Dilara kesal dengan sikap dinginnya. lalu apakah pada akhirnya mereka akan saling suka? apa keluarganya akan setuju dengan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilara 26

Kevin menghempaskan tubuhnya ke kursi kemudi, membanting pintu mobil sedan hitamnya dengan hantaman keras yang menggetarkan seluruh kaca jendela.

BLLAAAM!

Ia meremas kuat lingkar kemudi, menekan dahinya ke atas kulit sintetis setir hingga urat-urat di lehernya menegang tajam. Napasnya memburu, berat dan terengah-engah seolah-olah seluruh oksigen di dalam kabin mobil itu mendadak menguap. Suara tamparan kata-kata Elian masih bergema telanjang di dalam kepalanya, menghentak dan meremukkan sisa-sisa harga dirinya hingga tak berbentuk.

"Aku benci pria pecundang sepertimu! Apa kamu mau menunjukkan kepada Dilara kalau kamu jauh lebih bahagia dengan mantan terindahmu dan akan menikah? Apa kamu tidak punya ibu? Adik perempuan? Bagaimana kalau hal yang terjadi kepada Dilara, terjadi juga kepada mereka?"

"ARGGHHH!"

Kevin berteriak histeris, memukul lingkar kemudi berturut-turut dengan kedua tangannya.

TAK! TAK! TAK!

"Kenapa harus seperti ini?! Kenapa?!" rintih Kevin parau.

Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya pecah, menetes deras membasahi celana kemeja birunya yang kini kusut berantakan.

Ia memutar kunci kontak dan menginjak pedal gas secara mendadak, membuat ban mobilnya mencicit keras membelah jalanan basah kompleks Pondok Indah. Sepanjang perjalanan, otaknya bagaikan benang kusut yang ditarik dari berbagai arah hingga nyaris putus.

Kevin memelankan laju kendaraannya di tepi jalan raya yang sepi, berhenti di bawah remang lampu jalan. Ia menatap pantulan dirinya di kaca spion tengah, wajah yang pucat, mata yang sembab merah, dan raut ketakutan luar biasa.

Ia bingung. Ia hancur. Dan yang paling menyiksa, ia sendiri tidak paham dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi di dalam dadanya.

"Aku mau apa sebenarnya...?" gumam Kevin bergetar, menatap jemarinya yang tak berhenti gemetar.

"Aku yang talak Dilara... Aku yang meminta bercerai... Tapi kenapa rasanya sesak sekali saat tahu dia ada di rumah pria itu? Kenapa aku merasa kehilangan setelah Dilara pergi dari rumah... Aku sudah terbiasa dengan keberadaan Dilara di rumah, di kehidupanku! Apa keputusanku sudah benar? Apa aku mungkin mulai menyukai Dilara?"

Sentilan cemburu yang membakar dadanya saat melihat sosok Elian Adrian kembali memicu gejolak hebat. Elian tidak hanya sekedar tampan dan kaya raya; pria itu memiliki aura dominan, perlindungan mutlak, dan ketegasan yang sama sekali tidak dimiliki Kevin. Meringis perih, Kevin menyadari betapa kerdil dirinya jika dibandingkan dengan Elian.

Ponselnya di atas dashboard tiba-tiba berdering nyaring, memancarkan nama Asha di layarnya.

Kevin menatap nama itu dengan tatapan kosong. Dulu, panggilan dari Asha adalah hal yang paling ia nantikan. Dulu, ia rela mengabaikan pesan-pesan yang di kirim oleh Dilara hanya demi mendengarkan cerita Asha. Namun sekarang, melihat nama itu berkedip-kedip justru mendatangkan rasa mual yang tak tertahankan di perutnya.

Ia menggeser layar dan menempelkan ponsel itu ke telinganya tanpa menguapkan kata sepatah pun.

"Kevin! Kamu di mana sih?!" suara Asha langsung menyambar penuh nada tuntutan, memecah hening kabin mobil.

"Mama dari tadi sudah nungguin di resto! Pihak catering sudah bawa sample menu buat resepsi kita, dan kamu belum sampai juga?! Kamu ingat tidak sih ini jam berapa?!"

Kevin memejamkan mata rapat-rapat. Suara Asha yang dulu terdengar begitu manja dan manis, kini merambat di telinganya bagai desakan beracun yang terus mengepung jalurnya. Bahkan sifat Asha mulai berubah dan terlalu mendominasi dan juga egois karena semua keinginannya harus dia wujudkan sedangkan dia hanya bisa menurut dan mengalah.

'Apakah perasaan ini yang dulu juga di rasakan oleh Dilara?' batin Kevin.

"Aku... aku masih ada urusan, Sha," jawab Kevin parau, suaranya terdengar sangat lelah dan hampa.

"Urusan apa lagi?!" bentak Asha di ujung telepon, nada suaranya makin menajam oleh kecurigaan.

"Kamu dengar ya, Kev! Kurang dari seminggu lagi sidang kita putusan verstek! Gaun pengantin sudah diukur, undangan sudah siap dicetak, dan Mama sudah sebar berita pernikahan kita ke semua relasi bisnis Papa! Jangan bikin malu aku dan keluargaku hanya karena kamu keluyuran tidak jelas!"

"Bikin malu...?" Kevin tertawa kecil, sebuah tawa pahit yang memprihatinkan.

"Cuma itu yang ada di pikiranmu dan Mamamu, Sha? Nama baik? Resepsi mewah? Pamer ke relasi bisnis?"

Di ujung telepon, Asha terhenyak sejenak mendengar nada bicara Kevin yang tak biasa. Namun ego Asha terlalu tinggi untuk mengalah.

"Maksud kamu apa bicara begitu?! Aku ini calon istrimu, Kevin! Aku bela-belain sakit dan berjuang sembuh di luar negeri demi bisa kembali ke kamu! Sekarang saat kita tinggal melangkah ke pelaminan, kamu malah sinis begini?!" teriak Asha emosional.

"Kamu datang ke resto sekarang atau aku suruh Papa yang panggil kamu?!"

TUT.

Sambungan diputus sepihak oleh Asha.

Kevin melempar ponselnya ke kursi penumpang di sampingnya. Ia menyandarkan kepala ke sandaran jok, memandangi langit-langit mobil yang gelap.

Kata-kata Asha tentang "berjuang sembuh" yang dulu selalu berhasil meluluhkan rasa bersalahnya, kini terasa sangat manipulatif. Di satu sisi, Kevin tak bisa memungkiri bahwa ia pernah sangat mencintai Asha dan merasa bertanggung jawab atas masa depan wanita itu. Namun di sisi lain, perasaan itu kini terasa seperti penjara yang mencekik lehernya.

Ia mengingat Dilara. Wanita yang tak pernah menuntut pernikahan mewah, tak pernah memaksanya membeli barang-barang bermerek, dan tak pernah meneriakinya saat ia pulang terlambat dari kantor. Dilara hanya menyambutnya di depan pintu dengan senyum lembut, menyendokkan nasi hangat untuknya, dan mendoakannya dalam keheningan malam.

"Kamu tidak pernah minta apa-apa, Ra..." bisik Kevin pelan, air matanya menetes lagi menembus pipinya.

"Bahkan saat aku meminta cerai... kamu lansung setuju tanpa bertanya alasannya karena kamu sendiri bahkan sudah tahu lebih dahulu... Aku tidak bisa membayangkan rasa sakit kamu... Kamu menangis sendirian... Maafkan aku Dilara... Aku ingin sekali bertemu dan memeluk kamu..."

Rasa bersalah yang terlanjur mengkristal kini berbenturan dengan kenyataan pahit bahwa Dilara sudah berada di tempat yang jauh lebih aman di bawah naungan pria seperti Elian yang menjunjung tinggi kehormatan seorang wanita.

Kevin meremas dadanya yang terasa dihantam beban berat. Ia terjebak di tengah persimpangan yang menghancurkan, ia tak sanggup melepaskan bayangan Dilara yang baru saja ia sadari betapa berharganya, namun ia juga sudah terlalu jauh melangkah masuk ke dalam jebakan pernikahan bersama Asha yang tak mungkin bisa ia batalkan begitu saja tanpa menghancurkan seluruh hidupnya.

Dengan tangan yang gemetar dan dada yang hampa, Kevin kembali menancap gas mobilnya, membelah malam Jakarta yang dingin tanpa tahu ke mana hati dan jalurnya harus berlabuh.

1
ryuka
waadduuhhhh thoorrr sedihhh aku baca nyaaaa
Ambu Rinddiany Thea
saaabaar pemirsah sabaar 🤭
𝖒𝖓 ᥬ🥳᭄
thor gelud yuk, cinii maju kalo belani💪🤭
𝖒𝖓 ᥬ🥳᭄
thor minta ditabok online ya jan macem" ma dilara😄
Rohmi Yatun
😭😭jangan biarkan dilara pergi..
nely_48
dilara boleh koma tp jgn sampe MD ya Thor 🥺🥺🥺
Melinda Cen
Thor semoga dilara selamat yaa jgn smpai dia meninggal.
nely_48
kk outhor 🥺🥺🥺 jgn bikin mewek dong
eta dilara karunya ih,,
Ayu Oktaviana
aduh kak jgn bikin deg2an dan penasaran dong😭😭😭😭😭 ini sdh banjir air mata lo kak😭😭😭 ... jgn buat dilara meninggal ya kakak yg baik hati😍😍....
Ayu Oktaviana: jgn ya kak ya😭😭😭
total 2 replies
Iffanaya 😽
Thor jgn bikin dilara jd abu ya gk ikhlas aku 😭😭 pokok dilara sama anaknya kudu selamat
Yam_zhie: kali-kali bikin MC jadi abu kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Lia Rahmawati
Thor aku g terima ya kalo dilara sampe g selamat😭
Yam_zhie: Kakak aku belum pernah bikin MC jadi abu loh. nggak apa-apa kan sekali-kali 🤣
total 1 replies
Ayu Oktaviana
lanjut donk kak.. 😭😭semoga selamat dilara dan anknya...😭😭
Yam_zhie: kak aku belum pernah bikin MC jadi abu loh. boleh ya ... boleh ya 🤣🤣🤣
total 1 replies
nely_48
sungguh menegangkan baca nya ge ahhh
nely_48
msh kecolongan kneh,,, orgil bebas dr penjara sungguh berbahaya s melly
nely_48
shaka sll yg terasbun 😂😂
nely_48
jangan ² pake Szuitsal baby Cologne
nely_48
robot Wijaya cnah shaka mh ngasih nama buat adik nya 😆😆😆
nely_48
borong semua az dilara
Lia Rahmawati
Alhamdulillah selamat dilara,udah tegang banget😔
Iffanaya 😽
lanjut Thor, bikin deg²an wey pls tu Rani langsung dobrak pintu nya gk usah manggil petugas keamanan kelamaan wey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!